2. Menuju Wilayah Utara

Sesuai waktu yang ditetapkan. Serena dan Katie pun akhirnya pergi meninggalkan kastel tepat tengah malam. Mereka melewati jalan rahasia yang hanya diketahui kepala keluarga terdahulu. Serena tahu karena dalam tubuh Serena ada Lissa yang merupakan pembaca setia kisah Serena. Sebagai fans garis depan Serena, sekaligus pembaca setia, tentu saja ia harus menyelamatkan tokoh kesayangannya. Terlebih Lissa sudah merasuki tubuh Sarena.

Katie dan Serena naik ke kereta kuda yang sudah disiapkan Katie sebelumnya.  Kereta kuda itu disewa Katie dari teman beserta kusirnya. Tentu saja semua atas perintah dari Serena. Kereta kuda itu membawa Serena dan Katie pergi meninggalkan kastel. Mereka menempuh perjalanan jauh ke wilayah utara.

"Nona, bagaimana bisa Anda tahu kalau ada jalan rahasia?" tanya Katie.

"Hm ... dulu sekali aku pernah liat Kakek memasukinya. Aku ingat dan hanya menebak saja kalau itu jalan rahasia," jawab Serena.

"Itulah yang tertulis di dalam novel. Serena asli mungkin sudah lupa, tapi aku tidak. Sudah puluhan kali aku baca novel ini, aku sangat hapal isi ceritanya." batin Serena.

"Anda keren, Nona. Saya tidak akan menyesal meninggalkan kastel dan mengikuti Anda" kata Katie.

Serena meminta Katie untuk tenang. Ia berkata tak akan membiarkan Katie dalam masalah atau merugi. Serena juga berjanji akan melindungi Katie apapun yang terjadi nantinya. Mendengar perkataan Serena, Katie menangis haru. Ia senang sekaligus sedih, ia tidak tahu harus berkata apa.

Serena tersenyum, "Ada dua hal yang kau perlu perhatikan. Pertama, jangan terlalu banyak bertanya. Kedua, jangan ikut campur apa yang akan aku lakukan. Percayalah, jika aku melakukannya demi kebaikan, bukan keburukan. Kau hanya perlu Percaya dan terus berada di sisiku, Katie. Kau mengerti?" kata Serena menatap Katie yang duduk di hadapannya.

Katie menganggukkan kepala perlahan, "Saya mengerti, Nona. Saya akan camkan kata-kata Anda." jawab Katie.

***

Keesokan harinya. Kastel digemparkan oleh surat Serena yang menyatakan penolakan keras Serena untuk menikah dengan Viscount Bills. Dan yang lebih mengejutkan, Serena berkata ingin melamar Duke wilayah Utara. Tentu saja itu membuat Ayah dan Ibu Serena marah besar.

"Apa-apaan anak itu. Dia kurang ajar sekali," kata Miguel Lucran, Ayah Serena.

"Bagaimana ini, sayang? apa yang harus kita katakan pada Viscount Bills?" tanya Lidia Lucran, Ibu Serena.

"Apa lagi. Tentu saja kita harus sembunyikan fakta ini. Jangan sampai Viscount tahu atau dia akan menarik uang investasinya pada usaha kita." jawab Miguel.

Lidia dan Miguel kebingungan, juga kecewa dengan tindakan tidak masuk akal Serena. Mereka meminta orang mengejar dan mencari keberadaan Serena dan pelayan Serena. Miguel tidak mau tahu, bawahannya harus q.

Miguel berpikir, apapun yang terjadi, ia harus menikahkan Serena dengan Viscount. Selain Viscount, tidak ada orang lain lagi yang bisa menolongnya. Sedangkan Lidia gelisah, kalau uang dari Viscount diminta kembali karena pernikahan yang gagal, maka ia tidak akan bisa lagi menunjukkan muka dihadapan para Nyonya bangsawan.

***

Di sisi lain. Perjalanan Serena dan Katie berjalan lancar tanpa hambatan. Saat istirahat ditengah jalan, Serena menunjukkan jalan pintas menuju wilayah utara pada kusir. Ia tahu bahwa Ayahnya sudah pasti mengirim orang mancarinya. Karena itu ia meminta kusir melintasi jalan pintas yang hanya diketahui pembaca novel. Dengan jalan pintas itu waktu yang akan ditempuh jadi lebih pendek.

Biasanya perjalanan akan mencapai waktu hingga satu bulan ke wilayah utara tanpa batuan sihir teleportasi. Karen Lissa dalam diri Serena adalah pembaca, ia tahu sebuah jalan pintas yang masih belum terjamah. Tidak perlu menggunakan sihir teleportasi, waktu seminggu yang ditempuh bisa dicapai dengan hanya dua hari saja. Jalanan itu memang memasuki hutan, tapi hutan itu aman karena memnag belum ada yang pernah menginjakan kakinya ke sana.

Penduduk sekitar enggan ke hutan tersebut, karena dikenal sebagai hutan terlarang. Pahadal hutan itu adalah hutan sihir, tempat tinggal makhluk magis dan spirit. Sehingga tidak akan pernah ditemukan monster atau bahaya. Kebenaran dari hutan itu akan terungkap setelah seseorang yang tersesat bertemu makhluk magis dan menangkapnya untuk dilelang. Dan setelahnya akan diadakan pemburuan besar-besaran oleh kelompok pelelangan.

"Setelah sampai, aku akan minta Duke Kyloach mengamankan hutan ini. Pemburuan besar-besaran itu bisa dicegah kalau hutan ini aman." batin Serena.

Serena membuka jendela kereta kuda dan melihat sekitaran. Hutan yang gelap, tetapi tak menyeramkan sama sekali. Saat melihat langit Serena sadar itu sudah malam. Ia harus istirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari.

"Tuan, kita istirahat di sini saja. Besok kita bisa lanjut pergi," kata Serena.

"Baik, Nona." jawab kusir.

Kusir langsung menepikan kereta kuda. Serena dan Katie turun dari kereta kuda dan melihat-lihat sekitar.

"Saya akan pergi mencari kayu bakar, Nona." Kata kusir.

"Saya akan siapkan makan malam," kata Katie.

Serena mengiakan. Karena hutan itu aman, Serena tak khawatir akan adanya bahaya. Sembari menunggu Katie menyiapkan makan malam, dan kusir yang mencari kayu bakar. Serene berjalan-jalan untuk melihat-lihat hutan. Tidak jauh ia melihat sesuatu bergerak-gerak dan meraung seperti sedang kesakitan. Serena segera mendekati sesuatu itu dan terkejut saat melihat serigala putih berukuran kecil  cidera. Kakinya terjepit sela-sela pohon.

"Akan kubantu. Tolong tenang," kata Serena.

Serigala itu menatap Serena dan langsunh diam seolah tahu Serena akan menyelamatkannya. Serena perlahan membantu mengeluarkan kaki serigala kecil itu. Ia meminta serigala untuk menahan rasa sakit, dan tidak lama setelah berusaha keras, kaki serigala berhasil keluar.

Serena merobek dalaman gaunnya dan membalut luka serigala kecil itu. Serena mengelus kepala serigala itu dan berkata di mana sarangnya? Ajaibnya serigala itu seperti bisa mengerti ucapan serena dan memberikan petunjuk. Tiba-tiba muncul cahaya dan itu adalah kunang-kunang yang menerangi jalan. Serigala itu mengusapkan kepalanya ke tangan Serena, berharap serena mau mengantarnya ke sarangnya karenaia tak bisa berjalan.

"Apa kau minta aku mengikuti kunang-kunang itu?" tanya Serena. Dan serigala itu menatap dengan tatapan mata berbinar.

Serena mengangkat dan memeluk serigala  kecil itu, "Baiklah, aku akan mengantarmu." kata Serena.

Serena berjalan perlahan menggendong serigala kecil menuju sarangnya. Sesampainya di sarang, serena kaget melihat sekumpulan serigala serupa. Serena pun berkata kalau ia tidak menyakiti serigala kecil yang digendongnya, dan menjelaskan apa yang terjadi. Serena yakin serigala-serigala itu pasti akan mengerti ucapannya, jadi ia hanya perlu mengatakan apa adanya tanpa kebohongan.

"Dalam novel memang tidak dijelaskan detail hewan apa saja yang ada dalam hutan. Dan apakah mereka bisa berkomunikasi dengan manusia atau tidak. Namun, entah mengapa aku yakin mereka mengerti ucapanku. Aku berniat baik, mereka pasti tahu maksudku, kan?" batin Serena.

Serena meletakkan serigala kecil dan berpamitan. Ia mengatakan kalau ia hanya menumpang lewat karena mau pergi ke utara. Ia bukan penganggu atau pemburu. Ia meminta kawanan serigala itu untuk tidak waspada padanya. Begitulah, Serena kembali ke tempat asal. Ia mendapati kusir sudah membuat api ungun dan Katie sudah menyiapkan makan malam. Serena, Katie dan kusir makan malam bersama, dan bermalam di tempat yang sama.

Terpopuler

Comments

lily

lily

hutan yang belum dijamah sama orang , mana mungkin ada jalan ,,, apalagi bisa dilalui sama kereta kuda yg ada nih hutan belantara semak belukar ,tanaman yg merambat kmna mana

2024-09-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!