Bab 17. Tingkah aneh gadis kecil

"Si- siapa, jangan mencoba untuk menakuti?" tanya Mayra penasaran.

Namun, pertanyaan Mayra tak terjawab hanya hembusan angin dingin yang tiba-tiba menyapu rambutnya lembut serta aroma wangi dupa yang tak asing di hidungnya.

"Hash. Kenapa aroma ini masuh membekas dan sepertinya semakin kuat," gumam Mayra sembari berjalan menyusuri setiap sudut rumah.

Mayra sedikit terkejut saat netranya melihat dupa yang masih mengepul di sudut ruangan. Dupa yang berjumlah ganjl ini masih menyala meskipun sudah hampir semalaman di letakkan di oleh laki-laki tinggi besar. "Aneh." Hanya ini yang keluar dari bibir Mayra.

Pandangan Mayra terputus saat kabut mulai menipis saat ini dirinya melihat bayangan gadis kecil yang duduk terpekur di luar batas penangkal pandangannya tertuju pada rumah ini. Bergegas Mayra menghampiri tetapi semua yang di lihatnya menghilang begitu saja. "Apa ini mimpi?"

"Argh .... "Umpatnya kesal.

Mayra memilih untuk berdiri di halaman dengan perlahan ia menarik napas dan membuangnya dengan tenang. "Fokus Mayra, mulai saat ini kamu harus bisa mencari tahu siapa gadis kecil itu dan kenapa dia ingin di panggil Kakcil," gumamnya sendiri.

"Kamu, kemarilah!" panggil Mayra saat melihat gadis kecil ini sudah berdiri menatap tajam ke arahnya.

Gadis kecil ini hanya menggeleng dengan bibir membiru dan wajahnya yang putih pucat tanpa menggunakan sandal. "Kemarilah atau aku yang ke sana?" tanya Mayra sembari melangkah mendekat.

Gadis ini tak menjawab dan berlalu pergi tak menghiraukan panggilan Mayra. "Tunggu! Argh ... selalu seperti itu," omel Mayra tak suka.

Mayra yang penasaran memilh untuk mengekor langkah gadis ini dan lagi-lagi gadis ini menghilang di balik pihon besar dan rumah yang ia ceritakan tak pernah Mayra lihat. Mayra yang merasa putus asa akhirnya memilih berdiri di pohon besar, memindai tempat yang sudah beberapa kali ia kunjungi tetapi semuanya masih sama hanya ada semak belukar dan hamparan rumput yang mungkin berukuran tak luas di balik pohon besar ini.

"Hm ... sebaiknya aku ikuti saja permainan gadis kecil ini atau aku mencari tahu sendiri," ucap Mayra pelan.

"Sebaiknya aku kembali saja dan mungkin esok aku akan mencari tahu dan semoga kabut ini segera menghilang dan matahari esok bisa menghangatkan rumah," ujarnya sembari melangkah masuk dalam rumah.

Menutup pintu perlahan. "Aku di sini," suara gadis kecil ini tiba-tiba mengejutkan dirinya.

"Ka-kamu, bagaimana kamu bisa cepat sampai kemari?" tanya Mayra bingung.

"Ash ... kamu yang terlalu banyak melamun," jawab gadis kecil ini aneh.

Mendengar jawaban gadis kecil ini Mayra langsung menatap tak percaya. "Enggak mungkin, meskipun aku berdiri di sana pasti aku bisa melihat kamu lewat," kekeh Mayra.

"Kamu-kamu, panggil aku kakcil, paham!" seru gadis ini tak terima.

Mayra memilih pergi dan duduk begitu saja di sofa dan memindai tubuh gadis ini di bawah remang lampu ruang tamu. "Kemarilah aku keringkan rambut kamu dan aku sisir rambut kamu setelah itu gantilah baju kamu," tukas Mayra tak tega saat mendapati tubuh gadis ini dengan rambut dan baju yang selalu terlihat basah.

Kali ini gadis kecil ini hanya menurut dan mendekat ke arah Mayra, dia menyerahkan tubuhnya begitu saja bersamaan dengan aroma wangi melati yang menusuk hidungnya tajam. Mayra sesaat terkejut saat memegang tubuh gadis ini. "Ke-kenapa baju dan rambutnya kering, tetapi .... " Mayra memilih tak melanjutkan ucapannya saat gadis yang berdiri di depannya menatapnya tajam.

"Kemarilah!" pinta Mayra sembari menarik tangan gadis kecil ini.

Mayra tak menghiraukan rasa dingin yang ia rasakan. Tangannya kini sibuk menyisir dan terus berusaha mengajak gadis ini berbicara, tak ada jawaban hanya diam dan terus menunduk hingga Mayra menyelesaikan niatnya. Namun, Mayra kembali di kejutkan oleh sikap gadis yang duduk di depannya.

"Aroma tubuhmu mengingatkan aku akan seseorang," ujarnya sembari berdiri sedikit menjauh.

"Maksud kamu?" tanya Mayra bingung.

"Entalah, tetapi aku sangat tidak menyukainya," ucapnya pelan dan semakin menjauh di mana Mayra duduk.

"Tidurlah di sini Kakcil dan temani aku," pinta Mayra membujuk.

Usaha Mayra untuk membujuk sia-sia, gadis ini kemudian berlalu begitu saja dan tak lama tubuhnya menghilang bersama turunya kabut.

"Bagaimana aku bisa mendekat," gumam Mayra pelan.

Masih duduk dengan lamunan dan semua pemikirannya. "Hai .... " suara gadis ini lagi.

"Kamu, jangan terus membuatku terkejut," ujar Mayra pelan.

Gadis ini tersenyum menyeringai saat Mayra menegurnya pelan. Tak lama gadis ini menarik tangan Mayra. "Hujan. Ayo, kita main hujan," ucapnya sembari menarik paksa tangan Mayra.

Mayra yang merasa keberatan akhirnya menurut juga demi bisa mencari tahu siapa gadis ini sebenarnya. Hujan yang turun dengan deras tsk menyurutkan niat gadis ini ia terus menari di bawah guyuran air hujan dengan gembiranya. Mayra yang melihat sikap gadis ini seketika menghentikan langkahnya. Tubuhnya telah basah begitu juga dengan rambutnya tetapi dia tetap bertahan untuk melihat kebahagiaan gadis ini.

"Kamu, apa orang tuamu tak mencari kamu dan apa mereka tak marah jika melihat kamu bermain hujan seperti ini?" tanya Mayra.

Gadis ini langsung menghentikan sikapnya, menatap takut dan melihat tertunduk ke arah Mayra. Masih berdiri di bawah guyuran air hujan yang makin deras gadis ini berdiri mematung dan membeku ketakutan. Mayra perlahan mendekat ke arah gadis kecil ini dan menyentuhnya dengan pelan.

"Maaf, jika ucapanku menakutkan kamu tetapi setidaknya berteduh dan hentikan bermain hujan," tutur Mayra sembari memeluk tubuh gadis kecil ini.

Perlahan gadis ini menatap tak percaya dan kemudian mendorong tubuh Mayra keras dan berlari menjauh dan kembali hilang di balik pohon besar.

"Kenapa dia bersikap aneh seperti itu?" tanya Mayra yang masih berdiri terpaku di bawah guyuran air hujan.

Episodes
1 Bab 1. Kesal
2 Bab 2. Perjodohan
3 Bab 3. Pelarian
4 Bab 4. Ibu yang aneh
5 Bab 5. Bertemu dengan gadis kecil
6 Bab 6. Gadis kecil
7 Bab 7. Rumah yang aneh
8 Bab 8. Mencari tahu
9 Bab 9. Ada yang aneh dengan gadis ini
10 Bab 10. Dik, jangan menggoda
11 Bab 11. Di balik pohon
12 Bab 12. Penangkal untuk Mayra
13 Bab 13. Penampakan yang seperti ini
14 Bab 14. Hm ... rupanya kalian sudah bertemu dengannya.
15 Bab 15. Wanita itu Danyang kampung
16 Bab 16. Mimpi yang aneh
17 Bab 17. Tingkah aneh gadis kecil
18 Bab 18. Pesan wanita tua
19 Bab 19. Tempat apa ini
20 Bab 20. Mayra pulanglah Nak
21 Bab 21. Panggilan untuk Mayra
22 Bab 22. Panggilan yang gagal
23 Bab 23. Mak, tolong
24 Bab 24. Ketakutan Rusli
25 Bab 25. Kampung ini
26 Bab 26. Aneh
27 Bab 27. Wajah itu
28 Bab 28. Mayra kita pulang Nak
29 Bab 29. Pertanyaan Mayra
30 Bab 30. Mayra berubah aneh
31 Bab 31. Rusli takut
32 Bab 32. Siapa Laras
33 Bab 33. Rusli flashback
34 Bab 34. Mayra kerasukan
35 Bab 35. Semakin hari semakin aneh
36 Bab 36. Benar itu kamu Mayra
37 Bab 37. Penyesalan yang terlambat
38 Bab 38. Suara yang aneh
39 Bab 39. Kerasukan
40 Bab 40.
41 Bab 41
42 Bab 42. Aku inginkan Mayra
43 Bab 43. Kesadaran Mayra
44 Bab 44. Kedatangan Mak Tum
45 BAB 45. Menyelamatkan Mayra.
46 Bab 46. Tentang Bi Nah
47 Bab 47. Masih Bi Nah
48 Bab 48. Sudah waktunya
49 Bab 49. Maaf Laras
50 Bab 50. Hanya siasat Bi Nah
51 Bab 51. Aku lah pemenangnya Tum
52 Bab 52. Ternyata firasatku benar adanya
53 Bab 53. Apa ada yang salah
54 Bab 54. Percakapan Panca dan Laras
55 Bab 55. Pergilah dengan baik
56 Bab 56. Pergi dengan senyum
57 Bab 57. Semua sudah berlalu
58 Bab 58. Kenyataan yang harus Mayra terima
59 Bab 59. Terima aku, agar aku bisa mengawal Nona.
60 Bab 60. Nama kamu Aisah
61 Bab 61. Tantangan pertama Mayra
62 Bab 62. Biarkan saya mengabdi pada Nona
63 Bab 63. Lihat kenyataannya
64 Bab 64. Aku tidak gila
65 Bab 65. Nona harus bersiap
66 Bab 66. Bertemu kembali
67 Bab 67. Menagih janji
68 Bab 68. Siapa Syahri
69 Bab 69. Aku lah sosok yang tepat untukmu
70 Bab 70. Energi kita sudah selaras.
71 Bab 71. Belajarlah untuk tenang
72 Bab 72. Tiba-tiba Sakti
73 Bab 73. Kejujuran Gendis
74 Bab 74. Gendis kerasukan
75 Bab 75. Serangan masa lalu
76 Bab 76. Duel
77 Bab 77. Maaf, Mayra
78 Bab 78. Tuan Anda
79 Bab 79. Cerita Panca
80 Bab 80. Dua tahun kemudian
81 Bab 81. Kenyataan yang lama tersimpan
82 Bab 82. Cerita Pak Satpam
83 Bab 83. Ada apa dengan rumah Mak Tum
84 Bab 84. Kedai yang aneh
85 Bab 85. Hutan ini
86 Bab 86. Ada-ada saja Mak Tum
87 Bab 87. Panca tiba-tiba aneh
88 Bab 88. Memori Mak Tum
89 Bab 89. Ini duniaku
90 Bab 90. Semua seperti mimpi
91 Bab 91. Taktik Mayra
92 Bab 92. Akhir dari Syahri
93 Bab 93.Perubahan sikap Mayra
94 Bab 94. Pulang ke rumah
95 Bab 95. Mayra beradu
96 Bab 96. Akhir Syahri
97 Bab 97. Tempat terakhir
98 Bab 98. Hari yang baru
99 Bab 99. Ada apa ini
100 Bab 100. Bangkit
101 Bab 101. Kedatangan Gendis
102 Bab 102. Cerita Gendis
103 Bab 103. Cupu kuningan
104 Bab 104. Berangkat Bis terakhir
105 Bab 105. Bis hantu
106 Bab 106. Suara itu memanggil
107 Bab 107. Saya anaknya Rusli
108 Bab 108. Cerita Kakek
109 Bab 109. Pulang dengan kecewa
110 Bab 110.
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Kesal
2
Bab 2. Perjodohan
3
Bab 3. Pelarian
4
Bab 4. Ibu yang aneh
5
Bab 5. Bertemu dengan gadis kecil
6
Bab 6. Gadis kecil
7
Bab 7. Rumah yang aneh
8
Bab 8. Mencari tahu
9
Bab 9. Ada yang aneh dengan gadis ini
10
Bab 10. Dik, jangan menggoda
11
Bab 11. Di balik pohon
12
Bab 12. Penangkal untuk Mayra
13
Bab 13. Penampakan yang seperti ini
14
Bab 14. Hm ... rupanya kalian sudah bertemu dengannya.
15
Bab 15. Wanita itu Danyang kampung
16
Bab 16. Mimpi yang aneh
17
Bab 17. Tingkah aneh gadis kecil
18
Bab 18. Pesan wanita tua
19
Bab 19. Tempat apa ini
20
Bab 20. Mayra pulanglah Nak
21
Bab 21. Panggilan untuk Mayra
22
Bab 22. Panggilan yang gagal
23
Bab 23. Mak, tolong
24
Bab 24. Ketakutan Rusli
25
Bab 25. Kampung ini
26
Bab 26. Aneh
27
Bab 27. Wajah itu
28
Bab 28. Mayra kita pulang Nak
29
Bab 29. Pertanyaan Mayra
30
Bab 30. Mayra berubah aneh
31
Bab 31. Rusli takut
32
Bab 32. Siapa Laras
33
Bab 33. Rusli flashback
34
Bab 34. Mayra kerasukan
35
Bab 35. Semakin hari semakin aneh
36
Bab 36. Benar itu kamu Mayra
37
Bab 37. Penyesalan yang terlambat
38
Bab 38. Suara yang aneh
39
Bab 39. Kerasukan
40
Bab 40.
41
Bab 41
42
Bab 42. Aku inginkan Mayra
43
Bab 43. Kesadaran Mayra
44
Bab 44. Kedatangan Mak Tum
45
BAB 45. Menyelamatkan Mayra.
46
Bab 46. Tentang Bi Nah
47
Bab 47. Masih Bi Nah
48
Bab 48. Sudah waktunya
49
Bab 49. Maaf Laras
50
Bab 50. Hanya siasat Bi Nah
51
Bab 51. Aku lah pemenangnya Tum
52
Bab 52. Ternyata firasatku benar adanya
53
Bab 53. Apa ada yang salah
54
Bab 54. Percakapan Panca dan Laras
55
Bab 55. Pergilah dengan baik
56
Bab 56. Pergi dengan senyum
57
Bab 57. Semua sudah berlalu
58
Bab 58. Kenyataan yang harus Mayra terima
59
Bab 59. Terima aku, agar aku bisa mengawal Nona.
60
Bab 60. Nama kamu Aisah
61
Bab 61. Tantangan pertama Mayra
62
Bab 62. Biarkan saya mengabdi pada Nona
63
Bab 63. Lihat kenyataannya
64
Bab 64. Aku tidak gila
65
Bab 65. Nona harus bersiap
66
Bab 66. Bertemu kembali
67
Bab 67. Menagih janji
68
Bab 68. Siapa Syahri
69
Bab 69. Aku lah sosok yang tepat untukmu
70
Bab 70. Energi kita sudah selaras.
71
Bab 71. Belajarlah untuk tenang
72
Bab 72. Tiba-tiba Sakti
73
Bab 73. Kejujuran Gendis
74
Bab 74. Gendis kerasukan
75
Bab 75. Serangan masa lalu
76
Bab 76. Duel
77
Bab 77. Maaf, Mayra
78
Bab 78. Tuan Anda
79
Bab 79. Cerita Panca
80
Bab 80. Dua tahun kemudian
81
Bab 81. Kenyataan yang lama tersimpan
82
Bab 82. Cerita Pak Satpam
83
Bab 83. Ada apa dengan rumah Mak Tum
84
Bab 84. Kedai yang aneh
85
Bab 85. Hutan ini
86
Bab 86. Ada-ada saja Mak Tum
87
Bab 87. Panca tiba-tiba aneh
88
Bab 88. Memori Mak Tum
89
Bab 89. Ini duniaku
90
Bab 90. Semua seperti mimpi
91
Bab 91. Taktik Mayra
92
Bab 92. Akhir dari Syahri
93
Bab 93.Perubahan sikap Mayra
94
Bab 94. Pulang ke rumah
95
Bab 95. Mayra beradu
96
Bab 96. Akhir Syahri
97
Bab 97. Tempat terakhir
98
Bab 98. Hari yang baru
99
Bab 99. Ada apa ini
100
Bab 100. Bangkit
101
Bab 101. Kedatangan Gendis
102
Bab 102. Cerita Gendis
103
Bab 103. Cupu kuningan
104
Bab 104. Berangkat Bis terakhir
105
Bab 105. Bis hantu
106
Bab 106. Suara itu memanggil
107
Bab 107. Saya anaknya Rusli
108
Bab 108. Cerita Kakek
109
Bab 109. Pulang dengan kecewa
110
Bab 110.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!