BAB 11. BOOSTER

Akibat Ghala terus menggoda dan mengalihkan ketakutan Asha dengan beceloteh tentang segala yang mereka temui di jalan, membuat Asha perlahan rileks duduk membonceng.

Dekapan erat di sekitar perbatasan perut dan dada perlahan melonggar, membuat Maghala sedikit lega sekaligus tahu bahwa Asha mulai nyaman. Meski tanpa sahutan suara atau melihat wajahnya tapi Ghala merasa Asha sesekali tersenyum sepanjang perjalanan.

"Asha, kamu tahu gak kenapa Matahari kian panas?" tanya Ghala saat berhenti di lampu merah.

Asha menggeleng, terlihat dari kaca spion bagian kiri.

"Ya karena Matahari, buka cabang dimana-mana," kekeh Ghala, seraya menarik kembali tuas gas untuk melanjutkan perjalanan. Sementara Asha masih setia dengan senyum rahasianya.

Tak lama, mereka tiba di parkiran rumah sakit. Maghala memilih tempat dekat dengan lift basement agar tidak terlalu jauh mendorong. Dia menurunkan tuas penyangga lalu membuka lipatan kursi roda. Ghala perlahan menggendong istrinya itu hingga dia nyaman duduk di sana. Lalu melepaskan helm dan menyisir rambut Asha menggunakan jemari.

"Sudah oke? kita masuk," tanya Ghala setelah memastikan semuanya telah rapi lewat isyarat Asha.

Setelah satu jam keduanya di rumah sakit, kini Ghala kembali mendorong kursi roda Asha menuju basement.

"Hampir dua belas minggu ya? are you happy?" bisik Ghala, berjongkok di depan kursi roda Asha. Menelisik ke dalam manik mata istrinya. Dia tahu, Asha tertekan di dalam sana saat dokter bertanya tentang kehamilannya.

"Apakah ini bukan keinginanmu? terjadi tanpa sengaja atau di paksa?" lirih Ghala lagi, membelai wajah ayu seraya menyeka butir bening dari sudut netra.

"Bayimu sudah besar dan tidak bersalah, juga akan segera di tiupkan ruh. Kita rawat sama-sama, oke?" Maghala bangkit, mengusap pucuk kepala Asha yang selalu diam bagai patung. Dia tidak menolak kehadirannya saja, Ghala sudah sangat bersyukur.

Sudah dua bulan usia pernikahan keduanya, Asha mulai menerima kehadiran Ghala di beberapa Minggu terakhir. Meski di awal sangat tak ramah, Ghala tahu bahwa istrinya itu hanya tidak dapat mengatakan yang sesungguhnya.

Tuan muda Magenta, bersikap lembut sebab tahu bagaimana rasanya di abaikan. Juga, rasa bersalah pada Asha, perilaku keluarga Cyra membuat nuraninya berkata agar menerima gadis itu sebagai istri dan memperlakukan dengan baik.

Ketika mereka kembali dari rumah sakit, kondisi rumah lengang, rupanya Adhisty telah pergi lagi. Semua pekerjaan Maghala sudah rapi sejak semula dia meninggalkan kediaman Cyra, tak ada tambahan to do list di meja dapur. Dia pun dapat beristirahat sejenak siang ini sembari menemani Asha.

Hingga makan malam menjelang, pasangan muda Cyra tak menampakkan batang hidung. Maghala hanya menyiapkan makan malam mereka lalu masuk kembali ke dalam kamar. Alka merasa heran pada adik iparnya akhir-akhir ini, dia mencurigai sesuatu.

"Ma, tumben si babu gak muncul. Akhir-akhir ini suka ilang kalau malam, Asha juga. Ada apa ya?" selidik Alka pada ibunya.

"Biarkan saja, yang penting kerjaan beres. Bagus gak nampakin muka daripada bikin mual dan emosi," sahut Adhisty, dengan wajah datar, melanjutkan makan.

"Aneh, akan aku selidiki, deh," gumam Alka. Otaknya berpikir bagaimana cara memergoki sikap mencurigakan adik iparnya itu.

Sementara itu, di dalam kamar Maghala.

Ashadiya menghabiskan makanannya secara cepat malam ini sebab dia ingin melihat dan membantu Maghala bekerja. Dia bahkan mendorong kursi rodanya menuju sofa.

"Mau lihat aku kerja?" tanya Ghala. Asha mengangguk. Dia terlihat antusias.

"Bismillah, doain jualan aku malam ini laris ya," ujar Ghala saat akan memulai live.

"Iya. Aamiin," jawab Asha, menambah kata baru, selain yang biasa dia ucapkan.

Maghala tersenyum, Asha mulai bersedia bicara dengannya. "Aamiin."

Wanita ayu membantu Ghala saat dia membutuhkan produk yang jauh dari jangkauan. Asha menemani suaminya hingga pukul sepuluh malam, hampir dua jam mereka berjualan secara live di salah satu apk.

Setelah menutup siaran langsung, Maghala langsung membalas pesan para pelanggannya. Malam ini, laporan statistik penjualan dari akun miliknya terbit.

Binar mata lelaki tampan itu kini terpancar, senyum menawan tersungging di wajah Maghala, pasalnya saldo milik tuan muda Magenta itu mulai bertambah signifikan.

Maghala menghampiri Asha, berjongkok di depan kursi roda sang istri dan menunjukkan tampilan di layar ponselnya.

"Alhamdulilah, dua kali lipat dari semula. Asha, makasih ya," ucap Ghala sumringah, menanti reaksi istrinya atas apa yang dia sodorkan.

Mata sipit Asha melihat angka dua digit di sana. Senyuman manis itu terbit untuk pertama kalinya hingga gigi gingsul Asha terlihat.

Maghala tertegun, apakah penglihatannya tidak salah? Asha baru saja tersenyum untuknya.

"Maa sya Allah, cantiknya istriku kalau tersenyum," puji Ghala membuat wanita pendiam itu tersipu, semburat merona terlukis di wajah Asha.

"Boleh minta lagi? lihat aku, Asha," pinta Ghala.

Lelaki tampan, meletakkan gawainya di pangkuan Asha, Maghala lalu setengah bangkit bertumpu pada kedua lututnya. Tangan kekar nan lembut itu menggenggam jemari Asha yang terkulai di atas pangkuan. Kedua bola mata teduh pun menatap iris warna coklat terang milik Asha.

Perlahan, wajah yang terbiasa menunduk itu terangkat. Pandangan keduanya bertemu, sudut bibir tipis nan berwarna bak Cherry itu tertarik ke atas membentuk sebuah lengkung senyuman manis, yang hanya dia bagi untuk Maghala sakha.

"Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, Alhamdulillah. Makasih, Asha, booster banget ya Allah," ucap Ghala kian membuat pipi Ashadiya bersemu kemerahan

"Humaira." Ghala menyebut sebuah panggilan. "Ashadiya Humaira," ucap Maghala, memberikan senyum menawan miliknya.

Moment manis bagi keduanya rusak manakala pintu kamar mereka di buka paksa Alka.

Brak!

Alka berkacak pinggang di ambang pintu, dia lalu memendar pandangan ke sekeliling. Matanya menemukan sesuatu, seperti peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk membuat vlog, video atau sejenisnya.

Maghala yang paham bahasa tubuh Alka langsung bangkit dari berjongkok lalu mengamankan semua perlengkapan jualan miliknya. Asha pun ikut membantu sang suami, menghalangi Alka.

"Minggir!" usir Alka, mendorong kursi roda Asha menjauh.

"Asha!" seru Ghala, cemas istrinya akan terjatuh. Namun, Asha sanggup mengendalikan dirinya.

"Sini, aku lihat, kamu punya apa!" teriak Alka merebut apa yang Ghala sembunyikan di balik tubuhnya. Dia mencengkeram bahu Ghala lalu membalik paksa badan adik iparnya.

"Tidak ada hubungannya dengan Cyra. Ini usaha untuk menafkahi istriku," seru Ghala mempertahankan apa yang dia miliki.

"Jangan macam-macam. Sudah bagus di sediakan tempat tinggal, malah bikin malu! jualan apa begini, ecek-ecek receh! gembel!" sentak Alka membuang semua produk sample yang Ghala kumpulkan. Bunyi nyaring benda jatuh ke lantai menggema, barang Maghala berserakan.

"Aku gak jualan produk, hanya rekanan dengan distributor dan supplier. Aku cuma promote saja. Kak, balikin!" seru Ghala terengah. Asha tak tega melihat suaminya di perlakukan kasar.

"Kakaaaaakk!" teriak Asha, mengagetkan Alka dan Maghala.

"Orang macam dia, diam-diam bakalan nusuk dari belakang, kita harus waspada terhadap semua perilaku, Asha! Aku takkan pernah memberikanmu peluang apapun, Babu!" sentak Alka lagi, wajahnya merah padam, telunjuk pun menunjuk kasar ke arah Ghala.

"Aku tak bernafsu merebut Cyra. Perusahaan keluarga kalian hanya menunggu waktu untuk runtuh. Jangan susah payah mengurusi aku, Kak. Pikirkan saja keberlangsungan nasib status pewaris Cyra, apakah akan berlanjut untukmu setelah sesuatu mencuat nanti," kata Ghala menyiratkan perlawanan.

Tatapan mata kedua pria beradu. Alka menduga apakah Ghala mengetahui sesuatu sebab ucapannya tadi. Kian hari Alka merasa bahwa Maghala bukan pria biasa.

"Apa maksudmu?" sinis Alka, memegang tripod speaker bluetooth, siap membanting keras sebab tangan kanannya mengacung ke atas.

"Jangan mencoba batasku! letakkan itu atau kita perang. Aku jamin kau akan menyesal nanti!" ancam Ghala kali ini, sorot matanya tajam untuk sang ipar.

"Kau berani?" tantang Alka lagi. Rahangnya tegas hingga urat leher pun terlihat menonjol.

"Apa Kakak ingin bertaruh denganku?" balas Maghala sakha, masih setia dengan tatapan menusuk.

.

.

..._________________...

Terpopuler

Comments

Dhewi Nurlela

Dhewi Nurlela

bagus ghala lawan aja alka sdh keterlaluan

2024-07-24

0

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

gitu dong jgn mau dikekang ataupun diintimidasi terus olh org, tunjukan taji mu ghala...

2024-05-09

0

AlAzRa

AlAzRa

kang Ghagha, ngalah wae tow, selow... mesakna Asha

2023-04-24

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!