15. Serigala Perak

Serigala perak adalah salah satu makhluk magis penghuni hutan sihir. Hutan yang lebih dikenal sebagai 'Hutan Terlarang' oleh para penduduk. Sehingga tak pernah ada orang yang berani memauki hutan itu. Hanya Serena, satu-satunya orang yang berani melewati hutan itu. Padahal Serena sendiri tidak tahu seperti apa hutan sihir, ia hanya mengertahuinya dari novel aslinya. Jika semakin dalam ke hutan, makan hutannya semakin indah. Dan semakin banyak ditemukan makhluk magis dengan kekuatan tinggi bahkan jalau beruntung, bisa melihat makhluk  spirit juga.

Sebelumnya Serena meminta Raphaelo melindungi dan memelihara hutan sihir tersebut. Dan tanpa ragu Raphaelo mengiakan karena berpikir itu hanyalah hutan sihir biasa yang tak terjamah. Atas permintaan itu, Raphaelo langsung menghadap Kaisar dan meminta Kaisar memberinya wewenang atas 'Hutan Terlarang' yang sebenarnya adalah 'Hutan Sihir' hanya saya kenyataan yang diketahu Raphaelo itu tak diungkapkannya saat Raphaelo menghadap Kaisar. Dan tanpa banyak berpikir atau bertanya alasannya, Kaisar pun memberikan surat perintah atas wewenang dan bahkan memberikan hutan itu pada Raphaelo. Menjadikan hutan terlarang termasuk dalam wilayah kekuasaan Duchy Kyloach.

Raphaelo hanya mengirim beberapa bawahannya untuk memeriksa hutan dan sesuai kata-kata Serena, banyak makhluk magis dan spirit di sana. Raphaelo sendiri belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke sana. Untuk sesaat ia lupa kalau hutan itu sudah masuk wilayah kekuasaannya.

***

Serena memegang tangan Raphaelo, "Saya tahu Anda khawatir. Saya berjanji, saya akan segera kembali dalam keadaan baik-baik saja." kata Serena.

Karena tak mau mengekang Serena, Raphaelo pun mengiakan permintaan Serena. Setelah mendapat izin Raphaelo, Serena berjala perlahan mendekati kawanan seriga. Serena gugup, juga sedikit takut, tapi ia menyainkan diri kalau ia tidak akan diapa-apakan sekawanan serigala itu.

Serena berdiri di hadapan serigala yang ada di barisan paling depan. Mata Serena dan serigala itu bertemu. Serena melebarkan mata, Serena ingat kalau itu adalah anak serigala yang ia selamatnya.

"Itu kau? Kau sudah sebesar ini, ya." kata Serena.

Serena mengulurkan tangan menyentuh kepala serigala itu, lalu mengusap-usapnya. Serigala itu senang, ia mendekatkan wajahnya dan menggesekkan pipinya ke pipi Serena.

"Terima kasih untuk bantuamu saat itu. Aku datang karena Ayahku ingin memberimu sesuatu," kata serigala.

Serena kaget, "Ka-kau bisa bicara?" tanya Serena menatap serigala di hadapannya.

"Karena kau punya kekuatan suci paling murni diantara semua pemilik yang ada, kau bisa mendengar suaraku. Tidak. Bukan hanya suaraku, tapi suara makhluk magis lainnya juga." Kata serigala itu.

"Be-begitu, ya. A-aku cukup kaget mendengarnya. Padahal saat kali pertama bertemu aku tak mendengarkan apa-apa." kata Serena.

"Itu karena kekuatanmu sucimu belum bangkit." jawab serigala itu.

"Apa kau sudah cukup bicara Rolf? sampai kapan Ayahmu ini akan menunggu?" kata serigala lain yang berada di belakang.

Kawanan serigala memberi jalan untuk ketua kawanan mereka berjalan. Seorang serigala besar dengan luka di wajah menghampiri Serena. Serigala itu menatap Serena sesaat sebelum akhirnya menunduk pelan seperti memberi salam. Ia pun memperkenalkan diri.

"Aku Hessa. Ketua Serigala Perak. Maaf, kalau aku menghadangmu. Aku merasakan kehadiranmu dan berjalan sampai sini. Aku ingin memberikan sesuatu sebagai hadiah." kata serigala itu.

"Hadiah a-apa?" tanya Serena.

Hessa sang serigala mendekatkan wajahnya dan menunduk. Sehingga dahinya bertemu dahi Serena. Hessa ternyata memberikan sebagian kekuatan dan pengetahuannya untuk Serena.

"Aneh, perasaan apa ini? aku seperti melayang diudara." batin Serena.

Hessa mengangkat kepalanya, "Aku percaya kau akan menggunakan apa yang aku berikan dengan baik. Terima kasih sudah menyelamatkan putraku, Rolf." katanya.

"Sama-sama, Hessa. Terima kasih juga untuk hadiahmu," kata Serena.

"Bisa panggil suamimu? Karena dia, wilayah kami semakin aman dan damai. Dia melindungi hutan sihir dengan sihir perlindungan berlapis sehingga tak sembarangan orang bisa masuk." Kata Hessa.

"Ya, sebentar. Akan aku panggilkan." Kata Serena.

Serena berbalik dan melambai, "Tuan Duke, Tuan Duke ... cepat ke sini. Tuan Duke ... " panggil Serena.

Terlihat Raphaelo berjalan mendekati Serena dan kawanan serigala. Serena tersenyum, melihat Raphaelo berjalan tanpa ragu ke arahnya. Padahal sebelumnya terlihat sangat mengkhawatirkannya.

"Ada apa? apa ada sesuatu?" tanya Raphaelo.

"Cium keningnya, agar dia bisa mendenagr perkataanku." kata Hessa.

Serena kaget, "Apa? Kau mempermainkanku, ya?" sentak Serena menatap Hessa tajam.

Raphaelo kaget, karena Serena tiba-tiba marah-marah. Ia tidak mengerti akan situasinya saat itu.

"Kau kan istrinya. Bukan orang lain. Apa kau tidak mau? kalau tidak mau tidak masalah, kau bisa menjadi perantara kami." Kata Hessa.

"Tidak, bukan tidak mau. Kalau mau melakukan itu. Bukankah aku harua izin dulu? bagaimana bisa aku sembarangan melakukannya?" kata Serena.

"Ya, terserah kau saja." kata Hessa.

Serena menatap Raphaelo, "Tu-tuan Duke, begini ... serigala ini ingin bicara dengan Anda. Apa Anda berkenan? karena saya harus mencium Anda, agar Anda bisa mendengar suara makhluk magis." tanya Serena.

Raphaelo kaget, "A-apa? Apa itu maksdunya Anda bisa berkimunikasi dengan mereka?" tanya Raphaelo.

Serena menganggukkan kepala, "Ya, karena saya memiliki kekuatan suci, saya bisa melakukannya. Begitu kata ketua serigala ini," jelas Serena.

Raphaelo terdiam sesaat, lalu menjawab. Kalau ia bersedia untuk bicara dengan Hessa. Raphaelo menatap Serena, dan bertanya bagian mana dari wajahnya yang aka dicium Serena? Dengan malu-malu, Serena menjawab kening. Mendengar jawaban Serena, Raphaelo pun menundukkan kepalanya perlahan. Serena gugup, jantungnya berdegup kencang. Tangannya juga berkeringat. Ia merasa aneh kalau harus mencium Raphaelo di depan banyak orang dan makhluk magis, meski itu adalah ciuman dikening. Serena perlahan mendekatkan wajahnya dan mencium kening Raphaelo.

"Terima kasih, mau melindungi hutan sihir kami. Berkat perlindungan sihir yang kau tanamkan di hutan, kawana kami dan makhluk magis lain hidup damai di hutan sihir. Sebagai balasan, aku akan memberikan sesuatu. Pegang pedangmu dengan dua tangan," kata Hessa.

Raphaelo kaget, "Dia bicara? serigala bicara?" batin Raphaelo.

"Tuan Duke ... " panggil Serena memegang lengan Raphaelo.

Raphaelo kaget, "Ma-maaf. Saya terlampau kaget." kata Raphaelo.

"Wajar saja dia kaget. Aku juga kaget dan tidak menyangka bisa bicara dengan binatang." batin Serena.

Raphaelo langsung memegang pedangnya dengan dua tangan dan Hessa menopangkan satu tangan dipedang Raphaelo. Pedang Raphaelo bersinar, sesuatu seperti asap putih menyelimuti pedang Raphaelo. Raphaelo bisa merasakan pedangnya semakin kuat.

"Jagalah Serena. Dia adalah Dewi kami." Kata Hessa.

Raphaelo menatap Hessa, "Ya, akan kulakukan. Terima kasih untuk hadiah yang kau berikan." kata Raphaelo.

"Ayo, kita harus pergi." kata Hessa berbalik. Hessa berjalan pergi diikuti serigala-serigala lainnya.

"Serena. Datanglah ke hutan sihir. Aku punya beberapa teman dan aku akan kenalkan padamu." kata Rolf.

"Ya, lain waktu aku akan datang." jawab  Serena.

"Rolf ... " panggil Hessa.

"Ya, Ayah. Aku datang." jawab Rolf.

Rolf menatap Serena, "Aku menunggu kedatangamu, Serena. Sampai bertemu lagi," kata Rolf.

Rolf berjalan mengikuti kawanannya dan semakin jauh dari pandangan Serena. Raphaelo masih tidak percaya, ia menyaksikan hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Ia bahkan bisa mendengar suara makhluk magis. Raphaelo menatap Serena, ia berpikir, jika ia beruntung bisa menikah dengan  Serena. Dari awal pertemuan sampai detik itu, banyak hal tak terduga yang menghampirinya.

Terpopuler

Comments

Puput Regina Putri

Puput Regina Putri

huhuhu.....indah nya dunia klo punya kekuatan seperti serena

2024-05-22

0

Lay's

Lay's

Ngebayangin si Rolf yg kecil jadi besar keknya gemoy

2024-01-29

1

Yessi Kenzie

Yessi Kenzie

Kok sepi peminatnya ya, pdhl bagus lho ceritanya..

2023-10-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!