Bab 17: Menyuplai Magic Fruit ke Guild Petualang

Anak perempuan sekitar umur 10 tahun, berpakaian kumuh dengan tubuh sangat kotor dan sebuah borgol leher bertuliskan sihir. Di belakang anak perempuan yang menabrak Leon masih ada empat temannya dan mereka juga memakai borgol leher.

"Sihir budak." Leon membaca huruf sihir pada borgol leher.

Sihir budak adalah sebuah kutukan pengekang yang membuang seluruh status korban sehingga dianggap barang.

"Aku seharusnya segera menyadari meskipun Kerajaan Estonia sangat makmur, itu tidak berarti bahwa penduduknya sejahtera." Leon menatap sedih.

Leon mencoba membantu, tetapi pria berpakaian mewah dan berkumis panjang menghampirinya sambil berteriak, "Jangan di sentuh!"

"Majikannya?" Leon mundur dua langkah.

Pria yang sebelumnya berteriak ternyata penjual budak lalu sebuah kereta kuda ukuran besar berbentuk jeruji besi datang dari belakang. Penduduk tiba-tiba berkumpul di sekitarnya Leon karena ingin menyaksikan jual beli budak. Tirai yang menutup jeruji besi seketika dibuka dan memperlihatkan berbagai budak dari segi umur, jenis kelamin serta penampilan.

Penjual budak mulai meriahkan suasana dan penduduk terlihat antusias. Budak perempuan memakai kain tipis karena dijual berdasarkan penampilan sehingga dilihat tanpa kehormatan. Budak pria tidak ada yang menarik mata karena dianggap barang sekali pakai.

Harga demi harga naik dan Leon hanya melihat ekspresi suram di wajah budak tanpa ada kebahagiaan. Leon menatap tajam seperti merasakan apa yang budak itu alami dan apa yang akan terjadi pada mereka setelah dibeli. Lebih parahnya lagi adalah penduduk tertawa dan tersenyum setiap kali menawarkan harga.

"Mereka manusia, bukan?" Leon ketakutan melihat sikap penduduk Kerajaan Estonia.

Daripada terus menyaksikan jual beli budak, Leon memilih mundur dan tidak mau melihatnya lagi karena tidak mau terlibat. Dia sudah memahami bahwa Kerajaan Estonia bukan tempat yang cocok untuk keluarganya tinggali. Namun, sepanjang jalan tanpa arah tujuan, Leon terus memikirkan nasib budak sehingga muncul niat untuk menolong mereka.

"Sistem, kamu ingin aku membagi kebahagiaan kepada mereka?" tanya Leon sambil melihat anak-anak tertawa.

Saya sudah melihat kehidupan Master sebelum reinkarnasi walaupun tidak kaya harta, tetapi kaya akan hati. Master seharusnya sudah memahami apa yang ingin saya sampaikan.

"Aku harus melakukan yang sebaliknya, kan?" Leon bertanya dengan senyuman.

Semangat Master!

Leon melihat perempuan berlari dengan napas terengah-engah dan ternyata itu adalah Cerlin.

Cerlin mengatur napasnya dan berkata, "Leon segera ke guild petualang!"

Leon kembali ke guild petualang dan di dalam suasananya sangat senyap, bahkan petualang yang awal ramai berbincang kini sedang menatap tajam ke arahnya Leon. Dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi ketika meninggalkan guild petualang.

"Leon tolong bertahan," ucap Cerlin dengan ekspresi cemas.

"Bertahan dari apa?" pikir Leon.

Terdengar suara langkah kaki sedang menuruni anak tangga. Sosoknya berbadan kekar, wajah sangar dan tekanan seorang petualang kelas tinggi. Petualang yang tadi menatap tajam seketika bersikap tegang dan ketakutan.

Pria menyeramkan itu sudah berada di hadapannya Leon dan bertanya, "Apa kamu yang namanya, Leon Jergee?"

"Sebelum itu, bisakah tuan tenang sedikit saja!" Leon menatap tajam.

Tekanan yang Leon keluarkan lebih menyeramkan dari pria tadi, bahkan Cerlin sendiri sangat terkejut.

"Kamu sungguh di luar dugaan. Perkenalkan saya ketua guild petualang, Mark Batlon." Ucapnya dengan senyum tipis.

Siapa pun di dalam guild petualang tidak menyangka akan sejauh itu. Mark Batlon adalah petualang kelas tinggi yang diakui Raja Estonia sedang bersikap sopan.

Leon membungkuk dan berkata, "Salam kenal, Tuan Mark!"

Sikap rendah hati yang Leon perlihatkan memberikan mereka perasaan menyesal karena menjelekkannya. Regu petualang yang merasakan kandungan manfaat buah apel merah dipanggil Mark untuk berbicara jujur. Mereka mengatakan semua yang dirasakan setelah memakan buah apel merah di hadapannya Leon.

"Astaga berarti lima buah sudah terjual, kan?" Leon terkejut.

"Itu benar, Leon. Mereka adalah bukti bahwa Magic Fruit tidak berbahaya dan justru sangat bermanfaat. Oleh karena itu, mari berdiskusi tentang suplai produkmu di guild petualang!" ucap Mark membawa Leon ke ruangannya.

Cerlin ikut untuk mendampingi Leon dan ada sesuatu yang ingin dia beritahu kepada ketua guild. Di ruangan ketua guild petualang, Mark ingin mengetahui secara langsung dari Leon tentang Magic Fruit. Leon dengan senang hati menjelaskan Magic Fruit secara perlahan tanpa kebohongan.

"Itulah produk Magic Fruit." Leon selesai menerangkan.

"Apel merah ini sungguh luar biasa. Apa ada efek samping dari penggunaan yang berlebihan? Atau takaran normal untuk dikonsumsi?" tanya Mark dengan sangat serius.

"Batas mengonsumsinya diperbolehkan sebanyak 2x dalam sehari jika melebihi akan ada efek mengerikan. Tuan Mark tolong sampaikan hal tersebut kepada petualang sebelum membelinya," ucap Leon menutupi kebohongan dengan ketakutan.

"Baik akan saya lakukan kalau begitu bicara mengenai harganya. Apa 10 tembaga tidak terlalu murah?" Mark menawar Magic Fruit.

"Maaf saya tidak bisa menaiki harganya lebih dari itu, bahkan menurutku 10 tembaga lebih dari cukup untuk menolong petualang kalangan ekonomi bawah!" Leon menolaknya dengan sopan.

"Maaf bertindak kurang ajar dan tolong harganya tetap 10 tembaga!" Mark menyesal sekaligus kagum pada Leon.

Leon mengeluarkan 50 apel merah dari tasnya dan bertanya, "Setiap dua hari sekali, saya akan menyuplai 50 buah apel merah, bagaimana?"

Mark berpikir sejenak. "10 tembaga untuk satu buah jika 50 buah maka 10 koin emas dan kami dapat keuntungan 5 koin emas ..." (Cerlin mengangkat tangan karena ingin bicara)

Mark mempersilakan resepsionis andalan guild petualang untuk bicara. "Leon, aku ingin melihat buah mangga yang pernah kamu berikan kepada keluargaku!"

Mark sadar bahwa mereka berdua terlihat cukup akrab. Buah mangga yang Cerlin ingin lihat juga membuat Mark penasaran. Leon mengambil satu buah mangga lalu memperlihatkan kandungan manfaat dengan melukai lengannya sendiri. Saat memakan buah mangga seketika lengan yang tadi tersayat bilah pisau langsung sembuh.

"Apa-apaan itu!" teriak Mark dengan sangat terkejut.

"Efeknya sekelas potion dari buatan pendeta, tetapi ada waktu penggunaannya jika luka luar melewati 5 menit maka buah mangga tidak akan bisa menyembuhkannya. Tuan Mark mau membeli buah mangga?" Leon memberikan potongan mangga kepada Mark.

"Berapa?" tanya Mark dengan sedikit takut akan harganya.

"5 silver saja!" jawab Leon dengan senyuman.

Mark merenung lalu melirik Cerlin. "Petualang kelas sedang pasti memerlukannya daripada membeli potion pendeta yang harganya 10 silver." Cerlin menyindir gereja.

"Oke, saya terima!" Mark bersemangat.

Ting! Selamat telah menjual 50 buah apel merah dan 10 buah mangga. 30 poin buah telah diberikan!

"Open Status!" ucap Leon.

Ting! Status: 10.030 poin buah.

Jumlah Uang: 9.615 koin emas.

Buah Apel Merah: Bermanfaat untuk menyegarkan stamina (12.445 buah)

Buah Mangga: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka luar (11.890 buah)

Buah Stroberi: Bermanfaat untuk kesehatan kulit (10.000 buah)

Buah Jeruk: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka dalam (9.000 buah)

Buah Semangka: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka permanen (5.000 buah)

Buah Melon: Bermanfaat untuk menghilangkan kutukan (5.000 buah)

Leon keluar guild petualang dengan memegang sekantong uang berjumlah 15 koin emas. Dia berharap bisnisnya berjalan stabil karena Leon ingin membeli budak lalu membebaskannya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Pika

Pika

update Thor, penasaran ama kelanjutannya (⁠。⁠•́⁠︿⁠•̀⁠。⁠)

2023-05-01

0

Pika

Pika

kasian🥺

2023-05-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!