Part 12

"Oh shiit, bagaimana aku menutupi nya?!" Umpat geram Lilly yang menatap diri nya pada pantulan cermin rias milik nya.

Sudah setengah jam berlalu, namun Lilly belum juga berhasil menutupi tanda kepemilikan yang Erlan buat dengan foundation nya.

"Cepat sarapan, sampai kapan kamu akan mengurusi itu?" Ujar dingin Erlan tanpa ekspresi nya.

Mata Lilly pun teralih pada sosok yang saat ini tengah berdiri di ujung pintu aana lewat kaca.

Menatap nya begitu tajam dan penuh kebencian selama beberapa saat, lantas Lilly memilih untuk melanjutkan kegiatan nya.

"Jam mu akan di mulai setengah jam lagi, apa kamu berniat untuk terlambat? Atau bahkan membolos?"

"Diam dan sana pergi!" Sentak Lilly.

Sentakan itu berhasil membuat kaki Erlan melangkah mendekati nya. Menarik paksa lengan Lilly agar bangun, lantas Erlan pun mengapit dagu nya.

"Kenapa harus di tutupi? Bukan kah bagus?" Tanya santai Erlan dengan wajah tanpa ekspresi nya. "Dengan begini orang-orang akan tau bahwa kamu sudah ada yang memiliki"

"Tanpa tanda sialan ini pun orang-orang sudah tau bahwa aku milik Nico!" Sahut lantang Lilly. "Dan karena tanda ini, orang-orang bisa mengira ku perempuan nakal!"

"Kamu memang perempuan nakal, sweety.."

Lilly menggeram, memang ia nakal karena sering berbuat onar. Namun bukan nakal seperti itu yang ia maksud.

"Sudah lah ayo sarapan setelah itu aku antar!" Putus Erlan menarik tangan Lilly seraya meraih tas sang istri.

"Lepas! Aku harus menutupi nya terlebih dahulu!" Berontak Lilly.

"Tidak ada waktu lagi, sweety"

"Tidak!!" Teriak Lilly yang menahan tubuh nya pada pintu kamar nya. "Lepaskan!!"

"Ck..!" Decak kesal Erlan yang langsung mengangkat tubuh Lilly bak sekarung beras.

"Ya! Turunkan Erlan..!!"

"Jangan banyak tingkah Lilly, aku bisa terlambat!"

"Ya udah sana berangkat sendiri, aku gak minta kamu nungguin aku"

Plak!

Erlan menepuk cukup kuat bok*ng Lilly hingga membuat gadis itu mendesis.

"Jangan lupa dengan pilihan mu yang semalam Lilly!" Peringat Erlan seraya menurunkan tubuh Lilly pada kursi.

"Aku tidak pernah memilih itu!"

"Baiklah, kalau begitu jangan salahkan aku jika di mading utama di kampus akan di penuhi foto pernikahan kita!"

Lilly meringis pelan saat mendengar ucapan pria itu, bahkan tangan Erlan pun menekan bahu nya agar duduk.

"Jangan macam-macam Mr.Erlan"

"Hanya satu macam, dan cepat habiskan sarapan mu!"

Oke, saat ini Lilly mengalah dan memilih untuk memakan sarapan nya, tatapan Erlan pun saat ini penuh dengan acaman nya.

*

"Cepat turun, tunggu apa lagi?"

Sejak dua menit yang lalu mobil Erlan sampai di belakang halaman kampus itu, Lilly masih diam di tempat nya bahkan tak mengatakan apapun.

"Uang jajan nya habis?"

Lilly menggeleng.

"Terus kenapa?" Tanya Erlan mulai kesal, pasal nya setengah jam lagi meeting nya aka segera di mulai. "Mau izin dan ikut aku ke kantor?"

Lilly kembali menggeleng dan hal itu pun membuat tangan Erlan terangkat dan menarik tengkuk sang istri hingga kini hidung kedua nya saling bersentuhan.

"Ada apa istri ku? Cepat katakan..!"

"Jangan lakukan itu" Gumam Lilly membalas tatapan tajam Erlan pada nya.

"Lalukan apa, sweety?" Tanya Erlan yang kali ini terdengar kembali melembut.

"Menempel foto-foto pernikahan kita di mading utama"

Mendengar penuturan tersebut, bibir Erlan pun sedikit terangkat membentuk sebuah seringai kecil. Namun Erlan tak menanggapi itu dan hanya menatap manik coklat milik Lilly.

"Oke, aku akan memilih pilihan terakhir itu. Tetapi jangan berlebihan"

"Berlebihan bagaimana?"

Seketika rasa gugup menyerang Lilly begitu mendengar dua kata penuh godaan itu keluar dari mulut Erlan.

Mencoba melepaskan tangan Erlan pada tengkuk nya, namun Lilly tak berhasil. Melainkan kini bibir nya dan bibir Erlan hampir tak berjarak.

"Berlebihan seperti apa hum?"

"Se-seperti meminta i-itu"

Alis Erlan terangkat. "Itu?" Ulang nya berpura-pura tak mengerti.

"Ih sudah lah, inti nya itu!" Kesal Lilly melepaskan paksa tangan Erlan dan kini akhirnya berhasil.

Bergerak gelisah mencari tas nya yang ternyata sudah ada di punggung nya. "Siall!" Desis kesal Lilly merasa semakin malu.

Baru saja membuka pintu mobil tetapi tangan nya kembali di tarik oleh Erlan.

Cup!.

"Belajar yang rajin, istri ku" Ucap Erlan begitu melepaskan kecupan nya pada kening Lilly.

Brak!.

Lilly menutup pintu mobil Erlan begitu kuat dan langsung berlari terbirit-birit bak seorang maling yang akan tertangkap.

Melihat hal itu, tawa Erlan pun pecah. Entah sejak kapan sikap pemberontak Lilly ity menjadi begitu menggemaskan bagi nya.

*

"Morning guys!" Sapa Lilly yang baru saja duduk di antara para sahabat nya

"Morning" Sahut ketiga sahabat Lilly.

"Aku kira kamu ga masuk hari ini, Ly" Ujar si kembar Elena.

"Aku kesiangan--"

"Astaga Lilly!" Pekik heboh Brita begitu mata nya teralih pada leher Lilly. "Leher kamu!!"

Sontak rasa terkejut Lilly dan orang-orang di kelas itu karena teriakan Brita, langsung teralihkan pada leher Lilly yang di penuhi hickey yang berwarna ungu tersebut.

Dengan cepat Lilly menutupi leher nya dengan rambut nya yang terurai, dan s*al nya dia lupa akan tanda kepemilikan yang Erlan buat.

Pantas saja selama berjalan tadi banyak mata yang berani menatap nya secara terang-terangan lalu mereka terlihat berbisik-bisik.

"Jangan norak, sialan!" Bentak Lilly menatap marah teman sekelas nya.

Mereka pun langsung mengalihkan tatapan nya mengingat siapa perempuan yang baru saja mereka jadikan pusat perhatian.

"I'm sorry, Ly" Ucap tak enak Brita. "Tapi serius sebanyak itu?" Lanjut nya.

Lilly menggeram marah mendengar celotehan sang sahabat. Brita yang membuat heboh lalu meminta maaf kemudian kembali bertanya membuat nya geram.

"Apa kalian sudah mak*ng love?"

"Tidak!" Sentak kesal Lilly.

Brita mengangguk-angguk kemudian menatap leher Lilly penuh puja. "Nico seganas itu 'ya?"

"Diam atau aku tampar bibir mu!"

Brita langsung bungkam, namun tak lama kemudian perempuan itu terkekeh. "Ga usah malu Ly, aku--"

"Brita..!!" Napas Lilly memburu, ia benar-benar sedang kesal dengan Brita hingga suara bariton di ujung pintu sana yang memanggil nama nya berhasil membuyarkan emosi nya.

"Lilly.."

Deg!

Lilly membeku, mata nya menatap gelisah sang kekasih yang kini berjalan mendekati nya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Gndarexxx😎

Gndarexxx😎

semoga lily sama si nico cepet putus! aminn🤣

2023-04-17

6

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!