Rindu yang tertahan

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺 🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Pedro turun dari mobil. Ia keluar dengan langkah yang tampak tergesa-gesa seperti tak sabar bertemu seseorang.

Ia masuk kedalam rumahnya. Entah apa yang dia cari. Lelaki itu seperti mencari seseorang yang telah lama ia rindukan namun entah siapa.

"Tuan Anda sudah pulang," sapa Bik Lian.

"Di mana Leona Bik?" tanya Pedro.

"Nyonya_"

Pedro segera mengintip kearah jendela saat mendengar deru suara mobil yang baru saja datang. Ia menyimak jendela orden. Keningnya berkerut heran ketika melihat mobil itu terparkir didepan rumah mewahnya.

"Bukannya itu mobil Kak Pedho?" gumam Pedro. "Tapi ada apa Kak Pedho disini?" ia tampak berpikir dan bingung.

Leona menatap mobil suaminya yang sudah sampai. Ternyata suami nya sudah pulang dan suaminya sama sekali tak khawatir mencarinya.

"Kak," panggil Leona.

"Jangan turun ya. Soalnya Pedro sudah pulang. Aku takut salah paham," pinta Leona. Bagaimana pun akan sumbang mata, jika adik ipar dan kakak ipar berada didalam mobil yang sama.

Pedho melirik mobil Pedro yang memang sudah terparkir dihalaman rumah. Ia mengangguk paham. Ia tidak mau salah paham. Kasihan Leona.

"Ya sudah kamu hati-hati. Ingat minggu depan kamu kemo lagi. Jaga pola makan dan tidur tepat waktu serta obatnya jangan lupa," pesan Pedho seperti seorang pria sedang mengingatkan kekasihnya.

Leona tersenyum hangat. Andai saja yang perhatian seperti itu suaminya Pedro, pasti ia akan sangat bahagia mendapatkan perhatian lebih dari pria itu.

"Iya Kak terima kasih. Maaf merepotkan mu Kak," ucap Leona.

"Sama sekali tidak," sahut Pedho. Apapun tentang Leona, bagi Pedho itu tidak masalah. Selama wanita ini merasa aman dan nyaman

"Ya sudah Kak. Aku masuk ya. Sekali lagi terima kasih sudah mengantar dan menemani," ucap Leona turun dari mobil. Pedho membalas dengan anggukan.

"Ricard jalan," perintah Pedho tapi tatapannya tertuju pada Leona yang berjalan pelan, pasti wanita itu masih kesakitan dibagian tungkaknya.

"Leona, aku akan memastikan kamu baik-baik saja. Tenanglah, jika Pedro membuangmu seperti sampah maka aku lah yang akan memunggut mu seperti intan," gumam Pedho.

Tanpa Leona sadari dan ketahui, sesungguhnya Pedho sangat mencintai wanita itu, sejak pertemuan pertama mereka. Dan Pedho hancur ketika mengetahui bahwa Leona telah dinikahi oleh adiknya. Saat itu Pedho depresi, ia menepi untuk beberapa waktu sambil menenangkan hati nya yang seperti ditusuk-tusuk oleh ribuan pisau. Ia mencoba melupakan Leona namun nyatanya hingga kini wanita itu tetap bersemayam didalam hatinya meski sudah berlalu sekian tahun.

Kepedihan telah membawa jari-jarinya mencengkram dengan kuat bangku mobil. Ia gantungkan rasa perih itu pada bangku sebagai penyangga. Ia takut kehilangan Leona untuk selamanya. Tak apa jika ia tidak bisa memiliki hati dan raga Leona, asal wanita itu bertahan hidup, Pedho sudah bersyukur. Bagi Pedho kebahagiaan Leona adalah segalanya, ia rela melakukan apa saja demi wanita yang ia cintai itu.

Pedho hancur ketika mendengar wanita itu menderita penyakit serius. Seluruh aliran darah dalam tubuh nya seolah berhenti mengalir dan tersumbat di antara bulu-bulu tangannya. Apalagi saat Andika menjelaskan penyakit Leona. Ia semakin terluka dan tergeletak tak berdaya. Bagaimana jika suatu saat Leona pergi? Pedho takkan pernah siap. Tidak apa Leona bersama Pedro, asal ia tetap menjadi bagian dari penghuni bumi ini.

"Anda baik-baik saja Tuan?" tanya Ricard. Ricard sang asisten setia itu memahami perasaan yang sakit ini dirasakan oleh Pedho.

"Aku tidak baik-baik saja Ricard," sahut Pedho lirih.

Ricard sudah tahu perasaan Pedho terhadap adik iparnya. Memang seharusnya Pedho lah yang berdiri disamping Leona saat ini dan menyuguhkan kebahagiaan pada wanita itu. Namun takdir malah berkata lain, ia harus melepaskan Leona demi Pedro.

.

.

Leona berjalan pelan memasuki rumahnya. Kakinya sedikit ia seret. Sejujurnya kondisinya belum benar-benar pulih. Ia masih lemah. Tapi ia tidak mau dianggap wanita lemah oleh orang lain. Ia juga tidak mau semua orang tahu bahwa ia sakit.

"Nyonya," sambut Bik Lian. "Nyonya kemana saja?" tanya Bik Lian panik. Beberapa hari Leona tidak pulang dan dia khawatir, untung saja Pedho langsung menghubungi nya dan mengatakan kalau Leona sedang ada urusan.

"Maaf yaaa Bik. Pasti kangen sama aku kan?" goda nya terkekeh pelan

"Iya Nyonya. Bibi kangen sekali. Nyonya kemana saja," Bik Lian memeluk Leona.

Leona terkekeh. Bik Lian seperti Ibu kandung nya sendiri. Saat Ibu nya sibuk dengan karier dan bisnis, Bik Lian adalah wanita yang selalu menemani ia sejak kecil. Sekarang wanita itu sudah hampir berusia kepala enam. Tapi masih setia menemani Leona.

"Leona," panggil Pedro berdiri tidak jauh dari mereka berdua.

Hingga percakapan antara Leona dan Bik Lian terbuyarkan saat mendengar Pedro memangil nama nya.

"Pedro," Leona membalas dengan senyuman semanis mungkin.

Sumpah demi apapun, Leona rindu dengan raga Pedro. Ia berusaha melawan keinginan nya untuk tak menghubungi Pedro seperti biasa saat melakukan perjalanan bisnis keluar kota. Namun segera Leona sadar bahwa ia takkan bisa memiliki suaminya itu. Ia harus menelan hati nya sendiri dengan rindu yang tertahan.

"Kamu apa kabar?" tanya Pedro. Sebenarnya ia ingin sekali bertanya, ada hubungan apa antara Leona dan Pedho, kenapa bisa satu mobil? Namun malah pertanyaan itu yang keluar dari mulut Pedro.

"Aku baik," jawab Leona. "Bik, tolong buatkan aku bubur ayam yaa Bik. Aku ingin sekali makan bubur ayam," perintah Leona. Kata Andika untuk sementara waktu Leona makan bubur dulu sampai kemoterapi nya yang kedua.

"Siap Nyonya!" seru Bik Lian semangat.

"Kalau sudah matang, bawakan ke kamar ya Bik. Aku ingin makan di kamar," ucap Leona.

"Iya Nona," sahut Bik Lian. "Kalau begitu Bibi permisi Nona," pamitnya. Leona mengangguk.

Pedro tersendak melihat sikap Leona yang jauh berbeda. Biasanya saat ia pulang dari luar kota Leona akan menyambut nya dengan senyuman hangat dan kata-kata rindu yang kadang bosan didengar oleh Pedro. Wanita itu akan merenggek dan manja. Namun, sekarang bertanya saja Leona tidak. Ia terkesan tak perduli lagi pada Pedro. Kenapa hati Pedro sangat sakit?

"Pedro, aku izin ke kamar," pamit nya. Sebenarnya Leona setengah mati menahan sakit dibagian tungkaknya akibat suntikan kemoterapi yang ia jalani.

"Leona," panggil Pedro saat Leona melewati dirinya.

"Iya Pedro, kenapa?" Leona berbalik dan mencoba tersenyum. Berharap Pedro akan simpatik padanya, siapa tahu Pedro bertanya. Kamu kenapa?

"Tidak. Aku juga mau kembali ke kamar," ucap Pedro.

Namun tak sesuai harapan. Jawaban yang keluar dari mulut lelaki itu sungguh membuat hati Leona teriris sakit. Ia pikir, Pedro akan bertanya banyak hal karena melihat dia yang pucat. Tapi sepertinya itu memang tidak mungkin. Leona tak seharusnya berharap lebih pada hubungan mereka yang tak mungkin ini

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Febrianti Febri

Febrianti Febri

hahahaha dasar Leona iya bertahan sampe kakek nenek dasar bodoh jadi ilfil sama Leona ga ada simpati nya jadi gue jadi cewek ko bodoh bngt kaya ga ada cowok lain lagi

2025-01-21

0

Samsia Chia Bahir

Samsia Chia Bahir

Skalian az brtahan sampe kakek nenek leona 😅😅😅😅😅😅

2023-10-22

0

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

masih saja berharap...
sdh 5thn lho Leona...

2023-06-17

1

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan
2 Kondisi
3 Penasaran
4 Menikmati
5 Wanita kuat
6 Aku baik-baik saja
7 Berkunjung kerumah mertua
8 Kapan kalian punya anak?
9 Siapa
10 Hati yang tidak mungkin dimiliki
11 Ada yang hilang
12 Ada apa dengan Leona?
13 Fakta
14 Mencoba Ikhlas
15 Tentang rasa
16 Perasaan orang tua
17 Bayang-bayang
18 Pulang
19 Rindu yang tertahan
20 Tentang lelaki yang patah hati
21 Sahabat
22 Lepaskan
23 Bingung
24 Cinta harus memiliki
25 Poligami Hati
26 Hati yang kau dinginkan
27 Menolak
28 Keputusan Leona
29 Mengadu
30 Memilih pergi
31 Kehancuran
32 Kebenaran
33 Terlambat
34 Karma
35 Menyesal
36 Aku ikhlas melepasmu
37 Pulang ke rumah
38 Menolak untuk berpisah
39 Persidangan
40 Tidak ingin berpisah
41 Penyesalan Pedro
42 Menata hati yang baru
43 Rencana
44 Menenangkan
45 Jatuh cinta
46 Kecewa
47 Ungkapan
48 Masih mengejar
49 Wanita di masa lalu
50 Kemoterapi
51 Efek kemoterapi
52 Cinta lama
53 Cemburu
54 Terciduk
55 Kesal
56 Penyesalan orang tua
57 Cinta yang mulai tumbuh
58 Perasaan bersalah
59 Kaulah alasan
60 Wanita berkelas
61 Percaya
62 Penyesalan yang tak berujung
63 Berangkat keluar negeri
64 Seni Merayu Tuhan
65 Menyerah
66 Dua rubah licik
67 Separuh jiwa pergi
68 Kembali
69 Terima kasih sudah kembali
70 Menanti mu
71 Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72 Rasa sakit masa lalu
73 Terbangun dari tidur panjang
74 Eksekusi
75 Gugup
76 Melamar mu
77 Api Cemburu
78 Berubah
79 Wedding Day Pedho & Leona
80 Morning kiss
81 Demi aku
82 Lelaki kulkas
83 Memendam rasa
84 Impian Leona
85 Melarikan diri
86 Bahagia itu sederhana
87 Akhirnya
88 Gadis kecil.
89 Menerima kenyataan
90 Kembali ke Indonesia
91 Ikhlas.
92 Hamil
93 Mempertahankan
94 Menikmati proses nya.
95 Mengantar pulang
96 Tertangkap
97 Ultrasonografi
98 Kelahiran Triple Baby
99 Kembali lah
100 Bersyukur
101 Penyesalan Anjani
102 Triple Key
103 Kebahagiaan Leona
104 Mama muda
105 Tenang
106 Sekretaris baru
107 Kematian Adam dan Tessa
108 Memendam rasa
109 Kabur
110 Gadis ceroboh
111 Perhatian
112 Menerima mu apa adanya
113 Sekretaris bar-bar
114 Kekesalan Pedro
115 Menata hati
116 Nyaman
117 Sedikit membaik
118 Pergi
119 Wedding Day Andika & Yuna
120 Buah hati Pedho dan Leona
121 Pengumuman
122 Bab 1. Pedro dan Rere
123 02. Pedro & Rere
124 03. Pedro & Rere
125 04. Pedro & Rere
126 05. Pedro & Rere
127 06. Pedro & Rere (Wedding)
128 Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129 Salam hangat dari Author cantik.
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Kenyataan
2
Kondisi
3
Penasaran
4
Menikmati
5
Wanita kuat
6
Aku baik-baik saja
7
Berkunjung kerumah mertua
8
Kapan kalian punya anak?
9
Siapa
10
Hati yang tidak mungkin dimiliki
11
Ada yang hilang
12
Ada apa dengan Leona?
13
Fakta
14
Mencoba Ikhlas
15
Tentang rasa
16
Perasaan orang tua
17
Bayang-bayang
18
Pulang
19
Rindu yang tertahan
20
Tentang lelaki yang patah hati
21
Sahabat
22
Lepaskan
23
Bingung
24
Cinta harus memiliki
25
Poligami Hati
26
Hati yang kau dinginkan
27
Menolak
28
Keputusan Leona
29
Mengadu
30
Memilih pergi
31
Kehancuran
32
Kebenaran
33
Terlambat
34
Karma
35
Menyesal
36
Aku ikhlas melepasmu
37
Pulang ke rumah
38
Menolak untuk berpisah
39
Persidangan
40
Tidak ingin berpisah
41
Penyesalan Pedro
42
Menata hati yang baru
43
Rencana
44
Menenangkan
45
Jatuh cinta
46
Kecewa
47
Ungkapan
48
Masih mengejar
49
Wanita di masa lalu
50
Kemoterapi
51
Efek kemoterapi
52
Cinta lama
53
Cemburu
54
Terciduk
55
Kesal
56
Penyesalan orang tua
57
Cinta yang mulai tumbuh
58
Perasaan bersalah
59
Kaulah alasan
60
Wanita berkelas
61
Percaya
62
Penyesalan yang tak berujung
63
Berangkat keluar negeri
64
Seni Merayu Tuhan
65
Menyerah
66
Dua rubah licik
67
Separuh jiwa pergi
68
Kembali
69
Terima kasih sudah kembali
70
Menanti mu
71
Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72
Rasa sakit masa lalu
73
Terbangun dari tidur panjang
74
Eksekusi
75
Gugup
76
Melamar mu
77
Api Cemburu
78
Berubah
79
Wedding Day Pedho & Leona
80
Morning kiss
81
Demi aku
82
Lelaki kulkas
83
Memendam rasa
84
Impian Leona
85
Melarikan diri
86
Bahagia itu sederhana
87
Akhirnya
88
Gadis kecil.
89
Menerima kenyataan
90
Kembali ke Indonesia
91
Ikhlas.
92
Hamil
93
Mempertahankan
94
Menikmati proses nya.
95
Mengantar pulang
96
Tertangkap
97
Ultrasonografi
98
Kelahiran Triple Baby
99
Kembali lah
100
Bersyukur
101
Penyesalan Anjani
102
Triple Key
103
Kebahagiaan Leona
104
Mama muda
105
Tenang
106
Sekretaris baru
107
Kematian Adam dan Tessa
108
Memendam rasa
109
Kabur
110
Gadis ceroboh
111
Perhatian
112
Menerima mu apa adanya
113
Sekretaris bar-bar
114
Kekesalan Pedro
115
Menata hati
116
Nyaman
117
Sedikit membaik
118
Pergi
119
Wedding Day Andika & Yuna
120
Buah hati Pedho dan Leona
121
Pengumuman
122
Bab 1. Pedro dan Rere
123
02. Pedro & Rere
124
03. Pedro & Rere
125
04. Pedro & Rere
126
05. Pedro & Rere
127
06. Pedro & Rere (Wedding)
128
Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129
Salam hangat dari Author cantik.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!