"Apa yang terjadi?" tanya mereka hampir bersamaan dengan tatapan takut mereka.
Wanita yang sudah duduk di depan mereka hanya tersenyum lega, kemudian berdiri. "Kalian bermalam saja di sini, kabut malam ini turun dengan tebal tak baik bagi kalian untuk keluar," tutur wanita ini kemudian menutup pintu dan meninggalkan mereka. Namun, langkah wanita ini seketika berhenti tepat di depan pintu tanpa berbalik. "Beruntung kalian sudah bertemu dengannya, wanita yang kalian jumpai adalah danyang kampung ini," cerita wanita ini dan tak lama ke luar dan menutup pintu dengan sedikit keras hingga suaranya mengejutkan tiga laki-laki iyang duduk menatap tak percaya.
"Ka-kalian dengar apa yang di ucapkan wanita tadi? Kita bertemu dengan Danyang kampung ini? wanita ha-hantu itu!" seru salah satu dari mereka tak percaya.
Tanpa banyak bicara mereka langsung duduk merepatkan tubuhnya semakin duduk mendekat dan saling menatap takut. "Kita tidur dan esok pagi kita pergi, persetan dengan perintah Tuan Rusli!" tegas laki-laki yang sedari tadi menahan takutnya.
Namun, belum juga mereka terlelap, samar terdengar suara wanita berucap pelan berbisik dengan suara pelan. Tiga laki-laki langsung bangun dan duduk untuk menajamkan pendengaran mereka. "Ka-kalian mencium bau aroma ini?" tanya salah satu dari mereka sembari mengendus aroma wangi yang sudah memenuhi kamar yang mereka tempati.
"Hash, jangan lagi!" seru mereka hampir bersamaan.
Mereka masih duduk dengan takutnya hingga beberapa saat kemudian salah satu dari mereka bertekad turun dari ranjang melihat ke arah dua temannya untuk sesaat. Berjalan berjingkit hingga langkahnya terhenti di balik pintu, laki-laki ini kemudian menempelkan telinganya untuk mencuri dengar dari suara-suara pelan yang di dengarnya samar. Namun, lelaki ini seakan tak puas dengan apa tang di dengar tanganya kini memegang handle pintu membukanya dengan perlahan dan mengintip melalui pintu yang sedikit terbuka.
"Bruak ...." Suara hantaman tanpa wujud langsung terdengar di pintu tanpa terdengar gerakan nyata dari pintu.
Laki-laki ini langsung jatuh terduduk di lantai dengan tatapan aneh, tubuhnya gemetar dan keringat dingin seketika membasahi tubuhnya. "Lancang .... "Suara keras tiba-tiba terdengar memenuhi ruangan tanpa ada wujudnya.
Mereka tak menyangka jika salah satu ulah temannya akan membuat marah sosok yang tak bisa di lihatnya, angin yang tiba-tiba bertiup kencang seakan hanya berputar pada tubuh laki-laki yang terjatuh di depan pintu. Tubuh yang lemah terangkat dan terhempas begitu saja hingga jatuh kembali di sisi ranjang. "Hihihihi .... "Suara tawa wanita yang kini mulai terlihat menampakkan wujudnya dengan tatapan amarahnya.
"Kamu, kamu dan kamu! Kejadian ini peringatan untuk kalian dan siapa saja jika sudah berlaku tak sopan," ujar wanita ini dengan suara serak dan penampakan wajahnya yang tak sedap di pandang mata, tubuh membungkuk serta baju lusuhnya.
"Kalian datang dan kamu sudah mengusik ketenangannku," ujarnya lagi dan kemudian bibirnya seakan merampal mantra yang membuat tiga laki-laki ini tak lama terpejam.
"Aku menghapus semua ingatan kalian dan kalian telah lupa jika sudah bertemu dengan aku, wanita danyang kampung ini. Hihihi ...." Tawa wanita ini terdengar memenuhi kamar dan tak lama menghilang bersama angin yang bertiup dengan kencang.
"Awasi mereka dan setelah itu suruh mereka lekas pergi!" titah suara tanpa wujud.
Wanita tua ini hanya mengangguk dan menunduk hormat, menatap ke arah tiga laki-laki yang tengah tidur terlelap.
Malam serasa berjalan merambat waktu serasa enggan untuk lekas bergulir, wanita tua ini tersenyum saat melihat mereka tidur terlelap. "Kalian sudah menyalahi aturan dan kebaikan yang Nyai berikan sudah kalian langgar. Selamat," ujar wanita ini sembari berlalu pergi begitu saja.
Pagi menjelang tiga laki-laki ini masih terlelap dalam tidurnya hingga sinar matahari menyengat wajah dan kulit mereka. Perlahan mereka menggeliat merenganggkan sejenak tubuh mereka. "Ti-tidak. I-ini tidak mungkin, tidak .... "Teriak mereka bersamaan dan lari tunggang langgang saat mereka sadar ada di mana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Mia Roses
Lahh, kenapa itu apa pas bangun tau2 lg dikuburan apa gmn ya
2023-05-07
1