Ketiga laki-laki ini tak kunjung sadar dari pingsannya udara dingin yang turun malam ini membuat mereka lambat laun terbangun dan sedikit terkejut saat melihat di mana mereka berada. Perlahan salah seorang dari mereka bangkit dan mengguncang tubuh temannya agar segera sadar saat ini mereka ada di mana. Respon lambat dari dua temannya lakukan membuat laki-laki ini sedikit geram. Namun, semua kesal hatinya terhenti saat melihat bayangan yang samar tersorot oleh remang lampu.
"Si-siapa Anda?" tanya laki-laki ini gusar.
Mendengar pertanyaan dari laki-laki ini wanita yang sejak tadi duduk menunggu mereka duduk di luar akhirnya masuk. Suara pintu yang berderit membuat tiga laki-laki ini langsung memandang ke arah pintu.
"Hm ... kalian sudah bangun?" tanya wanita tua sembari menatap mereka dengan tatapan lega.
Mereka hanya mengangguk dan tak berani menatap wanita tua ini hingga decakan heran ke luar dari bibir wanita ini. "Cek, kenapa pula kalian takut dan apa yang terjadi? Beruntung ada beberapa warga yang membantu kalian," tutur wanita tua ini heran.
"Em ... apa, kami masih hidup?" tanya aneh yang ke luar dari bibir mereka hampir bersamaan.
"Tentu, kalian masih hidup dan apa yang kalian katakan, pamali!" seru wanita ini marah.
Mereka yang mendengar ucapan wanita ini langsung menutup bibir mereka rapat-rapat seakan ingin menarik kembali ucapan mereka. Melihat ketakutan dari wajah mereka wanita tua ini kemudian tersenyum untuk mencairkan suasana yang terasa makin menegang. "Ada, apa. Ceritakan saja mungkin saya bisa membantu?" tanya wanita ini lagi.
Ketiga laki-laki ini langsung melepaskan tangannya dari bibir mereka dan kini berganti siku mereka yang saling beradu saling memberi isyarat. "Hash! Kalian, jika tingkah kalian seperti ini sebaiknya aku tinggal saja!" pekik wanita ini tak sabar.
Mereka sesaat saling memandang untuk sesaat dan tak berapa lama salah satu dari mereka mulai bercerita tentang apa yang mereka lihat. wanita yang sedari mendengarkan cerita mereka langsung menatap ke arah mereka dengan tatapan tak suka. "Lantas apa yang kamu cari dan wanita seperti apa yang kalian temui?" tanya wanita ini tak sabar.
"Ka-kami, bertemu dengan wanita yang berwajah seram dan-dan ...." Laki-laki ini tak melanjutkan ucapannya kemudian tubuhnya saja yang terlihat bergidik ngeri dan sesekali mengusap tangannya yang terasa aneh.
"Hem ... akhirnya kslian bertemu juga dengan wanita ini, lalu ada keperluan apa kalian datang ke kampung ini?" tanya wanita ini penasaran.
Mereka kembali merasa tak nyaman saat wanita ini menanyakan tujuannya datang ke kampung ini. Cukup lama mereka diam dan tak menjawab. "Kalian, katakan apa tujuan kalian kemari!" seru wanita ini marah.
"Ma-maaf, kami hanya menjalankan tugas dan kami kemari sedang mencari Nona kami," jawab mereka hampir bersamaan.
Mendengar jawaban dari ketiga laki-laki ini wanita ini terdiam dan menatap jauh ke depan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Hm ... terlambat Nona kalian mendapat teman dan hash! ini tidak mungkin dan semua tak akan mudah bagi kalian untuk membawa Nona kalian meskipun itu orang tuanya sendiri," tutur wanita ini membingungkan.
Tiga laki-laki ini semakin ketakutan dan menatap dengan bingung. "Tolong, jangan takuti kami. Kami hanya menjalankan tugas," jawab mereka bersama-sama.
"Tenang, kalian aman, tetapi Nona kalian .... "Ujar wanita ini lirih.
"Nona kalian sudah memasuki area terkutuk, sumpah yang terucap saat seseorang meregang nyawa dengan menahan sakit, Nona kalian terjebak dan menjadi sandera seseorang," jawab wanita ini aneh.
"La-lalu, bagaimana kami bisa membantu Nona kami?" tanya tiga laki-laki ini bingung.
Wanita ini hanya mengembuskan napas panjang saat mendengar pertanyaan yang sedikit membuatnya terkejut. Masih dengan diamnya wanita ini kembali menatap tiga laki-laki di depannya satu persatu dengan sorot matanya yang tajam. "Hem ... Nona kalian akan bebas dengan sendirinya saat semuanya sudah terbayar lunas dan Nona kalian tak sendiri, jadi sebaiknya kalian pulang dan ceritakan semuanya pada Tuan kalian," tutur wanita ini tegas.
"Ta-tapi .... "Ujar mereka bersama-sama.
"Hm ... Nona, kalian aman, tetapi memang Nona kalian yang di .... "Ucapan wanita ini tiba-tiba terhenti dan berdiri kemudian membungkuk hormat.
"Baik," jawab wanita ini yang terdengar hingga membuat tiga laki-laki ini menatap dengan heran.
"A-apa yang terjadi?" tanya tiga laki-laki ini heran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Mia Roses
kasian mayra...
2023-05-04
1