BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH

"Dia adalah ... pacarmu," tebak Maghala seraya terkekeh. Pernyataan bodoh, pikirnya.

Asha tetap bungkam. Tapi Maghala tak patah arang, Ashadiya adalah satu-satunya hiburan baginya. Menggoda sang istri yang tak pernah merespon merupakan tantangan tersendiri.

Setelah sarapan, Maghala mendorong kursi roda Asha menuju teras samping untuk berjemur sementara dirinya membersihkan bekas peralatan makan pagi ini.

Sebab kedatangan Maghala di rumah ini, membuat Alka memecat sebagian ART dan membebankan tugas mereka padanya. Beberapa maid yang tersisa acap kali merasa iba melihat sang menantu diperlakukan bak sampah.

"Den, sarapan dulu. Jangan sampai sakit, sebab kondisi lemah pun gak akan merubah tabiat nyonya," ucap salah satu maid saat Maghala mengerjakan semua tugas di dapur.

"Gak masalah Mbak-mbak, santuy. Toh aku terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga. Maklum, pedagang," kekeh Maghala, menghibur diri meski lelah jiwa raga.

Setelah dari dapur, dia lalu menuju kamar Adhisty, kemudian bilik Alka untuk mengganti seprei, selimut, gorden juga menggulung karpet kamar dan membawanya ke ruang cuci.

Kala melintas ruang tengah, Maghala meletakkan keranjang kotor lalu menarik kursi roda Asha dari teras samping, mendorongnya menuju ruang tengah untuk menonton televisi agar istrinya tak bosan.

"Aku sambil kerjakan yang lain ya, kalau kau butuh aku, goyangkan saja lonceng seperti biasanya, oke?" ujar Ghala sebelum meninggalkan Asha sendiri.

Menjelang Zuhur semua pekerjaan telah selesai. Ponselnya kini berdering, menampilkan sebuah nama di sana.

"Assalamualaikum, ya, Kak," sapa Maghala saat menjawab panggilan Alka.

"Ghala, bawakan aku map laporan yang tertinggal di meja ruang kerja. Map warna coklat, lekas," titah Alka di ujung sana.

"Baik, aku lihat dulu," jawab Maghala menuju ke ruang kerja kakak iparnya.

"Halo, ada gak? Ghala!" seru Alka, tak sabar.

"Gak ada Kak, di meja bersih. Aku buka laci pun kosong," sahut Maghala seraya merubah panggilan menjadi video call.

"Goblok banget sih! kalau gak ada di sana ya cari di kamar kek, meja makan, ruang keluarga atau kamar mama. Buruan napa!" sentak Alka lagi.

Menantu keluarga Cyra pun tergopoh menuju kamar Alka di lantai dua, memeriksa detail di sana, lalu beralih ke kamar mertuanya.

"Ghala, cepat! kuya!" teriak Alka gusar.

Maghala tak memedulikan makian Alka, dia tetap tenang mencari benda yang di maksud. "Ini bukan Kak?" tanyanya saat menemukan berkas yang di cari berada di meja rias Adhisty.

"Nah, iya. Lekas bawa kemari dalam sepuluh menit. Aku gak mau tahu!" bentak Alka seraya menutup panggilan sepihak.

Tut. Tut. Tut.

"Astaghfirullah. Ampun, ampun. Untungnya gak pada darah tinggi ya, emosi mulu." Maghala tertawa kecil.

"Kayak punya pintu Doraemon, sekejap tiba. Jakarta itu macet masbro, gak kayak di Saranjana," gumam Maghala bergegas menuruni tangga dan bersiap mengantar berkas ke kantor Cyra.

"Asha, aku pergi dulu antar ini ke Kak Alka, ya. Pulangnya sekalian belanja bulanan. Aku gak akan lama," kata Maghala saat melewati Asha yang di temani seorang maid.

Seperti biasa, wanita cantik itu hanya melirik sekilas lalu acuh kembali.

Lelaki tampan itu hanya mengganti kaosnya dan meraih jaket. Deru suara motor menandakan bahwa Maghala telah meninggalkan kediaman mewah keluarga Cyra.

...***...

Sesuai dugaan, dia terjebak kemacetan. Bukan Maghala jika tak memiliki solusi di saat genting.

"Untung motor ini boleh di bawa, coba kalau pakai mobil. Aku bisa di geprek saat tiba di kantor," gumam Ghala sembari menyelinap ke bahu jalanan yang lumayan longgar.

Dua puluh menit di butuhkan Maghala hingga sampai di kantor Alka. Namun, dia terlambat. Iparnya itu sudah memulai meeting. Maghala pun di antar oleh sekertaris Alka menuju ruang rapat.

Tok. Tok.

"Maaf, Pak. Berkas file nya tiba," kata sang sekretaris.

"Suruh masuk," sahut Alka menjeda jalannya presentasi oleh salah satu manager.

Maghala pun masuk ke ruangan itu. Menyerahkan berkas langsung ke tangan sang pimpinan.

"Lama amat! kamu laki tulen kan? kenapa lambannya mengalahkan nenekku yang berusia hampir tujuh puluh tahun," ejek Alka, menyeringai, ditujukan untuk adik iparnya.

"Tulen, Kak. Aku pamit, terima kasih," ujar Maghala tak ingin mengundang cibiran. Dia berbalik badan hendak keluar ruangan.

"Buru-buru amat sih, aku belum cek loh, ini benar atau tidak," ucap Alka lagi, sembari membuka ikatan map.

Maghala menghentikan langkah, lalu berdiri menepi ke sisi layar infocus.

"Dea, lain kali kalau dia datang ke sini, kamu langsung buka akses saja ke kantorku. Dia babu, biasa aku suruh-suruh, kok," ujar Alka lagi ke sekretarisnya.

Beberapa pasang mata menatap nanar pada sosok tampan di depan sana. Dea bahkan tersenyum miris, merasa malu atas perilaku pimpinannya.

Maghala tersenyum, lalu menunduk. Tiada hari tanpa ejekan dan hinaan yang dia terima dari keluarga ini.

"Mungkin keputusanku tepat, menikahi Asha meski awalnya terpaksa. Kasihan Asha, bakal makin depresi jika sikap mereka begini." Batin Maghala.

"Eh, Babu. Tampang doang ganteng, kerja lamban. Lain kali jangan terlambat begini. Sana pulang," cibir Alka lagi, seraya mengibaskan tangan mengusir Maghala yang langsung keluar ruangan.

...***...

Kadiaman Cyra.

Menantu Cyra tiba menjelang asar dengan membawa banyak barang belanjaan. Dia menaruh semua bawaannya di atas meja pantry, sebagian di lantai.

Maghala menjatuhkan diri duduk di depan kulkas, membuka salah satu pintunya dan meraih air dingin guna melepas dahaga.

"Alhamdulillah. Penat ya Robb, tapi mau gimana lagi, aku masih meraba peluang," gumam Maghala bergegas membereskan semua dan akan menuju kamar untuk membersihkan diri.

Setelah dia rapi, ingin bersantai sejenak menemani Asha sembari memijat kakinya, teriakan Alka yang baru pulang kerja, terdengar lagi.

"Ghalaaa!!!!!"

"Ya, Kak. Aku di sini," kata Maghala seraya mendorong kursi roda Asha keluar dari kamar.

"Nih, cuci mobil. Nanti malam aku pergi ke party. Jangan lupa mandikan Moly, dia mau ku bawa serta untuk di kawinkan dengan jenis yang sama. Cepat!" titah Alka melemparkan kunci dan menunjuk Moly di dalam kandang.

"Oh iya, satu lagi. Mulai malam ini, jika aku masih melihatmu ada di pinggir jalan dengan gerobak bodoh itu. Kakimu akan ku patahkan. Paham!" ancam Alka menunjuk tajam ke arah wajah adik iparnya.

Maghala menghela nafas panjang. Urusan sepele yang bisa dilakukan jasa cuci mobil di jalanan dan pet shop pun, harus tangan dia yang mengerjakan. Jalan usaha untuk memberi Asha nafkah, kini kandas juga.

"Sabar ya, Asha, pijatanmu tertunda," kekeh Maghala, meninggalkan Asha di ruang keluarga. Setelah memastikan istrinya nyaman, dia menuju garasi dengan membawa kandang kucing kesayangan Alka.

Tepat azan Maghrib, tugas dadakan bagai tahu bulat, selesai. Pekerjaan akhir akan dia jelang setelah salat nanti, membuat menu makan malam.

Deru mobil Alka menjauh, berganti dengan milik Adhisty yang baru tiba di hunian. Dia langsung mengecek semua pekerjaan menantunya itu.

"Ghalaaa, siapkan makan malam," seru sang mertua, mengetuk pintu kamar sambil lalu dan terus berjalan menaiki tangga.

"Sudah, Ma. Silakan," balas Ghala di ambang pintu kamar, menunjuk ke arah ruang makan.

Lelaki taat itu hendak menghampar sajadah, saat suara melengking Adhisty kembali terdengar.

Brak! pintu kamar di buka paksa Adhisty.

"Ghala! yang benar saja, menu begitu kamu sajikan untukku?" sentaknya marah, hingga mata sipit Adhisty membola. "Buatkan steak, mashed potatoes dan salad. Semua harus siap setelah aku selesai mandi," imbuhnya lagi, setelah menunjuk tajam ke arah meja makan lalu dia melenggang pergi.

Maghala menengadah, melepas hembusan nafas ke udara saat hendak melanjutkan ibadahnya. Dia menoleh ke arah Asha yang hanya diam.

"Salat dulu yuk. Setelah ini, kita makan. Asha, aku akan mencari alternatif usaha lain untuk memenuhi kebutuhanmu," tutur Ghala lembut mengusap kepala Asha yang memakai mukena.

Waktu bergulir cepat, semua pekerjaan Maghala telah selesai. Mendekati tengah malam, suasana kediaman Cyra terasa sangat sunyi. Namun, seorang pria masih terlihat sibuk memainkan ponselnya duduk di sofa kamar seakan mencari sesuatu di sana.

"Nah, dapat." Sorot mata Maghala berbinar.

.

.

..._________________...

Terpopuler

Comments

Datu Zahra

Datu Zahra

Anak dan adik hamil diluar nikah, enggak malu malah menjadi orang lain tumbal dan dihina. Cewek hamilnya juga enggak tau malu, udah punya aib sok suci dan angkuh. Aneh manusia

2024-06-10

1

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

apakah ada kehidupan menantu spt mc kita ini didunia nyata...

2024-05-09

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

INI MAGHALA KOQ SABAR BENAR JDI MANUSIA, APA MAGHALA NI GK BSA DUEL, DIANCAM KOQ TAKUT...

2023-08-01

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!