Part 2

"Good morning girl!" Sapa riang Brita pada si kembar Elena dan Alena.

"Good morning bit'ch" Sahut kedua nya serempak.

Tak ada raut marah di wajah Brita begitu mereka menjawab sapaan dirinya dengan kata tersebut, lantas gadis itu duduk di samping Elena dengan senyum yang terus menghiasi wajah nya.

"Seperti nya servis pria semalam benar-benar memuaskan" Cibir Alena yang langsung mendapat anggukan dari Brita.

"Aaaaa aku tidak bisa berhenti membayangkan nya!" Pekik Brita menutup wajah nya.

Si kembar itu hanya menggeleng pelan, memang di antara mereka berempat Brita lah yang paling liar dan sering bergonta-ganti pasangan lalu melakukan one night stand.

Setelah nya pasti Brita akan memutuskan pria itu.

"Lalu bagaimana? Apa kah kamu akan mempertahankan pria gagah itu?" Tanya Elena.

Brita menggeleng. "Walaupun dia begitu gagah dan panas, tetapi aku akan tetap pada prinsip ku!" Monolog nya penuh semangat.

Si kembar yang mendengar pun hanya bisa menggelengkan kepala nya, setiap mereka berempat pergi ke sebuah night club pasti ketika pulang hanya bertiga. Sudah pasti Brita menghabiskan malam nya bersama seorang pria.

"Wait, ada apa dengan Lilly?" Tanya Brita yang baru tersadar akan kehadiran Lilly.

"Entah lah, sejak kami datang dia suah seperti ini" Jawab Alena.

"Mungkin Lilly masih mengantuk" Timpal Elena.

Lilly merebahkan kepala nya di antara lipatan tangan di atas meja. Sejak si kembar datang posisi Lilly sudah seperti ini, bukan nya tidak peduli hanya saja mereka tidak ingin menganggu Lilly.

"Bagaimana semalam?" Tanya Brita seraya merapihkan lipstik nya.

"Tidak usah bertanya bit'ch!" Kesal Elena.

"Kami hanya minum, tidak seperti mu wanita liar" Sambung Alena.

Brita hanya terkekeh pelan, sahabat nya ini memang selalu ceplas-ceplos saat berbicara. Tidak akan kata baperan di antara mereka.

Satu persatu mahasiswa mulai berdatangan, hingga beberapa saat kemudian masuk lah seorang pria berkemeja hitam dengan dua kancing atas yang tak terpasang dan lengan kemeja yang di gulung

Berjalan begitu gagah dengan tatapan dingin nya ke arah meja di depan sana. Meja yang di khusus kan untuk dosen pengajar.

"Siall, aku ingin membawa Mr.Erlan ke ranjang ku!!" Geram Brita dengan tatapan penuh puja nya ke arah pria tersebut.

Pria berkemeja hitam dengan lengan yang di gulung dan biasa di sapa Mr.Erlan itu adalah dosen pengampu dalam jurusan manajemen. Jurusan yang mereka ambil.

"Stt,, bangun Ly" Bisik Alena menggoyangkan bahu Lilly yang masih pada posisi nya. "Ada Mr.Erlan, bangun Ly"

Lilly yang terusik dalam tidur nya pun mulai mengangkat kepala nya, mata nya langsung menangkap sosok dosen gagah di depan sana.

"Selamat pagi semua" Sapa Mr.Erlan tak menampilkan senyum sedikit pun.

"Pagi, Mr."

"Kumpulkan kartu rencana studi kalian terlebih dahulu, saya akan memeriksa nya!"

"Baik Mr."

Para mahasiswa pun mulai membongkar tas nya, mencari kartu tersebut yang selalu mereka bawa. Termasuk empat sekawan itu.

"Huuft,, untung gue bawa" Gumam lega Brita di iringi dengan Elena dan Alena.

Namun lain hal nya dengan Lilly. "Siall, dimana kartu itu!" Gumam nya frustasi.

Nyawa Lilly belum terkumpul karena baru saja bangun, dan sekarang dosen dingin itu dengan tiba-tiba meminta kartu rencana studi.

Seluruh isi tas kecil nya telah ia keluarkan, namun tak juga menemukan kartu yang ia cari-cari bahkan kini hanya dia yang belum mengumpulkan.

"Jangan bilang kamu ga bawa, Ly?" Tanya waspada Alena yang baru saja menghantarkan kartu tersebut ke hadapan sang dosen.

"Siapa lagi yang belum mengumpulkan?" Tanya dingin Mr.Erlan.

Lilly mengedarkan pandangan nya, mencari-cari seorang mahasiswa yang mungkin tidak membawa nya juga. Namun, tidak ada yang mengacungkan tangan nya atau pun menyahuti perkataan Mr.Erlan.

"Hanya ada empat puluh sembilan, salah satu dari kalian pasti tidak mengumpulkan nya!"

Brak!

Lilly menggebrak meja nya kesal membuat seluruh mata di kelas itu memperhatikan diri nya. "Saya lupa membawa nya, Mr." Ujar Lilly dengan tatapan malas nya.

"Dimana sopan santun kamu, Lilly Lawrence!"

Terlihat rahang pria itu mengetat dengan wajah penuh kegeraman nya. Lilly yang notabene adalah seorang mahasiswa di kelas itu dengan tidak sopan nya menggebrak meja.

Lilly mendengus pelan. "Maafkan saya, Mr." Ujar nya mengalah, bukan mengaku salah!

"Seusai jam pelajaran, datang ke ruangan saya!" Putus Mr.Erlan tak ingin di bantah.

"Iya kalau ingat!" Sahut ketus Lilly, setelah nya gadis itu kembali duduk.

Namun, jawaban seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari para penghuni kelas. Entah dosen yang mana pun Lilly akan bertingkah seperti ini.

Nilai dan kelakuan buruk nya itu tertutup dengan paras cantik nya, belum lagi Lilly menyandang status sebagai kekasih seorang Nico Rodriguez selaku ketua BEM universitas tersebut.

Mr.Erlan berdehem pelan menetralkan emosi nya. "Baiklah, hari ini kita akan melanjutkan pembahasan pemecahan masalah yang berkaitan dengan manajerial"

Mr.Erlan pun mulai menuliskan beberapa masalah yang harus di pecahkan oleh para mahasiswa di kelas nya pada whiteboard.

"Apa itu pemecahan masalah, Steven"

Pria yang di sebut nama nya pun sejenak menerjab kaget, memang seperti ini lah Mr.Erlan yang tiba-tiba bertanya dan jika tidak bisa menjawab maka akan mendapat pengurangan poin.

"Pemecahan masalah adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara mendefinisikan masalah, menentukan penyebab utama dari suatu permasalahan" Steven berhenti sejenak mengatur nafas nya.

"Mencari sebuah solusi dan alternatif untuk pemecahan masalah, dan mengimplementasikan solusi tersebut sampai masalah benar-benar dapat terselesaikan" Lanjut nya.

Mr.Erlan mengangguk pertanda puas dengan jawaban Steven yang begitu rinci. Lantas mata nya menangkap sosok gadis yang tidak punya sopan santun itu.

"Lantas apa langkah-langkah dasar yang di perlukan dalam proses pemecahan masalah, Lilly?"

"What?!" Pekik tak terima Lilly saat nama nya kembali di sebut.

Mr.Erlan tidak mengatakan apapun, ia hanya menatap datar Lilly menunggu gadis itu untuk menjawab nya.

"Jawab Ly, ingat ini kesempatan terakhir kamu di bulan ini. Jika kamu salah lagi mungkin kamu akan tinggal di semester ini" Bisik Alena.

"Brengsek!" Geram Lilly dengan tangan mengepal.

Ingin menjawab pun ia tidak mengerti, karena selama ini gadis itu hanya mengikuti materi tanpa memasukkan nya ke dalam otak.

"Saya tidak tau, Mr."

Sontak mendengar jawaban Lilly para mahasiswa itu pun membungkam mulut nya menahan tawa. Mental mereka tidak sekuat itu untuk menertawakan Lilly yang nanti nya akan berakibat fatal.

"Kerjakan sendiri tugas pemecahan masalah pada nomor tiga, tanpa bantuan siapapun!" Tekan Mr.Erlan.

"Lho ga bisa gitu dong, jelas-jelas di situ tertulis tugas berkelompok!" Sahut tak terima Lilly.

"Membantah sekali lagi, saya pastikan kamu akan menetap di semester ini hingga dua semester ke depan!" Ancam tak main-main Mr.Erlan.

"Fuckk!" Desis Lilly yang hanya terlihat gerakan bibir nya tanpa bersuara.

...****************...

.

.

Jangan lupa dukungan nya, bunda🤗

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kenapa Feeling ku mengatakan kalo mereka ini pasangan Pasutri ya?? Di jodohin kali, 🤫🤫

2023-09-11

2

MEYTI DIANA SARI, S.M •§͜¢•

MEYTI DIANA SARI, S.M •§͜¢•

jangan-jangan itu dosen suaminya lagi😱

2023-05-12

1

anisa fazriani

anisa fazriani

next

2023-04-12

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!