Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
Pedro menatap punggung Leona yang berjalan menjauhinya. Sejujurnya dia begitu panik saat melihat istrinya itu mimisan. Dalam hati bertanya-tanya, ada apa?
"Huffhhhh." Lelaki itu menghela nafas panjang. "Ada apa dengannya? Apa dia baik-baik saja?" gumam Pedro. Dia mengintip pintu kamar sang istri. Penasaran ingin masuk, namun mereka tak pernah sedekat itu selama ini.
"Permisi Tuan." Bik Lian hendak masuk kedalam kamar Leona sambil membawa nampan berisi makanan ditangannya.
"Bik, tunggu," cegah Pedro.
"Iya ada apa Tuan?" tanya wanita paruh baya itu tersenyum hangat.
"Apa yang terjadi pada Leona? Maksudku kenapa dia harus makan didalam kamar?" Pedro berusaha mencari bahasa yang tidak mudah dipahami oleh Bik Lian, lelaki itu takut jika ketahuan sedang mengkhawatirkan istrinya.
"Seperti yang Tuan lihat tadi, Nyonya tiba-tiba mimisan, Tuan." Sebenarnya Bik Lian juga khawatir melihat Leona tadi.
"Apa Bibi tahu penyebab nya apa?" tanya nya. Sumpah Pedro akan merasa sangat bersalah jika sampai terjadi sesuatu pada istrinya.
"Bibi tidak tahu Tuan. Nyonya tidak pernah cerita," sahut Bik Lian. "Kalau begitu, Bibi masuk dulu yaaa, Tuan. Nyonya sudah lapar," pamitnya.
Pedro mengangguk. Lalu lelaki itu masuk kedalam kamarnya. Meski sesekali menoleh kearah kamar Leona berharap wanita itu keluar dari kamarnya. Perasaan Pedro tidak tenang jika belum melihat Leona keluar. Entah kenapa dia panik dan khawatir.
"Huffhhhh," dia duduk dibibir ranjang dan menghela nafas panjang. "Tidak. Tidak, Pedro. Kamu tidak boleh mengkhawatirkan wanita itu. Dia wanita tidak benar. Dia wanita yang sudah merusak semua impian kamu untuk menikahi Tasya," ujarnya menepis semua perasaan yang seolah ingin hinggap didalam hatinya.
Pernikahan Pedro dan Leona memang atas perjodohan. Disisi lain Pedro sudah memiliki kekasih hati bernama Tasya, seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter di salah satu rumah sakit negeri di Ibukota . Dia sangat mencintai wanita itu. Namun apalah daya restu belum juga dia dapatkan.
Sementara Leona memang sebelum menikah dengan Pedro dia sudah memutuskan meninggalkan kekasihnya. Bukan karena Leona tak cinta tapi karena dia ingin memulai hubungan rumah tangga yang baik bersama sang suami. Namun, dia harus menelan pil pahit saat mengetahui bahwa suaminya itu hingga kini masih menjalin hubungan secara terang-terangan didepannya. Dan Leona tak berani berkomentar karena Pedro memang sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padanya. Dia menahan sakit saat Pedro dengan tanpa malu selalu menceritakan tentang kekasih hati nya, Tasya.
"Kenapa aku jadi begini?" Pedro mendengus kesal. "Ini tidak benar. Aku harus segera menemui Tasya, agar perasaan ku kembali membaik," ucapnya.
Pedro mengambil kunci mobil dan segera keluar dari rumah mewah miliknya. Setiap kali hatinya kacau balau, dia akan menemui Tasya dan perasaannya akan kembali membaik setelah bertemu dengan wanita itu.
"Pedro," sapa wanita cantik itu. Wajahnya lembut dan ayu.
"Sayang," Pedro langsung memeluk Tasya.
"Ada apa?" tanya Tasya heran namun dia tetap membalas pelukan kekasihnya, Pedro.
"Aku hanya ingin memelukmu sebentar saja," ucap Pedro.
Tasya mengusap punggung Pedro. Tasya sadar jika posisinya salah mencintai lelaki ini karena Pedro sudah memiliki istri. Namun, Tasya tidak bisa melepaskan Pedro karena dia sangat mencintai pria tersebut. Pedro adalah cinta pertamanya dan dia tidak bisa melepaskan lelaki bernama Pedro begitu saja.
Tasya terlahir dari keluarga sederhana. Dia bisa kuliah masuk kedokteran karena kepintaran dan kecerdasan nya. Dia wanita lemah lembut dan rendah hati, dia suka sekali membantu dan bahkan dia sekarang aktif dalam kegiatan sosial serta ikut serta dalam pengobatan gratis terkhusus masyarakat tidak mampu.
Hal itu lah yang membuat Pedro menaruh hati sepenuh nya pada Tasya. Menurut Pedro, Tasya wanita berbeda dan jauh sekali jika dibandingkan dengan Leona yang manja dan apa-apa harus mengadu pada kedua orang tuanya. Padahal itu dulu, sekarang Leona sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang tangguh.
"Ada apa?" Tasya melepaskan pelukan Pedro. "Kamu baik-baik saja?" tanya Tasya lembut.
Bagaimana bisa Pedro berpaling dari Tasya, jauh berbeda dengan Leona yang sifat nya bar-bar dan bicara saja suka teriak-teriak. Sementara Tasya, wanita paket komplit yang membuat Pedro tergila-gila pada wanita ini.
Namun, yang sedang Pedro selidiki entah kenapa sampai hari ini kedua orang tua nya tidak menyukai Tasya. Tidak ada penjelasan kenapa orang tua Pedro tidak menyukai Tasya? Dan sampai akhir nya dia dipaksa menikahi Leona. Jika saja, Ibu nya tidak mengancam akan bunuh diri mungkin Pedro takkan pernah menikahi Leona. Baginya Leona hanya orang asing yang tidak ingin dia temui.
"Ayo duduk," Tasya menggandeng tangan kekasihnya itu masuk kedalam apartemen yang Pedro belikan untuk nya.
"Iya Sayang," senyum Pedro.
Inilah yang Pedro suka. Setiap kali ada masalah Tasya selalu bisa membuat ketakutan nya menghilang.
"Minumlah," ucapnya memberikan segelas air putih.
"Terima kasih Sayang," senyum Pedro. Senyum itu seolah hanya milik Tasya karena hanya bersama wanita itu saja dia akan tersenyum.
"Bagaimana keadaan Ibu?" tanyanya.
"Ibu baik-baik saja. Kolesterol nya naik tapi aku sudah memberikan obat dan mengatur pola makannya," jelas Tasya. "Ada apa? Ayo cerita sama aku, siapa tahu aku bisa bantu," Tasya menggenggam tangan Pedro.
Pedro menyatukan tangan mereka berdua. Jika saja bukan karena ancaman dari kedua orang tua nya, Pedro pasti sudah menikahi Tasya. Namun sekeras apapun dia, ia tetaplah lelaki yang patuh pada perintah kedua orang tua nya.
"Ini masalah Leona," Pedro menghela nafas panjang.
Dada Tasya terasa sesak saat Pedro menyebut nama wanita itu. Tasya sangat takut jika Pedro jatuh cinta pada Leona. Ini terdengar egois tapi Tasya sungguh mencintai Pedro dan dia tidak akan siap kehilangan lelaki itu.
"Tadi pas aku makan malam bersamanya. Hidungnya tiba-tiba berdarah. Dia mimisan," jelas Pedro. "Aku panik, bukan maksud ku bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? Pasti Papa dan Mama akan menghukum ku," jelas Pedro.
Tasya terdiam sejenak. Sebenarnya dia tidak ingin membahas Leona. Namun Pedro seperti nya memang ingin membahas ini tentang istrinya itu.
"Apa dia sakit?"
"Entahlah, aku tidak tahu. Sejak tadi sore wajah nya sangat pucat. Dia juga tidak seperti biasa yang ceria," Pedro mengembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kamu khawatir padanya?" tanya Tasya lembut meski sebenarnya hati nya teriris-iris sakit.
"Aku tidak tahu. Tapi aku hanya penasaran, apa sebenarnya yang terjadi?" kilah Pedro. "Jangan salah paham," dia menggenggam tangan Tasya takut jika wanita itu malah beranggapan kalau dia sudah memiliki perasaan pada istrinya sendiri.
Tasya tersenyum lalu menepuk-nepuk punggung tangan Pedro.
"Tidak Sayang, aku tidak salah paham. Wajar jika kamu mengkhawatirkan dia. Dia istri kamu," ucap Tasya tersenyum getir
"Istri diatas kertas, Sayang," ralat Pedro.
Tasya terkekeh. Tetapi tidak dengan hatinya. Dia khawatir jika perlahan perasaan Pedro mulai ditumbuh pada Leona.
**Bersambung.... **
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
sebaik-baik nya perempuan..kl dia sdh masuk dlm kehidupan rumah tangga orang lain...ttp saja dia wanita yg jahat ..
2023-06-17
3
yosefus
Next thor
2023-05-23
0
Gabby
maaf cinta tapi kok aku emosi ya sama tasya
2023-05-22
3