BAB 4. MENEMUI JANU

Maghala meninggalkan kediaman Cyra menggunakan motor matic kesayangan. Sungguh hati terasa berat menitipkan Asha pada maid, sebab dia memang menggantungkan segala aktivitas padanya.

Titik temu yang Hilmi siapkan lumayan jauh dari kediaman Cyra. Hingga beberapa menit kemudian dia tiba saat asisten kakeknya itu tengah memberikan instruksi.

Tin. Tin. Tuan muda Magenta membunyikan klakson beberapa kali.

"Hilmi," panggil Maghala kala dia kian dekat.

Sang asisten menoleh, berlari kecil menghampiri Maghala di sisi lapangan landasan yang mereka siapkan.

"Tuan muda, silakan. Motor Anda akan di simpan oleh orangku di sana," ucap Hilmi menunjuk beberapa pemuda dan sebuah gedung kosong.

"Baik, terima kasih. Apa lokasi Ini aman?" tanya Ghala saat memberikan kunci motornya lalu menuju helipad.

"Aman, Tuan muda. Saya menyewa landasan dan sudah steril," balas sang asisten Janu.

Maghala menahan langkah, dia harus memastikan bahwa dapat kembali ke kota ini saat tengah malam nanti.

"Hilmi, kamu tahu kan bahwa aku harus kembali segera. Nanti kau harus ikut meyakinkan kakek jika aku tak bisa berlama di sana," pinta Maghala di angguki oleh Hilmi.

Keduanya lantas mengudara, membelah angkasa ibu kota menuju jantung kota di Jawa tengah.

Dua jam waktu tempuh yang Maghala butuhkan untuk tiba di Semarang. Kota kelahiran nan menyimpan banyak kenangan manis.

Meski Maghala dibesarkan dengan didikan disiplin ketat oleh kedua orang tuanya, akan tetapi masa kecilnya tidak terenggut. Lahir di keluarga terhormat tak membuat Maghala tumbuh menjadi sosok pemilih.

Dia membaur dengan masyarakat sekitar bahkan kerap sekolah di tempat biasa, tidak seperti sang kakak, Madaharsa yang selalu menginginkan fasilitas kelas satu.

"Almamater," gumam Maghala kala melewati sekolah terakhirnya, yang membuat dia tersingkir dari keluarga.

Beberapa menit berikutnya, mereka tiba di kediaman Mahananta.

Pintu gerbang itu membuka pelan kala security mengenali sang tamu. Mobil yang di kemudikan Hilmi memasuki pelataran Mansion.

Perlahan, kaki jenjang milik tuan muda turun menyentuh tanah kelahiran. Maghala menghirup udara Semarang leluasa. Setelah itu, dia masuk, mendorong pintu utama hunian pelan.

"Assalamualaikum," ucapan salam mengalun dari Maghala.

Tak ada sahutan dari dalam, dia lalu merangsek masuk menuju kamar sang kakek.

Tiba-tiba. Prang! Suara benda jatuh membuat Maghala menoleh.

"Gha-ghala!" panggil Janu terbata, terkejut melihat kepulangan cucunya yang telah lama pergi.

Maghala tersenyum ke arah sepuhnya, dia lantas menghampiri. "Kek!" sebutnya.

Binar mata Janu sendu, dia merentang tangan menyambut cucu nan dirindukan.

"Alhamdulillah," bisik Janu saat Maghala mendekap tubuh rentanya erat.

Suara bising di ruang keluarga membuat seorang pria keluar dari ruang kebesaran.

"Ghala?" panggilnya untuk pemuda yang sedang berpelukan dengan Janu.

Maghala mengurai pelukan. Dia menoleh ke sumber suara. "Kak!" sapanya ramah.

Ekspresi wajah Madaharsa datar, dia curiga akan kepulangan adiknya yang lama menghilang.

"Ada apa, kok pulang tiba-tiba?" tanya sang kakak, sinis.

"Mada! bukannya senang adikmu kembali, malah begitu. Dimana letak sopan santun petinggi Magenta grup?" sergah Janu tak suka dengan sikap Madaharsa.

"Dia pulang buat gantikan aku, Kek? kan harus rapat direksi dulu, panjang prosesnya, kandidat sementara ini kan tante Maharani," ujar Madaharsa terang-terangan.

Maghala menengahi, dia tak ingin terjadi keributan kembali di rumah ini.

"Aku gak menggantikan siapapun kok, Kak. Hanya ingin menjenguk Kakek saja," elak Maghala.

Madaharsa tak lantas percaya alasan kemunculan tiba-tiba adiknya itu. Janu pasti merencanakan sesuatu untuk menggeser posisinya di perusahaan.

Lelaki renta itu kemudian meminta maid membersihkan pecahan gelas dan menyiapkan hidangan makan siang untuk menyambut Ghala.

Janu lalu mengajak Maghala ke teras samping, bercengkerama melepas rindu sembari mengutarakan banyak hal, sementara Madaharsa kembali masuk ke ruang kerjanya.

Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba keduanya dikejutkan oleh suara lantang seorang wanita.

"Pa, ku dengar Maghala pulang sebab diminta oleh Papa? gak bisa gitu dong, Pa. Harusnya aku yang menggantikan Madaharsa bilamana dia akan dilengserkan," sergah Maharani, tanpa tedeng aling-aling dan tak memedulikan kehadiran Maghala di sana.

"Kamu ini, datang-datang nyerocos. Gak sopan! otakmu isinya duit duit dan duit. Rani, ponakanmu baru juga tiba, sudah menuduh macam-macam. Gak malu apa? kamu harusnya jadi panutan!" sindir Janu.

"Lagian kuasamu apa? aku masih hidup saja sudah rebutan begini. Bagaimana kalau aku mati, kamu ingin aku cepat mati, hah?" seru Janu naik pitam. Dia tak habis pikir, anak dan cucunya malah kisruh berebut takhta.

"Papa gak mungkin nyari dia kalau tidak punya maksud kan? aku tahu tabiat Papa. Rani mohon, pertimbangkan anak-anak Rani, Pa. Madaharsa itu suka gak tepat jika sharing profit ke aku," adu Maharani tentang keponakannya yang lain.

"Apa Tante bilang? aku dzolim gitu? sebutkan letak kesalahanku!" cecar Madaharsa, datang tiba-tiba bergabung dengan mereka.

"Stop!" seru Janu, dia kian merasa lelah.

"Permisi, Tuan besar, hidangan telah siap," ujar maid memecah obrolan mereka.

"Makan dulu, ayo Ghala, kalian juga," ajak Janu bangkit dan masuk ke dalam.

Semua menu kesukaan cucunya terhidang apik nan menggugah selera di meja. Mereka menghabiskan waktu makan dalam diam.

Setelah makan siang, Maghala pamit untuk salat Zuhur sementara Janu kedatangan dokter yang memeriksa kondisinya. Saat baru saja selesai menunaikan kewajiban ibadah, Madaharsa menemuinya di kamar.

Kakak sulung Maghala itu berterus terang akan maksudnya. Dia lantas meminta pendapat Maghala agar dapat mencuri ide kerja dari sang adik.

"Nah, gitu. Menurut mu bagaimana?" tanya Mada.

"Duh, Kak, aku gak paham masalah itu. Gimana ya?" elak Ghala berpura.

Madaharsa tak patah arang, dia mulai menawarkan banyak opsi keuntungan jika Maghala bersedia bekerjasama dengannya membesarkan perusahaan.

"Kamu gak usah mikirin apapun, biar aku saja menghandle semuanya, yang penting kita punya program kerja bagus. Profit dibagi dua, bagaimana?" tawar Madaharsa, dia tahu adiknya pasti mendapat misi dari Janu.

Maghala menggelengkan kepala, merasa tidak mengetahui apapun. Terlebih dia belum paham situasi di perusahaan, Ghala tak ingin gegabah. Biarlah dia menjadi pengamat dahulu.

"Aku gak tahu menahu, Kak. Boro-boro program kerja, duduk masalahnya apa, aku pun tidak ingin tahu. Aku puas dengan hidupku saat ini," balas Ghala.

Madaharsa pun mendengus kesal, dia lalu bangkit keluar dari bilik sang adik begitu saja. Membanting pintu kamar kencang sebagai tanda kecewa, tawarannya di tolak Ghala.

Brak!

Hari menjelang sore, Maghala mulai cemas, dia tak punya banyak waktu sementara Janu masih istirahat di kamar.

Ketika Maghala mencari Hilmi untuk mengantarnya kembali, dia tak sengaja mendengar sesuatu dari kamar Janu.

Maharani sedang membujuk kakeknya dengan mengajukan berbagai program kerja yang tepat di situasi genting perusahaan Magenta saat ini. Maghala berdiri di balik dinding kamar Janu.

"Coba Papa pelajari. Ini program kerjaku," tutur Maharani, tak menyerah membujuk Janu bahwa dirinya layak.

Ingin pamit, tapi Maghala tak enak menjeda obrolan serius mereka. Dia hanya diam menunggu. Ternyata keluarganya seperti ini, berebut kekuasaan. Maghala tersenyum sinis, menyadari sifat masing-masing penghuni.

Tiba-tiba.

"Heh! nguping ya kamu! ternyata benar kan, modus!" tuduh Maharani kala dia keluar dari kamar Janu, mendapati Maghala berdiri di balik dinding. "Ayo ngaku! muna ya kamu, Ghala!" imbuh Maharani.

"Bukan gitu, Tan. A-aku...." ucap Ghala menampik tuduhan.

"Kenapa lagi ini?" suara pria lainnya hadir di tengah kisruh.

.

.

...__________________...

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

mantap thor lanjut

2023-05-14

2

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Ya ampun ternyata keluarga Ghala pada gila harta semua ya, kasian gimna perasaan Ghala ya, 😌

2023-04-17

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Maaf Mom, "kedatang" "an" nya ketinggalan,, 🤭✌

2023-04-17

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!