"Ash ... gadis ini semakin membuatku penasaran," gumam Mayra kesal.
Hujan perlahan mereda, Mayra dengan tubuh basah memilih masuk dalam rumah, setelah berganti baju malam ini ia tak bisa memejamkan matanya. Dirinya terus berpikir tentang siapa gadis kecil yang sudah mengusik dirinya. "Apa yang sedang gadis ini sembunyikan dan siapa orang tuanya?" tanyanya sendiri.
Namun, semua pemikiran Mayra terputus saat netranya tiba-tiba menangkap sekelebat bayangan yang membuatnya penasaran.
"Si-siapa?" tanyanya terkejut.
Mayra berjalan perlahan mendekat dengan hati-hati, netranya terus menatap fokus di mana bayangan itu melesat masuk. "Aneh, ada apa dengan ruangan ini?" tanyanya tak percaya.
Mayra tak dapat melihat dengan jelas, lampu yang menyala remang kini sudah berubah menjadi berkedip kadang padam dan kadang juga menyala menambah suasana seram. Dia perlahan mendekat dan menajamkan pendengaran untuk beberapa saat. Penasaran yang begitu kuat membuat Mayra perlahan mendekat netranya berusaha mengintip melalui celah pintu yang sedikit terbuka. "Aneh," gumamnya sendiri sembari menajamkan pandangannya.
"Ruangan kosong, lantas siapa yang terlihat masuk kemari?" tanyanya pada dirinya sendiri sembari kembali mengintip ke dalam ruangan.
Mayra memilih mendorong perlahan pintu yang ada di depannya suara derit panjang dan menyakitkan telinga seketika terdengar. "Ash ... suara pintu ini sungguh membuat hatiku bergetar tak nyaman," gerutu Mayra, tetapi netranya terus memindai ruangan.
Mayra tanpa sadar tangannya menepis sesuatu yang tiba-tiba hinggap di bahunya.
Merabanya sesaat saat ia sadar jika saat ini ada sesuatu yang dingin sudah menepuk bahunya.
"Si-siapa?" tanya Mayra terkejut dengan suara terbata.
Tak ada jawaban hanya angin malam yang berembus membuat tubuhnya semakin merasa dingin dan begitu menusuk tulang hingga bulu kuduknya meremang hebat saat
Mayra kembali merasa ada yang menepuk bahunya pelan. "Si-siapa?" tanya Mayra terbata untuk kesekian kalinya.
Kali ini bukan hanya tubuhnya yang makin menegang, keringat mulai turun perlahan di dahinya, kaki Mayra semakin gemetar hingga ia tak bisa membalik tubuhnya.
"Kamu mencari siapa?" tanya suara serak dan berat dan tak lama berganti dengan hembusan napas yang menyentuh tengkuknya dingin.
Mayra hanya mengusap tengkuknya, tetapi tatapannya terus tertuju pada ruangan kosong yang ada di depannya. Suara wanita tua ini membuat dada Mayra berpacu tak beraturan, ada hal aneh yang saat di rasakan tubuh dan jiwanya yang serasa membeku bersama-sama.
"Tolong A-Anda jangan membuat saya takut," ujar Mayra memberanikan diri.
Wanita tua ini hanya tertawa terkekeh dengan suara seraknya. "Apa yang kamu cari, aku di sini di belakang kamu," bisik wanita ini pelan serasa begitu dekat dengan telinganya.
Mayra semakin gemetar, tetapi rasa penasarannya lebih kuat hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk melihat siapa wanita yang berdiri di belakangnya. Namun, belum juga tubuhnya berbalik kembali Mayra terkejut dengan sentuhan di bahunya.
Hawa dingin kembali ia rasakan, tubuh Mayra seketika terasa ringan dalam hitungan detik kini dia sudah berada di tempat lain, tempat yang tak pernah dia jumpai. "Datanglah ke tempat itu jika kamu ingin tahu tentang gadis kecil itu," pesan wanita tua dan bersamaan dengan tubuh Mayra yang terjatuh lemas di lantai.
Mayra masih di ambang kesadarannya saat tubuhnya tiba-tiba melayang dan tak lama sudah berada di tempat yang aneh. "Aku tahu kamu tengah penasaran dengan gadis kecil itu. Semua di luar kendaliku dan aku hanya memantau, jalan kami berbeda dan aku tak bisa membantumu, tetapi aku akan membantu anak itu," ujar wanita ini aneh.
"A-apa maksud Anda?" tanya Mayra bingung.
"Hem ... jika kamu ingin dekat dengan gadis itu, berikan dia kehangatan dan cinta," ucap wanita ini lagi.
"Tolong katakan dengan jelas apa maksud Anda," pinta Mayra bingung.
"Dia, gadis kecil itu yang akan menceritakan dan sekali lagi aku hanya ingin memberitahu kamu dan aku hanya bisa melihat dan tak ingin mencampuri urusan kalian," ucap wanita tua ini sembari menatap Mayra aneh.
"Tolong, katakan apa yang terjadi!" teriak Mayra keras saat wanita ini tiba-tiba pergi dan hilang bersama turunya kabut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Mia Roses
lanjutt kak
2023-05-14
1
Mia Roses
Nah, bentar lagi terbuka smua rahasianya
2023-05-14
1