Tentang rasa

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡

"Kamu kenapa Sayang?" Tasya memeluk lengan Pedro dengan sayang. "Kamu lagi mikirin apa?" tanya nya menatap wajah lelaki yang tengah serius menyetir ini

"Tidak apa-apa Sayang," Pedro berusaha tersenyum.

Tatapan berbeda Leona tadi pagi masih terbayang dikepala Pedro. Tak biasanya. Bahkan tak pernah Leona sedingin itu dengan nya.

'Harusnya aku senang jika perlahan Leona menjauh dan tak berharap lebih pada hubungan ini. Tapi kenapa aku merasa tidak nyaman melihat wajah dingin nya itu,' batin Pedro.

Pikiran Pedro kosong. Ia bahkan tak menanggapi Tasya yang terus mengoceh di samping nya sambil menceritakan pekerjaan nya dirumah sakit.

"Sayang," panggil Tasya kembali lagi.

"Iya Sayang kenapa?" Pedro tersenyum hangat. Entahlah, setiap kali melihat wajah damai Tasya seolah mampu menghilangkan segala rasa khawatir didalam dadanya.

Tasya terlihat menghela nafas panjang. "Sampai kapan kita akan seperti ini Sayang?" tanya Tasya dengan wajah sendu. Sejak pertama pacaran hubungan mereka selalu tertutup seolah tak boleh diketahui orang lain.

Pedro menghela nafas. "Aku tidak tahu Sayang. Kamu tahu 'kan kalau Papa sama Mama tidak merestui hubungan kita dan aku juga masih memiliki istri," jawab Pedro.

Sudah sering Tasya mengajak nya kawin lari. Namun, Pedro bukan lelaki bejat yang mau berlaku seperti itu. Ia lelaki sejati. Jika pun ia menikahi Tasya ia harus melepaskan Leona.

Awalnya Pedro beranggapan bahwa ia bisa melepas Leona dan menceraikan istrinya itu. Tapi, entah kenapa? Semakin kesini ia semakin berat untuk berpisah dengan Leona. Ia tak mencintai istrinya. Ia sama sekali tak menginginkan wanita itu. Jika waktu bisa diulang kembali, mungkin Pedro akan menolak dengan sangat menikah dengan Leona meski di serbu dengan berbagai ancaman. Sekarang, ia sendiri tak tahu kenapa hatinya tak ikhlas jika harus berpisah. Mungkin saja, Pedro sudah merasakan getaran cinta antara ia dan Leona, hanya hatinya selalu dipenuhi dengan kehadiran Tasya.

"Tapi sampai kapan Pedro. Aku lelah. Hubungan kita sudah berjalan selama delapan tahun. Sedikit pun orang tua kamu tidak pernah menatap aku," ucap Leona mengungkapkan isi hatinya selama ini. "Apa karena aku miskin?" ia menatap Pedro dengan mata berkaca-kaca.

"No... No, Sayang. Jangan berpikiran seperti itu," sergah Pedro menarik wanita itu agar kembali bersandar padanya. "Sabarlah, aku janji akan menikahi kamu jika waktunya tiba," ucap Pedro menenangkan. Padahal ia sendiri tak tahu apa yang ia ucapkan.

"Tapi bagaimana dengan Leona? Bukankah aku sudah sering minta kamu pisah sama dia?" wajah Tasya tampak kesal ketika menyebut nama Leona.

"Maaf Tasya aku tidak bisa melakukan itu. Ini demi nama baik keluarga. Kamu tahu kan pernikahan aku dan Leona karena kesepakatan bersama?" terang Pedro.

Tasya merenggut kesal. Apa karena ia miskin sehingga tak mendapat restu dari orang tua Pedro? Tapi walau pun miskin, ia wanita berpendidikan dan bahkan mendapat gelar dokter dengan hasil kerja keras nya sendiri. Apa bedanya? Iya, Tasya akui jika Leona terlahir dari keluarga kaya raya tapi apakah cinta harus diukur dengan kekayaan?

"Jangan marah Sayang," bujuk Pedro.

"Ehem," Tasya hanya berdehem saja.

Sampai di bandara, Pedro langsung turun. Tasya memang hanya mengantarnya sampai bandara saja. Hari ini ia akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota untuk beberapa minggu kedepan karena ada proyek yang sedang ia tinjau.

"Ya sudah Sayang, aku berangkat yaaa.. Kamu jaga diri baik-baik," Pedro mengecup kening Tasya. Namun yang ada di bayangan lelaki itu malah istrinya.

'Kenapa aku malah teringat sama Leona?' batin Pedro.

"Iya Sayang, kamu juga hati-hati. Kalau sampai jangan lupa kabarin aku. I love you," balas Tasya mengecup pipi Pedro.

Pedro terkekeh. Ia suka sekali ciuman manja dari Tasya yang seolah menjadi candu untuk dirinya. Ia berharap suatu hari nanti hubungan nya dan Tasya mendapat restu dari kedua orang tua Pedro meski hal itu sedikit tidak mungkin.

Pedro duduk dibangku pesawat, ia memesan kelas bisnis karena ia ingin penerbangan nya tenang. Lelaki itu menatap kosong kearah jendela kaca pesawat sambil melihat awan-awan yang ditabrak oleh roda pesawat.

Pikirannya melayang entah kemana. Beberapa hari terakhir ia merasa sedikit aneh dengan dirinya, bagaimana bisa ia merindukan senyuman Leona yang dulu?

"Tidak. Tidak. Aku tidak mungkin memikirkan Leona. Ini pasti hanya kebetulan," ia menampik perasaan nya sendiri. Bagi, Pedro tak mungkin ia memikirkan wanita seperti Leona. Karena yang ada dipikiran nya hanyalah seorang wanita bernama Tasya.

.

.

.

"Hufhhhhhh," Pedro menghela nafas panjang setelah menyelesaikan meeting nya.

"Ehem, kamu sekali hari semakin hebat, Ped. Aku salut," puji Excel sambil mengacungkan jempolnya.

"Kamu jauh lebih hebat Cel," jawab Pedro sambil mencomot cemilan yang tersedia diatas meja.

"Bagaimana hubungan kamu sama Leona? Beruntung banget kamu bisa menikahi wanita secantik Leona, kalau aku pasti tidak bisa tidur karena sibuk menatap mata indah nya," celetuk Excel sambil tertawa lebar.

Pedro malah terdiam. Hal itu sama sekali tak terpikirkan dikepalanya. Jangankan menatap Leona saat tidur, tidur sekamar pun mereka tak pernah meski pasangan suami istri. Memang sejak awal menikah Pedro sudah menegaskan pada Leona, bahwa ia takkan pernah menyentuh wanita itu selama ia tak mencintai Leona.

Pedro menggeleng. "Hubungan kami masih berjalan ditempat," jawab Pedro jujur. Excel memang sahabat baik sekaligus rekan bisnis Pedro.

Senyum Excel memudar. "Kenapa? Jangan bilang kamu masih berhubungan sama Tasya?" tebak Excel. Excel tak habis pikir, entah kenapa Pedro begitu mencintai Tasya.

"Aku tidak bisa melepaskan Tasya, Cel," Pedro memijit-mijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit.

Excel menggeleng saja. Pedro tak berbuah dari dulu, masih mementingkan perasaan yang ia sebut sebagai cinta itu.

"Ped. Ped," Excel tersenyum mengejek. "Sampai kapan kamu akan mempertahankan Tasya dan Leona. Kamu tidak bisa diam-diam mencintai dua wanita. Jika kamu mencintai Tasya, nikahi dia. Jika kamu tidak mencintai Leona, lepaskan dia. Jangan sampai kamu menyesal ketika sudah kehilangan," ucap Excel memperingatkan sahabat nya ini.

"Aku tidak bisa pisah dengan Leona," sergah Pedro cepat. Entah kenapa ia tak suka saat Excel membahas perpisahan.

"Kenapa?" Excel menatap Pedro jenggah

"Ini urusan keluarga. Kalau aku dan Leona berpisah, nama keluarga kami akan jelek di mata publik," jelas Pedro. Apakah itu alasan sebenarnya? Pedro, juga tidak tahu.

Excel terkekeh lucu. "Menurut mu yang paling penting nama baik keluarga atau perasaan?" tanya Excel.

"Aku tak bisa memilih karena bagiku kedua nya sama-sama penting," jawab Pedro cepat.

Excel mengangguk. "Itu terserah mu, Ped. Tapi ingat hukum karma itu berlaku. Mungkin saat ini Leona cinta mati sama kamu tapi suatu saat kamu yang akan cinta mati sama dia dan sayang nya jika saat itu tiba, Leona sudah bukan milik kamu lagi,"

Deg

Bersambung...

Terpopuler

Comments

pigeon

pigeon

kenapa belum up lagi ,,,,ayo Thor up lagi selalu menunggu cerita selanjutnya next next next next 😘😘😘

2023-04-18

1

pigeon

pigeon

betul banget dengan teman mu , nanti kamu akan menyesal sekali Sangat menyesal ,, ketika Leona pergi dari mu ....
lanjut Thor 😘😘 next next next next semangat nulisnya Thor 😘😘😘

2023-04-18

0

Eynazulkidal Eynazulkidal

Eynazulkidal Eynazulkidal

betul excel.. karma itu pasti... Pedro kembali dari luar negri ke mansionnya Dan Leona, tapi Leona sudah pergi(kemo) saat itu nanti tiba jangan pernah menyesal Pedro...apa Yang kamu tanam itulah Yang kamu tuai Di kemudian hari Dan nikmatilah setiap detik seperti apa penderitaan Leona sepanjang hidup denganmu.

2023-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan
2 Kondisi
3 Penasaran
4 Menikmati
5 Wanita kuat
6 Aku baik-baik saja
7 Berkunjung kerumah mertua
8 Kapan kalian punya anak?
9 Siapa
10 Hati yang tidak mungkin dimiliki
11 Ada yang hilang
12 Ada apa dengan Leona?
13 Fakta
14 Mencoba Ikhlas
15 Tentang rasa
16 Perasaan orang tua
17 Bayang-bayang
18 Pulang
19 Rindu yang tertahan
20 Tentang lelaki yang patah hati
21 Sahabat
22 Lepaskan
23 Bingung
24 Cinta harus memiliki
25 Poligami Hati
26 Hati yang kau dinginkan
27 Menolak
28 Keputusan Leona
29 Mengadu
30 Memilih pergi
31 Kehancuran
32 Kebenaran
33 Terlambat
34 Karma
35 Menyesal
36 Aku ikhlas melepasmu
37 Pulang ke rumah
38 Menolak untuk berpisah
39 Persidangan
40 Tidak ingin berpisah
41 Penyesalan Pedro
42 Menata hati yang baru
43 Rencana
44 Menenangkan
45 Jatuh cinta
46 Kecewa
47 Ungkapan
48 Masih mengejar
49 Wanita di masa lalu
50 Kemoterapi
51 Efek kemoterapi
52 Cinta lama
53 Cemburu
54 Terciduk
55 Kesal
56 Penyesalan orang tua
57 Cinta yang mulai tumbuh
58 Perasaan bersalah
59 Kaulah alasan
60 Wanita berkelas
61 Percaya
62 Penyesalan yang tak berujung
63 Berangkat keluar negeri
64 Seni Merayu Tuhan
65 Menyerah
66 Dua rubah licik
67 Separuh jiwa pergi
68 Kembali
69 Terima kasih sudah kembali
70 Menanti mu
71 Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72 Rasa sakit masa lalu
73 Terbangun dari tidur panjang
74 Eksekusi
75 Gugup
76 Melamar mu
77 Api Cemburu
78 Berubah
79 Wedding Day Pedho & Leona
80 Morning kiss
81 Demi aku
82 Lelaki kulkas
83 Memendam rasa
84 Impian Leona
85 Melarikan diri
86 Bahagia itu sederhana
87 Akhirnya
88 Gadis kecil.
89 Menerima kenyataan
90 Kembali ke Indonesia
91 Ikhlas.
92 Hamil
93 Mempertahankan
94 Menikmati proses nya.
95 Mengantar pulang
96 Tertangkap
97 Ultrasonografi
98 Kelahiran Triple Baby
99 Kembali lah
100 Bersyukur
101 Penyesalan Anjani
102 Triple Key
103 Kebahagiaan Leona
104 Mama muda
105 Tenang
106 Sekretaris baru
107 Kematian Adam dan Tessa
108 Memendam rasa
109 Kabur
110 Gadis ceroboh
111 Perhatian
112 Menerima mu apa adanya
113 Sekretaris bar-bar
114 Kekesalan Pedro
115 Menata hati
116 Nyaman
117 Sedikit membaik
118 Pergi
119 Wedding Day Andika & Yuna
120 Buah hati Pedho dan Leona
121 Pengumuman
122 Bab 1. Pedro dan Rere
123 02. Pedro & Rere
124 03. Pedro & Rere
125 04. Pedro & Rere
126 05. Pedro & Rere
127 06. Pedro & Rere (Wedding)
128 Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129 Salam hangat dari Author cantik.
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Kenyataan
2
Kondisi
3
Penasaran
4
Menikmati
5
Wanita kuat
6
Aku baik-baik saja
7
Berkunjung kerumah mertua
8
Kapan kalian punya anak?
9
Siapa
10
Hati yang tidak mungkin dimiliki
11
Ada yang hilang
12
Ada apa dengan Leona?
13
Fakta
14
Mencoba Ikhlas
15
Tentang rasa
16
Perasaan orang tua
17
Bayang-bayang
18
Pulang
19
Rindu yang tertahan
20
Tentang lelaki yang patah hati
21
Sahabat
22
Lepaskan
23
Bingung
24
Cinta harus memiliki
25
Poligami Hati
26
Hati yang kau dinginkan
27
Menolak
28
Keputusan Leona
29
Mengadu
30
Memilih pergi
31
Kehancuran
32
Kebenaran
33
Terlambat
34
Karma
35
Menyesal
36
Aku ikhlas melepasmu
37
Pulang ke rumah
38
Menolak untuk berpisah
39
Persidangan
40
Tidak ingin berpisah
41
Penyesalan Pedro
42
Menata hati yang baru
43
Rencana
44
Menenangkan
45
Jatuh cinta
46
Kecewa
47
Ungkapan
48
Masih mengejar
49
Wanita di masa lalu
50
Kemoterapi
51
Efek kemoterapi
52
Cinta lama
53
Cemburu
54
Terciduk
55
Kesal
56
Penyesalan orang tua
57
Cinta yang mulai tumbuh
58
Perasaan bersalah
59
Kaulah alasan
60
Wanita berkelas
61
Percaya
62
Penyesalan yang tak berujung
63
Berangkat keluar negeri
64
Seni Merayu Tuhan
65
Menyerah
66
Dua rubah licik
67
Separuh jiwa pergi
68
Kembali
69
Terima kasih sudah kembali
70
Menanti mu
71
Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72
Rasa sakit masa lalu
73
Terbangun dari tidur panjang
74
Eksekusi
75
Gugup
76
Melamar mu
77
Api Cemburu
78
Berubah
79
Wedding Day Pedho & Leona
80
Morning kiss
81
Demi aku
82
Lelaki kulkas
83
Memendam rasa
84
Impian Leona
85
Melarikan diri
86
Bahagia itu sederhana
87
Akhirnya
88
Gadis kecil.
89
Menerima kenyataan
90
Kembali ke Indonesia
91
Ikhlas.
92
Hamil
93
Mempertahankan
94
Menikmati proses nya.
95
Mengantar pulang
96
Tertangkap
97
Ultrasonografi
98
Kelahiran Triple Baby
99
Kembali lah
100
Bersyukur
101
Penyesalan Anjani
102
Triple Key
103
Kebahagiaan Leona
104
Mama muda
105
Tenang
106
Sekretaris baru
107
Kematian Adam dan Tessa
108
Memendam rasa
109
Kabur
110
Gadis ceroboh
111
Perhatian
112
Menerima mu apa adanya
113
Sekretaris bar-bar
114
Kekesalan Pedro
115
Menata hati
116
Nyaman
117
Sedikit membaik
118
Pergi
119
Wedding Day Andika & Yuna
120
Buah hati Pedho dan Leona
121
Pengumuman
122
Bab 1. Pedro dan Rere
123
02. Pedro & Rere
124
03. Pedro & Rere
125
04. Pedro & Rere
126
05. Pedro & Rere
127
06. Pedro & Rere (Wedding)
128
Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129
Salam hangat dari Author cantik.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!