BAB 13. TUNTUTAN

"Karim?" gumam Ghala, sambil menggeser tombol hijau ke atas pada layar.

"Assalamualaikum, Karim. Kau sudah kembali? maafkan aku, gerobaknya rusak dan sedang diperbaiki," ujar Ghala pada sahabat sekaligus teman jualan angkringan yang mereka rintis.

"Wa 'alaikumsalam. Ghala, maaf, aku belum bisa kembali ke Jakarta, masih dalam masa pemulihan. Uang sewa kontrakan bagaimana, jika kamu gak jualan sebab gerobak rusak?" tanya Karim cemas.

"Jangan kuatir, sudah aku bayar hingga enam bulan ke depan. Kamu lekas sehat, nanti kita bicara banyak hal," ucap Ghala menenangkan sang sahabat.

Suara Karim tiba-tiba terjeda dan tidak jelas.

Asha berusaha bangun tanpa bantuan Ghala, sebab lelaki itu tengah bicara dengan seseorang. Dia meletakkan kedua tangan ke kepala ranjang lalu menarik tubuhnya perlahan. Kegiatan ini, tak luput dari perhatian Maghala.

"Halo, halo, Karim?" sebut Ghala berkali.

Percakapan mereka terputus sebab signal ponsel Karim yang hilang timbul. Ghala pun kembali meletakkan benda pipih itu di atas meja.

Lelaki yang sudah mempunyai wudhu itu melihat ke arah ranjang, dia mengulas senyum dan perlahan bangkit mendekat.

"Bisa?" tanya Ghala lembut, sembari duduk di sisi tempat tidur.

Asha mengangguk, lalu menghela nafas setelah dia berhasil duduk. Kedua kakinya masih sangat sulit di gerakkan. Dokter mengatakan kesempatan untuk dapat berjalan normal kembali masih terbuka lebar. Hanya saja, terdapat luka di tungkai yang cukup parah sehingga Asha memilih tidak membebankan bobot tubuh di sana.

"Keren, mau langsung mandi atau belajar stretching lagi sendiri," tanya Ghala bersiap membantu.

Asha masih berat mengeluarkan kata, dia hanya menarik selimutnya sehingga telapak kaki itu terlihat lalu perlahan menggerakkan jemari kakinya. Butir keringat muncul, mata sipit itu memejam dengan sudut bibir tertarik ke atas disertai desisan halus, tanda Ashadiya menahan sakit.

"Sudah dulu. Jangan di paksakan, kamu hebat. Banyak kemajuan sejauh ini, mandi ya, biar segar," ucap Ghala mendekat, ingin mengusap peluh di dahi Asha yang tertutup anak rambut.

Wanita ayu mengibaskan tangan kanan, dia menolak dengan menggeser tubuh bagian atas. Asha tahu Ghala sudah punya wudhu dan tak ingin membatalkannya sebab perkara sepele.

"Gampang wudhu lagi," balas Ghala paham bahasa tubuh Asha, dia lalu meraih tisu dan menyeka keringat di kening dan menyelipkan anak rambut ke belakang telinga.

Sedekat ini dengan Ghala membuat Asha sedikit berdebar. Ada sekelumit rasa hadir menyentil kalbu. Wangi segar parfum menyatu pas dengan suhu tubuh sang suami, selalu saja membuat Asha merasa nyaman.

"Aku siapkan air dulu. Sudah bisa mandi sendiri kan?" tanya Ghala lembut, memandang wajah yang masih setia menunduk.

Asha mengangguk pelan, dia menepis malu sejak satu bulan lalu jika ingin mandi, meski Ghala tak pernah melihatnya dalam keadaan tanpa busana secara utuh, tetap saja ingatan itu membuat rikuh. Sikap Asha mengundang reaksi gemas dari Maghala. Dia mengacak rambutnya lalu bangkit menuju bathroom.

Setelah salat subuh, Ghala keluar kamar seperti biasa untuk menyiapkan sarapan. Namun, saat baru mencapai pintu dapur, salah seorang maid menahannya.

"Den, gak usah masak lagi. Nyonya besar dan tuan muda sudah pergi sejak subuh tadi. Kata beliau, ada urusan genting di perusahaan," terang maid paruh baya.

"Ada tugas baru untukku?" tanya Ghala ingin memastikan bahwa dia tak akan mendapat ocehan saat sore nanti.

"Tidak ada," balas maid lagi.

Maghala mengangguk lega, dia hanya akan membuat sarapan kesukaannya dan Asha pagi ini. Konsentrasi memperbaiki tripod juga mulai membuat video baru untuk produk sample anyar.

Menjelang makan siang.

Saat Maghala keluar kamar untuk menyiapkan menu untuknya dan Asha. Terdengar suara Adhisty di teras rumah, akan masuk ke hunian bersama seorang pria. Ghala melanjutkan niatan menuju dapur tanpa memedulikan kehadiran mereka.

Baru saja makan siang masuk memenuhi rongga lambung yang kosong, ketukan keras di pintu menggangu aktifitas pasangan muda Cyra.

"Den, dipanggil nyonya besar ke ruang kerja," suara dari luar kamar.

"Sebentar ke sana, aku bantu Asha dulu," ujar Ghala, mengangkat Asha ke ranjang setelah dia meminum obatnya.

"Aku tinggal ya, jika mulai ngantuk, tidur saja. Live nya udahan kok, sisa balas pesan dan rekapan ke supplier tentang orderan hari ini," ujar Ghala sembari menarik selimut.

"Iya," jawab Asha, dia memiringkan tubuhnya pelan menghadap ke arah Ghala.

Sejurus kemudian, menantu Cyra sudah di depan ruang kerja Adhisty. Tok. Tok.

"Masuk!" sahut suara dari dalam.

Maghala membuka pintu, sedikit terkejut akan kehadiran seorang pria yang tempo hari di kenalkan padanya.

"Ghala, kau pasti bertanya-tanya siapa ayah biologis dari bayi yang Asha kandung bukan? aku telah menemukan pria itu, tugasmu sebagai suami Asha, berakhir," ujar Adhisty, bicara sambil bersedekap tangan di depan dada.

"Maksudnya berakhir?" tanya Ghala berpura-pura tak mengerti.

"Ceraikan Asha. Toh, kamu juga tidak punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan Asha. Boro-boro mau biayain pengobatan dan lainnya," cibir Adhisty lagi.

"Astaghfirullah. Aku niat menikahi Asha bukan untuk mainan atau apapun itu. Asha tetap istriku, aku sedang berusaha mencukupi apa yang dia butuhkan," jawab Maghala tenang, masih sambil berdiri.

"Kau dengar itu, Tuan Sade? dia belagu bukan main kan? Babu, benalu kok merasa paling hebat," kekeh Adhisty, menjatuhkan harga diri Ghala di depan Sade.

Pria perlente itu menatap Ghala dari atas hingga ujung kaki. Postur tubuhnya tegap, kulit bersih, wajah tampan meski tak terawat dengan baik. Mungkin sebagian orang takkan percaya jika dia adalah pedagang pinggir jalan sebab penampilan keseluruhan, menjadikan nilai plus bagi Maghala.

"Kau tahu, bahwa harga diri pria itu terletak pada ini? setidaknya memiliki pekerjaan," ujar Sade mengisyaratkan uang dengan menggesekkan kedua jari, telunjuk dan jempolnya.

Maghala masih diam, ingin mengetahui apa saja yang akan di katakan olehnya.

"Kau bisa mendapatkan wanita lain setelah ini. Memiliki pekerjaan dengan posisi bagus atau ingin kembali pada bisnis lama pun boleh, aku akan mengaturnya untukmu asalkan Asha terbebas dari pria pansos sepertimu," tutur Sade, membujuk Ghala dengan iming-iming harta.

"Maaf, aku sudah punya pekerjaan," jawab Ghala lugas.

Adhisty dan Sade terbahak. "Iya, sebagai babu," jawab keduanya.

"Serahkan Asha, biarkan pria lain menggantikan tugas semestinya untuk putriku. Asha pantas mendapatkan lelaki yang lebih segalanya darimu," kata Adhisty lagi, meminta Ghala menceraikan istrinya.

"Apa kau sedang merencanakan sesuatu? ingin menguasai warisan Cyra sebab Asha adalah ahli warisnya?" tuduh Sade. "Jika itu tujuanmu, ya pantas saja, bukankah kau tidak cinta dan terpaksa menikahinya dulu? lalu motif apa kalau bukan perkara harta," lanjut sang tuan muda Sadana.

"Dan kau, apa motifmu? bukankah Tuan muda sanggup mencari wanita yang lebih segalanya dari Asha? lalu mengapa memilih istriku? atau jangan-jangan Anda sengaja mencelakainya?" ucap Maghala membalikkan tuduhan.

Tatapan matanya tak berkedip, menusuk lelaki muda yang sedang duduk di sofa dengan menopang kaki. Kini, gantian Maghala yang memindai penampilan Sade dari atas hingga bawah seraya menyunggingkan senyum remeh.

"Kau!" geram Sade merasa terintimidasi oleh Ghala.

.

.

..._________________...

Terpopuler

Comments

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

tolong thor diulas kilas balik tuh ceritanya asha smpai kecelakaan n hamil n msk rmh sakit serta bisa mc yg di beri tanggung jawab ngawini Asha..

2024-05-09

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

BENARKN SI SADE YG HAMILI ASHA, CMA CRITANYA GMN, DIPAKSA & DIPERKOSA, ATAU DIJEBAK DGN OBAT PRANGSANG, PANTAS SAAT LIHAT SADE, ASHA KETAKUTAN

2023-08-01

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

mantap ceritanya lanjutkan thor

2023-05-15

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!