BAB 3. DITEMUKAN

"Aku akan siapkan peralatan diam-diam agar lebih leluasa bereksplorasi. Asha, doakan aku ya," lirih Maghala melempar pandang ke arah ranjang dimana istrinya tidur.

Tepat pukul satu dini hari, lelaki tampan tapi terlihat lusuh itu menata bantal di atas sofa panjang, menarik selimutnya, lalu memejamkan mata, bersiap melepas lelah yang menyelimuti raga.

Sebelum subuh, Maghala sudah terbangun. Dia telah menyusun jadwal kegiatan hari ini, semoga tidak ada tugas dadakan lagi sehingga mempunyai waktu lebih untuk memulai usaha rahasianya.

Rutinitas pagi Maghala masih setia berteman teriakan, ocehan, makian bahkan julukan baru di dapat pagi ini.

"Benalu," teriak Adhisty memanggil menantunya, berdiri berkacak pinggang seraya mengetukkan heel ke lantai.

Maghala muncul dari dalam kamar dengan Asha yang telah wangi dan rapi.

"Eh, Asha tumben sarapan bareng kita," ujar sang mama, sedikit menahan diri kala melihat putrinya sangat rapi sepagi ini.

Tidak ada sahutan dari Asha, dia hanya diam. Maghala yang telah paham kebiasaan istrinya, cekatan mengambil sajian segar berupa potongan buah sebagai menu Asha hari ini.

"Heh, kamu kasih makan apa anakku? masa sepagi ini di kasih makan buah, jus apa itu? terlihat menjijikkan," cibir Adhisty, menunjuk dengan dagu saat melihat hidangan untuk putrinya.

"Aku yang minta," ucap Asha singkat, padat, membungkam cibiran ibunya.

Glek! Adhist tertohok.

"Silakan duduk, Ma. Scramble egg with mushroom and coleslaw," ujar Maghala menyodorkan pinggan milik Adhisty.

"Asha, tumben kamu makan bareng kita," sapa Alka melihat adiknya duduk bersama di sana.

"Kamu juga makan, jangan sampai pingsan sebab tugas hari ini banyak. Rumput mulai panjang, juga banyak sarang laba-laba di ceiling. Panaskan mobil sport Alka lalu dry clean gaun malam milikku untuk jamuan lusa nanti," tutur Adhisty, bibirnya tak henti membeberkan tugas Maghala hari itu.

"Tumben," batin Maghala.

"Baik, Ma. Sudah aku catat semua," jawab Ghala sembari menarik kursi di sebelah Asha, agar mudah menyuapi istrinya.

Mungkin karena kehadiran Asha di meja makan, mereka sedikit merendahkan volume suaranya.

"Aku mau buah import, Ma," ucap Asha meminta pada ibunya, gadis itu mengharap dengan tatapan memohon.

"Kamu punya suami, minta ke Ghala," balas sang mama, mulai mencoba aksi. Dia bahkan tak melihat ke arah Asha.

"Oke, akan aku belikan. Kamu mau buah apa?" tanya Ghala menoleh ke arah Asha.

Tiada jawaban lagi, ibu hamil itu hanya diam.

"Kalau Asha diam, artinya kamu gak bakalan mampu beli. Buah kesukaan Asha itu melon Jepang yang harganya satu juta lebih. Kamu pengangguran, mana punya uang segitu banyak," sindir Adhisty lagi, bibirnya tertarik ke atas, menyeringai sinis.

"Jangan sampai ponakan aku ngacay gara-gara bapaknya gagal memenuhi keinginan ngidam bininya," tawa Alka bergema.

Maghala diam, dia bukan ayah biologis bayi yang tengah dikandung Asha, akan tetapi bersedia memenuhi keinginan wanita ayu di sampingnya ini.

"Bilang saja. Akan aku usahakan, oke?" bisik Ghala saat menyuapkan suapan terakhir potongan buah.

Entah hanya pandangan Maghala saja atau memang Asha bersikap manis pagi ini. Sekilas dia melihat wanita disampingnya mengangguk samar.

"Peach dan anggur shine muscat," jawab Asha pelan.

Maghala mengangguk. "Oke, In sya Allah kebeli," ujarnya lagi.

Alka terbahak, dia mencibir Maghala. "Kamu tahu gak berapa harga anggur yang di minta Asha?" kekehnya geli melihat ekspresi pede Maghala.

"Biarkan saja dia malu saat di depan kassa, gak bisa bayar," sambung Adhisty ikut tertawa renyah hingga mulutnya terbuka lebar.

"Kalau gak mampu ya bilang aja sih, badut kawe, lo," ejek Alka seraya bangkit dari duduknya dan melenggang pergi.

Tak lama, Adhisty ikut bangun dari sana. Dia meraih dompet dari dalam tas lalu melempar satu ikat uang senilai dua juta ke arah Maghala.

"Tuh, buat keperluan yang aku suruh tadi. Sisanya untuk beli buah Asha. Pengangguran kok belagu setinggi langit!" ejek Adhisty melangkah pergi, decihan dari mulut pun lolos.

Hanya tarikan nafas yang dapat Maghala tunjukkan di hadapan Asha. Dia lalu membenahi semua kekacauan di meja makan dan bergegas mengerjakan tugas lainnya.

Tepat pukul sebelas siang, Ghala meminta izin pada Asha pergi keluar rumah untuk melaundry pakaian milik ibunya serta membeli buah pesanan Asha.

Motor matic putih miliknya meluncur meninggalkan kediaman. Saat memotong rute agar lekas sampai di tujuan, tiba-tiba jalannya di jegal sebuah mobil mewah.

Ciiiittttt. Suara decit ban, bergesekan dengan aspal jalan.

"Innalilahi," pekik Maghala, menarik tuas rem kencang, membelokkan stang motornya hampir membentur pohon di sisi jalan.

"Siapa sih! tapi kayak kenal," gumam Ghala saat melihat plat mobil di depannya.

"Selamat siang, tuan muda," sapa seorang pria perlente, membungkukkan badan saat baru keluar dari mobilnya.

"Siang ... loh, Hilmi, ada apa? kakek baik saja kan? kamu ngagetin sih, sudah berapa hari di sini?" cecar Ghala terkejut melihat asisten pribadi kakeknya berada jauh dengan beliau.

"Tuan besar Janu, sedikit stres. Anda diminta beliau untuk pulang. Menyudahi masa pelarian," pinta sang asisten. Mendekat ke arah Ghala, dia menahan stir motor sang tuan muda. Sorot mata Hilmi terlihat sendu, alisnya ikut bertaut hingga wajah cemas itu kentara.

"Tiga hari dalam pengintaian, tuan muda. Anda bahkan tak memberi kabar jika telah menikah. Saya terpaksa melakukan penjegalan sebab situasi Magenta grup tengah krisis," tutur Hilmi lagi, pandangannya kini menunduk, dia menghela nafas berat nan panjang.

"Kan ada Kak Madha, Bibi juga di sana. Banyak orang pintar membantu kakek," elak Maghala. Dia masih ingat ucapan menyakitkan dari penghuni Magenta grup.

Hilmi menghela nafas. Dia tahu ini tak akan mudah, tuan mudanya memang sengaja menyingkir.

"Mohon Anda pertimbangkan tentang ini. Keberlangsungan hajat hidup karyawan ada di tangan Anda," pinta Hilmi lagi, kali ini dia menepuk jemari Ghala di atas stir masih dengan binar mata sayu.

Maghala memejam, menghembus nafas kasar seraya menekan pangkal alisnya. Dilema, dia tak akan meninggalkan Asha. Justru ingin menunjukkan pada keluarga Cyra bahwa dirinya lelaki berguna.

"Pulanglah dulu, akan aku pikirkan nanti. Jika ada kesempatan menyelinap pergi, aku akan pulang sejenak menemui kakek," sahut Maghala.

"Baik. Anda hanya perlu menekan tombol panggilan cepat pada ponsel. Semua akan siap dalam sekejap," pungkas Hilmi, sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman samar. Sorot pandangan pun kini berbinar cerah.

Maghala mengangguk, lalu melanjutkan perjalanan menuju tujuan.

Tiada keributan di kediaman Cyra, mungkin para penghuni telah lelah hingga energinya habis meski sekedar melayangkan makian untuk menantu sampah mereka. Maghala tenang mengerjakan sesuatu di kamar dengan Asha.

Dia melihat istrinya lahap memakan anggur yang dia beli memakai kartu andalan miliknya. Sisa uang dari Adhisty hanya cukup untuk membeli setengah kilo peach. Senyum pun tersungging di bibir manis Maghala.

...***...

Keesokan pagi.

Maid mengatakan bahwa Maghala tak perlu membuat sarapan. Semua penghuni Cyra telah pergi sejak pagi buta keluar kota untuk urusan bisnis.

Merasa mendapat peluang menyelinap pergi, dia bergegas menyelesaikan semua pekerjaan rumah seperti biasanya. Maghala lalu menekan tombol panggilan cepat, sesuai instruksi Hilmi.

Dua jam kemudian.

"Asha, aku pergi sebentar ya. Dini hari in sya Allah telah kembali ke sini lagi. Kamu gak apa kan, ku tinggal sebentar?" kata Maghala pada Asha yang baru saja rapi.

"Semua kebutuhan kamu ada di sana, sudah aku siapkan," imbuhnya lagi, menunjuk ke arah meja sofa.

Asha melihat penampilan Maghala tak seperti biasanya. Dia sangat tampan, rapi dan wangi. Tanpa sadar, Asha mengangguk.

"Syukron, take care ya." Maghala keluar kamar, menitipkan Asha pada salah satu maid lalu meninggalkan kediaman Cyra.

Beberapa menit berikutnya. Tuan muda Magenta, tengah menuju titik temu guna terbang ke satu kota.

"Apa aku akan disambut baik di sana?" batin Maghala, risau.

.

.

..._________________...

Terpopuler

Comments

Budi Hermawan

Budi Hermawan

ada kata2 Sukron..
magala itu aslinya orang arab ya...

2024-08-22

0

Datu Zahra

Datu Zahra

Astaga, bapaknya aja enggak tau siapa itu bayi, keluarga gila enggak punya malu. Enggak ikhlas mc dapet istri dan keluarga hina begitu

2024-06-10

1

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

Sultan nich Maghala mc kita..

2024-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!