BAB 16. PETAKA

Jika di ruang kerja Adhisty dan Sade sedang merencanakan sesuatu. Lain hal, di kamar pasangan muda Cyra. Maghala menemani Asha tidur menjelang tengah malam. Dia duduk di sisi ujung ranjang sang istri.

"Jangan cemas. Pintu kamar kita, sudah aku pasang penahan agar tak dapat di buka meski menggunakan kunci serep," ucap Ghala menunjuk ke arah pintu.

Urusan makan malam pun terlewati begitu saja. Mereka hanya memakan kudapan ringan yang tersedia di kamar sebab tak lagi bernafsu untuk mengunyah makanan berat.

Asha mengangguk, sesekali air matanya masih menetes. Sorot mata sendu itu tak lepas melihat sosok suami yang tengah memejamkan mata, dan menengadahkan wajahnya.

"Ghala, maaf ya. Terima kasih dan jangan sakit," batin Asha melihat memar di wajah juga lecet pada buku jari.

Pikiran Maghala berkecamuk. Dia sangat marah melihat Asha di perlakukan demikian. Anehnya Adhisty sama sekali tidak membela anaknya.

Keesokan pagi.

Maghala menjalankan aksi mogok kerja bagi keluarga Cyra. Teriakan, makian Alka dan Adhisty yang menggedor pintu kamar, tak dia hiraukan lagi. Ghala fokus beribadah dengan Asha.

"BABU! mana sarapan aku!" teriak Alka, sembari menendang pintu keras.

Brak. Brak. Brak.

"BEBEGIG SAWAH! lekas," sentak Alka, masih setia berusaha membuka pintu kamar Maghala.

Duk. Duk. Duk.

"Ghala! keluar! apa kau tidak butuh uang untuk terapi Asha? hari ini jadwal anakku check up," seru Adhisty, mengguncang handle pintu berulang kali.

Cklak. Cklak.

Asha sesekali terkejut atas suara gaduh dan kasar yang ditimbulkan mereka. Namun, melihat Ghala hanya duduk tenang di atas sajadah, membuat Ashadiya pun ikut menenangkan dirinya.

Beberapa menit setelah keributan pagi hari mereda, Ghala keluar kamar bermaksud membuatkan Asha sarapan sebelum terapisnya tiba.

Seorang Maid menghampiri Ghala kala menantu Cyra menuju dapur. "Den, ada pesan dari nyonya besar," ujar wanita paruh baya, menyodorkan selembar kertas.

Maghala membaca pesan di sana. Adhisty memintanya mengantarkan sebuah paket ke alamat yang dia tulis. Mertuanya pun menitipkan pesan untuk sang penerima.

Tuan muda Magenta menuju meja makan, dia lalu menyelipkan kertas tersebut di bawah bingkisan yang di maksud. Ghala lalu melanjutkan niatan membuat sarapan bagi mereka berdua.

Suami Asha sangat berkonsentrasi di dapur sehingga peluhnya menetes. Ghala sengaja membuat banyak menu yang akan dia bawa ke kamar, sebab dirinya masih malas bertemu keluarga Cyra.

Saat melewati ruang makan sembari membawa baki menuju kamar, Maghala melihat gelas milik Asha telah terisi air minum di atas meja makan. Dia heran.

"Bukannya gelas Asha ada di dalam kamar ya? kok di sini?" gumam Maghala.

Dia berpikir mungkin lupa membawa benda itu dan maid membantu mengisinya. Ghala meraih tumbler tersebut dan meletakkan di atas baki kemudian melanjutkan langkah.

"Asha, makan dan minum dulu," kata Maghala saat telah berada di kamar mereka.

Wanita ayu itu menunjuk gelas di atas meja sofa, dia baru saja minum.

"Loh, ini gelas siapa?" tanya Ghala heran.

"Aku," jawab Asha singkat.

"Couple?" lanjut Maghala menegaskan kalimat Asha.

Putri bungsu Cyra, mengangguk. Maghala duduk di sofa untuk menata makanan Asha. Sebab dia kehausan dari dapur, air minum tadi Ghala teguk hingga tandas.

Tok. Tok.

"Den, terapis datang," suara maid dari luar kamar. Maghala bangkit, membuka pintu agar tenaga medis itu masuk.

Merasa Asha aman sebab ada maid dan terapis. Dia akan mengantarkan paket amanah Adhisty ke alamat tujuan yang letaknya tidak terlalu jauh.

"Aku pergi sebentar ya, Asha. Ada mereka. Mau antar titipan ibumu, dekat kok," ucap Ghala.

Seperti biasa, Asha mengangguk seiring langkah Maghala keluar kamar. Motor matic putih itu mulai melaju meninggalkan Mansion. Dering ponselnya tak dia hiraukan, dia ingin lekas sampai di tujuan karena kepalanya mendadak pening.

Lima belas menit berikutnya, setelah bertanya dua kali pada warga sekitar, akhirnya Ghala menemukan lokasi.

Gerbang rumah bercat hijau tosca itu sudah terbuka saat Maghala tiba. Dia memarkirkan motornya di pelataran garasi, kemudian mengetuk pintu.

Tok. Tok.

Tiba-tiba pandangan Maghala berkunang-kunang, jantung pun berdegup cepat, rasa panas menjalari tubuh dan peluhnya mulai menetes.

Saat lelaki tampan berkutat dengan rasa asing yang mulai hadir tidak semestinya. Suara lembut seorang wanita terdengar.

"Maghala ya? mari masuk dulu. Kamu kok keringetan begitu, haus kan?" ucap tuan rumah, meraih lengan Ghala.

"I-iya a-aku. Ini," Ghala menyerahkan bingkisan titipan Adhisty. Namun, diabaikan oleh wanita tersebut.

Sentuhan itu bagai sengatan listrik menjalar ke tubuh Maghala. Pria tampan pun seakan tak dapat mengendalikan dirinya kala belaian lembut sang wanita intens menyentuh kulit.

Usapan, bisikan lembut memicu reaksi lebih panas dari sebelumnya. Maghala susah payah menjaga otak tetap waras. Dia menolak perlakuan itu meski tubuh merespon sebaliknya.

Saat wanita itu berusaha intens mendesak Maghala yang sudah setengah sadar dan menggelinjang. Tiba-tiba. Glatrak. Prang. Suara benda jatuh di bagian belakang rumah.

Wanita ayu pun merasa terganggu, aksi panasnya tertunda. Kepulan asap membumbung membuat tuan rumah panik. Dia mengabaikan sejenak mangsanya di kamar.

Saat dia kembali, lelaki tampan yang tengah di ujung tanduk kewarasan itu menghilang. Sang tuan rumah panik, menghubungi seseorang guna menceritakan kegagalan misinya.

"Bodoh! mengapa bisa lolos, kamar itu sudah ku lengkapi dengan kamera. Kau seharusnya tak memedulikan gangguan apapun. Orangku mengawasi di sekitar," umpat seorang lelaki di ujung sana.

"Masa aku lanjut, rumahku penuh asap dan kalian tak seorangpun datang membantu. Dimana orangmu itu! saat aku berjibaku sendiri, mereka baru tiba, telat! pokoknya aku minta bayaran!!" sergahnya tak ingin di salahkan. Panggilan pun terputus dengan cacian menyertai.

Mendengar kegagalan ini, sang pria mengubungi partnernya. Hendak mengumpat bahwa wanita yang dia sewa, bodoh, sehingga misi kali ini juga amblas.

"Kenapa jadi menyalahkan aku? kau kan yang eksekusi sedangkan aku menyediakan tempat sesuai keinginanmu bukan? tugasku selesai lah. Jika dia gagal ya urusanmu. Aku gak mau bayar fee wanita itu sebab risiko ada padamu," balas Adhisty.

"Tante jangan seenaknya dong. Kan ini rencana kita berdua," bantah Sade. Keduanya pun ricuh saling menyalahkan dan masing-masing tidak bersedia membayar jasa sang wanita penggoda.

...***...

Hilmi menyuap seorang maid untuk mendapatkan informasi di dalam kediaman Cyra. Dia ingin melindungi tuan mudanya secara diam-diam. Pagi ini, Hilmi mencurigai sesuatu. Panggilannya tidak di gubris sehingga dia mengikuti Maghala.

Dugaannya terjadi, dia lalu melempar bom asap ciptaannya untuk mengelabui mata-mata dan agar dapat menyelinap ke dalam.

Penampilan Maghala berantakan. Hilmi terpaksa membawa tuan mudanya dalam kondisi demikian ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

"Tolooooooooooong," teriak Hilmi kala baru tiba di depan IGD. Beberapa suster lalu membantu mengeluarkan Maghala dari dalam mobil. Ghala sangat kacau, era-ngan, des-ahan menguak udara pagi ruangan medis.

"Tuan muda, bertahanlah, maafkan aku terlambat," sesal Hilmi tak tega melihat reaksi obat telah bekerja hebat. Wajah sang asisten diliputi kecemasan, tangannya bergetar saking dia panik menyaksikan Maghala sangat tersiksa.

"Dokter berikan yang terbaik. Tolong," mohon Hilmi saat mendorong brangkar Ghala ke IGD. Asisten Janu, duduk gelisah di koridor. Sesekali berjalan mondar mandir di sana. Dia cemas akan fisik dan kondisi jantung Maghala tak kuat menahan hasrat menggebu nan tiada tersalurkan.

.

.

..._____________________...

Terpopuler

Comments

Mazree Gati

Mazree Gati

mahgala terlalu giblok

2024-05-17

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

HERAN DGN RMH ORG KAYA, GK ADA KUNCI SLOPNYA, KITA YG ORG BIASA SAJA, SELAIN KUNCI PUTAR, KITA JUGA TAMBAH KUNCI SLOP, BAIK UNTUK PINTU UTAMA, PINTU SAMPING, DAPUR, DN JUGA KAMAR..

2023-08-01

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

wooow amazing story thor lanjutkan seruuuu

2023-05-15

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!