Aku baik-baik saja

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡

Leona masuk kedalam mobil. Wanita itu menghela nafas panjang sebelum akhirnya melajukan mobilnya.

"Aku benar-benar tidak diinginkan. Suamiku sendiri menolak ku. Kemana aku harus mengadu, pada siapa aku harus bercerita tentang betapa lelahnya aku menjalani hidup ini?" Leona mencengkram dengan kuat stir mobil. "Kak Luiz, aku merindukanmu Kak. Kapan Kakak pulang ke Indonesia? Aku ingin menceritakan banyak hal pada Kakak," ucapnya.

Wanita itu menangis dalam mobil. Kuat ternyata tak semudah yang dia pikirkan. Dia pikir, dia akan sanggup menghadapi sifat dingin sang suami. Tapi nyatanya, dia wanita lemah yang sebenarnya butuh sekali untuk dikuatkan dalam kondisi tidak baik-baik saja seperti ini.

Leona bersyukur karena obat yang diberikan oleh Andika benar-benar bekerja menghilangkan bintik-bintik merah dibagian wajah dan tangannya. Dia tidak mau jika dilihat oleh orang lain dan dirinya akan dianggap lemah. Dia bukan wanita lemah. Dia hanya wanita yang kesabaran nya tengah di uji ditengah ketidakmampuan nya.

Leona memarkir mobilnya di didepan butik. Butik ini adalah bukti bahwa dia bukan wanita manja. Dulu semua orang menganggap nya manja karena terbiasa hidup dalam kemewahan tapi sekarang dia ingin buktikan bahwa kata manja itu tidak lagi cocok disematkan padanya.

Dengan usaha dan kerja keras dia berhasil membangun butik dan memiliki omset hampir ratusan juta perbulan tanpa bantuan dari orang tua nya mau pun sang suami.

Leona turun dari mobil dengan senyuman menggembang. Ya seperti katanya tadi, dia bukan wanita lemah. Dia hanya wanita yang sekarang sedang berjuang mencari kebahagiaan sebelum akhirnya kematian menghampiri dirinya.

"Selamat pagi Nyonya," sapa para karyawan yang bekerja di butik Leona.

"Pagi juga semua," balasnya. "Ayu, berikan laporan bulanan padaku yaaa?" perintah nya.

"Iya Nyonya," sahut Ayu.

"Chika, bagaimana dengan tanggapan customer tentang desain baru gaun penggantin yang kita luncurkan kemarin?" tanyanya. Leona adalah Boss yang baik hati, dia selalu memberi apresiasi pada karyawan nya yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.

"Puji Tuhan Nyonya, customer kita suka. Dan mereka langsung memesan gaun itu untuk resepsi pernikahan," jelas Chika.

Leona mengangguk, lalu wanita itu masuk kedalam ruangan nya. Butik ini sudah berdiri sejak empat tahun lalu. Dulu, dia selalu diremehkan karena tidak bisa apa-apa tapi sekarang terbukti kalau dia bisa berprestasi seperti wanita karir pada umunya.

Leona duduk, dia mengambil kertas dan pensil diatas meja. Ya dia harus selesaikan desain baju nya yang tertinggal kemarin.

Wanita itu tampak serius sekali menggambar sketsa dari baju yang akan dia luncurkan.

Leona meletakkan pensilnya saat merasa dadanya sesak. Nafas wanita itu memburu.

"Ya Tuhan, kenapa sesak sekali?" rintihnya. Dia meraba-raba tasnya.

"Arghh." Tidak, kenapa rasanya tidak bisa bernafas.

BRAKKKKKKKKKKKKKK

Wanita itu terjatuh dari kursi nya dengan keadaan tanpa sadarkan diri. Ya mungkin akan tiba waktunya jika penyakit Leona mengalahkan perjuangan nya.

"Nyonya," panggil Chika dan Ayu

Ayu dan Chika berhambur masuk kedalam ruangan Leona. Mereka terkejut saat melihat Leona terbaring dilantai dengan darah yang keluar dari hidung nya.

"Cepat panggil Kang Asep," teriak Chika.

"Kita harus bawa Nyonya, kerumah sakit," ucap Ayu dengan paniknya.

Para karyawan itu berbondong-bondong mengangkat tubuh lemah Leona. Tidak ada pria, selain Kang Asep, supir yang bertugas sebagai kurir untuk mengantar pesanan pelanggan.

Wajah mereka tampak panik. Tak biasanya Leona terlihat pucat seperti ini. Wanita ini selalu sehat dengan senyuman manis yang dia lemparkan pada orang lain.

.

.

.

.

Perlahan mata Leona terbuka. Kenapa kepalanya terasa berat sekali?

"Na," panggil seseorang yang duduk dikursi samping ranjang Leona.

Leona tampak menatap langit-langit kamar yang terasa asing. Ini dimana?

Lalu wanita itu mengarahkan pandangan kearah suara yang menyapanya dengan lembut.

"Kak Dika," lirihnya pelan sambil mencoba bangun.

Andika membantu wanita itu untuk duduk lalu menaikan sedikit bantal agar Leona bersandar.

"Kamu sudah bangun?" senyumnya.

"Kak aku dimana?" Leona menelusuri ruangan yang terasa asing baginya.

"Tadi kamu pingsan dan karyawan kamu yang bawa kamu kesini. Apakah masih sakit?" Andika menempelkan punggung tangannya di kening Leona. "Badan kamu sudah tidak panas lagi," ucapnya kemudian.

Leona mengangguk, tubuhnya memang sudah terasa lebih baik tidak seperti tadi yang sakit seperti mengangkat benda berat.

"Kak bagaimana perkembangan penyakit ku?" tanya Leona.

Andika menghela nafas panjang. "Seperti yang sudah saya katakan kemarin Leona, kamu harus segera menjalani kemoterapi. Menurut hasil dari pemeriksaan saya. Sel kanker itu sudah menyebar ke bagian syaraf kamu. Kalau tidak segera di tangani, kamu bisa mengalami kelumpuhan," jelas Andika. Andika sebenarnya kasihan pada Leona. "Apa suami kamu tahu masalah ini?" tanya Andika.

Leona menggeleng. "Dia tahu pun, tidak akan peduli Kak," Leona tersenyum kecut lalu menatap kearah depan.

"Kenapa bisa begitu?" kening Andika berkerut heran.

Tentu saja Andika tahu siapa Pedro. Pedro adalah pemilik perusahaan ternama di Ibukota. Pengusaha yang memiliki beberapa cabang perusahaan diberbagai negara Asia. Namanya sudah sering menjadi perbincangan hangat di majalah-majalah bisnis.

"Kak, tadi aku bawakan bekal untuk Kakak. Tapi di mobil," ucapnya.

"Ohh ya. Ya sudah nanti saya suruh assisten saya saja yang mengambilnya," senyum Andika. "Leona kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan dari saya?" tanya Andika menyelidik. Walau dia baru dekat dengan wanita ini, tapi dia tahu bahwa Leona adalah wanita yang selalu bisa menyembunyikan masalahnya.

"Kak, apa begitu terlihat kalau aku ini sakit?" tanya Leona lirih.

Andika mendelik. "Kenapa?" tanya nya heran. "Kamu pucat," sambungnya kemudian.

"Aku tidak mau ketahuan sakit Kak. Lagian kalau pun keluarga ku tahu, mereka tidak akan peduli. Daddy dan Mommy tinggal diluar negeri dan jarang pulang. Sedangkan Kak Luiz sedang sibuk kuliah disana. Dan suamiku..." wanita itu tampak menghela nafas panjang. "Dia sama sekali tidak peduli Kak," ucapnya tersenyum getir.

Andika terdiam. Dia tidak tahu persis seperti apa rumah tangga Pedro dan Leona. Yang dia tahu, pasangan ini memang selalu hangat diperbincangkan di media sosial karena mereka memang sama-sama memiliki karir yang cemerlang.

"Apa kamu ingin bercerita pada saya. Katakanlah, saya siap mendengarkan atau saya juga bisa membantu lewat saran," ucap Andika tulus dengan senyuman manisnya.

Andika Wiranto, adalah seorang dokter spesialis kanker dan pemilik rumah sakit ini. Usia nya menginjak 35 tahun dan dia belum menikah lantaran sibuk dengan pekerjaan atau memang belum memiliki niat untuk hidup berumah tangga?

"Tapi aku lapar, Kak. Kita makan saja dulu, baru bercerita," ucap Leona.

Andika terkekeh pelan. Tak dia sangka wanita ini ternyata asyik juga. Ya Andika hanya mengenal Leona lewat televisi karena biasanya wanita ini sering muncul disaat menemani suaminya wawancara disebuah acara talk show tentang bisnis. Disana Pedro dan Leona terlihat bahagia dan saling mencintai namun siapa sangka jika itu hanyalah kedok untuk menjaga nama baik kedua orang tua mereka.

**Bersambung... **

Terpopuler

Comments

yourfreyaa_

yourfreyaa_

Asep 😭

2023-05-22

1

Bonfiasia Watty

Bonfiasia Watty

sama doktr andika aja

2023-04-23

0

Bonfiasia Watty

Bonfiasia Watty

😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

2023-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan
2 Kondisi
3 Penasaran
4 Menikmati
5 Wanita kuat
6 Aku baik-baik saja
7 Berkunjung kerumah mertua
8 Kapan kalian punya anak?
9 Siapa
10 Hati yang tidak mungkin dimiliki
11 Ada yang hilang
12 Ada apa dengan Leona?
13 Fakta
14 Mencoba Ikhlas
15 Tentang rasa
16 Perasaan orang tua
17 Bayang-bayang
18 Pulang
19 Rindu yang tertahan
20 Tentang lelaki yang patah hati
21 Sahabat
22 Lepaskan
23 Bingung
24 Cinta harus memiliki
25 Poligami Hati
26 Hati yang kau dinginkan
27 Menolak
28 Keputusan Leona
29 Mengadu
30 Memilih pergi
31 Kehancuran
32 Kebenaran
33 Terlambat
34 Karma
35 Menyesal
36 Aku ikhlas melepasmu
37 Pulang ke rumah
38 Menolak untuk berpisah
39 Persidangan
40 Tidak ingin berpisah
41 Penyesalan Pedro
42 Menata hati yang baru
43 Rencana
44 Menenangkan
45 Jatuh cinta
46 Kecewa
47 Ungkapan
48 Masih mengejar
49 Wanita di masa lalu
50 Kemoterapi
51 Efek kemoterapi
52 Cinta lama
53 Cemburu
54 Terciduk
55 Kesal
56 Penyesalan orang tua
57 Cinta yang mulai tumbuh
58 Perasaan bersalah
59 Kaulah alasan
60 Wanita berkelas
61 Percaya
62 Penyesalan yang tak berujung
63 Berangkat keluar negeri
64 Seni Merayu Tuhan
65 Menyerah
66 Dua rubah licik
67 Separuh jiwa pergi
68 Kembali
69 Terima kasih sudah kembali
70 Menanti mu
71 Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72 Rasa sakit masa lalu
73 Terbangun dari tidur panjang
74 Eksekusi
75 Gugup
76 Melamar mu
77 Api Cemburu
78 Berubah
79 Wedding Day Pedho & Leona
80 Morning kiss
81 Demi aku
82 Lelaki kulkas
83 Memendam rasa
84 Impian Leona
85 Melarikan diri
86 Bahagia itu sederhana
87 Akhirnya
88 Gadis kecil.
89 Menerima kenyataan
90 Kembali ke Indonesia
91 Ikhlas.
92 Hamil
93 Mempertahankan
94 Menikmati proses nya.
95 Mengantar pulang
96 Tertangkap
97 Ultrasonografi
98 Kelahiran Triple Baby
99 Kembali lah
100 Bersyukur
101 Penyesalan Anjani
102 Triple Key
103 Kebahagiaan Leona
104 Mama muda
105 Tenang
106 Sekretaris baru
107 Kematian Adam dan Tessa
108 Memendam rasa
109 Kabur
110 Gadis ceroboh
111 Perhatian
112 Menerima mu apa adanya
113 Sekretaris bar-bar
114 Kekesalan Pedro
115 Menata hati
116 Nyaman
117 Sedikit membaik
118 Pergi
119 Wedding Day Andika & Yuna
120 Buah hati Pedho dan Leona
121 Pengumuman
122 Bab 1. Pedro dan Rere
123 02. Pedro & Rere
124 03. Pedro & Rere
125 04. Pedro & Rere
126 05. Pedro & Rere
127 06. Pedro & Rere (Wedding)
128 Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129 Salam hangat dari Author cantik.
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Kenyataan
2
Kondisi
3
Penasaran
4
Menikmati
5
Wanita kuat
6
Aku baik-baik saja
7
Berkunjung kerumah mertua
8
Kapan kalian punya anak?
9
Siapa
10
Hati yang tidak mungkin dimiliki
11
Ada yang hilang
12
Ada apa dengan Leona?
13
Fakta
14
Mencoba Ikhlas
15
Tentang rasa
16
Perasaan orang tua
17
Bayang-bayang
18
Pulang
19
Rindu yang tertahan
20
Tentang lelaki yang patah hati
21
Sahabat
22
Lepaskan
23
Bingung
24
Cinta harus memiliki
25
Poligami Hati
26
Hati yang kau dinginkan
27
Menolak
28
Keputusan Leona
29
Mengadu
30
Memilih pergi
31
Kehancuran
32
Kebenaran
33
Terlambat
34
Karma
35
Menyesal
36
Aku ikhlas melepasmu
37
Pulang ke rumah
38
Menolak untuk berpisah
39
Persidangan
40
Tidak ingin berpisah
41
Penyesalan Pedro
42
Menata hati yang baru
43
Rencana
44
Menenangkan
45
Jatuh cinta
46
Kecewa
47
Ungkapan
48
Masih mengejar
49
Wanita di masa lalu
50
Kemoterapi
51
Efek kemoterapi
52
Cinta lama
53
Cemburu
54
Terciduk
55
Kesal
56
Penyesalan orang tua
57
Cinta yang mulai tumbuh
58
Perasaan bersalah
59
Kaulah alasan
60
Wanita berkelas
61
Percaya
62
Penyesalan yang tak berujung
63
Berangkat keluar negeri
64
Seni Merayu Tuhan
65
Menyerah
66
Dua rubah licik
67
Separuh jiwa pergi
68
Kembali
69
Terima kasih sudah kembali
70
Menanti mu
71
Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72
Rasa sakit masa lalu
73
Terbangun dari tidur panjang
74
Eksekusi
75
Gugup
76
Melamar mu
77
Api Cemburu
78
Berubah
79
Wedding Day Pedho & Leona
80
Morning kiss
81
Demi aku
82
Lelaki kulkas
83
Memendam rasa
84
Impian Leona
85
Melarikan diri
86
Bahagia itu sederhana
87
Akhirnya
88
Gadis kecil.
89
Menerima kenyataan
90
Kembali ke Indonesia
91
Ikhlas.
92
Hamil
93
Mempertahankan
94
Menikmati proses nya.
95
Mengantar pulang
96
Tertangkap
97
Ultrasonografi
98
Kelahiran Triple Baby
99
Kembali lah
100
Bersyukur
101
Penyesalan Anjani
102
Triple Key
103
Kebahagiaan Leona
104
Mama muda
105
Tenang
106
Sekretaris baru
107
Kematian Adam dan Tessa
108
Memendam rasa
109
Kabur
110
Gadis ceroboh
111
Perhatian
112
Menerima mu apa adanya
113
Sekretaris bar-bar
114
Kekesalan Pedro
115
Menata hati
116
Nyaman
117
Sedikit membaik
118
Pergi
119
Wedding Day Andika & Yuna
120
Buah hati Pedho dan Leona
121
Pengumuman
122
Bab 1. Pedro dan Rere
123
02. Pedro & Rere
124
03. Pedro & Rere
125
04. Pedro & Rere
126
05. Pedro & Rere
127
06. Pedro & Rere (Wedding)
128
Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129
Salam hangat dari Author cantik.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!