BAB 7. RAHASIA ALKA

Tepat pukul satu dini hari, Maghala tiba di kediaman Cyra. Dia menuntun motor sejak dari gerbang dengan harapan kedatangan dirinya malam ini tidak di ketahui oleh para penghuni Mansion.

Pemuda tampan itu menyelinap masuk melalui pintu dapur, menyusuri pelan lorong di sana guna menuju kamar di bagian depan hunian ini.

Saat melewati ruang kerja Alka, dia melihat pintu yang tak menutup sempurna. Langkah Maghala pun kian mengendap, akan tetapi dia mendengar sesuatu. Kakak iparnya itu seperti sedang berbicara pada seseorang di dalam sana.

Intonasi suara Alka yang biasanya menggelegar, kini terdengar sangat pelan. Maghala berhenti sejenak. Nalurinya mengatakan bahwa mungkin ini adalah rahasia sang kakak ipar.

"Aku punya kenalan yang memproduksi bahan seperti keinginan pasar. Kau siapkan saja pembiayaan untuk itu sesuai draft RAB (rencana anggaran belanja). Juga ajukan proposal untuk menjalin kerjasama dengan vendor agar biaya produksi dapat di tekan," ujar Alka.

"Vendor yang mana? bagaimana dengan uji kelayakan sebelum kita teken kontrak, Bos?" suara dari interkom yang terhubung dengan ponsel Alka.

"Biar aku yang mengajukan pada mama. Kau siapkan saja rancangan juga mintalah pada divisi keuangan agar bersiap mengucurkan dana," titah sang direktur.

"Baik, Bos!" jawab asisten Alka.

"Jangan lupa, imbalan, siapkan beberapa bungkus untuk orang-orang itu. Kerjakan dengan rapi," pungkas Alka.

Maghala masih berdiri di balik dinding kala obrolan itu berakhir. Meski suaranya tidak begitu jernih, tapi Ghala sanggup mencerna dengan baik maksud di balik setiap kata.

Dia melihat Alka tengah menikmati minuman di ruangannya. Maghala pun melanjutkan langkah menuju kamar.

Saat pintu biliknya terbuka, dia melihat Asha masih mengenakan baju yang sama seperti pagi tadi, meringkuk di ranjang. Ghala menduga, istrinya itu merajuk sebab maid tak mengerti keinginan nona muda Cyra.

Maghala meletakkan semua dokumen dari Janu ke dalam lemari, dia lalu menuju kamar mandi menyiapkan air untuk Asha mandi sekaligus dirinya bersih-bersih.

Beberapa saat kemudian. Ghala mengguncang bahu Asha lembut.

"Asha, mandi dulu yuk biar segar. Maaf ya, aku meninggalkanmu begitu lama," kata Ghala berulang kali hingga Asha bangun.

Asha mengerjap, dan segera merentang tangan meminta bantuan untuk bangkit. Ghala memberikan senyuman menawan lalu mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.

Wangi sabun dari tubuh Ghala membuat Asha sempat merasa kehilangan dia seharian. Putri bungsu Cyra enggan mandi jika bukan Ghala yang menyiapkan kebutuhannya sebab lelaki ini telah hafal semua kebiasaan Asha.

"Rileks?" tanya Ghala, menggosok punggung mulus Asha dengan spons hangat.

Asha mengangguk. "Iya," lirih sang wanita ayu.

"Alhamdulillah, habis ini bisa tidur nyenyak deh." Ghala merentang handuk untuk menutupi tubuh polos Asha. Dia menundukkan pandangan setiap kali membantu istrinya mandi, agar membuat gadis itu merasa nyaman.

Tak jarang, Ghala menutup mata atau berbalik badan kala Asha melepaskan busananya atau hendak memakai baju setelah mandi.

"Kita keringkan rambut kamu dulu. Hari ini gak keluar kamar ya? sudah makan?" tanya Ghala beruntun seiring suara hairdryer.

Asha hanya menunduk, mengangguk tanpa suara seperti biasanya. Maghala dengan telaten membopong istrinya kembali ke pembaringan.

"Selamat tidur, jangan lupa baca doa seperti yang aku ajarkan," ucap Ghala, membelai pucuk kepala Asha lalu dia menuju sofa panjang, tempat melepas lelah.

Asha merasakan ketulusan pria itu, meski terlihat lelah tapi dia tetap sabar meladeninya. Mata cantik Ashadiya melihat ke arah jam, hampir pukul dua pagi.

Tak lama, Maghala sudah lelap di depan sana. "Makasih Maghala," lirih Asha, menarik selimut. Tubuhnya kini jauh lebih segar nan rileks berkat sang suami.

Sebelum subuh, Maghala terbangun. Dia lupa menyediakan air minum untuk istrinya. Ghala tergesa menuju dapur.

Saat melewati ruang kerja Alka. Lagi, Maghala mendengar percakapan aneh kakak iparnya itu.

"Pokoknya harus selesai pagi ini. Aku lembur membuat semua yang kita butuhkan. Menjadi kacung meski di keluarga sendiri itu gak enak," ujar Alka lagi.

"Baik, Bos!" jawab pria di sana.

"Usahakan semua cair pekan depan," kata Alka lagi seraya menutup panggilan.

Maghala buru-buru menghindar sebelum pria itu melihatnya di sana.

Putra sulung Adhisty keluar dari ruang kerjanya menuju lantai dua. Maghala lalu melintas kembali masuk ke kamar.

Tubuhnya masih lelah, kantuk pun terasa menggelayut tapi otak mengajak berputar cepat. Dua kali mendengar percakapan rahasia Alka membuat Ghala menyimpulkan sesuatu.

"Dia seperti sedang merencanakan penggelembungan dana atau rekanan fiktif. Bisa jadi tentang pengadaan bahan produksi jika mendengar penuturan di awal tadi," gumam Maghala, duduk di sofa yang biasa dia gunakan untuk tidur.

"Enghhh," suara serak Asha. Wanita itu mulai terbiasa bangun sebelum subuh sejak Ghala kerap memaksanya ikut salat fajar.

"Minum dulu, aku lupa tadi," ujar Maghala, menyodorkan gelas pada Asha, setelah membantunya duduk bersandar.

"Asha, posisi Alka di perusahaan sebagai apa?" tanya Ghala pada istrinya, duduk di sisi ranjang.

"Wakil Direktur Utama," lirih Asha.

"Apa dia punya usaha lain atau jabatan selain itu? ehm, proyek pembangunan aset misalnya?" sambung Ghala.

"Enggak." Asha menggeleng.

"Jabatannya tinggi ... pantas saja, dia punya kewenangan untuk menandatangani sebuah kontrak atau mengajukan proposal saat internal meeting," gumam Ghala.

Asha hanya diam, mengamati Maghala bicara meski tak mengerti ucapan suaminya ini.

"Hari ini kita lemaskan jemari kamu yang kanan. Masih sakit gak?" tanya Ghala meraih jemari Asha dan memijatnya pelan.

"Aah, aahh, sakit, sakit," lirih Asha. Suaranya sangat mahal.

Semenjak mereka menikah, Ghala hanya mendengar kata iya, enggak, sakit, atau rintihan yang keluar dari mulut Asha.

"In sya Allah sembuh dan bisa melukis lagi. Doakan usaha aku maju ya, agar kita bisa punya uang untuk pengobatan kamu. Sementara, pakai metode akupuntur dulu untuk melemaskan syarafnya," ucap Ghala, mengecupi jemari Asha. Setiap pagi, dia melakukan itu sebagai bentuk maafnya telah menyebabkan tangan lentik ini kaku.

Ashadiya mengangguk. Hanya Ghala yang memperlakukan dirinya dengan baik.

Sambil menunggu waktu azan, Maghala menghubungi Hilmi, dia meminta agar menyelidiki Alka di luar sana. Jika dugaannya tepat, Alka akan menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Hilmi pun mengerti keinginan tuan muda Magenta, dia lalu mengirimkan banyak link profile siapa Alka sebenarnya. Latar belakang pendidikan, prestasi di perusahaan bahkan aset pribadi.

Tuut. Tuut.

"Halo, tuan muda. Tautan profile beliau sudah aku kirimkan. Silakan Anda buka," ujar Hilmi.

"Thanks, Hilmi. Aku akan menyelidiki dia dari dalam. Tak akan ku biarkan hak istriku di ambil paksa orang-orang tamak," ujar Ghala.

"Tapi Anda membiarkan hal seperti ini di keluarga Magenta," sahut Hilmi lagi.

"Semata hanya ingin menjaga kesehatan kakek dan kini aku dilema," kata Ghala menutup perbincangan dengan Hilmi.

"Alka, mari kita lihat, apakah kamu memiliki hal menarik untuk di ulas," kekeh Ghala saat menekan satu laman web.

.

.

..._________________...

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

mantap dah thor lanjutkan

2023-05-14

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Masih burem belum bisa menebak, 🤭✌

2023-04-18

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

wah Ghala Sabar banget ya bisa loh nahan, 🤭

2023-04-18

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!