Wanita kuat

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡

Leona keluar dari kamarnya dengan pakaian lengkap. Seperti biasa kegiatan nya setiap hari adalah bekerja di butik dan menerima orderan setiap hari.

Leona menuju dapur. Pagi ini dia akan siapkan sarapan spesial buat suami tercintanya. Atau dia berniat ingin membuatkan bekal untuk Pedro, agar lelaki itu makan siang nanti.

Leona tampak sibuk berkutat dengan alat-alat dapur, dia memang suka memasak. Masakkan nya biasa saja, tapi ia memasak dengan cinta.

"Pagi Nyonya," sapa Bik Lian.

"Pagi Bik," balas Leona.

"Anda memasak untuk Tuan, Nyonya?" ucap Bik Lian sambil tersenyum hangat.

Bik Lian sebenarnya kasihan pada Leona tapi wanita itu seperti nya terlalu bersemangat untuk membuat sang suami jatuh cinta hingga dia melupakan kebenaran bahwa Pedro tidak akan mencintai nya.

Leona memasak nasi goreng seafood kesukaan Pedro, lelaki itu suka sekali nasi goreng dengan potongan daging cumi, apalagi ditambah dengan potongan sosis dan beberapa butir bakso ditambah dengan telor ceplok mata sapi, pasti Pedro suka.

Leona menghidangkan makanan nya diatas meja. Senyumnya manis dan menggembang. Seolah dia sedang baik-baik saja, tapi begitulah cara dia menutup luka yang sekarang sedang menghantam dadanya.

Pedro berjalan menuju meja makan dengan menenteng tas kerja dan memperbaiki dasinya yang sedikit bergeser. Dia sudah rapi dan tampan memakai stelan jas mahal yang melekat ditubuhnya.

Langkah Pedro terhenti ketika melihat Leona yang sudah sibuk menata makanan diatas meja. Lelaki itu bernafas lega karena Leona tak lagi sakit seperti kemarin, jujur saja dia khawatir. Entah khawatir karena apa?

"Pagi Pedro," sapa Leona yang sudah memasang senyum semanis mungkin.

Pedro hanya membalas dengan anggukan dan tatapan dinginnya. Leona menarik kursi dan mempersilahkan Pedro duduk. Namun Pedro malah menarik kursi lain dan duduk dikursi tersebut tanpa berniat untuk duduk dikursi yang Leona tarik untuknya.

Leona tersenyum, tidak apa. Cinta itu butuh usaha bukan? Ditolak sudah biasa. Asal jangan menyerah, percaya saja suatu saat nanti cinta Pedro akan berlabuh padanya. Dia akan meluluhkan hati pria itu dan mereka akan hidup bahagia selamanya, sebelum Leona pergi.

"Pedro, ini aku sudah memasak makanan kesukaan kamu." Leona mengambilkan makanan itu untuk sang suami.

Awalnya Pedro ingin menolak tapi saat melihat tatapan Leona dia tidak tega. Pedro mengangguk dan menerima piring yang Leona sodorkan padanya.

Melihat Pedro yang mengangguk membuat hati Leona senang bukan main, padahal itu hanya rasa kasihan dan tak tega bukan karena Pedro ini makan masakkan Leona.

"Makanlah!" serunya.

Pedro akui jika Leona memang memiliki keahlian dalam memasak. Meski bisa dikatakan ini pertama kalinya Pedro mau makan masakkan Leona setelah bertahun-tahun lamanya, entahlah dia selalu jijik pada wanita ini.

"Bagaimana Pedro, enak tidak?" seru Leona sambil tersenyum menatap suaminya. "Aku menambahkan beberapa potong daging ayam didalamnya, kamu suka kan?" ucapnya lagi.

Pedro tampak terdiam sejenak lalu menatap makanan yang ada diatas piringnya. Kenapa perasaan nya bersalah melihat senyuman manis diwajah sang istri.

"Aku berangkat dulu." Lelaki itu meletakkan sendoknya begitu saja lalu berdiri.

"Lho, Pedro, tapi kamu baru makan beberapa sendok saja. Kenapa sudah berhenti?" tanya Leona, sedikit kecewa. Padahal dia sudah bangun sepagi mungkin agar menyiapkan sarapan untuk suaminya. Akan tetapi respon Pedro sungguh jauh dari harapannya.

"Aku sudah kenyang," sahut lelaki itu membelakangi Leona.

"Ehem, ini makan siang untukmu, Pedro." Dia menyerahkan rantang nasi berukuran sedang pada Pedro.

Pedro menatap rantang nasi itu lalu melihat wajah Leona yang tampak tersenyum.

"Tidak perlu. Aku makan siang dengan Tasya," sahut Pedro dingin.

Deg

Kembali hati Leona terasa teriris ketika Pedro menyebut nama Tasya. Ya wanita itu, adalah kekasih Pedro. Kekasih yang sudah menemani nya hampir delapan tahun bahkan sebelum mereka menikah. Dan sekarang, saat sudah menikah pun Pedro masih mencintai kekasihnya itu tanpa memikirkan perasaan Leona.

"Aku permisi," pamitnya

Pedro melenggang pergi tanpa memikirkan wajah sedih sang istri. Pedro tidak peduli. Leona memang istrinya, tapi itu hanya istri diatas kertas. Nyatanya, dia tak pernah mencintai wanita itu. Justru, dia membenci Leona karena, Leona lah yang membuat dia tidak bisa menikahi Tasya. Seandainya saja, Leona menolak perjodohan mereka pasti sekarang Pedro dan Tasya hidup bahagia.

'Pedro, aku takkan menyerah. Tapi jika suatu saat aku lelah, maaf aku tidak bisa memaksa diri. Tapi sungguh Pedro, aku ingin sekali dicintai oleh mu. Namun, kenapa kamu malah bersikap menyuruhku pergi? Aku akan pergi jika tiba waktunya. Dan untuk sekarang biarkan aku berjuang mendapatkan hatimu,' ucap Leona dalam hati.

Wanita itu tersenyum getir. Sudah susah payah dia menyiapkan bekal untuk suaminya tapi lelaki itu malah menolak dan mengatakan akan makan siang bersama sang kekasih.

"Ya sudah, aku berikan untuk Kak Dika saja." Leona menyeka air matanya.

"Nyonya," panggil Bik Lian menghela nafas panjang. "Anda baik-baik saja?" tanya nya.

Bik Lian adalah pembantu yang sudah menemani Leona selama bertahun-tahun. Dia saksi betapa hancurnya hubungan pasangan suami istri ini. Sejak menikah sampai sekarang sikap Pedro tak berubah sama sekali.

"Bik apa mataku merah?" Leona mengibaskan tangannya berusaha menahan lelehan bening itu.

"Nyonya, jika anda lelah menyerah lah," ucap Bik Lian

Leona malah menggeleng. "Tidak Bik. Dia suamiku. Aku takkan menyerah. Aku akan berjuang semampu ku," ucap Leona tetap yakin dengan perasaan nya pada Pedro.

Bik Lian tak bisa lagi berkomentar. Sudah sering dia mengatakan pada Leona bahwa cinta tidak bisa dipaksa. Namun, Leona tetap bersikeras memperjuangkan perasaan yang tak menginginkan nya.

Bagi Leona dia tak masalah dengan sikap Pedro yang acuh saja padanya. Wajar, karena lelaki itu belum mencintainya. Bahkan Leona sama sekali tak keberatan saat tahu jika suaminya itu masih memiliki hubungan dengan sang kekasih. Mau marah percuma, tidak akan ada hasilnya. Biarlah, semua mengalir seperti air.

"Ya sudah Bik, aku berangkat dulu yaaa," pamitnya sambil menenteng rantang nasi itu dan menyangkutkan tas munggil dibahu nya.

"Iya Nyonya hati-hati." Bik Lian melambaikan tangannya pada Leona.

Wanita paruh baya itu menatap punggung Leona yang menjauh darinya. Kasihan, terkadang orang rela disakiti demi cinta yang ingin dia miliki, meski nyatanya cinta itu tak benar-benar ingin berpihak padanya.

"Bu," sapa Dara.

Dara adalah anak dari Bik Lian yang di sekolah kan oleh Leona. Leona sudah menganggap Dara sebagai adiknya sendiri.

"Kasihan Nyonya ya, Bu," ucap Dara. Dara pun demikian, baginya Leona adalah cahaya yang membawa nya pada terang.

Dara takkan bisa membalas kebaikan majikan nya itu. Leona terlalu baik untuk disakiti, kasihan wanita sebaik itu harus patah hati karena cinta yang salah.

**Bersambung... **

Terpopuler

Comments

Febrianti Febri

Febrianti Febri

iya leona bodoh buang buang waktu aja,,dasar bodoh

2025-01-21

0

Samsia Chia Bahir

Samsia Chia Bahir

Perempuan bodoh, klo akoh sebln az udh nyerah, niii 5 taon 😫😫😫

2023-10-22

0

Sugiyatni Iin

Sugiyatni Iin

astaga kebangetan si Pedro nggak menghargai Leona😔

2023-07-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kenyataan
2 Kondisi
3 Penasaran
4 Menikmati
5 Wanita kuat
6 Aku baik-baik saja
7 Berkunjung kerumah mertua
8 Kapan kalian punya anak?
9 Siapa
10 Hati yang tidak mungkin dimiliki
11 Ada yang hilang
12 Ada apa dengan Leona?
13 Fakta
14 Mencoba Ikhlas
15 Tentang rasa
16 Perasaan orang tua
17 Bayang-bayang
18 Pulang
19 Rindu yang tertahan
20 Tentang lelaki yang patah hati
21 Sahabat
22 Lepaskan
23 Bingung
24 Cinta harus memiliki
25 Poligami Hati
26 Hati yang kau dinginkan
27 Menolak
28 Keputusan Leona
29 Mengadu
30 Memilih pergi
31 Kehancuran
32 Kebenaran
33 Terlambat
34 Karma
35 Menyesal
36 Aku ikhlas melepasmu
37 Pulang ke rumah
38 Menolak untuk berpisah
39 Persidangan
40 Tidak ingin berpisah
41 Penyesalan Pedro
42 Menata hati yang baru
43 Rencana
44 Menenangkan
45 Jatuh cinta
46 Kecewa
47 Ungkapan
48 Masih mengejar
49 Wanita di masa lalu
50 Kemoterapi
51 Efek kemoterapi
52 Cinta lama
53 Cemburu
54 Terciduk
55 Kesal
56 Penyesalan orang tua
57 Cinta yang mulai tumbuh
58 Perasaan bersalah
59 Kaulah alasan
60 Wanita berkelas
61 Percaya
62 Penyesalan yang tak berujung
63 Berangkat keluar negeri
64 Seni Merayu Tuhan
65 Menyerah
66 Dua rubah licik
67 Separuh jiwa pergi
68 Kembali
69 Terima kasih sudah kembali
70 Menanti mu
71 Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72 Rasa sakit masa lalu
73 Terbangun dari tidur panjang
74 Eksekusi
75 Gugup
76 Melamar mu
77 Api Cemburu
78 Berubah
79 Wedding Day Pedho & Leona
80 Morning kiss
81 Demi aku
82 Lelaki kulkas
83 Memendam rasa
84 Impian Leona
85 Melarikan diri
86 Bahagia itu sederhana
87 Akhirnya
88 Gadis kecil.
89 Menerima kenyataan
90 Kembali ke Indonesia
91 Ikhlas.
92 Hamil
93 Mempertahankan
94 Menikmati proses nya.
95 Mengantar pulang
96 Tertangkap
97 Ultrasonografi
98 Kelahiran Triple Baby
99 Kembali lah
100 Bersyukur
101 Penyesalan Anjani
102 Triple Key
103 Kebahagiaan Leona
104 Mama muda
105 Tenang
106 Sekretaris baru
107 Kematian Adam dan Tessa
108 Memendam rasa
109 Kabur
110 Gadis ceroboh
111 Perhatian
112 Menerima mu apa adanya
113 Sekretaris bar-bar
114 Kekesalan Pedro
115 Menata hati
116 Nyaman
117 Sedikit membaik
118 Pergi
119 Wedding Day Andika & Yuna
120 Buah hati Pedho dan Leona
121 Pengumuman
122 Bab 1. Pedro dan Rere
123 02. Pedro & Rere
124 03. Pedro & Rere
125 04. Pedro & Rere
126 05. Pedro & Rere
127 06. Pedro & Rere (Wedding)
128 Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129 Salam hangat dari Author cantik.
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Kenyataan
2
Kondisi
3
Penasaran
4
Menikmati
5
Wanita kuat
6
Aku baik-baik saja
7
Berkunjung kerumah mertua
8
Kapan kalian punya anak?
9
Siapa
10
Hati yang tidak mungkin dimiliki
11
Ada yang hilang
12
Ada apa dengan Leona?
13
Fakta
14
Mencoba Ikhlas
15
Tentang rasa
16
Perasaan orang tua
17
Bayang-bayang
18
Pulang
19
Rindu yang tertahan
20
Tentang lelaki yang patah hati
21
Sahabat
22
Lepaskan
23
Bingung
24
Cinta harus memiliki
25
Poligami Hati
26
Hati yang kau dinginkan
27
Menolak
28
Keputusan Leona
29
Mengadu
30
Memilih pergi
31
Kehancuran
32
Kebenaran
33
Terlambat
34
Karma
35
Menyesal
36
Aku ikhlas melepasmu
37
Pulang ke rumah
38
Menolak untuk berpisah
39
Persidangan
40
Tidak ingin berpisah
41
Penyesalan Pedro
42
Menata hati yang baru
43
Rencana
44
Menenangkan
45
Jatuh cinta
46
Kecewa
47
Ungkapan
48
Masih mengejar
49
Wanita di masa lalu
50
Kemoterapi
51
Efek kemoterapi
52
Cinta lama
53
Cemburu
54
Terciduk
55
Kesal
56
Penyesalan orang tua
57
Cinta yang mulai tumbuh
58
Perasaan bersalah
59
Kaulah alasan
60
Wanita berkelas
61
Percaya
62
Penyesalan yang tak berujung
63
Berangkat keluar negeri
64
Seni Merayu Tuhan
65
Menyerah
66
Dua rubah licik
67
Separuh jiwa pergi
68
Kembali
69
Terima kasih sudah kembali
70
Menanti mu
71
Maafkan aku, bila hasrat ku keliru
72
Rasa sakit masa lalu
73
Terbangun dari tidur panjang
74
Eksekusi
75
Gugup
76
Melamar mu
77
Api Cemburu
78
Berubah
79
Wedding Day Pedho & Leona
80
Morning kiss
81
Demi aku
82
Lelaki kulkas
83
Memendam rasa
84
Impian Leona
85
Melarikan diri
86
Bahagia itu sederhana
87
Akhirnya
88
Gadis kecil.
89
Menerima kenyataan
90
Kembali ke Indonesia
91
Ikhlas.
92
Hamil
93
Mempertahankan
94
Menikmati proses nya.
95
Mengantar pulang
96
Tertangkap
97
Ultrasonografi
98
Kelahiran Triple Baby
99
Kembali lah
100
Bersyukur
101
Penyesalan Anjani
102
Triple Key
103
Kebahagiaan Leona
104
Mama muda
105
Tenang
106
Sekretaris baru
107
Kematian Adam dan Tessa
108
Memendam rasa
109
Kabur
110
Gadis ceroboh
111
Perhatian
112
Menerima mu apa adanya
113
Sekretaris bar-bar
114
Kekesalan Pedro
115
Menata hati
116
Nyaman
117
Sedikit membaik
118
Pergi
119
Wedding Day Andika & Yuna
120
Buah hati Pedho dan Leona
121
Pengumuman
122
Bab 1. Pedro dan Rere
123
02. Pedro & Rere
124
03. Pedro & Rere
125
04. Pedro & Rere
126
05. Pedro & Rere
127
06. Pedro & Rere (Wedding)
128
Akhir dari cerita (Luiz & Lea)
129
Salam hangat dari Author cantik.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!