Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Pedro menatap Tasya yang menyuapi Ibu nya dengan senyum. Ia begitu bangga memiliki wanita berhati malaikat seperti Tasya. Lemah lembut dan rendah hati serta sangat menyanyangi Ibu nya.
"Ibu yakin ingin menetap disini?" tanya Tasya memberikan segelas air putih pada Ibu nya.
"Iya Nak. Ibu akan tetap disini. Kasihan kamu. Lagian disini, masih ada Kakak mu yang akan merawat Ibu," jelas Lena, Ibu kandung Tasya.
Tasya menghela nafas panjang. "Iya Bu,"
Namun entah kenapa bayang-bayang Leona pun melintas begitu saja didalam angan Pedro. Beberapa hari ini dalam perjalanan nya keluar kota, pikirannya masih berpusat pada istrinya itu. Sangat aneh, biasanya setiap kali ia keluar kota, Leona akan heboh menelepon nya dan bertanya kapan pulang? Tapi ini mengirim satu pesan pun istrinya itu tidak.
'Ada apa dengan Leona?' batin Pedro sambil memperhatikan ponselnya berharap notifikasi pesan dari Leona masuk ke ponselnya.
"Kenapa Sayang?" tanya Tasya yang melihat Pedro tampak bingung.
Pedro tersadar. "Ohh tidak," sahut Pedro. "Aku keluar sebentar," pamitnya. Tasya mengangguk.
Tasya menatap Pedro curiga. Beberapa hari ini gerak-gerik Pedro mencurigakan. Ia tampak gelisah tak menentu. Biasanya setiap kali bertemu Tasya lelaki itu akan terus menempel dan mengikuti Tasya kemana pun ia pergi. Sekarang, lelaki itu terkesan menghindar.
"Tasya," panggil Lena.
"Iya Bu, kenapa?" Tasya tersenyum hangat. "Dimana yang sakit Bu?" tanya nya lagi. Ia sangat menyanyangi Ibu nya.
"Bagaimana hubungan mu dan Pedro?" tanya Lena menatap putrinya.
"Seperti yang Ibu lihat. Kami baik-baik saja Bu," jawab Tasya sambil tersenyum.
Lena tampak menghela nafas panjang. "Bagaimana istrinya Pedro? Apa dia tahu hubungan kalian?" cecar Lena.
Tasya terdiam. Ia paling tidak suka membahas Leona. Leona itu yang membuat ia dan Pedro tidak bisa bersatu sampai sekarang.
"Dia tahu kok Bu," jawab Tasya malas. Bagi Tasya Leona lah orang ketiga dalam hubungan nya dan Pedro.
"Lalu, bagaimana respon nya?" tanya Lena penasaran. Tak mungkin seorang istri akan diam saja ketika mengetahui suami nya memiliki hubungan dengan wanita lain.
"Dia biasa saja Bu dan tidak mempersalahkan hubungan kami," jawab Tasya.
Lena menghela nafas panjang. "Nak," ia menyatukan tangannya dan tangan Tasya. "Apa sebaik nya lepaskan Pedro saja? Dia sudah menikah," pinta Lena. Walau Lena tahu jika pernikahan Pedro dan Leona adalah karena perjodohan, tapi tetap Tasya yang salah karena Tasya yang menjadi orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga Pedro dan Leona.
Deg
Tasya terdiam. Melepaskan Pedro? Sungguh sama sekali ia tak bisa. Ia mencintai Pedro dan selamanya akan begitu. Bagaimana bisa ia melepaskan Pedro dan mengikhlaskan nya untuk Leona. Sampai kapan pun Tasya takkan bisa. Ia tidak mau kehilangan lelaki yang sudah menemaninya selama delapan tahun ini.
"Maaf Bu, aku tidak bisa," tolak Tasya. "Bukan aku yang menjadi orang ketiga dalam hubungan Pedro dan Leona. Tapi Leona lah yang menjadi orang ketiga dalam hubungan kami. Aku lebih duluan hadir didalam hidup Pedro dari Leona," sergah Tasya.
Lena menggeleng. Tasya memang keras kepala. Harusnya Tasya sadar tidak baik menghancurkan kehidupan rumah tangga orang lain.
"Tasya, sekali pun kamu yang pertama hadir didalam hidup Pedro tetap kamu salah Nak. Karena Pedro sudah memiliki istri. Leona tidak salah karena dia istri Pedro. Tidak baik Nak, tidak baik menjadi orang ketiga di rumah tangga orang lain. Seandainya kamu berada diposisi Leona, bagaimana perasaan kamu saat suami kamu memiliki hubungan dengan wanita lain?" jelas Lena panjang lebar. Ia tahu Tasya mencintai Pedro tapi tidak seharusnya salah jalan seperti ini.
Tasya menggeleng. Sudah cukup dulu dia mengizinkan Pedro menikahi Leona tapi untuk meninggalkan pria itu. Tasya tak bisa.
"Aku tidak bisa Bu," tolak Tasya.
Lena menghela nafas panjang. Ia menatap putri nya. Hati seorang wanita ia paham perasaan Tasya tapi ia tak bisa membela anaknya karena Tasya berada dijalan yang salah.
"Apa saat kamu bertahan seperti ini orang tua Pedro akan memberikan restu? Tidak akan Tasya. Mereka tidak akan menerima mu sebagai menantu keluarga kaya itu karena masa lalu mu. Jadi sadar lah sebelum nanti Pedro yang meninggalkan mu. Ibu tidak bisa memaksa mu tapi keputusan ada di tanganmu. Jangan mengenggam sesuatu yang takkan mungkin bisa kamu miliki. Mungkin ia kamu menangis sekarang tapi kamu tidak tahu bagaimana kehidupan kamu kedepan nya," ucap Lena pasrah terhadap apapun keputusan Tasya. Sebagai seorang Ibu ia ingin anaknya mendapatkan yang terbaik. Tapi ia tak bisa memaksa. Ia hanya bisa mengingatkan saja. Selebihnya keputusan ada ditangan Tasya.
Tasya terdiam dan tak lagi menjawab. Ia mengaduk-aduk bubur didalam mangkuk nya. Tidak. Tasya tak bisa. Ia memang harus sedikit egois mempertahankan Pedro untuk selalu berada disisinya. Ia tidak bisa hidup tanpa pria itu. Pedro separuh dari jiwanya. Meski pun nanti akan tiba saat nya di mana Pedro mengetahui siapa dia sebenarnya.
Tanpa Lena dan Tasya sadari sedari tadi Pedro mendengar percakapan antara Ibu dan anak itu. Entahlah, ia pun tak tahu bagaimana perasaan nya sekarang. Sama hal nya seperti Tasya ia juga tahu jika yang dia lakukan adalah hal yang salah. Tapi dia tidak bisa melepaskan Tasya. Ia sudah terlanjur mencintai Tasya dengan penuh jiwa dan raganya.
Dan memang beberapa hari ini perasaan nya terhadap Tasya berubah. Pedro tak tahu apa penyebabnya. Tak biasanya ia akan menggebu-gebu saat melihat wanita itu. Kini, semua perlahan berubah.
"Tasya," Pedro.
"Iya Ped?" Tasya melirik kekasih itu. "Kenapa?" tanya nya sambil tersenyum.
"Aku harus kembali ke Jakarta. Ada urusan pekerjaan yang harus aku kerjakan," ucap Pedro.
"Tapi aku_"
"Tidak apa-apa kamu disini dulu temanin Ibu. Aku akan jemput kamu kapan saja kamu mau pulang. Lagian kamu cuti 'kan?" ujar Pedro.
Tasya merasa ada yang aneh dengan Pedro. Tak biasanya lelaki ini mau jauh darinya. Ada apa dengan Pedro.
"Kamu yakin mau meninggalkan aku disini?" tanya Tasya sedikit kecewa.
"Aku tidak bermaksud meninggalkan kamu Tasya. Tapi pekerjaan ku penting sekali dan_"
"Iya ternyata pekerjaan lebih penting dari aku," potong Tasya sendu. Ini adalah sejarah pertama dalam hubungan mereka Pedro tega meninggalkan dia demi pekerjaan. Biasanya terbalik, Pedro akan meninggalkan pekerjaan demi Tasya.
"Bukan begitu," Pedro mendesah.
"Biarkan saja Tasya. Atau kalau kamu mau kembali duluan, Ibu tidak apa-apa disini. 'Kan ada Kakak mu nanti yang akan menjaga Ibu," ucap Lena sambil tersenyum.
"Tidak Bu. Aku tidak akan meninggalkan Ibu disini," sergah Tasya. Tasya menatap Pedro. "Ya sudah kamu pulang saja duluan. Nanti aku kabari kalau mau pulang ke Jakarta,"
"Terima kasih Sayang," Pedro memberikan kecupan singkat di kening Tasya.
Setelah berpamitan, ia segera pulang dan kembali ke Jakarta.
.
Bersambung...
Maaf guys Author enggak bisa update banyak-banyak setiap hari karena lagi menyelesaikan novel sebelah..
Tapi kalian tenang aja author bakal terus update meski 1 bab doang kalau waktu enggak mepet author bakal update 2-3 bab😁
Yo weesss makasih buat kalian yang sudah ikutan..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
pigeon
kak author kenapa belum up lagi, ayo kak Thor semangat kak😘😒
2023-04-20
1
Aisyah Hasan
ku tunggu lnjutannya
2023-04-20
0
Warijah Warijah
Ada masa lalu apakah yg dirahasiakan Tasya Thor, jd penasaran 🙏.
2023-04-20
0