Kondisi

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡

Leona masuk kedalam kamarnya. Tiba-tiba tubuh nya meriang.

Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk

Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk

Leona terbatuk-batuk menahan sesak didalam dadanya dan tenggorokan nya tiba-tiba terasa gatal.

Uhuk uhuk uhuk uhuk

Wanita itu terkejut saat melihat darah menempel di telapak tangannya. Segera dia berlari ke kamar mandi untuk mencuci tangannya sambil ketakutan bukan main

'Pada tahap awal, sarkoma jaringan lunak umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala apa pun. Namun ketika tumor makin membesar, gejala dapat muncul dengan karakteristik yang berbeda-beda, tergantung tempat tumbuhnya tumor. Nyeri perut dan sembelit, jika tumor tumbuh di jaringan lunak pada usus. Batuk dan sesak napas, jika tumor tumbuh di jaringan lunak sekitar paru-paru

Benjolan padat dan kokoh (sulit digerakkan) yang tidak nyeri tapi dapat terlihat jelas membesar seiring waktu, jika tumor tumbuh di jaringan lunak dekat permukaan kulit,'

Penjelasan Andika masih terngiang dikepala Leona. Apakah akan tiba saatnya dia terbaring lemah jika penyakit ini semakin parah?

Wanita itu keluar dari kamar mandi dengan langkah tertatih. Dia segera mengambil air minum yang tersedia diatas nakas.

Leona membongkar tas nya mencari obat yang sempat diberikan Andika. Dadanya semakin sesak.

Segera wanita itu melahap beberapa butir obat ditangannya dengan nafas yang tersengal-sengal.

Leona duduk dibibir ranjang untuk menetralisir perasaan dan jantungnya yang terasa berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada apa ini? Apakah hanya Sarkoma Jaringan Lunak, atau ada penyakit lainnya yang ikut bersarang didalam tubuhnya?

Sejak menikah dengan Pedro, Leona memang sudah pisah kamar. Bahkan keduanya tak pernah melakukan hubungan suami istri seperti pasangan lainnya, padahal usia pernikahan mereka sudah memasuki tahun kelima. Namun hubungan mereka tetap jalan ditempat.

"Hufhhh," wanita itu menarik nafas nya dengan dalam.

Perlahan Leona mengusap dadanya, seperti nya obat yang dia minum tadi sudah mulai bereaksi disana.

"Kuat Leona. Kamu tidak boleh lemah. Impianmu masih banyak," ucapnya pada diri sendiri untuk sekedar menguatkan perasaan yang membuncah didalam dadanya.

Wanita itu memejamkan matanya sejenak. Tak menyangka jika Tuhan mengujinya sebesar ini. Belum selesai permasalahan dalam rumah tangganya. Sekarang dia harus dihadapkan dengan penyakit yang sewaktu-waktu bisa membuat tubuhnya berhenti bekerja. Jika waktu itu tiba, apakah Leona siap menghadap sang pencipta dan meninggalkan semua kehidupan nya didunia?

Wanita itu segera membersihkan diri dikamar mandi. Padahal dokter sudah menyarankan agar tidak mandi dimalam hari karena itu berbahaya untuk kondisi nya. Tapi Leona, dia tidak bisa tidur jika tidak mandi karena dia memiliki tingkat kebersihan yang sangat tinggi.

"Aduh aku lapar. Sebaiknya aku makan dulu,"

Leona memakai piyama tidurnya. Jujur sebagai wanita normal dia sangat merindukan sentuhan seorang suami. Namun apalah daya ia harus menelan pil pahit dalam rumah tangga nya. Bahkan dengan terang-terangan sang suami mengatakan bahwa dia adalah perempuan tidak benar. Namun, bagaimana pun lelaki itu menyakiti perasaan nya, Leona tetap saja mencintai Pedro.

Leona keluar dari kamar, ditangannya membawa gelas kosong yang akan dia isi dengan air.

"Malam Nyonya," sapa Bik Lian, asisten rumah tangga yang selalu setia menemani Leona.

"Malam Bik," senyum Leona.

"Makan malam nya sudah siap Nyonya,"

"Terima kasih Bik,"

Leona menuju meja makan. Tampak di sana suaminya sudah makan sendirian. Padahal tadi dia menawarkan akan memasakkan Pedro makan malam bersama. Tapi lelaki itu mengatakan bahwa dia sudah makan sebelum pulang dari kantor.

"Malam Pedro," sapa Leona duduk disamping suaminya.

"Malam," jawab lelaki itu singkat padat dan jelas.

Leona mengambil makanan secukupnya. Entahlah, akhir-akhir ini nafsu makannya sedikit berkurang, apa karena pengaruh dari penyakit yang sekarang dia derita?

"Besok malam Papa dan Mama mengundang kita makan malam dirumah," ucap Pedro tanpa melihat Leona.

"Iya," sahut Leona. "Ehem, Pedro...."

"Ada apa?" tanya Pedro mengangkat pandangan. Tunggu, kenapa wajah istrinya sangat pucat biasanya wanita ini selalu terlihat fresh apalagi selesai mandi.

"Tidak apa-apa," Leona menghela nafas panjang. Padahal niat nya ingin bercerita tentang penyakit nya tapi melihat respon Pedro yang dingin, akhirnya Leona mengurungkan niatnya.

"Bagaimana hubungan mu dan Tasya?" tanya Leona.

Tasya adalah kekasih Pedro. Ya Leona tahu semua tentang suaminya itu. Tentang kekasih sang suami yang sekarang masih menjalin hubungan dengan wanita tersebut. Tapi apalah daya Leona, memang dia yang menjadi orang ketiga di hubungan suaminya dengan sang kekasih.

Kening Pedro berkerut heran. Tak pernah Leona mau menanyakan perihal urusan pribadi di meja makan. Pedro memang tidak mencintai Leona bahkan sangat membenci wanita ini namun ketika Leona menanyakan kekasihnya, kenapa rasanya dia bersalah?

"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang Tasya?" Pedro menatap istrinya

"Tidak, hanya ingin tahu saja," jawab Leona. Wanita itu masih bisa tersenyum ditengah hatinya yang tak baik-baik saja.

Pedro kembali melanjutkan makannya. Lelaki ini memang sangat dingin, dia akan hangat jika bersama kekasihnya yang sekarang masih menjalin hubungan dengannya secara diam-diam.

Leona makan dengan tenang. Dia selalu begitu. Meski jauh didalam hatinya sangat ingin mengajak suaminya berbicara layaknya pasangan pada umumnya. Namun itu semua seperti nya sulit dilakukan oleh Pedro.

"Umphhhhhhh,"

Leona menutup hidungnya saat merasakan hidungnya panas dan seperti ada cairan yang hendak keluar.

Wanita itu terkejut saat melihat darah keluar dari hidungnya.

"Leona," Pedro sontak berdiri. "Kamu kenapa?" tanya nya panik.

Leona menggeleng, lalu berjalan menuju kamar mandi. Sial, kenapa darah ini harus keluar didepan suaminya. Tidak, tidak ada yang boleh tahu jika dia sakit.

Pedro kembali duduk sambil menatap punggung Leona. Dia benar-benar terkejut melihat darah segar yang keluar dari hidung istrinya itu. Ada apa? Apa Leona baik-baik saja? Leona adalah wanita mandiri yang jarang menunjukkan kelemahan nya pada orang lain, jadi Pedro begitu mengenal siapa istrinya itu meski pun dia tak pernah benar-benar ingin kenal jauh kepribadian Leona.

Pedro masih menunggu dimeja makan. Dia tampak khawatir tapi enggan menyusul istrinya itu karena rasa gengsi dan jijik. Entahlah, Pedro tidak tahu kenapa dia bisa jijik pada Leona?

Leona kembali dengan wajah nya yang sudah pucat. Tubuhnya lemah sekali. Tapi dia harus tetap kuat.

"Bik, bawakan makanan kedalam kamar yaaa. Saya makan di kamar saja," ucapnya mengambil gelas berisi air.

"Leona," panggil Pedro berdiri dari duduknya.

"Iya kenapa?" masih sempat saja wanita itu tersenyum.

"Tidak," kilah Pedro. Bukan itu yang ingin dia katakan. Dia ingin menanyakan kondisi Leona, tapi dirinya terlalu gengsi untuk mengeluarkan suara itu.

Leona tersenyum getir, dia pikir lelaki itu akan mengkhawatirkan dirinya. Tapi nyatanya tidak.

"Aku masuk kamar dulu Pedro," ucapnya berpamitan.

Pedro hanya mengangguk saja tanpa menjawab ucapan Leona.

**Bersambung.... **

Terpopuler

Comments

Bonfiasia Watty

Bonfiasia Watty

Leona sebaiknya kamu pergi aja buat apa kamu bertahan sama suami yg sama sekali gak sayang sama kamu.
thor baru bab 2 aja aku udah emosi. Gimana bab bab selanjutnya nanti
lanjut thor aku tunggu next up nya

2023-04-22

3

Bonfiasia Watty

Bonfiasia Watty

Nyesek thor😭

2023-04-22

1

Bonfiasia Watty

Bonfiasia Watty

Ya ampun leona😭

2023-04-22

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan
2 Kondisi
3 Penasaran
4 Menikmati
5 Wanita kuat
6 Aku baik-baik saja
7 Berkunjung kerumah mertua
8 Kapan kalian punya anak?
9 Siapa
10 Hati yang tidak mungkin dimiliki
11 Ada yang hilang
12 Ada apa dengan Leona?
13 Fakta
14 Mencoba Ikhlas
15 Tentang rasa
16 Perasaan orang tua
17 Bayang-bayang
18 Pulang
19 Rindu yang tertahan
20 Tentang lelaki yang patah hati
21 Sahabat
22 Lepaskan
23 Bingung
24 Cinta harus memiliki
25 Poligami Hati
26 Hati yang kau dinginkan
27 Menolak
28 Keputusan Leona
29 Mengadu
30 Memilih pergi
31 Kehancuran
32 Kebenaran
33 Terlambat
34 Karma
35 Menyesal
36 Aku ikhlas melepasmu
37 Pulang ke rumah
38 Menolak untuk berpisah
39 Persidangan
40 Tidak ingin berpisah
41 Penyesalan Pedro
42 Menata hati yang baru
43 Rencana
44 Menenangkan
45 Jatuh cinta
46 Kecewa
47 Ungkapan
48 Masih mengejar
49 Wanita di masa lalu
50 Kemoterapi
51 Efek kemoterapi
52 Cinta lama
53 Cemburu
54 Terciduk
55 Kesal
56 Penyesalan orang tua
57 Cinta yang mulai tumbuh
58 Perasaan bersalah
59 Kaulah alasan
60 Wanita berkelas
61 Percaya
62 Penyesalan yang tak berujung
63 Berangkat keluar negeri
64 Seni Merayu Tuhan
65 Menyerah
66 Dua rubah licik
67 Separuh jiwa pergi
68 Kembali
69 Terima kasih sudah kembali
70 Menanti mu
71 Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72 Rasa sakit masa lalu
73 Terbangun dari tidur panjang
74 Eksekusi
75 Gugup
76 Melamar mu
77 Api Cemburu
78 Berubah
79 Wedding Day Pedho & Leona
80 Morning kiss
81 Demi aku
82 Lelaki kulkas
83 Memendam rasa
84 Impian Leona
85 Melarikan diri
86 Bahagia itu sederhana
87 Akhirnya
88 Gadis kecil.
89 Menerima kenyataan
90 Kembali ke Indonesia
91 Ikhlas.
92 Hamil
93 Mempertahankan
94 Menikmati proses nya.
95 Mengantar pulang
96 Tertangkap
97 Ultrasonografi
98 Kelahiran Triple Baby
99 Kembali lah
100 Bersyukur
101 Penyesalan Anjani
102 Triple Key
103 Kebahagiaan Leona
104 Mama muda
105 Tenang
106 Sekretaris baru
107 Kematian Adam dan Tessa
108 Memendam rasa
109 Kabur
110 Gadis ceroboh
111 Perhatian
112 Menerima mu apa adanya
113 Sekretaris bar-bar
114 Kekesalan Pedro
115 Menata hati
116 Nyaman
117 Sedikit membaik
118 Pergi
119 Wedding Day Andika & Yuna
120 Buah hati Pedho dan Leona
121 Pengumuman
122 Bab 1. Pedro dan Rere
123 02. Pedro & Rere
124 03. Pedro & Rere
125 04. Pedro & Rere
126 05. Pedro & Rere
127 06. Pedro & Rere (Wedding)
128 Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129 Salam hangat dari Author cantik.
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Kenyataan
2
Kondisi
3
Penasaran
4
Menikmati
5
Wanita kuat
6
Aku baik-baik saja
7
Berkunjung kerumah mertua
8
Kapan kalian punya anak?
9
Siapa
10
Hati yang tidak mungkin dimiliki
11
Ada yang hilang
12
Ada apa dengan Leona?
13
Fakta
14
Mencoba Ikhlas
15
Tentang rasa
16
Perasaan orang tua
17
Bayang-bayang
18
Pulang
19
Rindu yang tertahan
20
Tentang lelaki yang patah hati
21
Sahabat
22
Lepaskan
23
Bingung
24
Cinta harus memiliki
25
Poligami Hati
26
Hati yang kau dinginkan
27
Menolak
28
Keputusan Leona
29
Mengadu
30
Memilih pergi
31
Kehancuran
32
Kebenaran
33
Terlambat
34
Karma
35
Menyesal
36
Aku ikhlas melepasmu
37
Pulang ke rumah
38
Menolak untuk berpisah
39
Persidangan
40
Tidak ingin berpisah
41
Penyesalan Pedro
42
Menata hati yang baru
43
Rencana
44
Menenangkan
45
Jatuh cinta
46
Kecewa
47
Ungkapan
48
Masih mengejar
49
Wanita di masa lalu
50
Kemoterapi
51
Efek kemoterapi
52
Cinta lama
53
Cemburu
54
Terciduk
55
Kesal
56
Penyesalan orang tua
57
Cinta yang mulai tumbuh
58
Perasaan bersalah
59
Kaulah alasan
60
Wanita berkelas
61
Percaya
62
Penyesalan yang tak berujung
63
Berangkat keluar negeri
64
Seni Merayu Tuhan
65
Menyerah
66
Dua rubah licik
67
Separuh jiwa pergi
68
Kembali
69
Terima kasih sudah kembali
70
Menanti mu
71
Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72
Rasa sakit masa lalu
73
Terbangun dari tidur panjang
74
Eksekusi
75
Gugup
76
Melamar mu
77
Api Cemburu
78
Berubah
79
Wedding Day Pedho & Leona
80
Morning kiss
81
Demi aku
82
Lelaki kulkas
83
Memendam rasa
84
Impian Leona
85
Melarikan diri
86
Bahagia itu sederhana
87
Akhirnya
88
Gadis kecil.
89
Menerima kenyataan
90
Kembali ke Indonesia
91
Ikhlas.
92
Hamil
93
Mempertahankan
94
Menikmati proses nya.
95
Mengantar pulang
96
Tertangkap
97
Ultrasonografi
98
Kelahiran Triple Baby
99
Kembali lah
100
Bersyukur
101
Penyesalan Anjani
102
Triple Key
103
Kebahagiaan Leona
104
Mama muda
105
Tenang
106
Sekretaris baru
107
Kematian Adam dan Tessa
108
Memendam rasa
109
Kabur
110
Gadis ceroboh
111
Perhatian
112
Menerima mu apa adanya
113
Sekretaris bar-bar
114
Kekesalan Pedro
115
Menata hati
116
Nyaman
117
Sedikit membaik
118
Pergi
119
Wedding Day Andika & Yuna
120
Buah hati Pedho dan Leona
121
Pengumuman
122
Bab 1. Pedro dan Rere
123
02. Pedro & Rere
124
03. Pedro & Rere
125
04. Pedro & Rere
126
05. Pedro & Rere
127
06. Pedro & Rere (Wedding)
128
Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129
Salam hangat dari Author cantik.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!