Mobil Erlan yang awal nya melaju membelah panas nya jalan raya siang ini, tiba-tiba laju nya terhenti begitu mata nya menangkap sosok perempuan yang sangat ia kenali di sebuah taman menuju universitas.
"Lilly?" Gumam kaget Erlan setelah menghentikan mobil nya dan menajamkan tatapan nya. "Sedang apa dia di situ?!"
Secepat kilat Erlan memarkirkan mobil nya, lalu keluar dari mobil dan berlari menghampiri sang istri yang duduk di bawah pohon sana.
Melihat ada sepasang sepatu pantofel di hadapan nya tak membuat Lilly mengangkat pandangan nya. Gadis itu terus menatap lurus dengan tatapan yang terlihat kosong.
"Sedang kamu di sini?" Tanya Erlan dengan kepala menunduk menatap wajah Lilly.
Namun gadis itu tak juga menyahut hingga membuat Erlan langsung berjongkok.
"Hei!" Erlan terperangah kala melihat mata sembab Lilly dan hidung nya yang memerah. "Ada apa? Kenapa?" Panik nya.
"...."
"Ly, kamu kenapa sweety? Sedang apa kamu di sini? Ada yang jahat sama kamu?"
Mendengar pertanyaan terakhir Erlan berhasil membuat Lilly mengeluarkan kekehan sinis nya.
"Siapa yang berani jahat pada ku? Yang ada aku yang jahat pada mereka!" Sahut nya tanpa menatap Erlan.
"Lalu ada apa dengan mu? Kamu menangis 'kan?"
Lilly kembali tidak menyahut, pikiran nya kacau dan yang pasti ia sedang tidak ingin melihat wajah Erlan.
"Sweety.." Panggil lembut Erlan mencoba mengalihkan tatapan Lilly.
Bahkan kepala pria itu bergerak ke mengikuti arah tatapan Lilly, bermaksud agar sang istri menatap wajah nya.
Hingga akhirnya tamparan dari tangan mungil itu lah yang Erlan dapatkan.
Plak!
"Awww, kok galak" Ringis Erlan mengusap pipi nya.
"Puas?"
"Hngg?" Alis Erlan terangkat, sungguh ia tidak mengerti dengan satu kata yang di ucapkan sang istri.
"Aku benar-benar sudah malu untuk kuliah karena ini!" Lilly menunjuk leher nya. "Dan karena ini Nico marah pada ku!"
Mendengar ucapan kemarahan Lilly, bukan nya merasa bersalah Erlan malah menyunggingkan senyum nya membentuk sebuah seringai tipis.
"Bagus 'bukan?" Sahut nya. "Dengan begini aku tidak perlu repot-repot menyingkirkan dia"
Plak!.
Plak!.
Dua tamparan keras itu kembali menghantam pipi Erlan, bahkan perhatian orang-orang di sekitar taman yang sedang bersantai itu pun terfokus pada mereka.
"Pria bajiingan! Tidak punya hati! Hikkss...!!" Tangis nya kembali pecah.
Rasa kesal, marah, dan sedih memporak-porandakan perasaan nya. Niat hati ia ingin memaki Erlan.
Namun sayang, ternyata saat ini hati nya sedang rapuh hingga tidak bisa mengeluarkan makian itu pada pria berekspresi datar di hadapan nya.
"Hei bung! Ada apa ini?!" Tegur tak santai seorang pria yang memang sedari awal menyaksikan keributan mereka.
"Jangan ikut campur" Sahut dingin Erlan yang langsung berdiri dan menarik tangan Queen agar ikut berdiri.
"Sakit hikss..!!" Erang Lilly semakin terisak.
"Jangan kasar dong!" Ujar pria itu dengan nada tinggi. Bahkan ia tak segan-segan berniat melepaskan cengkraman tangan Erlan pada Lilly.
Bugh!.
Alhasil Erlan melayangkan pukulan dari tangan sebelah nya ke rahang pria itu. "Sudah ku bilang jangan ikut campur dan dia istri ku. Istri Erlan Dallin Harrison!!"
Diam, seketika orang-orang yang awal nya berniat mendekat langsung terdiam di tempat nya.
Melihat hal itu dengan cepat Erlan menarik Lilly menuju mobil nya sebelum ada yang menangkap foto mereka, terutama wajah Lilly.
"Aww hikss.." Rintih Lilly dengan isak tangis nya kala Erlan mendorong kasar tubuh nya agar masuk ke dalam mobil.
"Diam!" Bentak tertahan Erlan.
Kemudian pria itu menutup pintu mobil nya begitu kencang dan menatap tajam beberapa orang yang seperti nya mengambil foto mereka seraya berjalan mengitari mobil.
Cklik!~
Erlan mengunci mobil nya begitu ia sudah duduk di kurai kemudi itu. Setelah nya pria itu langsung mengeluarkan handphone nya.
"Urus orang-orang yang ada di taman dekat universitas!" Titah tegas nya pada seseorang di sebrang sana.
Setelah nya Erlan pun melempar asal handphone nya ke kursi belakang mobil dan langsung melajukan mobil nya begitu kencang.
"Erlan..!!" Teriak ketakutan Lilly. "Hentikan hikss,, hentikan mobil nya aku tidak mau mati..!!"
"Kamu mati, aku pun mati. Maka lebih baik seperti itu!"
Lilly menggeleng begitu kuat. Memegang seatbelt nya dengan mata terpejam takut.
Kegilaan Erlan semakin menjadi, bahkan sudah banyak para pengemudi yang membunyikan klakson nya karena mobil ugal-ugalan milik Erlan yang begitu kencang.
*
"Awwww!!"
Lilly memekik kesakitan saat Erlan mendorong tubuh nya ke kasur dengan kasar. Bukan sakit pada tubuh nya tetapi pada kepala nya yang terbentur kepala kasur.
"Sudah cukup aku di permalukan oleh mu"
"Sudah cukup aku bersabar menghadapi segala tingkah mu"
"Dan sudah cukup aku terlihat seperti seorang suami yang bodoh!"
Erlan menyentak tangan Lilly dan mengikat nya dengan dasi yang semula terbentuk sempurna di kerah kemeja nya.
"Ti-tidak Erlan, lepaskan hikss.. Lepaskan!!"
Lilly mencoba memberontak, namun gerakan itu di tahan oleh tubuh Erlan.
Sejenak Erlan diam, mata nya terpejam menahan segala pemberontakan Lilly begitu kuat, hingga akhirnya mata Erlan kembali terbuka.
Namun, tak ada lagi sorot kehangatan dari mata pria itu yang ada hanya tatapan yang sangat berbeda.
"Pria ini sungguh lemah, maka biarkan aku yang mengajari mu cara nya sopan pada seorang suami" Ujar berat Erlan.
Kening Lilly berkerut bingung, air mata nya terus menetes terlebih lagi ia merasa ada yang aneh dengan Erlan yang berada di atas tubuh nya.
Plak!
"Arghhh!!.." Erang kesakitan Lilly saat tiba-tiba Erlan menampar pipi nya.
"Seperti ini 'kan?" Tanya Erlan. "Seperti ini kamu menampar pria bodoh ini dengan tangan mu di depan umum?"
Tidak, bukan seperti ini. Jelas berbeda! Walau pun Lilly sudah mengerahkan seluruh tenaga nya untuk menampar Erlan. Namun tamparan Erlan jauh berkali-kali lipat dari tenaga nya.
"Sakit hikss.. Sakit.!!"
"Tentu sakit! Tetapi pria bodoh ini, Erlan. Dia tidak mau membalas rasa sakit nya pada mu, sialan!" Teriak nya murka.
Mata Lilly terpejam, ia takut. Pria di atas nya ini jelas bukan Erlan! Semarah apapun Erlan, dia tidak pernah menampar Lilly.
Erlan mendekatkan bibir nya di samping telinga Lilly. "Oh iya, aku lupa memberitahu mu" Bisik nya.
Di atas sana Lilly mencengkram begitu tangan nya ikatan di tangan nya.
"Aku Arlan, honey.."
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Ahsin
jadi istri gak ada otak merendahkan suami
2024-03-23
1
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
lah itu tamparan apaan kalo bukan balasan/Facepalm/
2024-03-15
0
Qaisaa Nazarudin
Huuh Mampos Lily,Ternyata Erlan mempunyai keprebadian ganda..
2023-09-11
1