Beberapa hari tinggal di kastel Duke. Serena dan Katie diperlakukan bak tamu istimewa. Padahal Serena sudah menegaskan, jika ia tidak perlu mendapatkan pelayanan yang berlebihan. Meksi begitu para pelayan dan Bulter tetap bersikeras melayani Serena.
"Apa-apaan mereka. Aku jadi tidak nyaman," batin Serena.
"Sepertinya Butler dan para pelayan sangat menyukai Anda, Nona. Apa Anda tidak melihat tatapan mereka?" kata Katie.
"Entahlah. Aku tak ingin membahas itu sekarang. Oh, ya. Apakah sudah ada kabar dari Tuan Duke?" tanya Serena.
Katie menggelengkan kepala, "Belum ada. Pelayan-palayan dapur juga membicarakan beliau tadi. Katany Tuan Duke pergi pagi-pagi sekali dengan terburu-buru," jawab Katie menjelaskan.
Serena diam berpikir. Ia penasaran, apa yang membuat Raphaelo tiba-tiba pergi pagi-pagi sekali? apa ada hal mendesak? Serena meminta Katie memberitahunya kalau Raphaelo sudah tiba di kastel. Karena ada sesuatu hal yang ingin disampaikannya. Dan katie mengiakan perkataam Serena.
***
Di lain tempat. Di mana ditemukan tambang batu sihir. Beberapa penyihir dari menara sihir diminta Raphaelo memeriksa kemurnian sihir yang terkandung dalam batu sihir yang ditemukan ditambang. Dan hasilnya sangat mengejutkan. Karena tingkat kemurnin sihirnya dalam batu adalah tingkat kemurnian yang sangat tinggi.
"Tuan, coba lihat ini." kata salah satu penyihir.
"Ada apa? apa ada sesuatu?" tanya Raphaelo.
"Lihat warna batu sihir ini. Warnany semakin pekat, jika kita memasukkan sihir. Ini tands kalau batu sihir ini sangatlah murni. Bagaimana bisa Anda menemukan lokasi tambang batu sihir dengan tingkat kemurnian seperti ini?" tanya penyihir itu.
"Soal itu nanti saja kita bicarakan. Tolong periksa semua kemurnian batunya karema kita harus pisahkan batu yang kurang atau tidak memiliki kemurnian." kata Raphaelo.
Raphaelo memegang salah satu batu dan memasukkan sihirnya kedalam batu itu. Batu itu langsung menyala dan warna pekat. Seperti apa yang diketahui, dan dikatakan penyihir kalau batu sihir yang ditemukannya adalah batu sihir murni.
"Bagaimana bisa? semua yang wanita itu katakan adalah kebenaran. Lima tambang yang ditemukan, semua dipenuhi batu sihir dengan tingkat kemurnian tinggi." batin Raphaelo.
Raphaelo mengawasi pekerjaan para bawahannya sambil memikirkan apa yang akan ia sampaikan pada Serena. Pada saat itu ia melihat pancaran sinar berwaena merah dari dalam tambang. Karena penasaran Raphaelo masuk ke dalam pertambangan itu untuk melihat sumber sinar merah itu. Dan ia menemuka sesuatu yang bergarga. Sebuah batu sihir berukuran kecil dengan warna merah menyala. Raphaelo langsung memikirkan warna mata Serena dan membawa batu itu bersamanya. Ia segera memasukkan batu sihir merah itu ke dalam sakunya.
"Semua batu sihir berwarna biru. Dan baru ini aku melihat ada yang berwarna merah." batin Raphaelo.
Sesorang menghampiri Raphaelo dan bertanya apa yang sudah terjadi? mengapa Raphaelo masuk ke dalam tambang begitu saja tanpa penjagaan? Raphaelo menggelengkan kepala pelan, ia berkata jika ia hanya ingin tahu situasi di dalam tambang. Raphaelo meminta semua pekerja segera bergegas. Semua batu sihir harus sudah dikeluarkan dan diangkut ke kereta kuda sebelum matahari tenggelam.
***
Malam harinya. Raphaelo selesai mandi dan berganti pakaian. Ia mengundang Serena untuk makan malam bersama. Karena ada hal yang ingin disampaikan dan ada sesuatu yang ingin diberikan.
Serena menatap Raphaelo, "Apa ada masalah, Tuan Duke? Saya dengar Anda pergi pagi-pagi sekali tadi." kata Serena.
"Itu karena saya mendapatkan kabar mengejutkan. Apa yang Anda katakan benar. Lima tempat yang Anda tandai, di dalamnya terdapat bongkaha batu sihir dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Penyihir tingkat sembilan lah yang mengukur kemurnian batu sihir itu." jawab Raphaelo.
Serena tersenyum, "Apa ini artinya ucapan saya bisa Anda percayai sekarang? saya tidak mungkin berbohong atau menipu Anda. Karena saya bersungguh-sungguh tentang ingin mengembangkan wilayah utara ini," kata Serena.
"Saya percaya pada Anda, Lady. Dan tolong terima ini. Diantara baru sihir yang ditemukan, muncul batu sihir ini. Warnanya merah, seperti mata Lady." kata Raphaelo memberikan sebuah kotak berisikan batu sihir merah.
Serena sempat menolak. Ia berkata kalau ia tidak mengharapkan bagia atas ditemukannya tanbang batu sihir. Sesuai keinginanya, ia hanya ingin menikah dengan Raphaelo dan menyandang status Duchess. Mendengar Serena bergitu gigih ingin menikah dengannya, Raphaelo pun tersenyum tipis. Ia tidak sangka pemberiannya akan langsung ditolak.
"Kalau saya menyetujui permintaan Lady, apakah Anda akan menerima pemberian saya?" tanya Raphaelo.
Serena diam sesaat. Ia berpikir kenapa Raphaelo ingin memberinya batu sihir? padahal ia merasa tak membutuhkan batu sihir itu. Serena menatap batu sihir yang ada di dalam kotak, di atas meja di hadapannya.
"Apa tidak apa-apa aku menerimanya? Warnanya memang cantik, dan seperti bola mataku." batin Serena.
Serena mengambil kotak itu, "Baiklah, saya akan terima pemberian Anda." kata Serena.
Begitu jemarinya menyentuh batu sihir merah itu, ada hal aneh terjadi. Baru itu bercahaya, menyala terang. Sampai menbuat mata Raphaelo silau. Sehingga mau tak mau Raphaelo harus menyipitkan mata. Selain itu, Serena merasakan adanya kekuatan luar biasa yang masuk ke dalam tubuhnya.
"Apa yang terjadi?" gumam Serena.
Raphaelo mendekati Serena, "Ada apa, Lady?" tanya Raphaelo.
"Entahlah. Saya hanya menyentuhnya dan batu sihir ini bersinar, lalu saya merasakan ada sesuatu seperti sebuah kekuatan aneh masuk ke dalam tubuh saya." jelas Serena.
Raphaelo diam berpikir. Ia belum pernah melihat ada batu sihir yang kekuatanya langsung bisa diserap. Semua batu sihir harus di olah dulu dan dimasuki kekuatan sihir dari seseorang, untuk bisa digunakan.
"Bagaimana perasaan Anda? apa yang Anda rasakan saat ini?" tanya Raphaelo.
"Saya? seperti yang Anda lihat, saya baik-baik saja, Tuan. Saya juga tidak merasakan apa-apa," jawab Serena.
"Meski begitu, untuk berjaga-jaga, saya akan memanggil Dokter dan kepala menara sihir. Agar apa yang baru saja terjadi bisa dipastikan. Bisa saja sesuatu terjadi setelah Anda bersentuhan langsung dengan batu sihir ini," kata Raphaelo.
Serena menganggukkan kepala. Ia mengiakan apa kata Raphaelo. Keduanya lantas makan bersama, mereka berbincang tentang pertambangan.
***
Usai makan malam, Serena diperiksa oleh Dokter. Dokter mengatakan tidak ada masalah dalam tubuh Serena. Kepalan menara sihir bergantian memeriksa. Serena diminta mengulurkan dua tangan, dan dua tangan Serena disentuh oleh kepala menara sihir. Mata kepala menara sihir terpejam, ia ingin merasakan mana dan aura dari dalam tubuh Serena.
Tiba-tiba mata kepala menara sihir terbuka. Ia terkejut saat tahu betapa besar dan kuatnya mana yang dimiliki Serena. Kepala menara sihir sebelumnya telah memeriksa batu sihir merah yang dibawa Raphaelo dari tambang, dan Kepala menara sihir berkata kalau itu adalah batu sihir yang berbeda. Baru sihir itu akan langsung menolak kekuatan sihir yang tak diinginkan, dan sebaliknya, akan memberikan semua yang dimiliki pada seseorang yang dipilihnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments