Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
"Bersiaplah, kita akan makan malam dirumah Papa dan Mama," ucap Pedro melirik Leona.
"Iya Pedro." Namun wanita itu malah tersenyum meski selalu disambut dengan tatapan dingin oleh suaminya.
Leona bersiap-siap. Dia berdandan secantik mungkin. Selalu begitu, setiap kali bertemu dengan kedua mertuanya Leona pasti akan berdandan. Kedua mertua nya begitu menyanyangi Leona, hal itulah yang membuat Leona semakin bertekad untuk menggapai cinta Pedro.
"Semangat Leona. Kamu pasti bisa merebut hati Pedro," ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Leona tampak cantik sekali dengan dress sampai mata kaki dan bagian depannya mi
memiliki belahan. Ditambah lehernya yang tertutup.
Leona keluar dari kamarnya. Senyum menggembang dan manis, ia tampilkan. Dia selalu suka kalau bertemu dengan mertuanya. Setidaknya, ada orang yang menyayangi dirinya.
"Sudah siap?" tanya Pedro tanpa melihat wanita itu.
"Sudah, Pedro!" seru Leona.
Leona berharap Pedro melihat nya lalu terpesona. Namun, harapannya pupus saat lelaki itu malah berjalan duluan masuk kedalam mobil. Dan harapan Leona pun pupus saat Pedro masuk begitu saja tanpa ada niat membukakan pintu untuknya.
"Sabar Leona," ucapnya berusaha menguatkan diri.
Leona masuk menyusul Pedro. Pedro menjalankan mobilnya. Dia sama sekali tak bersuara dan tetap fokus menyetir.
"Pedro," panggil Leona.
"Ada apa?" tanyanya dingin.
"Ehem, menurut mu aku cantik, tidak?" meminta saran.
"Ehem." Lelaki itu hanya berdehem tanpa melihat kearah sang istri yang meminta masukkan tentang penampilan nya.
"Ohhh ya Pedro, bagaimana kalau akhir pekan nanti kita liburan. Kebetulan aku punya dua tiket," ajak Leona.
Pedro menggeleng. "Aku harus menemani Tasya menjaga Ibu nya," jawab Pedro. "Kamu pergi saja sendiri atau ajak Yuna," sambungnya.
Leona tersenyum kecut. Sudahlah, jangan dipaksa. Mungkin Pedro memang tidak mau ikut dengannya.
"Iya tidak apa-apa." Leona menghela nafas panjang.
Setiap kali berbicara dengannya, lelaki ini selalu saja terlihat dingin tak bersahabat. Entahlah, mungkin dirinya yang cerewet memang tidak pantas di ajak bicara.
'Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat.. Memperkecil ukuran tumor ganas dan meringankan rasa sakit. Mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh lain. Menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan mencegah kekambuhan kanker. Meski mampu menghancurkan sel kanker, kemoterapi juga dapat merusak sel sehat yang berada di sekitarnya. Sel sehat yang ikut rusak inilah yang dapat mengakibatkan efek samping. Namun, efek samping yang muncul umumnya akan segera menghilang setelah pengobatan kemoterapi selesai. Efek samping dari kemoterapi bisa berbeda pada tiap orang, termasuk tingkat keparahannya. Efek samping ini dapat muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan untuk membedakan sel kanker dan sel sehat. Efeknya, sel sehat yang berada di sekitar sel kanker dapat ikut rusak dan menimbulkan sejumlah efek samping, seperti. Rambut rontok. Nyeri. Kehilangan nafsu makan. Perubahan indera perasa, mulut terasa pahit, asam bahkan tidak merasakan sama sekali. Penurunan berat badan. Mual dan muntah. Sesak napas dan kelainan detak jantung akibat anemia. Kulit kering dan terasa perih. Perdarahan, seperti mudah memar, gusi berdarah, dan mimisan.Sering terkena infeksi. Sulit tidur. Gangguan psikologis, seperti depresi, stres, dan cemas. Gairah seksual menurun dan gangguan kesuburan. Rasa lelah dan lemah sepanjang hari. Konstipasi atau diare dan Sariawan,'
Penjelasan Andika masih begitu melekat diingatan Leona. Oleh sebab itulah dia menunda untuk melakukan kemoterapi sementara waktu. Dia belum siap jika harus menjadi orang yang menyedihkan dan tidak bisa kemana-mana.
Drt drt drt drt drt
Ponsel Leona berbunyi. Segera Leona meronggoh ponselnya. Dia tersenyum saat melihat nama yang tertera dilayar ponsel tersebut.
"Hallo Kak," senyumnya mengembang. Seolah dia melupakan sang suami yang berada disampingnya.
"Iya Kak. Besok saja ya. Ohh tentu, aku akan bawakan makan siang lagi untuk Kakak. Tenanglah aku koki handal," ucapnya sambil terkekeh.
Tanpa sadar Pedro mencengkram kuat stir mobil itu. Kenapa hatinya panas saat mendengar Leona yang menelpon terdengar begitu mesra ditelinga nya?
"Siapa?" tanya Pedro kepo dan penasaran.
"Bukan siapa-siapa," sahut Leona menyimpan kembali ponsel.
'Apa pedulinya? Sekali pun aku memiliki kekasih seperti nya tidak akan membuat dia cemburu, bukan?' batin Leona.
Sampai dikediaman keluarga Pedro. Kedua pasangan suami istri itu keluar dari mobil. Sikap Pedro bertambah dingin. Mereka hanya akan bermesraan saat Pedro di wawancarai, tua saja.
"Selamat datang Tuan, Nyonya," sapa para pengawal yang berjaga didepan pintu masuk.
"Terima kasih Paman," balas Leona.
Leona membayangkan dirinya seperti princess. Saat turun dari mobil di bukakan pintu. Lalu tangannya digandeng untuk masuk kedalam. Namun entah kapan bayangannya itu menjadi kenyataan, karena semua selalu semu.
"Leona," Anjani langsung menyambut menantu kesayangan itu. "Apa kabarmu, Sayang?" ucapnya melepaskan pelukan Leona.
"Leona baik-baik saja Ma. Mama apa kabar juga?" tanya wanita itu membalas dengan senyuman hangat sambil menggenggam kedua tangan Anjani.
"Mama sehat," serunya mencolek hidung mancung Leona. "Kamu semakin cantik saja. Pasti Pedro makin cinta," Anjani melirik Pedro yang tampak berdiri dibelakang Leona sambil memutar bola matanya malas.
"Ya sudah ayo masuk. Mama sudah memasak makanan spesial buat kamu," ajaknya menggandeng tangan Leona.
Sedangkan Pedro berjalan dengan wajah datar saja. Dia tak habis pikir entah apa yang membuat kedua orang tuanya begitu menyanyangi Leona. Bukankah Tasya jauh lebih baik dari Leona? Jika karena kasta atau jabatan bukanlah Tasya seorang dokter meski dia bukan dari keluarga kaya tapi Tasya memiliki banyak prestasi yang tak kalah dari Leona.
"Hai Leona," sapa Alexander, ayah Pedro.
"Hai Pa, apa kabar?" tanya Leona menyalami tangan Alexander. Dia memang wanita sopan meski manja.
"Papa baik-baik saja, Nak," jawab Alex. "Pedro, kamu apa kabar?" Alexander menepuk pundak putranya. "Kamu semakin tampan dan sukses," pujinya terkekeh pelan.
Pedro memaksakan senyum. "Kabarku baik, Pa," jawab Pedro.
"Ya sudah, ayo duduk. Kita makan," ajak nya sambil merangkul bahu Pedro.
Seorang pria tampan tampak berjalan menghampiri meja makan. Wajahnya tak kalah dingin dari Pedro dia adalah Pedho Leon Panetta, Kakak kandung Pedro yang sekarang mengembangkan beberapa perusahaan IT miliknya.
"Selamat malam Kak Pedho, apa kabar Kak?" sapa Leona.
Pedho hanya melihat lalu mengangguk. Wajah Kakak adik itu menunjukkan ekspresi yang sama.
Perlu diketahui, sebenarnya yang dijodohkan oleh Alex dan Anjani dengan Leona adalah Pedho, namun saat itu Pedho sedang melakukan perjalanan bisnis di Korea. Sehingga ketika pertemuan keluarga karena tidak mau menanggung malu kepada calon besan nya, Alex dan Anjani meminta Pedro yang menggantikan kakaknya. Pedro menolak keras namun lelaki itu nyatanya tak bisa membantah keinginan kedua orang tua nya. Hingga dia menikahi Leona atas permintaan kedua belah pihak.
**Bersambung**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
SAYA MALAS RISET
Parah banget lu udah punya istri masih liatin orang lain _- salahin matamu sana, jan salahin Leona.
2023-05-31
0
pigeon
kak hari ini dobble dobble up nya ya , kan kemarin engk up tu , hari ini dobble ya kak 🙏🙏🙏 please please 😊🤗 please ya
2023-04-13
1
Author Pensiun.
Malam guysss...
Mohon maaf atas ketidaknyamanan nya malam ini author tidak update karena sedang writer blok dan kurang sehat...
Terima kasih buat kalian yang masih setia nungguin kisah nya Leona...
Jangan lupa jaga kesehatan kalian.. Love kalian banyak-banyak......
2023-04-12
2