BAB 10. KETAKUTAN ASHA

"Aku cuma mau melepaskan belitan selimut di kaki. Tak dapat menjangkau sebab sulit bangun," batin Asha. Lagi-lagi dia urung menyampaikan kata.

Maghala lalu membenarkan selimutnya lalu menuju sofa kembali, berkutat dengan kejanggalan yang dia temukan.

"Alka menyuap tim audit, sama seperti kakak dan bibi," gumam Ghala. Tak lama kemudian panggilan Hilmi membuat benda pipih yang tergeletak di atas meja bergetar.

Maghala melanjutkan misi dari Janu, hingga tepat pukul satu dini hari, dia baru membereskan semua perlengkapan dan bergegas tidur.

Keesokan pagi, setelah subuh.

Adhisty akan meninggalkan rumah lebih cepat dari biasanya sebab mempunyai janji temu dengan seorang klien. Dia berpapasan dengan Ghala dan menegur menantunya itu, mengingatkan bahwa hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungan Asha.

"Ghala, aku dan Alka tidak sarapan di rumah. Kami pergi dulu. Jangan lupa tugasmu yang lain. Aku tahu jika kau hanya berleha-leha di rumah ini!" sergah Adhisty seraya mendorong dahi Maghala dengan telunjuknya.

"Baik, Ma. Dokternya bebas kan?" tanya Ghala tak ingin di salahkan lagi.

"Bebas. Kan kamu yang bayar!" sahut Adhisty seraya tertawa renyah, wajah Nyonya besar Cyra amat sumringah pagi ini.

Adhisty sengaja menahan uang untuk pemeriksaan Asha, hanya karena ingin melihat Ghala memohon padanya. Namun, harapan itu pupus. Maghala malah melenggang pergi meninggalkan sang mertua, berdiri di ujung anak tangga.

Menjelang pukul sepuluh pagi. Asha dan Maghala sudah siap menuju ke rumah sakit. Dia lalu meninggalkan Ashadiya di teras sementara dirinya mengambil motor di garasi.

Ketika Ghala kembali dan akan memapah Asha menaiki motornya. Mobil Adhisty memasuki pelataran Mansion Cyra dan berhenti tepat di belakang motor Ghala yang terparkir di halaman depan.

"Belum pergi juga? apa kau menunggu uang dariku?" sergah Adhisty kala baru turun dari mobil. Dari pintu bagian kanan, muncul lelaki tampan menyusul sang mertua, menghampiri mereka.

Ashadiya terkejut kala melihat sosok pria yang datang bersama ibunya. Kepalanya menunduk dalam. Jemari pun saling bertaut dan mere-mas satu sama lain.

"Jadwal Asha jam sebelas, Ma," jawab Ghala lugas, tak peduli omelan Adhisty. Dia heran, Asha gelisah, seperti ketakutan.

"Kirain. Eh, tapi kamu pengangguran mana mungkin punya uang. Duh, aku lupa. Nih!" Adhisty merogoh tasnya lalu memasukkan uang paksa ke saku kemeja Ghala.

Sosok pria yang berdiri di belakang Adhisty pun terkekeh remeh.

"Ah, iya. Kenalin, dia Sade. Putra kolega Cyra. Asha, harusnya kamu punya suami macam Sade, bukan kek Bebegig sawah persis yang Alka bilang ini," sindir Adhisty pada Ghala.

"Halo, aku Sade. Wakil direktur Sadana grup," sapa Sade pada Maghala, seraya menjulurkan tangan untuk berjabat.

Maghala menanggapi polos, dia membalas uluran tangan Sade akan tetapi jemarinya hanya menggantung di udara. Sade mengalihkan pandangan pada Asha. Maghala tersenyum remeh, dia di abaikan.

"Hai Nona cantik. Apa kabar? siapa namamu?" tanya Sade hendak berjongkok didepan Asha.

"Asha, jangan diam saja. Sade mengajakmu bicara. Kamu tak pantas mengabaikan lelaki sepertinya yang memiliki kedudukan tinggi," ucap Adhisty menepuk lengan Asha.

Wanita ayu yang masih duduk di kursi roda pun kian gelisah kala Sade semakin mendekat. Dia memberanikan diri, memundurkan kursi rodanya dengan memencet tombol.

Reaksi Asha di luar dugaan Maghala, dia mengenali kebiasaan kecil istrinya apabila tidak nyaman. Ghala lalu menghalau pria yang bukan mahram bagi Asha.

"Tolong jaga sikap Anda, tuan muda. Dia istriku," ujar Ghala merentang satu lengan kanannya.

Adhisty menilai sikap Maghala berlebihan dan tidak sopan. Dia memukul bahu menantunya itu dengan tas. Buk!

"Awh, Ma!" keluh Ghala terkejut, menoleh ke arah Adhisty.

"Apa? gak sopan sama tamu. Aku sengaja mengajak beliau ke sini agar lebih private membicarakan bisnis. Kamu jangan merusak mood beliau," omel Adhisty, hendak mengajak Sade masuk.

Kiranya Adhisty salah ajak pria. Sade justru terlihat masih penasaran dengan Asha. Dia menggoda wanita ayu yang setia menunduk.

"Asha ya? nama yang cantik seperti orangnya. Bilang padaku jika kamu tak bahagia hidup dengannya. Aku bersedia memberikan kebahagiaan yang kau mau," ucap Sade terang-terangan di depan Ghala.

Adhisty merasa Sade tertarik dengan Asha, sekelumit rencana pun melintas dalam benak, senyum misterius tersungging di bibir wanita senja itu.

Ashadiya mulai tertekan, Maghala semakin yakin bahwa istrinya tak suka dengan kehadiran sosok pria idaman kolega Adhisty.

"Tolong jangan ganggu istriku, Tuan muda!" tegas Maghala, mengulang kalimatnya. Kali ini dia berdiri di depan kursi roda Asha.

Merasa Maghala melindunginya, tanpa sadar jemari kanan Asha terulur, meremat kuat bagian belakang kemeja Ghala.

Deg!

"Bener, Asha ketakutan. Siapa kamu sebenarnya?" batin Ghala.

"Aku hanya ingin mengenalnya. Dia terlalu cantik untuk diabaikan, apa salahku?" keluh Sade, seraya bangkit berhadapan dengan Ghala.

"Karena Asha, istriku! apa Anda masih kurang jelas? dia is-tri-ku!" tandas Ghala, melempar tatapan tajam pada Sade.

"Duh, maaf Tuan muda Sade, mantuku ini memang aib Cyra. Asha asal milih lelaki untuk di jadikan suami. Beginilah jadinya. Abaikan saja, mari masuk," ajak Adhisty sambil menarik pelan lengan Sade.

Lelaki itu memandang remeh Maghala, lalu melenggang pergi seiring langkah Adhisty yang masuk ke hunian.

Setelah kepergian keduanya, Maghala berbalik badan, lalu berjongkok di depan Asha.

"Kau kenal dia sebelumnya?" tanya Ghala curiga.

Ashadiya hanya diam, dia lalu menekan tombol ke arah samping bermaksud masuk hunian untuk menuju kamarnya.

"Oke. Aku gak akan tanya lagi. Ayo, kita ke dokter dulu," ajak Ghala, menahan laju kursi roda dengan memegang handlenya.

"Gak pake mobil. Kita ke rumah sakit menggunakan motor saja ya. Suamimu baru punya itu," tunjuk Ghala ke arah kendaraan roda dua yang terparkir tak jauh dari sana.

Asha mengangguk, Maghala pun mengikat rambut panjang istrinya, lalu membopong dan mendudukkan Asha di atas motor. Memakaikan helm dengan hati-hati ke kepala gadis itu serta tak lupa meresleting jaketnya.

"Pegangan dulu. Aku lipat kursi rodanya," kata Ghala kemudian. Tak lama, mereka pun meninggalkan kediaman Cyra.

Ini adalah kali pertama Ashadiya menaiki kendaraan roda dua. Dia mendekap tubuh Ghala erat seakan takut jatuh.

"Asha, apa kau sadar? kecepatan motorku, tidak lebih cepat daripada kayuhan sepeda kakek di depan sana," kata Maghala, merasa Asha takut berlebihan, perutnya terasa sesak.

"Buka mata dulu," pinta Ghala kembali.

Ashadiya merasa konyol, dia lalu memukul punggung Ghala berkali tanda bahwa dirinya kesal telah di bodohi.

Bukannya mengeluh sakit, Maghala malah tertawa lepas berhasil menggoda Ashadiya. Handle gas, dia tarik sedikit kencang hingga membuat Asha berteriak.

"Aaaaahhh!" pekik Asha terkejut.

Tuan muda Magenta, kembali tertawa riang sementara Asha memukuli Ghala sepanjang jalan. Lelaki ini tak tahu bahwa wanita di belakangnya, baru saja mengulas senyuman manis.

.

.

...________________...

Terpopuler

Comments

Dhewi Nurlela

Dhewi Nurlela

apa asha diperkosa Sade hingga hamil 🤔🤔

2024-07-24

0

IR WANTO

IR WANTO

lc terlalu bodohh..

2024-03-24

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

CURIGA SI SADE YG HAMILI ATAU PERKOSA ASHA..

2023-08-01

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!