Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
Saat jatuh hati, apapun bisa dilakukan pada orang yang membuat jatuh hati. Ingin selalu menjaga dan menemaninya. Bahagia itu adalah saat bisa menghabiskan waktu dengan nya.
Namun hal itu tak berlaku untuk Pedho. Ia turun dari mobil dengan wajah lesu dan lemas nya.
"Ricard, pulanglah. Jangan lupa kerjakan apa yang ku suruh tadi," ucapnya pada sang asisten.
"Baik Tuan," jawab Ricard.
Pedho melangkah masuk. Ia menenteng jasnya. Tubuhnya lelah dan sakit. Beberapa hari ini ia tidur di rumah sakit menemani Leona.
"Pedho," panggil Anjani.
"Ada apa?" tanya Pedho dingin. Sebenarnya ia kecewa pada kedua orang tua yang mengambil keputusan menikahkan Leona dan Pedro tanpa menunggu dirinya.
"Kamu dari mana saja? Kenapa baru pulang?" cecar Anjani.
"Aku ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan. Aku menginap di apartemen," ucap Pedho beralasan tidak mungkin ia mengatakan jika selama beberapa hari ini dia menemani Leona dirumah sakit.
Anjani mengangguk. "Apa Pedro sudah pulang perjalanan bisnis?" tanya Anjani menghela nafas panjang. Banyak yang ingin.
"Aku tidak tahu," mendengar nama adiknya membuat mood Pedho semakin buruk.
Pedho melenggang masuk ke kamarnya tanpa peduli lagi dengan Anjani. Sejak Leona dan Pedro menikah ia tak memiliki hubungan yang baik dengan kedua orangtuanya. Sebab ia masih kecewa karena kedua nya memilih menikahkan Leona dengan Pedro.
Pedho menghempaskan tubuhnya di kasur king size miliknya. Ia menatap kosong keatas langit-langit kamarnya. Sejenak pria itu memejamkan matanya.
"Leona," satu nama yang laku melekat di ingatannya.
Sudah lama, sejak pertemuan pertama mereka, ia jatuh cinta pada wanita bernama Leona Juliet. Namun entah kenapa takdir malah mempermainkan hati nya yang tulus untuk wanita itu.
Pedho hanya mampu tersenyum didalam keprihatinannya untuk menutupi segala kemungkinan luka yang benar-benar akan mengangga jika Leona pergi. Ia paham tak seharusnya ia menutupi semua perasaan nya dari Leona. Tapi Leona adalah istri dari adiknya, tidak mungkin ia mengungkapkan rasa pada wanita yang masih berstatus sebagai istri dari adiknya itu.
Salah satu alasan Pedho menghindar dan menepi adalah untuk meredakan hati nya kepada Leona. Namun ia tak bisa, fakta nya ia kembali meski ingin pergi sejauh mungkin untuk menghapus segala perasaan tak mungkin yang hinggap dihatinya.
"Leona, kamu akan aman selama ada aku. Kamu akan sembuh selama ada aku. Aku, adalah lelaki yang akan selalu ada untuk kamu. Meski mungkin aku tak terlihat oleh bayangmu," ucap Pedho tulus sambil memejamkan matanya, menikmati rasa sakit yang mengelagar dan menyuruh didalam dadanya.
Pedho tak pernah jujur perihal perasaan nya. Segala perih dan pedih itu ia tanggung seorang diri tanpa berani ia ceritakan pada Leona. Leona adalah bayang yang tak mungkin bisa Pedho gapai, namun ia tak bisa melepaskan bayang itu. Ia ingin memeluk bayang itu dan mengungkapkan seluruh isi hati dan perasaan nya yang kian hari kian menyeluruh memenuhi sukma. Entahlah, mungkin karena cinta memang bisa melahirkan segalanya. Bahkan bisa membuat orang menjadi berbohong hanya untuk membuat hatinya tetap aman. Meski tidak membuatnya nyaman.
Lama lelaki itu berdialog sendiri hingga akhir nya ia terlelap tanpa mandi dan berganti baju. Terkadang memang patah hati menimbulkan rasa aneh yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. rasa sakit yang tak terkendali.
Pedho, lelaki dewasa berusia 35 tahun. Ia tidak muda lagi. Ia pria berusia yang seharusnya sudah sibuk menata kehidupan rumah tangga. Namun lihatlah dirinya, ia masih betah bertahan dalam kesendirian demi menggapai cinta yang mustahil ia miliki. Sejak lama, bertahun-tahun ia mencintai adik iparnya. Tak ada yang tahu perasaan nya selain Ricard sang asisten. Ia memendam itu sudah lama. Tak berani sekali pun ia ucapkan, karena ia takut akan menyakiti banyak orang terutama Leona.
Kini ia semakin patah hati ketika mengetahui wanita yang ia cintai menderita penyakit yang membutuhkan penanganan serius. Andai bisa menggantikan posisi Leona. Pedho akan menggantikan posisi wanita itu. Ia tak tega melihat Leona yang kesakitan seperti yang ia lihat dirumah sakit kemarin. Pasti sangat menyiksa, apalagi saat jarum-jarum suntik itu di tusukan dibeberapa kulit Leona.
.
.
.
Pedro masuk kedalam kamarnya. Ia bersandar di pintu kamar lalu terduduk dilantai. Ia bingung dengan perasaan nya sendiri. Antara rindu dan benci yang tak bisa ia bedakan.
"Arghhhhhhhhhhhhh. Ada apa denganku?" pekiknya mengusap wajahnya dengan kasar.
Saat berada diluar kota Pedro ingin sekali bertemu Leona dan menatap wanita itu dengan puas. Rasanya rindu ingin bertemu. Ia merasa aneh saat Leona tak mengabarinya. Ia ingin marah ketika Leona tak menghubungi nya. Namun saat bertemu dengan istrinya itu mulut nya malah bungkam dan dan tertahan. Lidahnya kelu untuk sekedar bertanya, kenapa tidak memberi kabar?
Pedro cepat-cepat pulang dari luar kota dan meninggalkan Tasya sendirian disana karena ia panik saat Leona tak ada kabar. Ia takut terjadi sesuatu pada Leona. Namun bertatapan dengan Leona ia malah seperti patung yang tak bisa apa-apa.
bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Bonfiasia Watty
next tjor
2023-04-23
0
Bonfiasia Watty
pedro kamu akan merazakan patah hati nanti kwtika leona bertemu otg yg jauh lwbih baik dari kanu.
2023-04-23
1
Bonfiasia Watty
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2023-04-23
0