BAB 19. KISAH SURAM

Huda langsung menghubungi Mada dan memanggil ambulance untuk tuan besar Magenta. Evakuasi Janu ke rumah sakit berhasil dilakukan tepat waktu. Kolestrol dan tekanan darah tinggi lelaki renta itu melonjak signifikan setelah membaca laporan Ghala.

Madaharsa menunggui sang kakek di sisi brangkar rumah sakit. Dia bertanya pada Huda apa penyebab semua ini, akan tetapi sang sekretaris pribadi Janu hanya diam dan menggeleng pelan.

Janu sesungguhnya hanya sesak, dia pun tahu kedatangan Mada dan Maharani ke kamar perawatan, mungkin sekedar memastikan bahwa dirinya masih hidup atau telah amblas, mangkat meninggalkan Magenta grup.

...***...

Saat yang sama, Jakarta.

Maghala masih di atas sajadah kala Janu menelponnya tadi setelah mereka salat Duha, bahkan Asha memperhatikan semua sikap dan perkataan suaminya.

Ashadiya meminta duduk di bawah agar bisa lebih dekat dengan suaminya kala beribadah. Maghala kini memutar badan berbalik menghadap Asha.

"Aku masih punya kakek. Nanti kalau adek bayi dalam kandunganmu sudah bisa di ajak pergi jauh, kita jenguk beliau," ujar Ghala.

Asha hanya diam dan mengangguk, kembali ke mode pendiam. Kali ini Maghala memberanikan diri bertanya pada Asha tentang sosok Sade.

"Asha, maaf, apa kau sesungguhnya mengenal Sade? dia bilang bayimu adalah anaknya," ucap Ghala, hati-hati, memberikan pandangan lembut padanya.

Degh.

Wajah ayu dalam balutan mukena itu tampak terkejut. Bola mata pun bergerak tak fokus. Ghala mengenali bahasa tubuh Asha jika ketakutan atau tertekan. Dia lalu menarik tubuh Asha mendekat dan memutar memunggungi dirinya.

Tuan muda Magenta memeluk Asha dari belakang. Tangannya terulur, mengusap perut Asha dari luar mukena. "Jika iya, aku tetap akan menerima. Apa yang ku alami kemarin mungkin pernah menimpa padamu," bisik Ghala, menyandarkan kepala di bahu kanan Asha.

Belaian, tutur kata nan lembut dari Maghala, membuat hati Asha tenang. Dia seakan terlindungi. Perlahan bibir semerah Cherry itu membuka suara.

"Ehm," suara lembut Asha, ragu.

"Aku gak akan memotong ucapanmu. Suamimu hadir utuh, lahir batin. Jangan takut lagi, ya. Seorang calon ibu, harus bahagia," ucap Ghala pelan, membubuhkan kecupan di bahu tempat kepalanya bersandar.

Asha menghela nafas panjang nan lembut terhembus. Mata sipit itu memejam, mencoba mengingat kejadian yang membuatnya hina. Dia berusaha merangkai urutan kejadian meski awalnya tidak bisa, akan tetapi potongan ingatan itu muncul di alam bawah sadar ketika tidur.

Putri bungsu Adhisty tak dapat mengatakan pada siapapun bahwa dia telah di lecehkan, hanya berharap benih itu tak tumbuh. Namun, kenyataan tak seindah harapan, Ashadiya kecewa, marah dan terhina saat mendapati telah ada kehidupan di rahimnya.

Ingin melenyapkan tapi dia tak tega, hingga kejadian malam itu mempertemukannya dengan Maghala meski harus mendapatkan cedera parah seperti saat ini.

Ashadiya mulai menceritakan kisah kelam yang menimpanya.

"A-aku kenal Sade dari Anggun. Kawan sesama pelukis, kami bertemu saat launching karya sekaligus peresmian gedung seni milik keluarga Anggun."

"Setelah itu, Sade terus menguntit ku hingga aku jengah. A-aku tidak suka keramaian juga tidak ingin menjalin hubungan dengan pria sepertinya. Suatu hari, a-aku terpaksa menolak Sade di taman bunga hutan kota, saat tengah melukis."

"Aku tahu, Anggun menyukai Sade sehingga memutuskan untuk menjauh dari keduanya. Setelah aku menolak dia, mungkin pria itu kesal. Tapi Sade tetap mengawasi kemanapun aku pergi."

Ashadiya mulai gelisah, duduknya tak tenang meski Ghala masih memeluk.

"Mau di teruskan atau sudah?" bisik Ghala lembut. Mengusap kedua bahu Asha.

Wanita ayu pun menoleh, melihat ke dalam manik mata teduh milik suaminya, dia berniat melanjutkan mumpung Ghala tak kemana-mana. Asha mengangguk pelan.

"Suatu hari, ada undangan party merayakan keberhasilan Anggun sebab dia terpilih dari banyak kandidat, untuk membuat dua karya dan akan di pajang di galery seni ternama di Hongkong."

"Saat itu, aku pun sedang mendaftarkan diri ke even penting di Jerman. Aku lolos sementara Anggun tidak. Kami berjarak, tapi aku tetap datang saat dia mengundang ke perayaannya."

Suaranya mulai parau, duduk pun kian gelisah, Ashadiya susah payah melanjutkan kisah tersebut.

"Malam itu, entah apa yang terjadi. Aku bagai cacing kepanasan. Ingin pulang, rasanya tidak mungkin, kepalaku sangat sakit sehingga memutuskan menginap di hotel yang sama dengan pesta Anggun."

"Keesokan pagi, aku sudah dalam keadaan berantakan, tubuhku sangat sakit dan semuanya hancur. A-aaku kotor dan hina," ungkap Asha.

Tangis Ashadiya pecah, bahunya terguncang hebat, dia berbalik badan, tak lagi mampu meneruskan kisah pilu.

Maghala memejam, persis dirinya kemarin, jika Hilmi tak datang maka dapat dipastikan nasibnya bagai Asha. Dia memeluk tubuh sang istri erat, membiarkan Asha menangis dalam dekapan.

"Kau ingat tidak, saat merasa tubuhmu aneh, apakah sebab telah meminum sesuatu di pesta? Sade juga hadir di sana?" tanya Ghala, seraya membelai lembut kepala Asha.

Wanita dalam pelukan mengangguk. Asha mengatakan Sade bahkan menjadi tamu istimewa malam itu, dia merasa tidak meminum alkohol, hanya jus buah.

"Minumanmu di sodorkan oleh siapa?" imbuh Ghala lagi mencoba menebak pelakunya.

"Semua temanku hafal, aku suka jus buah. Aku tidak tahu, minuman mana yang mengandung obat itu," sahut Asha, masih menangis.

"Oke. Anggun suka Sade dan Sade menyasar dirimu. Ini hanya dugaanku saja, temanmu bersekongkol, mulai saat ini jangan tanggapi ajakan dari circle yang dulu. Oke? ... kau ingat, siapa pria malam itu, ehm--" Ghala menjeda, dia tak tega meneruskan kalimatnya.

Ashadiya mengangguk mengerti, kisah menyakitkan itu harus dia bagi pada Ghala sebab hanya dialah yang dapat di percaya saat ini, Asha lalu memilih menjawab pertanyaan sang suami.

"Awalnya aku tidak ingat kejadian mengerikan itu, tapi wajah Sade, perlahan muncul hingga ingatan itu utuh ku ketahui."

"Aku benci dia. Aku benci anak ini. Ghala!" Asha menjerit, dia meremat kemeja koko dan memukul dada Maghala beberapa kali.

Lelaki sabar itu, hanya memeluk kian erat. Membelai punggung Asha seraya membisikkan lembut kalimat istighfar.

"Astaghfirullah. Hasbunallah wa nikmal wakil, nikmal maula wa nikman nashir. La haula wala quwwata illa billah," ucap Ghala berulang kali hingga Asha tenang.

Keduanya masih di posisi semula, saling memeluk hingga kini berbaring di atas sajadah. Ashadiya mulai tenang dalam buaian Maghala. Meski mata memejam dan jemari membelai lembut tubuh Asha, akan tetapi otak cerdas keturunan Magenta berpikir cepat.

Maghala menyimpulkan, jika memang kisah Asha demikian maka clue ada pada Anggun. Sahabat istrinya terduga kuat sebagai otak di balik semua ini.

Anggun sakit hati pada Asha, sebab memiliki dua motif perkara sehingga ingin membuat sang sahabat rusak. Sementara lelaki itu mungkin tanpa sengaja menangkap gelagat Asha dan memanfaatkan kesempatan entah untuk menggaet atau sekedar menjadikan sang istri kunci meraih kekuasaan. Demikian, analisa sementara tuan muda Magenta.

Mereka di pertemukan atas garis nasib, meski Asha kehilangan kesempatan untuk mengikuti ajang kompetisi di Jerman yang susah payah di perjuangkan sebab kecelakaan malam itu tapi, keduanya justru saling menguatkan saat ini.

"Kau ingin membalas mereka?" bisik Ghala setelah keduanya menikmati waktu dalam diam.

Ashadiya mengangkat kepala dari atas dada sang suami, dia melihat wajah yang juga tengah menatapnya penuh cinta.

"Boleh?" lirih Asha, masih dengan wajah sembab dengan banyak jejak air mata.

"Kita balas sama-sama. Jangan menunjukkan kelemahan ya, Humaira. Doakan aku, membalas tidak melulu dengan kekerasan, istriku pelukis hebat bukan? tetap rajin terapi ya, Sayang, bangkit perlahan sampai musuh tak menyadari kamu tengah membangun kekuatan," balas Ghala.

Ashadiya, tersenyum manis mendengar kalimat dukungan dari Maghala. Binar mata sipit itu mendadak bening dan cerah memancarkan bahagia. Keduanya masih betah menjalin kedekatan hingga melupakan rasa lapar yang perlahan mendera raga.

Rasa sakit pada kaki dan juga tangan Asha, mendadak berkurang setiap hari akibat perlakuan manis sang suami.

.

.

..._________________...

...Ghala, mommy baper, 😭...

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

TERKADANG KETEGASAN & KEKERASAN DIBUTUHKN UNTUK TEGAKKN KBENARAN,, BKN UNTUK BLAS DENDAM, TPI MMBRIKAN PELAJARAN..

2023-08-01

3

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

BENARKN ANGGUN TRLIBAT...

2023-08-01

2

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

BRARTI MMG DIJEBAK DGN OBAT TIDUR DN PRANGSANG..

2023-08-01

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!