Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Leona turun dari mobil taksi. Hari ini dia memang malas membawa mobil sendiri. Wanita itu masuk kedalam restourant sambil meneteng kotak nasi yang diberikan oleh Bik Lian.
Senyumnya mengembang saat melihat Andika sudah duduk menunggu bersama seseorang dimeja VVIP.
"Kak Dika," sapa nya.
"Leona." Andika langsung berdiri menyambut kedatangan wanita itu.
Lelaki yang duduk bersama Andika juga melihat kedatangan Leona.
"Ehh Kak Pedho," sapa nya juga pada Pedho. Ya lelaki itu adalah Pedho.
Pedho menjawab dengan anggukan. Dalam hati ia penasaran dan bertanya-tanya. Ada hubungan apa Andika dan Leona. Kenapa kedua orang ini tampak akrab sekali?
"Ayo duduk, Na."Andika menarik kursi dan mempersilahkan wanita itu untuk ikut duduk bersama mereka.
"Terima kasih Kak," senyum wanita itu. Sebenarnya Leona terkejut melihat kehadiran Pedho disini.
Pedho melihat Andika yang begitu perhatian pada Leona. Padahal Andika sudah tahu kalau Leona adalah istri dari adiknya.
"Kak, ini dari Bik Lian." Leona menyedorkan kotak nasi nya. "Kakak coba pasti enak," serunya.
"Wahh terima kasih Na," sahut Andika.
"Kak Pedho kenal sama Kak Dika?" tanya Leona penasaran. Ia tidak tahu banyak tentang kakak iparnya itu. Meski sedikit canggung karena Leona tahu jika Pedho adalah pria yang dijodohkan dengannya, meski akhirnya yang menikahinya adalah Pedro.
Pedho adalah pria dingin yang sulit didekati wanita. Trauma patah hati di masa lalu, membuat ia sedikit berhati-hati memulai hubungan dengan orang baru. Sebab, segala yang bersangkutan dengan hati tidak pernah ada hal yang sepele.
"Kenal Na. Kita teman di high school. Kakak ipar kamu," jawab Andika sambil mengigit roti yang dibawakan oleh Leona. "Hem, rasanya enak. Selai nya pas dan roti nya empuk," jelas Andika sambil berulang kali mengigit roti itu. "Kamu mau, Ped?" tawarnya.
"Tidak," tolak Pedho.
"Pesan makan." Leona dengan cepat menarik buku menu. "Kalian mau pesan apa?" tanyanya. Wanita ini kalau masalah makanan jangan diragukan, dia jago nya.
"Samakan saja," sahut Andika dan Pedho bersamaan.
"Pedro, kemana?" tanya Pedho. Ia sedikit terganggu dengan keakraban Andika dan Leona. Pedho tidak pernah tahu bagaimana kehidupan rumah tangga adiknya. Yang Pedho lihat keduanya baik-baik saja.
"Ada perjalanan bisnis Kak keluar kota," jawab Leona. Mendengar nama suaminya entah kenapa mood nya kembali memburuk.
"Kemana?" tanya Pedho penasaran.
"Kata sih ke Surabaya, Kak," jawab Leona.
Pesanan mereka datang. Ketiga nya makan sambil diselingi dengan perbincangan hangat. Leona, kalau makan memang suka sekali berisik sambil menjelaskan menu makanan yang dia makan.
"Bagaimana pekerjaan kamu?" tanya Pedho. Sebenarnya ini pertama kalinya ia berbicara sedekat ini dengan Leona. Sejak Leona menikah dengan Pedro. Ia terkesan menghindari wanita itu.
"Lancar Kak seperti biasa," jawab Leona.
Leona memang tak pernah menceritakan masalah rumah tangganya pada siapapun kecuali Yuna. Hanya Yuna yang Leona percaya untuk mengetahui hiruk pikuk rumah tangganya. Ia hanya tak ingin semua orang tahu betapa tak rukun nya kehidupan ia dan Pedro.
"Luiz kapan pulang kesini?" tanya Pedho
"Belum tahu Kak. Kak Luiz sibuk banget," sahut nya.
"Kamu kenal Tasya?"
Deg
Tiba-tiba Leona terdiam. Tentu saja dia tahu siapa Tasya. Wanita itu adalah kekasih suaminya dan baru kemarin ia melihat sendiri suaminya bermesraan dengan kekasih nya itu.
"Kenapa Kak?" tanya Leona melihat kearah Pedho.
"Tidak," kilah Pedho.
Pedho sebenarnya mencurigai kehidupan rumah tangga Pedro dan Leona. Sebab sudah lima tahun menikah tapi belum juga dikaruniai anak. Saat disuruh ikut program hamil, Pedro selalu menolak. Seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Pedho ingin mencari tahu kehidupan Pedro dan Leona tapi ia tidak mau menganggu privasi adik nya itu.
Leona makan dengan lahap. Dia memang sangat lapar. Tadi pagi ia hanya makan selembar roti. Sebenarnya ingin makan banyak. Tapi demi menghindari suaminya, ia rela makan selembar roti saja.
"Umphhhhhhh," Leona langsung menutup hidungnya.
"Ada apa Na?" tanya Andika.
"Kak." Sial darah itu kembali keluar dari hidung Leona.
"Na, hidung kamu berdarah!" seru Andika panik.
"Leona." Tanpa sadar Pedho berdiri dari duduknya.
"Tahan Na, tunggu sebentar," ucap Andika.
Pedho menahan kepala Leona. Agar sedikit menengadah keatas supaya darahnya tidak keluar banyak.
Andika segera membuka tas nya. Untung saja kemana ia pergi selalu membawa tas yang berisi peralatan medisnya.
"Tahan ya, Na." Andika mengambil kapas dan menutup kedua lobang hidung Leona. "Sakit tidak?" tanyanya.
"Perih Kak," rintih Leona. Sebenarnya Leona adalah wanita yang manja. Namun ia dipaksa dewasa saat menikah dengan Pedro.
"Ada bawa obat nya?" tanya Andika.
"Ada Kak, didalam tas," jawab Leona. Ia masih meringgis kesakitan. Padahal dia masih sangat lapar, tapi sialnya darah menyebalkan ini tidak bisa diajak bekerja sama dengannya.
Andika langsung meronggoh tas Leona. Lalu mengambil kantong obat didalam tas wanita itu.
"Minum, Na." sambil menyedorkan lima biji obat dan segelas air putih.
Sementara Pedho memperhatikan. Ia penasaran apa yang terjadi pada Leona? Kenapa bisa mimisan? Kenapa darah bisa keluar dari hidung? Apa adik iparnya itu baik-baik saja? Apa Leona sakit parah?
Pandangan Leona mulai kabur. Beberapa bagian tubuhnya terasa sakit seperti dipukul-pukul.
Brughhhhhhhhhhhhhh
Wanita itu jatuh didalam dekapan Pedho.
"Leona," pekik Andika.
Semua pengunjung melihat kearah mereka. Tentu saja mereka kenal siapa Leona. Leona adalah istri dari pengusaha ternama yang sering muncul dilayar televisi saat menghadiri sebuah acara talk show tentang bisnis.
Andika langsung mengambil tubuh Leona didalam dekapan Pedho dan mengangkat wanita itu.
Pedho masih mematung ditempatnya. Ia terkejut saat Leona pingsan. Tak pernah ia melihat adik iparnya selemah ini. Meski ia tak dekat Leona tapi ia tahu sifat dari istri adiknya itu.
"Pedho cepat, bawa tas ku," perintah Andika setengah berteriak sambil menggendong Leona dan berjalan duluan.
Pedho tersadar. Ia menyambar tas Andika dan berjalan menyusul. Sementara semua pengunjung pun terlihat panik saat melihat Leona pingsan. Banyak yang membantu Andika dengan membuka pintu mobil.
Pedho tidak tahu kenapa perasaan nya sangat takut dan panik? Tapi ia masih belum sadar dari keterkejutan nya. Apa ada hal yang terlewatkan tentang Leona. Tapi apa?
"Ped, kau yang bawa mobil," suruh Andika sambil duduk dan memangku kepala Leona.
"Baik," Pedho duduk dibangku kemudi lalu menjalankan mobil itu dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan restourant.
"Na, bangun Na. Bangun," Andika menepuk-nepuk pipi Leona. "Sudah berapa kali saya katakan, jangan terlalu lelah," ucap nya sambil mengusap kepala wanita yang terpejam diatas pangkuan nya itu.
**Bersambung... **
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
yourfreyaa_
gila, 5 tahun tnpa cinta busett
2023-05-22
1
Author Pensiun.
Guys di bab ini aku upload dua bab ya tapi yang satu nya belum lulus review
2023-04-16
1
Warijah Warijah
Lanjut Thor..lg seru nih..apakah Pedho akan memberi tahu Pedro? dn apakah hubungan gelapnya Pedro dn Tasya akan kebongkar?
2023-04-16
0