BAB 8. USAHA MAGHALA

Maghala menjeda kekepoan mengenai sosok Alka sebab azan subuh menggema. Dia mendekat kembali ke ranjang Asha untuk membantunya berwudhu.

"Salat dulu, kalau masih ngantuk, setelah dzikir nanti kamu boleh bobok lagi. Aku bangunkan saat sarapan," ujar Ghala.

Maghala membiarkan Asha berlatih sendiri mengendalikan kursi rodanya jika berwudhu. Tangan dan kaki Asha masih cukup kaku sehingga dia membutuhkan bantuan dan pengawasan.

Tepat pukul lima, Ghala menuju dapur, melihat menu sarapan untuk pagi ini. Tanpa banyak kata, dia mulai mengerjakan semua sesuai keinginan Adhisty.

Tiga puluh menit, semua hidangan untuk sarapan, telah apik tersaji di meja makan. Namun, ada saja ulah Adhisty yang seakan tak puas jika pagi harinya tidak di awali dengan memaki Maghala.

"Kan sudah ku bilang, kalau pagi itu pakai cawan kristal yang beli di Jerman, bukan ini!" seru Adhisty lantang seraya menunjuk pada cangkir bening berkilau meski berbeda model.

"Kan ini sama, Ma. Dari Jerman juga hanya beda bentuk. Kata Mama tempo hari jangan pake cangkir yang biasa sebab ada sedikit retak," jawab Ghala, mengemukakan alasan.

Tak senang menantunya mulai berani menentang ucapan, isi dalam cangkir pun berpindah ke tubuh Ghala. Adhisty menyiram lelaki yang telah berpakaian rapi.

"Mulai ngeyel kalau di bilangin! yang biasa aku pakai saja. Suruh siapa sih, ngeganti kebiasaan? kamu selalu bikin mood pagiku kacau!" tuntut Adhisty lagi.

Maghala meraup wajahnya yang terpercik oleh teh hangat. Baju pun kini basah. Dia lalu berjongkok ingin mengelap lantai agar tumpahan cairan itu tak membuat Adhisty terpeleset.

"Kurang ajar! kamu mau apa?" ucap Adhsity, menggeser posisi berdiri saat Ghala mulai berjongkok.

Duk! Kaki jenjang itu lalu menendang tubuh Ghala hingga dia jatuh terjengkang.

"Astaghfirullah. Aku ingin ngelap tumpahan itu, Ma. Bukan mau ngintip," sangkal Maghala, seraya menunjuk ke arah genangan air di lantai.

"Ngapain ngintip emak-emak. Noh, anaknya yang masih mulus aja, gak aku apa-apain," batin Ghala.

Adhisty tampak tak puas atas ucapan Ghala, dia menghentak kaki di genangan tumpahan teh lalu duduk di kursi mulai menikmati sarapan.

Pratt. Wajah Ghala terkena cipratan tumpahan kembali.

"Sabar, sabar," gumam Ghala melanjutkan mengelap lantai.

Alka bergabung menyusul sang bunda di meja makan. Lelaki itu terlihat lebih segar meski Ghala tahu semalaman Alka begadang.

"Ghala! kopi mana kopi!" tanya Alka menepuk bahu Ghala dengan sendok.

"Sebentar aku buatkan. Kopi sudah siap seduh ko," kata Maghala seraya bangkit membawa lap basah menuju dapur.

Tak lama, Maghala membawa kopi permintaan Alka juga teh hijau hangat dengan cangkir kristal yang Adhisty mau.

"Kamu mau bikin bibir aku celaka, Ghala!" teriak Adhisty lagi, kali ini dia melempar cangkir yang dipegang ke arah Ghala.

"Awh! Innalilahi. Panas, Ma," ucap Maghala spontan, mengusap dadanya agar tak melepuh serta berusaha menangkap cawan agar tak jatuh.

"Apa sih, Ma. Perkara cangkir aja repot. Tadi kan udah bener, malah ganti lagi kan nambahin masalah jadinya. Udah tau mantu babu ini lemot," cibir Alka seraya menyesap kopi.

"Pagi ini kopi bikinanmu enak. Kalau gak, udah kebayang kan ini kopi bakal ada dimana," sambung Alka kali ini ditujukan untuk adik iparnya.

Maghala memilih diam tak menanggapi dan berdiri mundur menjauh dari meja makan, agar pagi ini terlewati dengan cepat. Masih ada Asha yang harus dia urus juga setumpuk pekerjaan lainnya.

"Jangan lupa, ganti bunga, sarung bantal sofa. Kolam ikan juga sudah waktunya di kuras," kata Adhisty menyebut semua pekerjaan Ghala pagi ini.

Maghala hanya mengangguk sembari memberikan tanda isyarat oke dengan tangan kanannya.

Kepergian duo rusuh Cyra membuat Maghala sedikit lega. Dia lalu menuju kamarnya untuk melihat apakah Asha sudah bangun atau masih tidur. Ghala akan mengerjakan semua tugas hingga selesai lebih dulu sehingga bisa fokus di kamar mengurus Ashadiya.

Maghala sakha mengerjakan semua tugas pagi itu dengan cepat. Kolam ikan dia kuras dibantu salah seorang tukang kebun yang iba padanya.

Tepat pukul sepuluh, semua pekerjaan telah tuntas. Maghala menuju kamar membawa sarapan sekaligus makan siang untuknya dan Asha.

Untungnya, Ashadiya tak banyak membuang waktu Ghala hari ini sehingga dia bisa fokus mengerjakan beberapa video promosi untuk akun jualan yang baru saja di buat. Maghala mempelajari beberapa tutorial cara menjadi affiliate online shop.

Hingga Asar, Maghala masih berkutat dengan akun jualan di salah satu apk. Dia mengisi dan menata etalase tokonya dengan apik. Menyertakan keterangan detail juga hal penunjang lain.

Beberapa video yang dia buat telah di upload dua puluh menit lalu. Maghala menutup ponselnya sementara dia salat dan mengurus Asha. Mengerjakan pekerjaan rumah kembali dan memasak untuk makan malam.

Menjelang Maghrib, Maghala kembali masuk ke kamar. Dia menyempatkan diri membuka akun tadi siang. Alangkah terkejut Ghala, kala melihat viewer akunnya meningkat dalam waktu singkat. Bahkan sudah ada yang mengirimkan pesan menanyakan ketersediaan stok.

"Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah. Asha, doain ya," seru Ghala senang sementara Asha hanya bengong tak mengerti.

Ashadiya Cyra melihat Maghala hari ini banyak diam, pria itu sibuk mengerjakan sesuatu yang tidak dia pahami.

...***...

Sudah lebih dari satu pekan Maghala menambah kesibukan diri menggarap bisnis yang masih dia rahasiakan dari Asha. Hampir setiap hari Ghala mendapat beberapa produk sample dari distributor yang dia promosikan produknya.

Makian, tumpukan tugas sehari-hari masih dia lakukan dan terima. Adhisty bahkan mulai mengurangi jatah biaya untuk keperluan Asha.

Sejurus langkah itulah, jika malam, Ghala kerap melakukan live selama satu jam sebelum tidur. Setelah itu, memeriksa berkas Magenta grup sambil melakukan panggilan dengan Hilmi membahas misi dari Janu.

"Asha, Alhamdulillah. Aku sudah punya tabungan lagi. Kamu mau beli apa? apa dia menginginkan sesuatu?" tanya Ghala suatu malam sebelum Asha tidur, seraya menunjuk ke perut istrinya.

Asha menggeleng pelan, bayi ini hadir bukan atas keinginannya jadi dia tak peduli. Maghala duduk di sisi ranjang, menunjukkan saldo hasil jualan online di salah satu apk.

"Doakan aku ya, biar kita bisa fisioterapi ke rumah sakit khusus tulang dan syaraf. Uang dari Mama hanya cukup untuk fisioterapi selama satu tahun, belum termasuk biaya melahirkan nanti. Aku ingin kamu lekas pulih dan mulai berlatih lagi," ucap Ghala, mengusap jemari Asha.

"He em," jawab Asha singkat, mengangguk seperti biasanya.

"Tidurlah. Aku masih harus live promo dan mengerjakan sesuatu, amanah dari seseorang. Jangan begadang, gak baik buat janin kamu," tutur Ghala lembut, bangkit dari ranjang Asha setelah mengusap pucuk kepala istrinya.

Ashadiya Cyra memilih tidak segera memejam malam itu, dia ingin melihat Maghala lebih lama. Intonasi suara lemah lembut kala bicara dengannya, senyum menawan pria itu, wangi tubuh jika dia mendekat, juga kesabaran tiada batas membuat Ashadiya takjub.

"Kamu tangguh sekali, tak pernah menunjukkan kelemahan di depanku. Bersikap selayaknya suami meski aku dingin terhadapmu. Maghala sakha, semangat ya, doaku untukmu," lirih Asha, memperhatikan Ghala dari atas ranjang.

"Setelah anak ini lahir, apakah kau akan menceraikan aku, Mas Ghala?" batin Asha, gamang.

.

.

...__________________...

Terpopuler

Comments

Arman Maulana

Arman Maulana

novel indosiaaar....

2024-06-30

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

EMAK2 KLO MSH LAYAK PAKAI GK APA2 JUGA...😂😂😂😂😂😂😂

2023-08-01

2

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

keren banget lanjutkan thor

2023-05-14

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!