BAB 5. MISI DARI JANU

"Ini Kak, aku baru saja akan pamit pulang tapi segan untuk menjeda obrolan Tante dengan Kakek. Aku menunggu di sini sebab ku lihat beliau telah selesai. Bukan bermaksud menguping pembicaraan, karena memang aku tak mendengar apapun," tutur Maghala panjang kala Madaharsa menegurnya.

"Halah, ngeles. Tampang doang polos tapi isi otak belum tentu, licik. Lagipula kenapa harus muncul di saat perusahaan krisis dan tersebar isu pengalihan pucuk pimpinan, sih," cibir Maharani lagi, dia menepuk file dalam genggaman ke bahu Maghala.

Maghala hanya diam, melawan pun rasa percuma. Maharani sudah menyematkan julukan dan opini negatif sebab kepulangannya.

Madaharsa tak berkomentar setelah Maghala menjelaskan duduk perkara. Dia berlenggang pergi naik ke lantai dua menuju kamarnya. Sementara Maharani, masih memberikan tausiah, tak lupa sedikit ancaman bagi sang kemenakan.

"Awas! kalau berani mengajukan diri menjadi pimpinan Magenta grup. Kamu tidak pantas!" bisik Maharani berlalu pergi.

Maghala, hanya menggelengkan kepala samar melihat kekakuan sikap antar penghuni Mansion. Meski telah menyingkir selama empat tahun, ternyata Maharani masih enggan menerima kehadirannya.

Janu mendengar keributan di luar kamar, susah payah dia bangkit hingga pada akhirnya menyerah. Lelaki renta itu memanggil Maghala dengan suara parau.

"Ghala!" seru Janu sekuat yang dia bisa.

Hening, beberapa detik.

Pintu kamar Janu, dibuka perlahan oleh Maghala. Pemuda itu lalu menutupnya kembali agar pembicaraan antar dirinya dan sang kakek tak didengar penghuni lain.

"Sini," pinta Janu agar Ghala mendekat.

Pendiri Magenta grup itu lalu menunjuk ke arah lemari besar di depan ranjang. Dia meminta Maghala mengambil sesuatu dari sana.

Maghala pun mengikuti. "Ini, Kek?" tanya Ghala memastikan bahwa satu bundel map coklat adalah benda yang di maksud.

Janu mengangguk. "Bawa sini, Ghala," pintanya lemah.

Ghala menghampiri sang kakek dan duduk di sisi ranjang seraya menyerahkan berkas. Janu meminta agar cucunya membuka isi dalam map coklat itu.

Beberapa lembar kertas berhasil dia tarik, Maghala membaca sekilas tulisan di atasnya. Dia lalu melihat ke arah tetua Magenta.

"Ini, laporan keuangan? akun kakak dan tante?" tanya Maghala dengan mata membola.

Janu mengangguk. "Coba kamu telaah sebentar Ghala. Apa menurutmu ada yang janggal dari situ?" lirih pendiri Magenta grup.

Maghala mencari alat tulis dari atas meja nakas. Dia pun beringsut turun dari sisi ranjang dan duduk di lantai agar leluasa.

"Di atas saja, Ghala. Masa di lantai," pinta Janu, melihat cucunya seakan begitu terbiasa duduk tanpa alas.

"Aku sudah biasa. Lagian lantai rumah ini lebih steril daripada kostan aku," kekeh Ghala.

Satu jam Maghala memeriksa semua berkas, hingga azan Maghrib menggema dia menjeda kegiatannya untuk menunaikan salat lebih dulu.

Janu meminta agar makan malam untuknya dan Ghala di antar ke kamar sebab cucunya ini tengah mengerjakan sesuatu dan dia tak ingin konsentrasi Maghala terganggu.

Tepat pukul sembilan malam, Maghala berhasil menandai beberapa poin penting temuannya. Dia menyodorkan pada Janu beberapa hal yang harus mendapat perhatian khusus para analis keuangan di perusahaan.

"Kredit, debit, purchase antara tanggal sekian dalam periode ini, siklusnya abnormal, Kek. Jika ada purchase harusnya stock bahan mentah naik, juga mungkin ada utang dan piutang atau pemasukan. Nah, untuk bagian itu, ternyata piutang kita malah tidak ada sedangkan stok fisik nol. Tolong Kakek cermati lagi," pinta Maghala, menunjukkan beberapa poin yang dia lingkari.

"Melihat ini bagai ember penuh pasir emas akan tetapi banyak lubang di dasarnya. Meski celah itu sangat kecil, tetap saja isi dalam ember akan menyusut perlahan. Ini namanya api dalam sekam, Kek," tutur Maghala panjang.

Janu mengamati sekilas, persis dugaannya. Ini adalah laporan keuangan yang dilakukan oleh Hilmi dan staff besutan pribadi. Bukan atas laporan audit perusahaan hasil kerja Maharani dan Madaharsa.

Pendiri Magenta grup, menatap Maghala takjub. Tak mengira jika cucu yang tersingkir justru memiliki analisa kuat nan berkembang pesat. Firasat Janu, Maghala memang berbakat di bidang bisnis sama seperti dirinya.

Untuk meyakinkan dan agar Janu memiliki bukti otentik, maka dia meminta Ghala membawa banyak berkas lain supaya dapat diselidiki bersama Hilmi.

"Tinggal di sini kembali ya, Ghala. Temani kakek, jangan pergi lagi," pintanya lemah, seakan menyesal dulu tak mencegah dia pergi.

"Aku gak bisa, Ashadiya menungguku. Dia istriku, Kek. Hidupnya masih bergantung padaku," ujar Ghala menolak ajakan Janu.

Pun apabila dia menginap tentu akan menimbun spekulasi atau bahkan keselamatan diri terancam sebab Maghala diduga menjadi kandidat kuat yang Janu ajukan.

Belum lagi tuduhan keluarga Cyra yang membabi buta. Bayangan depresi bakal mendera Asha kian menambah rasa bersalahnya.

"Jadi kamu mau pulang?" tanya Janu, memastikan meski berat melepasnya. Cucunya ini baru saja menceritakan kisah lengkap versi Maghala. (next bab di rinci)

Maghala mengangguk. "Asha belum fit, nanti aku ke sini lagi," ucap Ghala seraya tersenyum dan menepuk lembut lengan Janu yang tergolek di atas pembaringan.

Janu menggelengkan kepala. "Kamu menikah diam-diam, Ghala? jika saja Hilmi tak mendapat signal dari kartu yang kau gunakan itu, tentu kakek akan kesulitan menemukanmu," keluh Janu.

Maghala hanya tersenyum, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia terpaksa menggunakan kartu debit miliknya sebab Asha menginginkan buah import. Sedangkan dia tak lagi memiliki penghasilan sebab dilarang berjualan angkringan kembali oleh Alka.

"Seperti yang telah aku ceritakan tadi. Maaf ya Kek, tidak memberi kabar sebab semua terjadi tiba-tiba dan tanpa kesengajaan. Satu lagi, jika Kakek mendengar berita tentang aku yang tak senonoh, percayalah bahwa cucumu ini bukan pelakunya," terang Maghala.

Janu tidak mengerti apa yang Ghala maksud akan tetapi dirinya menghormati perkataan cucunya itu.

"Iya. Hati-hati di jalan, kabari Hilmi dan jangan lupa periksa berkas yang kakek minta," ujar Janu.

Maghala mengangguk, dia lalu membereskan semua kekacauan di sana sebelum pergi. Lantunan doa untuk Janu terucap dari bibir sensual pewaris Magenta grup.

Janu trenyuh, Maghala memang taat sejak dia baligh. Sangat bertolak belakang dengan Madaharsa yang cuek dan seenaknya.

"Aamiin. Pamit ya, Kek, assalamualaikum." Maghala meraih tangan renta untuk dia cium sebelum melangkah keluar kamar Janu.

"Wa 'alaikumsalam."

Sejurus pintu kamar Janu menutup, Hilmi sigap mendatangi sang tuan muda, lalu menyilakan Maghala untuk mengikutinya.

"Kita akan pakai private jet milik Sakhair yang sedang landing. Mereka hanya membawa kargo, dan kebetulan kita boleh menumpang agar tiba lebih cepat," kata Hilmi saat membuka pintu mobil untuk Maghala.

"Oke, yang penting aku pulang saat semua telah lelap. Asha bagaimana? aku mencemaskan dia," tanya Ghala pada sang asisten.

"Istri Anda baik saja, Tuan muda," jawab Hilmi seraya menekan pedal gas meninggalkan Mansion Mahananta.

Hati Maghala risau, bayangan Asha kesulitan melakukan banyak hal menghantuinya. Berkas dalam genggaman adalah amanah yang harus dia emban. Maghala menghela nafas berat, tanggung jawab pun semakin banyak.

"Kakek. Asha. Mampukah aku?"

.

.

..._________________...

Terpopuler

Comments

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

Lanjut bc ah..

2024-05-09

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KIRA2 SIAPA YG HAMILI ASHA,, APA NNTI MUNCUL LAGI TU LAKI2 YG HAMILI ASHA...

2023-08-01

1

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

mantuuul thor lanjutkan

2023-05-14

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2 BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3 BAB 3. DITEMUKAN
4 BAB 4. MENEMUI JANU
5 BAB 5. MISI DARI JANU
6 BAB 6. MIMPI BURUK
7 BAB 7. RAHASIA ALKA
8 BAB 8. USAHA MAGHALA
9 BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10 BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11 BAB 11. BOOSTER
12 BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13 BAB 13. TUNTUTAN
14 BAB 14. CURHAT
15 BAB 15. UPAYA SADE
16 BAB 16. PETAKA
17 BAB 17. MANISNYA PAGI
18 BAB 18. MURKA JANU
19 BAB 19. KISAH SURAM
20 BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21 BAB 21. KODE DARI GHALA
22 BAB 22. KECEMASAN
23 BAB 23. BANTUAN
24 BAB 24. PATRIANUSA
25 BAB 25. SAMA PENTING
26 BAB 26. HEART TO HEART
27 BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28 BAB 28. TEMUAN
29 BAB 29. PHOBIA
30 BAB 30. SIASAT
31 BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32 BAB 32. JEBAKAN GHALA
33 BAB 33. IDENTITAS GHALA
34 BAB 34. DILEMA
35 BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36 BAB 36. KRITIS
37 BAB 37. KEJUJURAN
38 BAB 38. KEJUJURAN (2)
39 BAB 39. MULAI TERBUKA
40 BAB 40. JUNGKIR BALIK
41 BAB 41. ITS ME
42 BAB 42. SANG MENANTU
43 BAB 43. PENEGASAN
44 BAB 44. AISEL ALMAAS
45 BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46 BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47 BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48 BAB 48. MAHARANI DWIPA
49 BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50 BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51 BAB 51. HIBAH
52 BAB 52. ADIL
53 BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54 BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55 BAB 55. MISI BARU GHALA
56 BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57 BAB 57. UPAYA
58 BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59 BAB 59. DEBUT
60 BAB 60. READY FOR BATTLE
61 BAB 61. ULAH SI ANU
62 BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63 BAB 63. TANTANGAN
64 BAB 64. SETERU
65 BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66 BAB 66. TERSANGKA
67 BAB 67. DHUAR
68 BAB 68. PENSIUN
69 BAB 69. NEW DAY
70 BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71 BAB 71. PENGUKUHAN
72 BAB 72. KALUT
73 BAB 73. NGAJI RASA
74 BAB 74. VONIS
75 BAB 75. TUNAI
76 BAB 76. SYUKUR
77 BAB 77. PENGEMBALIAN
78 BAB 78. ALMOST
79 BAB 79. AKUISISI
80 BAB 80. HAPPINESS
81 BAB 81. DAMAI
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. TERPAKSA DEMI ASHA
2
BAB 2. HARGA DIRI MUSNAH
3
BAB 3. DITEMUKAN
4
BAB 4. MENEMUI JANU
5
BAB 5. MISI DARI JANU
6
BAB 6. MIMPI BURUK
7
BAB 7. RAHASIA ALKA
8
BAB 8. USAHA MAGHALA
9
BAB 9. MENGENALI WATAK CYRA
10
BAB 10. KETAKUTAN ASHA
11
BAB 11. BOOSTER
12
BAB 12. KECURIGAAN ADHISTY
13
BAB 13. TUNTUTAN
14
BAB 14. CURHAT
15
BAB 15. UPAYA SADE
16
BAB 16. PETAKA
17
BAB 17. MANISNYA PAGI
18
BAB 18. MURKA JANU
19
BAB 19. KISAH SURAM
20
BAB 20. TUDUHAN ADHISTY
21
BAB 21. KODE DARI GHALA
22
BAB 22. KECEMASAN
23
BAB 23. BANTUAN
24
BAB 24. PATRIANUSA
25
BAB 25. SAMA PENTING
26
BAB 26. HEART TO HEART
27
BAB 27. ANGGUN DIAZAE
28
BAB 28. TEMUAN
29
BAB 29. PHOBIA
30
BAB 30. SIASAT
31
BAB 31. RAHASIA ASHADIYA
32
BAB 32. JEBAKAN GHALA
33
BAB 33. IDENTITAS GHALA
34
BAB 34. DILEMA
35
BAB 35. BERUBAH ALIRAN MELUKIS
36
BAB 36. KRITIS
37
BAB 37. KEJUJURAN
38
BAB 38. KEJUJURAN (2)
39
BAB 39. MULAI TERBUKA
40
BAB 40. JUNGKIR BALIK
41
BAB 41. ITS ME
42
BAB 42. SANG MENANTU
43
BAB 43. PENEGASAN
44
BAB 44. AISEL ALMAAS
45
BAB 45. MADAHARSA TUMBANG
46
BAB 46. RAHASIA DARI MADA
47
BAB 47. SEBELUM GEBRAK MEJA
48
BAB 48. MAHARANI DWIPA
49
BAB 49. MENGURAI KISRUH SANG CEO
50
BAB 50. JELANG MEETING ESOK
51
BAB 51. HIBAH
52
BAB 52. ADIL
53
BAB 53. MY OWN HUMAIRA
54
BAB 54. MOMENT BAHAGIA
55
BAB 55. MISI BARU GHALA
56
BAB 56. DEMI SANG NYONYA SAKHA
57
BAB 57. UPAYA
58
BAB 58. PREPARE SEGALANYA
59
BAB 59. DEBUT
60
BAB 60. READY FOR BATTLE
61
BAB 61. ULAH SI ANU
62
BAB 62. DI AKUI ADHISTY
63
BAB 63. TANTANGAN
64
BAB 64. SETERU
65
BAB 65. AKHIR DARI LAYLA
66
BAB 66. TERSANGKA
67
BAB 67. DHUAR
68
BAB 68. PENSIUN
69
BAB 69. NEW DAY
70
BAB 70. KEINGINAN ADHISTY
71
BAB 71. PENGUKUHAN
72
BAB 72. KALUT
73
BAB 73. NGAJI RASA
74
BAB 74. VONIS
75
BAB 75. TUNAI
76
BAB 76. SYUKUR
77
BAB 77. PENGEMBALIAN
78
BAB 78. ALMOST
79
BAB 79. AKUISISI
80
BAB 80. HAPPINESS
81
BAB 81. DAMAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!