Wanita ini kembali mengangguk dan tersenyum aneh, kemudian menatap ke arah Rudi dengan tatapan tajamnya. Namun, semua tak berlangsung lama saat laki-laki ini mengusap wajah Rudi dan mengajaknya pergi dari tempat itu.
Wanita ini langsung tersenyum menatap ke arah kabut yang makin lama makin tebal dengan senyuman anehnya, perlahan perubahan terjadi pada diri wanita ini. Tubuhnya membungkuk dengan rambut tergerai dan baju lusuh berjalan tertatih sembari membawa tongkat untuk menopang tubuhnya, tertawa lirih dengan suara serak. "Akhirnya kamu datang juga," gumam wanita tua ini dan tertawa sepanjang dia berjalan hingga tubuhnya menghilang dalam kabut
Sementara itu, Rusli yang menunggu di dalam mobil menatap laki-laki ini dan Rudi geram.
"Tidak becus, mencari satu orang saja kamu tidak bisa. Lantas apa gunanya ilmu yang kamu miliki!" teriak Rusli keras.
Laki-laki ini hanya menatap ke arah Rusli sesaat dan kemudian beralih menatap ke arah Rudi seakan ingin memastikan sesuatu.
"Mulai sekarang dan detik ini aku tak ingin berurusan dengan kamu Rusli dan urus semuanya sendiri, aku tak ingin melanjutkan semua ini," ujar Laki-laki ini sembari mendekat ke arah Rusli dam membisikkan sesuatu yang membuat Rusli langsung terdiam dan tak berkutik.
"Sekarang dan detik ini aku putuskan untuk tidak membantu semua usaha kamu dan tentang anak gadismu cari dia sendiri dan aku tahu kamu pasti mengerti di mana dia berada," ujar laki-laki ini dengan tatapan tajamnya.
Rusli yang mendengar ucapan laki-laki ini langsung meradang marah, wajahnya memerah. "Ka-kamu ... berani-beraninya kamu mengatakan itu!" teriak Rusli tak terima.
"Hem ... silahkan Anda cari anak gadis Tuan," jawab laki-laki ini sembari berlalu pergi dan tak lama Rudi mengekor langkah laki-laki ini.
Melihat Rudi yang pergi begitu saja Rusli semakin marah dan tak terima dengan sikap Rudi. "Rudi, berhenti!" teriak Rusli keras.
"Maaf. Tuan, mulai detik ini saya berhenti," tutur Rudi dan terus mengekor langkah laki-laki tadi.
Rusli semakin murka dan mengalihkan tatapannya pada tiga anak buahnya yang berdiri ketakutan. "Kalian, saya tidak mau tahu. Kalian harus menemukan anak saya dan membawanya pulang!" perintah Rusli sembari masuk dalam mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi.
"Tuan ... tunggu!" teriak mereka hampir bersamaan.
Mereka kini hanya berdiri menatap ke arah kabut yang masih menutup sebagian kampung ini. "Bagaimana sekarang, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku, tak akan pergi ke sana dan jika kamu mau, datang saja ke sana," ujar salah satu dari mereka dan terus mengusap tengkuknya yang sudah meremang dari tadi.
Merasa tak nyaman dengan keadaan yang di rasakan dan di lihatnya, laki-laki ini perlahan beringsut mundur dan berjalan perlahan untuk menjauh dari tempatnya berdiri.
Namun, langkahnya seketika terhenti saat ia menabrak sesuatu yang aneh. Tatapannya kini tertuju pada bayangan yang samar tertutup kabut. Netranya seketika membola lebar dan mulutnya terbuka lebar seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya. "La-la-lari .... "Teriaknya kencang hingga membuat dua rekannya terkejut dan tanpa bertanya langsung ikut lari menyusul temannya yang sudah berlari lebih dulu.
Hingga langkah mereka tiba di perbatasan kampung, mereka langsung menghentikan langkahnya masih dengan napas mereka yang tersengal. "Kamu, kenapa langsung berlari meninggalkan kami," protes dua temannya.
"Ma-maaf, bukan niatku untuk meninggalkan kalian, te-tetapi," ujar laki-laki ini sembari mengatur napasnya untuk sesaat.
"Tapi, apa?" tanya dua laki-laki yang lainnya penasaran.
Laki-laki ini tak menjawab tetapi netranya langsung tertuju pada langkah seorang wanita yang tiba-tiba muncul begitu saja di depannya. "Sore, Bu," sapa mereka hampir bersamaan.
Wanita ini hanya tersenyum dan menatap mereka satu persatu. "Kalian kenapa?" tanya wanita ini aneh.
Sejenak tiga laki-laki saling manatap heran.
"Bu, Ibu jangan masuk ke sana di sana a-ada .... "Ucapan salah satu dari mereka terhenti dan melihat ke arah sang ibu.
"Ada, apa?" tanya sang ibu menelisik.
"Bu, di sana ada ...."
"Ada apa?" tanya sang ibu ulang.
"Bu, kami melihat penampakan hantu wanita," jawab laki-laki yang berlari lebih dulu.
Ibu ini menatap dengan heran dan tersenyum, tetapi senyum ibu ini terdengar begitu aneh saat mereka dengar. "Apa, kalian melihat penampakan yang seperti ini," bisik ibu ini pelan dan tak lama tertawa.
"Ha-hantu!" teriak mereka bersamaan dengan tubuh mereka yang jatuh begitu saja di tanah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Mia Roses
Ada rahasia apa yang disembunyikan Rusli ya 🤔
2023-05-03
1