BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY

Alka tak gentar dengan Ghala, dia membanting tripod juga speaker bluetooth milik adik iparnya.

Brak!

Maghala memejamkan mata, investasinya kembali di hancurkan. Mungkin ini adalah hal sepele tapi Alka menyulut api permusuhan padanya. Ghala tak ingin berdiam diri.

Reaksi Asha di luar dugaan. Wanita itu melempari Alka dengan benda yang ada di dekatnya.

"Asha!" seru Alka, mengangkat tangan ke udara ingin memukul.

"Hentikan. Jangan sakiti Asha," ucap Maghala, menghalau tindakan Alka.

"Awas ya, kamu!" ancam Alka lagi, sembari keluar kamar dan membanting pintunya keras.

Brak!

Maghala menghela nafas panjang, dia memejam sejenak lalu mulai membereskan kekacauan. Asha ingin membantu tapi Ghala melarangnya. Sudah larut malam dan tidak baik jika ibu hamil ikut begadang.

"Tidur saja, biar aku. Gak banyak yang mesti di bereskan, kok," ucap Ghala mendorong kursi roda Asha ke sisi ranjang lalu mengangkatnya.

Wanita itu tak lantas memejam, Asha tetap menemani Maghala hingga pria itu selesai dan ruangan kembali rapi.

"Tidur, yuk. Aku lelah," kata Maghala mendadak merasakan fisiknya letih. Memikirkan perlakuan kelurga Cyra, amanah Janu hingga berusaha memberikan nafkah nan layak bagi Asha, memenuhi ruang otak yang sempit.

Setelah malam itu. Alka kerap mengawasi segala tindak tanduk Ghala meski adik iparnya ini hanya sekedar mengerjakan setumpuk pekerjaan rumah seperti biasanya.

Maghala tak banyak bicara, dia hanya membuka mulut jika di tanya. Pun apabila pertanyaan itu tak membutuhkan jawaban, Ghala memilih tetap bungkam.

"Kapok kan? makanya jangan belagu!" cibir Alka suatu pagi.

"Masa kamu percaya, tampilan begini membahayakan?" imbuh Adhisty, melirik Maghala yang berdiri di sudut ruang saat sarapan, seperti biasanya.

"Ya waspada aja sih, Ma. Kan kutu busuk itu tak melulu ada di tempat buruk. Justru dia mulai menyusup manakala segala kondisi masih terlihat baik saja," beber Alka, menatap tajam Maghala.

Kondisi ini berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Maghala tetap teguh dan melakukan apa yang dia bisa, tanpa banyak terpengaruh oleh sikap Alka.

Suatu malam, kala hendak mengambil air minum sebab lupa mengisi teko di kamar, Ghala mendengar keributan dari lantai dua. Langkahnya gontai, sesekali menguap dengan mata sayu tak lantas membuat teriakan Adhisty yang memekakkan telinga, membuat Maghala tertarik.

"Ada apa sih di atas?" gumam Maghala menuju dapur, mengacuhkan kegaduhan di tengah malam.

"Gak tahu, Den, dari tadi begitu," jawab salah satu maid yang bertugas malam ini.

Maghala duduk di pantry, meneguk pelan air minum lalu kembali ke kamar. Tubuhnya tak dia pungkiri lebih lelah dari hari biasa sebab Janu meminta agar Ghala secepatnya menyelesaikan misi.

Tuan muda Magenta melangkah pelan menuju kamar, melewati tangga. Dia betul-betul mengantuk hingga khawatir teko penuh itu akan jatuh jika tak mendekap erat.

Tiba-tiba. "Ghalaaaaaaaaa! panggilkan Maghala!" seru suara Adhisty dari lantai dua, memecah kesunyian malam buta.

Maid yang baru saja melihat menantu Cyra itu pergi, tergopoh menghampiri Ghala yang sedikit lagi mencapai pintu kamar. "Den, dipanggil nyonya besar ke atas," ujar maid.

Maghala enggan akan tetapi wanita paruh baya disampingnya merengek agar dia memenuhi panggilan Adhisty.

"Aku letakkan ini dulu di kamar, takut Asha bangun kehausan," ujar sang menantu Cyra, melanjutkan langkah.

Setelah mencuci mukanya agar lebih segar, Maghala menaiki barisan anak tangga menuju kamar Adhisty. Saat dia tiba, wanita itu tengah melayangkan tamparan ke pipi. Alka.

Plak. "Jangan berani-beraninya kamu mengelak. Bukti di depan mata! ini!" Adhisty melempar banyak kertas ke wajah putra sulungnya.

"Mama selalu saja lebih percaya pada orang lain. Aku kan sudah menyangkal dengan memberikan laporan bandingan sebab tuduhan satu ini. Seharusnya Mama tela'ah lagi, ini fitnah untukku!" seru Alka, tak terima dituduh Adhisty. Dia mengusap pipi kiri bekas tamparan sang ibu.

Alka menangkap sosok pria berdiri di depan pintu dengan ekor matanya. Dia menduga bahwa itu adalah sang adik ipar, lalu berteriak memanggil Ghala.

"Heh, Babu, ngapain kamu di sana!" sentak Alka mengalihkan topik kemarahan Adhisty.

Nyonya besar Cyra, melangkah menuju pintu sementara Alka duduk di sisi ranjang ibunya.

"Ghala, masuk. Bereskan kekacauan ini, lekas!" titah sang mertua saat pintu telah membuka lebar.

Kertas berserakan, ada bekas pecahan kaca di sana juga genangan cairan berwarna merah dengan bau khas anggur. Ghala menduga, Alka tengah menyesap wine kala Adhisty meminta dia datang ke kamarnya.

"Ayo cepat bereskan, aku sangat lelah!" ucap Adhisty lantang, dia masih mengenakan setelan formal dan emosi sebab urusan perusahaan tak kunjung selesai.

Maghala bergegas merapikan apa yang diminta oleh sang mertua. Sekilas pandang, dia melihat bahwa ini adalah bukan kertas biasa. Senyum tersungging samar di bibir Maghala, dia akan menyelidiki. Siapa tahu dapat menemukan kejanggalan yang akan dia gunakan untuk melawan balik Alka, melalui Adhisty.

Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit, ruangan sang nyonya kini telah rapi kembali. Maghala pun turun ke lantai dasar, langsung menuju kamarnya dan memilah berkas di sana.

"Yes, sepertinya ini adalah laporan keuangan, proposal aneh juga eh, resi, faktur dan apa ini?" ucap Ghala, sumringah sebab baru saja mendapat data lengkap perusahaan Cyra.

"Oke, Alka. Mari kita kupas tuntas dirimu lebih dulu. Jangan-jangan ini adalah sesuatu yang tanpa sengaja ku dengar malam itu, astaghfirullah, proyek abal-abal Alka!" pekik Ghala. Matanya mendadak membola tak lagi di hinggapi kantuk, dia pun menutup mulutnya, berharap teriakan kecil tadi tak menarik perhatian Asha.

Maghala belum sepenuhnya mengenali karakter Asha yang kerap berubah-ubah. Dia harus hati-hati untuk sementara waktu.

Ingin kembali berbaring dan melanjutkan tidur akan tetapi netra terlanjur terjaga. Ghala memilih olah raga ringan agar tubuhnya kembali bugar. Dia lalu mandi dan siap menelusuri jejak yang Adhisty lingkari di atas kertas tadi.

"Oke, mari kita mulai. Ini lebih menarik dari berkas milik Magenta sebab bisa dijadikan senjata ketika Alka mengusikku lagi. Aku takkan tinggal diam, jangan menjegal upayaku untuk bangkit, Alka," gumam Ghala.

Lelaki tampan dengan balutan baju Koko dan sarung itu mulai membuka laptop milik Asha dan berkonsentrasi di sana. Maghala memusatkan perhatian pada poin-poin yang di tandai dengan spidol.

Pekerjaan ini dia lakukan hingga menjelang waktu fajar, memilih menutup kembali laptop saat melihat Asha menggeliat tanda wanita itu mulai terjaga.

"Sabar Ghala, sabar. Kunci sudah di tangan, saatnya membalikkan keadaan secara perlahan nanti. Sekarang bagaimana caranya agar Alka tidak mengetahui bahwa kamu lah yang membongkar kedok dia. Momennya harus pas," batin Ghala, sejenak memejam, menyandarkan kepala di badan sofa. Salah satu jemarinya menekan pangkal alis, kemudian menarik nafas panjang.

Tiba-tiba. Ponsel milik Ghala berbunyi.

"Siapa lagi?" lirih Ghala, malas menjangkau dimana ponselnya berada.

.

.

...___________________...

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

excellent story'thor lanjutkan

2023-05-14

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Selalu ngerasa kurang klo baca,,,, 🤭✌

Ayo Ghala semangat, semoga aj yg nelfon bukan Hilmi dan semoga kakek Janu baik² aj, 😌

2023-04-24

1

AlAzRa

AlAzRa

bismillahirrahmanirrahim, semangat bang Ghagha

2023-04-24

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!