BAB 18. MURKA JANU

Maghala menyingkap sebagian selimutnya lalu perlahan mencoba sedikit menegakkan badan. Asha mencondongkan tubuh untuk membantu merapikan sandaran agar posisi suaminya nyaman.

"Syukron," lirih Maghala masih sedikit menahan sakit berdenyut di kepala.

"Azan, a-aku siapin air untuk kamu mandi, ya," ujar Asha bersiap memundurkan kursi rodanya.

"Jangan. Aku bisa, sebentar lagi. Kamu duluan bersiap. Maaf ya, hari ini gak siapin semua keperluanmu, Asha," kata Ghala, pelan seraya menekan pangkal alisnya.

Asha urung beranjak. Dia diam, melihat sang suami. Dalam kondisi seperti ini saja, Maghala masih memikirkan segala kepentingan orang lain. Seharusnya semua ini adalah tugas Asha sebagai seorang istri.

Maghala merasa seseorang menatap intens padanya. Dia pun membuka mata kembali.

"Kenapa? ada yang sakit?" ujar Ghala menarik lebih dekat kursi rodanya. "Ini sakit?" sambung lelaki ini cemas, menyentuh perut Asha dengan ujung jarinya.

Ashadiya menggeleng, dia lalu menangis. "Ini bukan anakmu, jangan," cicitnya seraya terisak, menahan jemari Ghala.

"Kan janji mau merawat bersama. Gak boleh jahat pada mahluk Allah yang tidak berdosa. Entah kamu sadar atau tidak saat melakukannya. Paling penting jangan menambah dosa besar dua kali," imbuh Maghala, menyeka air mata Ashadiya.

"Kenapa baik padaku? aku jahat sama kamu, Ghala," balas Asha, menegakkan kepalanya.

"Karena Humaira, istriku. Kewajibanku mengasihi, menyayangi, menghargai, membahagiakan, juga memberikan nafkah bagimu ... perkara kisah adanya adek bayi, itu bukan urusanku. Ashadiya Cyra adalah tanggungjawab yang harus aku emban, dunia akhirat. Kau sadar? jika menyakiti dia, dosamu di bebankan padaku?" tutur Ghala lembut, membelai perut Asha yang mulai terlihat berbeda.

"Saat ijab, hidupmu tergadai padaku, Asha. Aku mengikrar janji pada ilahi. Engkau adalah titipan, dan aku wajib mengembalikan amanah jika waktunya tiba, dalam kondisi baik. Asha, aku mau tanya, kamu masih bersedia bertahan denganku atau tidak?" Maghala harus menanyakan ini agar hatinya teguh untuk mengasihi Asha lebih dalam.

Ashadiya menunduk, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Dia malu, sosok Maghala bahkan yang mengajarinya cara salat dan berwudhu kembali meski awalnya dia sangat enggan. Namun, melihat lelaki itu tenang saat beribadah, dia tergugah.

"Asha?" panggil Maghala lagi.

"Jangan pergi," lirih Asha menjawab.

Maghala memejam, hatinya lega. Apa yang dia pertahankan dan ucapkan berbalas baik. "Alhamdulillah. Ayo, salat dulu. Aku nyusul pelan-pelan," imbuh Ghala, menarik kedua telapak tangan Asha dari wajah dan menyeka jejak kesedihan di sana.

...***...

Semarang, saat yang sama.

Sejak kemarin siang, Hilmi sulit di hubungi. Janu kian cemas. Firasatnya mengatakan dia harus menanyakan kabar cucunya, Maghala.

Pagi ini, Janu mendesak asisten pribadinya itu agar menyampaikan kabar tentang Maghala.

"Ehm, anu, Tuan besar, itu," ujar Hilmi, bingung mengungkap kata.

"Am em am em, anu itu anu itu. Anunya siapa! kalau ngomong yang jelas, Hilmi!" sentak Janu tak sabar, suaranya meninggi.

Hilmi terkejut, dia menjauhkan ponselnya dari telinga. "Maaf, Tuan besar," cicit Hilmi.

"Jujur atau aku pecat!" ancam Janu, mulai murka dengan nada melengking.

Sang asisten panik, dia ketakutan. Bukan hanya kuatir akan serangan kesehatan sang majikan tapi juga cemas akan menjadi Romusa, rombongan muka suram, sebab pengangguran. "I-iya, iya, Tuan besar, baik," kata Hilmi.

Sang asisten pun menceritakan awal kisah bermula sejak malam hari. Pertengkaran dengan Adhisty dan Sade hingga peristiwa yang hampir menjerumuskan Maghala melakukan zina akibat jebakan mereka.

Seperti yang Hilmi duga, Janu murka. Sang asisten menjadi sasaran kemarahan pendiri Magenta grup. Meski tak ada di hadapan, sosok Janu masih menakutkan bagi Hilmi. Dia pun memejam, meletakkan tangan di dada agar debaran abnormal jantungnya mereda akibat bentakan dan makian sang majikan.

"Sambungkan dengan Ghala, lekas!" seru Janu lagi.

"Baik. Sebentar, Tuan."

Tuut. Tuut. Bunyi nada tunggu. Hilmi mengulang panggilan sebab Maghala tak mengangkatnya.

Setelah beberapa detik menunggu. "Assalamualaikum, ya Hilmi?" suara lemah Maghala terdengar.

"Wa 'alaikumsalam, tuan mu--" ucap Hilmi membalas salam.

"Ghala!" suara Janu menyerobot keduanya.

"Kakek? ada apa ini sampai multi call?" tanya Maghala berpura.

"Jangan pura-pura. Segera kembali ke sini, lekas tuntaskan misi dariku dan gantikan Madaharsa!" pinta Janu tegas.

"Gak bisa Kek. Aku akan selesaikan misi kok, tinggal finishing touch saja," balas Ghala, ingat akan pekerjaan dari Janu.

"Ya sudah, berarti kakek yang akan membalas perbuatan Cyra padamu dan mengatakan bahwa kau cucuku!" sergah Janu lagi, tak terima dengan perlakuan Adhisty.

Maghala menghela nafas. Dia baru saja pulih dan otaknya dipaksa untuk berpikir cepat.

"Kalau Kakek memaksa begitu. Silakan saja, tapi jangan harap aku kembali ke keluarga Magenta dan menggantikan kak Mada. Kakek, pilih mana?" ujar Maghala membalikkan ancaman Janu.

"Ghala!" seru lelaki renta di ujung sana.

"Aku bisa selesaikan ini. Satu-satu, Kek. Nanti ku kirimkan salinan dokumen yang sudah Ghala tandai. Pesanku, tetaplah berpura Kakek tak paham dengan aksi mereka ya. Buatlah rencana apik untuk membongkar semua ini tapi tidak mempermalukan keduanya di depan umum. Jangan menciptakan dendam baru, oke?" pinta Maghala untuk Janu.

Permintaan yang di rasa sulit, akan tetapi wajib di laksanakan sebab Janu ingin Maghala kembali. Pendiri Magenta grup, kini dilema. Ingin menarik Maghala tanpa menyakiti Mada.

Sambungan via udara itu hening sejenak. Janu berpikir cepat sehingga dia menyetujui usulan sang cucu.

"Baik. Kirimkan padaku," ucap Janu. "Kamu harus pegang janjimu, Ghala. Kakek takkan mengusik hingga kamu menyerah di sana dan kembali pada Magenta. Jaga diri baik-baik, kenalkan aku dengan istrimu nanti," pungkas Janu menutup panggilan sementara Hilmi masih tersambung dengan Ghala.

"Maaf, tuan muda. Aku terpaksa menceritakan sebab di ancam akan di pecat," keluh Hilmi pada Ghala.

"Ehm, gak apa. Hilmi, aku kirimkan email, tolong di cek setelah ini ya," pinta Ghala menutup panggilan.

Beberapa puluh menit kemudian.

Janu janardana, terpana saat Huda, sekretaris di Magenta grup menunjukkan berkas laporan yang Ghala temukan dan baru saja Hilmi kirim padanya.

Lelaki senja itu sungguh tak mengira, dia telah di tusuk oleh dua orang terdekatnya sendiri. Madaharsa terlihat pendiam akan tetapi dia mendirikan perusahaan di dalam perusahaan. Semua list order yang masuk di alihkan ke miliknya.

Sementara Maharani, menarik uang dalam jumlah besar sebagai langkah memperluas jaringan akan tetapi tiada modal yang kembali alias bodong.

Janu lemas, wajahnya memucat hingga dada pun ikut turun naik dengan cepat. Sang sekretaris panik, dengan cekatan dan sigap, dia memasang selang oksigen juga menyalakan alat pembersih udara di ruangan.

"Tuan besar, Tuan, tarik nafas panjang perlahan," ucap Huda, menuntun Janu agar rileks kembali. Dia sampai memeragakan gerakan rileksasi sesuai anjuran dokter.

"Astaghfirullah. Maghala, selamatkan kakekmu ini," lirih Janu. Matanya memejam, tangan kanan menekan dada kiri sebagai tanda dia sesak nan terkejut. Janu susah payah duduk, hingga Huda membantunya berbaring.

Namun, baru saja Janu dalam posisi terlentang, Huda menangkap kejanggalan dari tubuh majikannya. Dia pun kembali panik, menepuk pelan lengan Janu hingga mengguncang bahu beliau. Wajah sang sekretaris mulai memucat.

"Tuan, Tuan, Tuan....!"

.

.

...__________________...

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

buseeet mantap dah thor lanjutkan seruuuu

2023-05-15

1

AlAzRa

AlAzRa

sehat kek, katanya mau ketemu istrinya Ghala 😢

2023-04-29

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Mom jangan buat Kakek Janu kenapa² dong, kasian Asha klo harus di tinggal Ghala kembali ke Magenta,,, 😌
Eh Btw masih penasaran sm barang yg di letakkan Adhisty di laci kamar Asha apa ud ad bhasan di bab sebelum nya yaaa,,, 🤔

2023-04-29

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!