BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA

Maghala melihat lewat ekor mata, jika Asha memperhatikan dirinya dari balik selimut. Dia pun mengulas senyum.

Satu jam Maghala habiskan untuk membuat video unboxing semua produk sample yang dia punya. Mengunggah ke akun jualan lalu menyiapkan konsep konten esok pagi. Tak lupa, Ghala menyempatkan diri untuk membalas beberapa pesan masuk di ponselnya sebelum tidur.

Asha masih belum memejam meskipun kelopak matanya terasa sangat berat. Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua belas tepat, waktu paling lama dia terjaga di malam hari. Putri bungsu Adhisty masih penasaran dengan apa yang di lakukan Ghala.

Maghala menyadari istrinya belum tidur, dia khawatir Asha sedang kesakitan pada luka bekas operasi atau janinnya tak dapat di ajak kompromi.

Dengan langkah gontai, wajah lelah dan mata sayu tanda kantuk menyergap, Maghala menghampiri ranjang Asha.

"Kok belum tidur? ada yang sakit? atau lapar?" tanya Ghala, mulut Asha bak memiliki kunci. Jika bukan dia yang memulai, maka Asha takkan mengatakan apapun.

Seperti biasa, Asha hanya menggeleng. Dia menarik selimutnya hingga batas leher lalu berbaring miring, memunggungi Ghala.

"Sini, aku balur ya, biar kakimu hangat," kata Ghala.

Lelaki sabar itu meraih minyak gosok pada rak obat di atas meja nakas lalu menyingkap selimut dan membubuhkan di telapak kaki Asha.

"Dia sangat peka," batin Asha, menyimpul sebuah senyuman rahasia.

Setelah memastikan pendingin udara bersuhu sedang, selimut Asha rapat menutup tubuhnya, Maghala kembali ke sofa. Tak sampai lima menit, Ghala sudah menjelajah alam mimpi.

Aktivitas siang yang menguras tenaga, sedangkan malam menyita kerja keras di otaknya membuat jam tidur Maghala kacau. Sebab serentetan pekerjaan beda dunia inilah, bobot tubuhnya menurun drastis.

Sarapan pagi Maghala kali ini adalah julukan baru Alka yang mulai di sematkan padanya.

"Pagi, Bebegig sawah. Makin mirip aja kamu," kekeh Alka sembari manarik kursi di meja makan. Salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk senyuman mengejek.

"Kumplit banget ya, benalu, babu, pengangguran, sekarang setan sawah," timpal Adhisty, tertawa riang. Dia sampai mengebrak meja beberapa kali tanda bahwa setuju dengan Alka.

Maghala tak mempunyai energi untuk meladeni dua penghuni yang kerap memancing emosinya, sudah hafal kebiasaan mereka. Dia memilih diam dan meninggalkan ruang makan menuju kamar. Dia harus pandai mengatur waktu agar semua pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat. Maghala ingin apa yang dia kerjakan saat ini efektif dan efisien.

Setelah kepergian anggota keluarga Cyra, Ghala sigap membersihkan semua kekacauan pagi. Melakukan pekerjaan rumah yang menumpuk seperti biasanya.

Asha tak lagi bernafsu keluar kamar jika Ghala sudah masuk kembali ke bilik mereka. Apa yang dilakukan pria itu di sofa lebih menarik perhatiannya dibandingkan dengan suasana di luar meski hunian Cyra amat luas.

"Asha, mau keluar gak? tapi aku gak bisa nemenin lama," ujar Ghala, berjongkok di depan kursi roda Asha menawarkan berjalan pagi di sekitar Mansion.

"Enggak," lirih Asha menunduk, dia segan di tatap oleh manik mata teduh milik pria di hadapan.

"Aku ambilkan buah mau? jus? Snack?" tawar Ghala sebelum dia berkutat mencuri waktu membuat konten.

Asha mengangguk, tangan kanannya dia naikkan ke atas, lalu menunjuk ke arah pintu sebagai tanda dia ingin ikut dengan Maghala ke dapur.

"Come on, kita ke dapur ambil ransum," kekeh Ghala mendorong kursi roda Asha bagai tengah bermain dengan bocah usia dini.

Tak lama, keduanya kembali dengan membawa banyak makanan dan buah. "Jangan takut kehabisan, nanti aku beli lagi. Adek bayi harus banyak nutrisi, kamu juga," kata Ghala seraya mendorong kursi roda Asha ke sisi ranjang.

"Itu," tunjuk Asha ke arah sofa yang jarang dia sambangi semenjak di tempati oleh Ghala.

"Mau lihat aku kerja?" tanya Ghala memastikan, sebab tak biasanya Asha meminta hal demikian.

Wanita ayu itu mengangguk. Maghala mendorong Asha menuju ke sana. Dia pun duduk, meraih map coklat yang dia selipkan di bawah kursi.

Tak ada lagi obrolan, Ghala asik meneliti berkas, menyambungkan ponselnya dengan headset agar lebih fokus mendengarkan suara Hilmi di kejauhan.

"Bocornya di sini, purchase fiktif yang dilakukan bibi. Juga cocok dengan mutasi asing meski selisihnya tipis. Selain itu, akun kakak bertambah, tolong di selidiki lagi agar betul valid," kata Maghala berbicara sembari banyak melingkari temuan yang mencurigakan.

"Baik, tuan muda. Apa yang Anda curigai sama persis dengan milik saya," imbuh sang asisten.

"Nanti malam kita lanjutkan lagi. Aku harus mengerjakan sesuatu," timpal Ghala, merasa Asha memperhatikan sejak dia bicara tadi.

"Baik," suara Hilmi terdengar kala headset terlepas dari ponsel Ghala.

Kesempatan ini pun digunakan oleh Maghala untuk meminta izin dari Asha menggunakan laptop yang teronggok di atas meja rias.

Tuan muda Magenta, memberikan senyum manis untuk istrinya. "Asha, aku boleh pinjam laptop kamu yang itu?" tanya Ghala menunjuk ke arah meja rias.

Asha mengikuti arah pandang Ghala, dia lalu mengangguk beberapa kali.

Merasa harus menjelaskan agar Asha tidak salah arti, Ghala mengatakan nanti malam dia harus menyelidiki sebuah laporan keuangan, tugas dari seseorang yang amat dia sayangi.

Lagi-lagi, Asha hanya mengangguk. Dia lalu fokus menghabiskan makanan sementara Ghala keluar kamar untuk mengerjakan tugas selanjutnya.

"Aku tinggal gak apa ya, bunyikan lonceng jika kau butuh sesuatu," ucap Maghala sebelum keluar kamar.

Tepat azan Maghrib, lelaki tangguh itu membawa baki berisi makanan untuk Asha dan dirinya. Dia meminimalisir interaksi malam hari dengan keluarga Cyra, toh mereka pun akan langsung masuk kamar setelah dinner.

Sejak bada isya, Maghala mulai membuka laptop Asha, menanyakan sandi WiFi kediaman Cyra dan mulai menjelajah. Ingatannya kembali pada profile Alka juga rencana sang kakak ipar yang dia dengar beberapa waktu lalu.

"Oke, kita lanjutkan dulu mumpung Hilmi belum online," ucap Ghala, sembari melirik ke ranjang Asha.

Jemari Maghala lincah membuat satu kode, berusaha mengenali sandi akun Alka sehingga dapat meretas dengan leluasa. Hanya hitungan menit, senyum Ghala kembali terbit, dia kini tengah memandang deretan informasi tentang sang kakak ipar.

"Maha benar Alka dengan segala sikapnya," kekeh Ghala seakan menemukan harta. Sorot matanya memancarkan binar kebahagiaan.

"Ini toh. Ckck, tega ya, kalian sama saja saling suap menyuap. Magenta dan Cyra," keluh Maghala.

Asha yang memperlihatkan dari jauh amat penasaran sehingga dia gelisah di atas ranjang. Tanpa sadar, Ashadiya terlalu lebar bergulir hingga ke sisi tempat tidur.

"Asha!" seru Ghala, berlari secepat yang dia bisa, kala istrinya hampir jatuh akibat berguling ke sana sini.

"Panggil aku, jangan diam saja jika kau ingin mengutarakan sesuatu," imbuhnya sambil membopong tubuh Asha ke tengah ranjang.

"Maaf jika semua kelalaian ku menyebabkan kamu seperti ini. Aku tahu, maaf tak membalikkan keadaan, tapi tolong jangan buat aku makin merasa bersalah ya," tuturnya panjang.

Jika Alka banyak mengeluarkan sejumlah uang ke berbagai rekening, diduga untuk para wanita. Maka dia, mengenali watak Asha sebagai putri keluarga Cyra yang terabaikan. Adhisty bahkan tak bertanya lagi tentang kondisi pengobatan putrinya.

"Maaf, jika aku belum sepenuhnya mengerti dirimu, ya. Maafkan aku, Asha," ucap Ghala menatap Asha sendu sebab rasa bersalah itu masih bercokol di hatinya.

Asha bingung, bukan ini maksud kegelisahan yang mendera. Ingin berkata tidak akan tetapi dia selalu saja terkunci oleh tatapan teduh Ghala.

"Bukan itu, Ghala. Aku cuma mau...."

.

.

...____________________...

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

MAU APA,, BICARA ASHA....

2023-08-01

1

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

buseeet mantap dah thor lanjutkan

2023-05-14

2

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Mau apa,,,, 🤔 ish mom suka banget ngegantung, 🤭😁

2023-04-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!