5. Dugaan

Serena tidak mengerti apa maksud dari ucapan Kepala menara sihir. Ia tidak mengerti bagaimana bisa dalam tubuhnya ada mana? yang artinya Serena memiliki kekuatan sihir? padahal ia bukan keturunan penyihir. Ia lahir dari keluarga Marquis biasa tanpa kemampuan apa-apa.

"Maaf, Apa Anda yakin saya memiliki kekuatan sihir? saya bukan keturuan penyihir," kata Serena.

"Bagaimana bisa seseorang yang bukan keturunan penyihir punya kekuatan sihir? dalam novel pun dijelaskan kalau Serena ini tak memiliki kemampuan apa-apa. Kenapa alur cerinya jadi begini?" batin Serena.

"Serena benar. Bagaiamana bisa seseorang yang bukan keturunan penyihir punya kekuatan sihir? apa Lady jadi punya kekuatan sihir karena menyentuj batu sihir ini?" tanya Raphaelo menunjuk batu sihir merah di atas meja.

"Batu sihir kuno ini adalah salah satu batu langka. Dia tidak akan sembarangan memilik pemiliknya. Jika memang Lady tidak memiliki darah seorang penyihir, mustahil batu ini langsung memasukkan kekuatan dalam tubuh Lady. Seorang biasa tidak akan mampu menampung kekuatan besae baru sihir kuno ini. Bisa-bisa seseorang itu langsung meregang nyawa, sebelum kekuatan sihir bisa diserap sepenuhnya." jawab kepala menara sihir.

"Begitu, ya. Lantas apa yang harus dilakukan saat ini?" tanya Raphaelo.

"Tidak perlu melakukan apa-apa. Kita hanya perlu menunggu dan melihat apa yang akan terjadi kedepannya." jawab kepala menara sihir.

Kepala menara sihir meminta Serena mengunjungi menara sihir, jika ingin lebih memastikan. Ia tidak akan memaksa kalau Serena tida mau. Serena menatap Raphaelo, ia tidak tahu harus menjawab apa karena masih bingung. Raphaelo berkata pada kepala menara sihir, jika ia akan mengantar Serena langsung, kalau Serena akan berkunjung.  Pada akhirnya pemeriksaan itu pun selesai dan Serena langsung terdiam lemas.

Raphaelo bertanya apa Serena baik-baik saja? ia memberikan segelas air untuk Serena. Serena menerima gelas dan minum air dalam gelas dengan sekali tegukan. Ia mengatakan pada Raphaelo, kalau ia sungguh tidak percaya memiliki kekuatan sihir. Raphaelo pun meminta Serena tenang, dan mengatakan semuanya pasti baik-baik saja.

"Kalau saya pergi ke menara sihir, apa saya akan tahu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Serena.

"Ya, kemungkina  besar seperti itu." jawab Raphaelo.

Serena terdiam. Ia berpikir, haruskah ia pergi ke menara sihir untuk bisa mengetahuia apa yang sebenarnya terjadi? Kalau tidak maka ia hanya akan penasaran sepanjang hidup.

"Tuan Duke ... " panggil Serena menatap Raphaelo.

"Ya? Silakan bicara, Lady." jawab Raphaelo.

"Apa Anda bersedia mengatar saya pergi ke menara sihir? karena saya penasaran, saya memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi," kata Serena.

"Tentu saja saya bersedia. Bukankah itu yang tadi saya katakan pada Kepala menara sihir? Silakan beritahu saya, kapam Anda siap untuk pergi." jawab Raphaelo.

Serena menganggukkan kepala, dan mengiakan perkataan Raphaelo. Setelah berbincang cukup lama, Serena memilih kembali ke kamarnya karena ingin istirahat. Begitu juga Raphaelo yang harus kembali ke ruang kerjanya.

***

Satu minggu kemudian. Serena dan Raphaelo pergi ke menara sihir. Di sana mereka lansgung disambut oleh Hillrich Kepala menara sihir. Hillrich mengaku senang, bisa bertemu lagi dengan Serena setelah hari itu.

"Apa Anda sudah memutuskannya?" tanya Hillrich.

Serena menganggukkan kepala, "Ya, saya sudah pikirkan baik-baik. Saya ingin tahu asal mula kekuatan sihir saya. Mohon bantuannya," kata Serena.

"Hohoho ... baiklah, baiklah. Mari kita lihat dari mana asal kekuatan sihir itu," Kata Hillrich.

Hillrich menatap Raphaelo. Ia mengatakan kalau Raphaelo tidak boleh mengganggu. Ia meminta Raphaelo untuk menunggu diluar ruangan penelitian,  karena pemeriksaan bersifat rahasia. Raphaelo sempat menolak. Ia merasa harus ikut melihat jalannya pemeriksaan yang  dilakukan Serena. Namun, Serena menyakinkan Raphaelo, jika ia akan baik-baik saja. Begitulah sampai Serena tiba di ruang penelilian Hillrich. 

Hillrich mengeluarkan sebuah benda berbentuk bola transparan. Ia meminta Serena meletakkan dua tangan di benda tersebut. Saat tangan Serena diletakkan pada bola, bola teesebut seolah penuh dengan asap berawarna merah pekat. Hillrich kaget, ia tidak pernah menenui sosok pemik kekuatan sihir dengan warna merah. Biasanya hitam, putih, atau biru.

Serena menatap Hillrich, "Apa ada sesuatu?" tanya Serena.

Hillrich menganggukkan kepala, "Jujur saja saya tidak pernah melihat kekuatan sihir dengan warna merah. Saya bingung harus mengatakan apa." jawab Hillrich.

Baru saja Hillrich bicara demikian, tiba-tiba asap merah tertutup oleh asap kuning terang yang menandakan jika tidak hanya kekuatan sihir, Serena juga memiliki kekuatan suci.

"Bagaimana bisa?" sentak Hillrich kaget.

Serena bingung. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Hillrich pun menatap Serena dan memberitahu Serena, jika Serena kemungkinan memiliki kekuatan campuran. Mendengar itu, Serena semakin bingung. Ia tidak paham  maksud Hillrich.

"Saya akan selidiki ini lebih lanjut. Meksi masih dugaan, Anda sepertinya memiliki hubungan darah dengan pemilik kekuatan suci, Saintess. Anda lihat gumpalan asap berwarna kuning yang menutupi gumpalan asap warna merah? itu adalah wujud kekuatan suci." jelas Hillrich.

Serena terkejut. Kenyataan kalau ia memiliki kekuatan sihir saja sudah mengejutkan, sekarang muncul lagi dugaan kalau ia memiliki kekuatan suci.

"Apa ada hal seperti ini di novel? Sepertinya tidak. Tidak mungkin aku melewatkan hal penting seperti ini. Semua isi novel itu sudah masuk dalam otakku seperti terekat lem. Aku bahkan sudah membacanya puluhan kali. Karena aku juga menantikan buku lanjutannya. Sayangnya buku lanjutannya tak kunjung keluar, sampai aku mati." Batin Serena.

"Tuan penyihir, apa yang akan terjadi pads saya? Apa saya akam meninggal karena dua kekuatan ini?" tanya Serena.

"Mana mungkin seeperti itu. Memang saya belum pernah melihat seseorang yang memiliki dua kekuatan sekaligus. Bisanya kalau mereka tidak memiliki kekuatan suci, maka orang itu akan memiliki kekuatan sihir, dan sebaliknya. Anehnya Anda memiliki keduanya dan dua kekuatan itu sangat pekat. Apa saya boleh mengambil darah Anda untuk lebih memastikannya? jika anda ada hubungan darah dengan saitness maka darah anda akan bisa diserap oleh kekuatan suci. Saya akan meminta pihak kuil suci membantu penelitian saya. Dan tentu saja ini adalah penelitian rahasia," kata Hillrich.

"Saya mengerti, silakan." kata Serena.

Hillrish menusukkan jarum ke ujung jari telunjuk tangan kanan Serena dan menampung darah serena dalam suatu tempat. Hillrich hanya mengambil beberapa tetes darah Serena. Setelah itu Hillrich mengobati luka tusuk itu dengan sihir pengobatan. Setelah itu Serena dipersilakan kembali, karena Hillrich harus segera melakukan penelitian lanjutan.

Serena keluar dari ruang penelitian dengan lesu. Bukannya mendapatkan jawaban, ia semakin dibuat pusing dengan apa yang terjadi. Melihat wajah suram Serena, Raphaelo bertanya apakah ada sesuatu? Serena menganggukka kepala, menceritakan apa yang terjadi di dalam ruang penelitian. Raphaelo kaget. Ia juga baru tahu ada seseorang yang memiliki dua kekuatan sekaligus.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!