"Aneh, apa ini?" tanya Mayra sembari melihat benda yang teronggok di atas bufet.
"Boneka? Lalu milik siapa? jika rumah ini milik Ayah dan Ibu ...." Ujar Mayra terputus saat gadis kecil ini meraih boneka dengan baju basahnya.
Mayra melihat dengan heran ke arah gadis kecil yang ada di depannya yang datang secara tiba-tiba. Ada yang membuat dirinya semakin heran dengan tubuh gadis ini, meskipun bajunya basah tetapi lantai yang di pijaknya kering setiap tetes air yang jatuh ke lantai tak meninggalkan bekas apapun dan saat ini hujan masih turun meskipun tak sederas tadi.
Mayra menatap heran untuk sesaat hingga dirinya tersadar jika gadis yang berdiri di depannya terlihat kedinginan dengan bibir membiru. "Dik, kemarilah! Ganti baju kamu, mau, 'kan, pakai baju Kakak?" tanya Mayra iba.
Gadis ini hanya menggeleng dan mendekap bonekanya dengan erat hanya diam menatap kemudian mendekat ke arahnya. "Aku, pergi," ucapnya tiba-tiba.
"Dik. Tunggu! Jangan tinggalkan aku sendiri." Mayra memanggil dengan keras.
Gadis ini hanya tersenyum dan meninggalkan dirinya begitu saja bersama angin dingin dan kabut yang kembali turun. Berkali-kali dirinya mengusap tangan dan tengkuknya yang terus meremang sementara netranya memindai rumah yang baru dia masuki. "Hi ... hi ... hi ... takut ya?" suara tawa pelan berbisik yang di dengarnya.
Mayra segera mencari sumber suara yang di dengarnya, tetapi dirinya tak bisa melihat karena kabut yang turun semakin tebal. "Hi ... hi ... hi ... aku di sini," suara ini dan memegang tangan Mayra. Seketika tubuh Mayra meremang, hawa dingin langsung terasa merambat di sekujur tubuhnya.
"Ka-kamu, kamu siapa?" tanya Mayra sembari berputar mencari suara dan sentuhan dingin yang di rasakannya.
Mayra tak mengira jika suara itu tiba-tiba menghilang. "Jangan buat aku ketakutan, Dik. Sungguh ini enggak lucu!" seru Mayra takut dan bingung.
"Hi ... hi ... hi ... aku ada di sini, tara ...." Suara gadis ini yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Hash ... kamu!" seru Mayra terkejut sembari memegang dadanya.
Namun, belum juga hilang rasa terkejutnya kini dirinya semakin di buat bingung dengan apa yang di lihatnya. "Baju, kamu! Ayo, sini ganti dulu lihat tubuhmu basah kuyup dan bibir kamu sampai membiru, Dik!" ujar Mayra iba.
Lagi-lagi gadis ini menggeleng dan menarik tangan Mayra rasa dingin dari tangan gadis kecil ini seakan membuat jantungnya ikut membeku. Gadis kecil ini menghentikan langkahnya dan membuka pintu kamar yang terlihat sedikit tidak terawat. "Istirahat di sini, hari hampir malam," ucap gadis kecil ini sembari tersenyum aneh.
Mayra seakan terhipnotis dengan ucapan gadis ini dirinya menurut begitu saja saat tangannya di tarik masuk dalam kamar. Memindai kamar yang terlihat sedikit aneh, hingga dirinya di kejutkan oleh panggilan gadis kecil yang saat ini sudah berdiri di samping ranjang. "Tidurlah, aku sudah merapikan tempat tidurnya," ujar gadis ini pelan.
Mayra masih dengan bingungnya, netranya kembali memindai kamar dan seakan dirinya tengah memastikan sesuatu. "Aku pulang, kamu istirahat saja," titah gadis kecil lagi.
"Eh ... mau kemana? tidur saja di sini dan kemari!" perintah Mayra sembari menarik tangan gadis kecil dan kemudian membuka tas dan mngeluarkan kemeja milknya.
"Pakai ini dan jangan harap aku akan melepas tanganku jika kamu belum memakai baju ini!" perintah Mayra paksa.
Lagi-lagi gadis ini hanya menggeleng dan tertunduk diam sesekali terlihat tengah mmainkan kedua kakinya yang telanjang. Sementara itu, rambutnya yang basah turut tergerai dan meneteskan air. Mayra semakin iba dan menarik lebih dekat gadis kcil yang ada di depannya. "Terima kasih sudah membantu kakak, sekarang Kakak ingin mengucapkan terima kasih, ganti baju Adik dan kamu tidur saja dengan Kakak," tutur Mayra pelan sembari merengkuh tubuh basah gadis kecil ini.
Namun, Mayra tak menyangka jika dirinya mendapat penolakan dengan kasar, gadis ini mendorong tubuh Mayra dengan keras dan pergi begitu saja dengan tatapan tajam dan aneh serta tawanya yang terdengar miris.
"Dik, tunggu!" teriak Mayra saat melihat gadis ini tiba-tiba menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments