"Cih, minuman apa ini? Ganti!" Sentak Lilly pada seorang gadis berambut ikal yang terus menundukkan kepala nya
"I-ini jus yang kamu minta" Ucap takut wanita itu.
"Gue bilang ganti, ya ganti cupu!" Hardik emosi Lilly menuangkan jus tersebut ke tubuh wanita itu.
Bukan nya melawan, tetapi wanita itu hanya memeluk tubuh nya dengan isak tangis pelan nya. Wanita ini tak jauh berbeda dengan Cindy beberapa hari lalu.
Namun ia hanya tidak sengaja melemparkan tissue ke arah Lilly yang kebetulan saat itu Lilly lewat. Sebenarnya ia berniat melempar ke arah teman nya, tetapi nasib sedang mempermainkan nya.
Prang!!
Lilly membanting gelas di tangan nya tepat di samping kaki wanita itu. "Cepat ganti, cupu!"
"Ba-baik" Lirih nya bergetar.
Wanita itu berbalik dan melangkah kan kaki nya ke salah satu stand minuman di kantin dengan penampilan yang sangat kacau.
Lilly mendudukkan bok*ng nya pada kursi kantin itu di iringi dengusan emosi nya. Setelah nya gadis itu menatap para sahabat nya.
"Bagaimana dengan si kutu buku itu?" Tanya Lilly.
"Aman, dia tidak akan bisa belajar dengan tenang" Sahut Brita membuat Lilly menyunggingkan senyuman nya.
"Seperti nya teror seperti ini masih kurang untuk nya" Ucap Alena yang langsung ditimpali anggukan dari sang kembaran, Elena.
"Hah.. Sebenarnya aku masih ingin bermain-main dengan kutu buku itu" Desah malas Lilly. "Tapi--Brengsek!!"
Ucapan Lilly berganti dengan umpatan menggelegar nya, gadis itu langsung berdiri dan melayangkan tamparan yang terdengar begitu nyaring pada pipi wanita yang baru saja menumpahkan jus di baju nya.
Plak!!
"Arghh.. Ma-maaf Ly, maaf a-aku tidak sengaja" Erang nya memegang sebelah pipi nya seraya terus mengucapkan kata maaf.
"Lo sengaja sialan!" Bentak Lilly menjambak rambut wanita itu di iringi dengan para sahabat nya yang menahan lengan wanita itu.
"Lo ga senang gue suruh hah?!"
"Ti-tidak Ly, tidak arrghh sakit hikss.." Air mata wanita itu mengalir begitu deras bersamaan dengan rasa sakit di tangan dan rambut nya yang di jambak oleh Lilly
"Lilly Lawrence!" Teriak menggelegar seorang wanita yang sudah sangat Lilly kenal suara siapa itu.
"Siall!!" Desis Lilly dengan mata terpejam menahan kesal.
Lagi dan lagi, wanita gendut itu selalu datang di saat Lilly sedang membalas perbuatan tidak menyenangkan dari para korban nya.
"Lepas El, Al" Pinta Lilly pada kedua sahabat nya yang masih menahan tangan wanita itu.
Si kembar itu pun melepaskan cekalan nya dengan menghempaskan tangan wanita itu. Setelah nya bergantian dengan Lilly yang melepaskan jambakan nya.
Bukan hanya melepaskan biasa, tetapi Lilly juga mendorong nya hingga tersungkur di lantai.
"Lilly!"
Lilly yang di sebut nama nya pun hanya memutar malas bola mata nya dan kembali duduk seraya membersihkan kotoran di baju nya.
"Li--"
"Berhenti mengoceh dan lihat lah dia juga mengotori baju saja, Ms.Vidan!" Potong menekan Lilly.
"Ikut saya ke ruang BK sekarang juga!"
*
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Pintu ruang BK itu di ketuk oleh seseorang di luar sana, memecah ocehan Ms.Vidan yang sama sekali tidak di tanggapi oleh Lilly.
"Masuk!"
Pintu di buka dan terlihat lah sosok tegas seorang pria yang langsung melayangkan tatapan tajam nya pada Lilly sebelum akhirnya pria itu menatap Ms.Vidan.
"Selamat siang, Ms.Vidan" Sapa Erlan setelag menutup pintu ruangan itu.
"Pagi Mr.Erlan" Jawab Ms.Vidan. "Maaf jika lagi-lagi saya menganggu anda, Mr.Erlan"
Erlan menggeleng pelan dan mendekati sang istri yang dengan tidak sopan nya menaikkan kaki ke atas meja.
"Turunkan!"
Lilly hanya berdecak pelan, tidak menanggapi ucapan Erlan sedikit pun hingga akhirnya pria itu lah yang menarik kaki Lilly agar turun.
"Maaf atas ketidaksopanan istri saya Ms.Vidan" Ujar Erlan dengan wajah tanpa ekspresi nya.
Ms.Vidan yang sebelum nya terlihat marah namun begitu Erlan datang ekspresi marah dan kesal itu langsung berubah.
Erlan sudah duduk di samping Lilly dengan Ms.Vidan di hadapan nya, gadis itu masih dengan tatapan santai dan mulut yang terus mengunyah permen karet.
Tubuh nya juga sudah di baluti oleh jas milik Erlan, karena baju gadis itu benar-benar basah hingga menerawang.
"Tindakan apa lagi yang di lakukan istri saya hari ini, Ms.?"
"Seperti biasa, Lilly lagi-lagi membully teman--"
"Sudah saya bilang, dia yang lebih awal memulai nya!" Potong sewot Lilly yang di hadiahkan rematan pada paha nya.
"Diam!" Desis marah Erlan.
Bagaimana tidak marah jika lagi-lagi diri nya mendapat panggilan dari Ms.Vidan akan kelakuan sang istri.
Padahal tinggal beberapa menit lagi Erlan akan melakukan meeting bersama klien besar nya di perusahaan pria itu.
Namun ia harus meninggalkan semua itu setelah mendapat panggilan tersebut, terlebih lagi Ms.Vidan mengirim foto Lilly yang sedang lengah.
"Mau dia yang memulai nya lebih awal, atau pun dia yang melakukan kesalahan seharusnya kamu cukup menegur nya saja. Tidak sampai mem-bully bahkan memukul nya seperti ini" Nasehat Ms.Vidan entah ke berapa kali nya.
"Pipi Rianty sangat merah akibat tamparan mu, dan lebih parah nya kamu menyuruh teman-teman mu untuk memegangi nya"
"Sudah lah jangan banyak bicara, sekarang inti nya saja" Sahut malas Lilly.
Sesaat Erlan hanya bisa memijat pangkal hidung nya. Entah cara seperti apa yang harus ia lakukan agar bisa mengubah Lilly.
Dan ternyata seperti ini rasa nya memiliki istri yang sulit di atur, pikir nya.
"Bisa diam?" Ucap lembut Erlan penuh penekanan.
Lilly yang awal nya berniat kembali bersuara, langsung ia urungkan saat melihat tatapan pria di samping nya.
Erlan kembali menatap Ms.Vidan, meminta wanita bertubuh gempal itu mengeluarkan pernyataan nya lewat tatapan datar Erlan.
Sejenak Ms.Vidan menarik panjang napas nya. "Jika Lilly terus seperti ini, saya dengan terpaksa harus mengajukan surat untuk mengeluarkan Lilly dari universitas ini"
Mata Lilly melebar sempurna. "Ga bisa gitu dong!" Sentak nya. "Ini universitas milik mertua saya, orang tua Erlan. Dan donatur terbesar di universitas ini juga orang tua saya!" Celoteh nya tak terima.
"Baiklah, setidaknya berikan satu kesempatan lagi untuk istri saya"
Mulut Lilly berhasil di buat menganga dengan mata yang mendelik tajam mendengar pernyataan Erlan. Bisa-bisa nya pria itu mengiyakan ucapan wanita gendut di hadapan nya!.
Dengan segala penimbangan akhirnya Ms.Vidan mengangguk, mau bagaimana pun Erlan adalah anak dari pemilik universitas ini yang otomatis Erlan lah yang akan memegang kuasa nanti nya.
"Hanya satu kali, dan jika Lilly kembali mengulangi nya saya tidak bisa mentoleransi nya lagi"
Erlan mengangguk mantap sebelum akhirnya percakapan itu selesai dan di akhiri dengan Ms.Vidan yang keluar dari ruangan nya sendiri.
"Mau jadi apa hah?!" Bentak tertahan Erlan begitu pintu tertutup rapat.
"Jadi manusia lah, ga mungkin iblis" Sahut malas Lilly yang berniat bangun.
Namun terlebih dahulu Erlan menahan pergerakan gadis itu, bahkan Erlan memepetkan tubuh nya pada tubuh Lilly.
"Aku benar-benar akan menghamili mu, Ly!"
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
s
baru tau di dunia perkuliahan ada guru bk, kirain yang mengurusinya BEM/Hima/bawahan dosen dll bgtu
2024-12-04
1
Qaisaa Nazarudin
Duh di mana nih Suami mau naroh MUKA nya, karena ulah istri nakal nya..ckck..Sabar mr.Erlan,Punya istri gitu amat ya..
2023-09-11
1
MEYTI DIANA SARI, S.M •§͜¢•
hamilin aja, biar istri mu berubah 🥰
2023-05-12
2