Dua surat datang dari wilayah selatan. Ternyata Marquis Lucran mengurim surat pada Raphaelo. Marquis mengatakan jika Raphaelo harus mengirimkan Serena pulang karena Serena akan segers dinikahkan. Mengatakan jika calon suami Serena, Viscount Bills mencari Serena dengan susah payah dan gelisah. Ditambah Marquis Lucran mengatakan kalau ia sangat mencemaskan putri kesayangannya, Serena. Marquis menuliskan begitu banyak kata, sampai ia menulis tentang semua kekurangan Serena, dan reputasi buruk Serena. Seolah Marquis ingin membuat Raphaelo merasa enggan dan tak suka pada Serena.
Saat membaca surat dari Marquis Lucran, Raphaelo tersenyum tipis, lalu membakar surat tersebut.
"Mencari susah payah dan gelisah? Dia bilang dia mencemaskan putri kesayangannya, tapi dia berniat menjual putrinya. Bualan apa yang ditulis Marquis?" batin Raphaelo.
Marquis tidak tahu kalau setelah kedatangan Serena ke wilayah utara, Raphaelo langsung mengutus mata-mata untuk mencari tahu apa yang terjadi. Sampai di mana pertemuan singkat antara Raphaelo dan Serena terjadi. Barulah Raphaelo sadar, jika ia sebenarnya tak perlu mengirimkan mata-mata untuk mencaru tahu, karena Serena sudah memberitahunya segalanya.
Raphaelo memanggil Asistennya, ia ingin Asistennya pergi menemui Serena dan menyampaikan pesannya, jika ia ingin bertemu. Asisten pun pergi meninggalkan ruang keja Raphaelo, baru beberapa langkah Asisten berjalan, butler dibalik pintu memberitahu kalau Serena datang ingin menghadap. Hal yang tidak disangka, suatu kebetulan yang menarik. Sang Asisnten memalingkan pandangan menatap Raphaelo, dan Raphaelo menganggukkan kepala seperti memberikan isyarat agar Asisten membukakan pintu.
Asisten Raymond segera membuka pintu dan mempersilakan Serena masuk ke dalam. Sebelum masuk, Serena berterima kasih pada Butler yang sudah berkenan mengantarnya. Butler menunduk dan berpamitan pergi. Serena melangkah masuk menemui Raphaelo yang tengah duduk di meja kerjanya.
Asisten Raphaelo meminta Serena duduk di sofa. Ia menawari teh pada Serena, tapi Serena menolak dan berkata kalau ia baru selesai minum teh. Serena meminta maaf sudah menolak tawaran Ryu, Asisten Raphaelo. Ryu tersenyum, ia tidak mempersoalkan penolakan Serena dan meminta Serena tidak perlu meminta maaf. Ryu pun berpamitan, ia harus kambali bekerja karena sudah cukup lama meninggalkan pekerjaannya.
Raphaelo berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati sofa, lalu duduk di sofa di hadapan Serena. Ia memberitahu datangnya surat dari wilayah selatan pada Serena. Dan menyerahkan bagian surat untuk Serena.
"Silakan, Lady. Ini surat dari Marquis Lucran." kata Raphaelo meletakkan surat di atas meja di hadapan Serena.
Serena menatap surat di atas meja, "Tidak mungkin hanya saya saja yang menerima surat dari Marquis, kan? apa Tuan Duke tidak menerimanya juga?" tanya Serena.
"Saya menerima. Setelah saya baca, suratnya saya bakar." jawab Raphaelo.
Serena tersenyum, "Begitu, ya. Bisakah anda membakar surat untuk saya juga? tanpa harus membuka surat itupun, saya tahu apa isi suratnya." kata Serena.
Raphaelo langsung mengambil surat di atas meja dan melemparnya ke perapian yang letaknya tak jauh darinya. Raphaelo mengatakan dengan senang hati melakukannya untuk Serena.
"Apa Anda berniat mengirim saya kembali?" tanya Serena.
"Tidak. Apa Lady berubah pikiran dan ingin kembali?" tanya balik Raphaelo.
Serena menggelengkan kepala pelan, "Mana mungkin. Saya sudah jauh-jauh datang ke sini untuk melarikan diri dan meminta perlindungan Anda. Jika saya kembali, itu namanya saya cari mati," jawab Serena.
"Maka tinggallah di sini. Silakan lakukan apapun yang Anda inginkan dan sukai," sahut Raphaelo.
Serene kaget, "Apa maksud Anda? Anda sudah memikirkan permintaan saya?" tanya Serena.
"Tergantung apa yang akan Anda berikan. Saya berterima kasih untuk tambang yang Anda berikan, tapi itu saja tidaklah cukup. Jika ingin diakui sebagai Duchesss Kyloach, bukankah Anda perlu menunjukkan hal yang lebih memukau?" kata Raphaelo. Ia sengaja menguji Serena.
Serena tersenyum, "Oho ... ternyata Anda cukup serakah, Tuan Duke. Bagaimana dengan penawaran yang akan saya ajukan. Saya jamin Anda tidak akan menolaknya," kata Serena.
Raphaelo menatap Serena, "Penawaran apa?" jawab Raphaelo.
"Saya akan membantu Anda membuka pintu rahasia di ruang bawah tanah kediman ini. Jika saya berhasil, maka Anda harus menikah dengan saya. Bagaimana?" tanya Serena.
Raphaelo melebarkan mata, ia langsung bertanya bagaimana Serena bisa tahu kalau ada pintu rahasia di kastel Duke? padahal tak ada satupun orang yang tahu selain Raphaelo dan Hillrich. Serena menjawab, jika pintu itu terlihat di mimpinya. Dan ia tahu cara membukanya.
"Jika aku katakan kalau ini adalah dunia dalam novel yang kubaca, dan aku adalah perasuk dari dunia lain. Dia pasti akan langsung berpikir aku wanita gila. Tidak apa-apa, kan kalau aku berbohong sedikit saja." Batin Serena.
"Apa Anda yakin dengan perkataan Anda, Lady?" tanya Raphaelo.
Serena menganggukkan kepala, "Saya yakin. Sejujurnya beberap hari lalu saya memimpikan hal aneh. Say melihat sebuah pintu yang ada diruang bawah tanah kastel ini. Dalam mimpi saya berhasil membuka pintu itu." jelas Serena berbohong.
Raphaelo meneatap Serena dan bercerita, jika ia sudah berusaha sekeras mungkin untuk bisa memecahkan simbol yang ada di pintu. Bahkan Hillrich yang merupaka orang jenius nomor satu di menara sihir saja kesulitan. Sejak pertama kali menemukan pintu itu, sampai sekarang, segala macam cara dan penelitian sudah dilakukan, tapi tidak ada hasil.
"Jika Anda yakin bisa membuka pintu itu, maka saya Raphaelo Michael Kyloach akan memenuhi apapun permintaan Anda. Saya bersumpah atas nama saya akan melakukan apa saja keinginan Anda, Lady." kata Raphaelo.
"Wajar saya pria ini sangat antusias. Sejak usianya lima belas tahun, sampai sekarang berusia dua puluh lima tahu, ia sama sekali belum bisa membuka pintu itu. Dalam novel memang tidak disebutkan detail apa isi dalam ruangan itu. Hanya disebutkan kalau dalam ruang rahasia tersimpan barang-barang peninggalan Duchess sebelumnya, yakni Ibu Raphaelo. Dan sampai buku novelnya tamat, Raphaelo tak bisa membuka pintu itu. Kalau aku bantu membuka, apakah tidak apa-apa? jangan-jangan aku langsung mati karena memaksakan alur cerita yang tak semestinya. Tapi ... ahh, sudahlah. Mau mati atau hidup, aku akan tahu setelah membukanya," batin Serena.
"Baiklah, Tuan Duke. Mari tunjukkan jalam, dan saya akan membuka pintu itu." jawab Serena dengan yakin.
Raphaelo lantas mengajak Serena pergi dari ruang kerja menuju pintu rahasia. Mereka berdua melewati lorong gelap yang lembab, dan itu sangat membuat Serena tak nyaman. Karena takut, Serena tanpa sadar menarik pakaian Raphaelo. Rapahelo kaget, ia bertanya apakah Serena takut gelap? Serena hanya diam dan memejamkan mata.
"Tidak hanya takut, tapi juga tidak suka. Aku tidak bisa katakan kalau dulu saat masih kecil aku pernah diculik dan disekap di ruangan gelap, kan? bahkan aku sampai pingsan dan sadar sehari setelahnya. Aku tidak tahu Serena takut gelap ata tidak, tapi aku adalah perasuk, bukan Serena asli. Ketakutanku tidak akan sirna begitu saja." batin Serena.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments