Bab 18: Mitra Kerja dan Menemukan Kota Kumuh

Ting! Hasil panen buah telah diterima, penjualan buah telah diterima dan penerimaan poin buah telah diberikan!

Status: 39.690 Poin Buah

Jumlah Uang Keluarga: 100.500 koin emas

Jumlah Uang Pribadi: 12.560 koin emas

Buah Apel Merah: Bermanfaat untuk menyegarkan stamina (4.000 buah)

Buah Mangga: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka luar (3.500 buah)

Buah Stroberi: Bermanfaat untuk kesehatan kulit (2.000 buah)

Buah Jeruk: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka dalam (7.000 buah)

Buah Semangka: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka permanen (5.000 buah)

Buah Melon: Bermanfaat untuk menghilangkan kutukan (5.000 buah)

Akumulasi Data Telah Selesai!

"Astaga, kenapa mereka tidak memakai uang yang kuberikan?" Leon duduk santai di bangku taman.

Master ada penaikan jumlah pembelian yang melebihi hasil panen sepertinya Nona Fey dan Nona Meylin harus bekerja keras untuk menambah stok buah!

"Apa mereka berdua baik-baik saja?" pikir Leon khawatir.

Tidak ada masalah karena Master sudah memberikan tanda hak karyawan Magic Fruit sehingga mereka bisa menanam buah dari Bumi. Namun, kendalanya ada di jumlah mengalirkan mana pada saat melakukan metode ketiga.

"Benar juga, aku mempunyai berkah sihir makanya cepat panen. Stok buah setidaknya masih aman, tetapi aku harus segera memperbanyak stok agar tidak kehabisan." Leon meninggalkan bangku taman karena ingin keliling menemui mitra kerja.

Master ingin memeriksanya lagi?

"Iya, siapa tahu mereka kehabisan produk buatanku." Leon bicara di dalam pikirannya.

Sebuah toko roti banjir pelanggan karena ada edisi selai roti stroberi yang memberikan sensasi manis dan lembut di mulut. Pelanggannya kebanyakan perempuan muda yang menyukai makanan manis. Pemilik toko berusaha menenangkan pelanggan yang tidak sabar dan salah satu pelanggannya adalah Leon.

"Tuan Leon ...." Pemilik toko di sapa Leon dengan senyuman.

Beberapa jam berlalu, toko roti tutup karena kehabisan bahan dan roti atau lebih tepatnya laris manis. Pria berotot dengan suaranya yang tinggi merupakan pemilik toko roti.

"Tuan Leon lain kali kalau mau mampir tidak perlu mengantre, bahkan saya akan memberikan tempat khusus untuk anda!" teriaknya di depan Leon.

"Mengantre itu sebuah tindakan sopan santun dan aku tidak mau menjadi samsak tinju pelanggan yang tidak sabar seperti tadi," ucap Leon.

"Haha, benar juga."  Pemilik toko tertawa keras.

"Sepertinya kedatanganku tepat waktu karena bahan edisi larisnya sudah habis, bukan?" tanya Leon.

"Hari ini selai stroberi laris lagi. Jadi, Tuan Leon tolong jual resepnya. Saya pasti akan membayar mahal resep selai stroberi!" teriaknya dengan sangat serius.

"Maaf Genya walaupun kamu memaksa, aku tidak akan bisa memberikannya karena resep tersebut sudah diklaim milik Desa Nemma." Leon menolak dengan sopan.

Di hari ketika Leon selesai menjadi penyuplai Magic Fruit untuk guild petualang. Dia berpikir untuk menjadikan buahnya sebagai produk olahan seperti selai stroberi dan tidak sengaja menemukan toko roti. Dia berpikir untuk menjual produk olahan dengan langsung masuk menemui pemilik toko dan mereka berdiskusi.

Leon dan Genya sepakat menjadi mitra kerja dengan dua kesepakatan, yaitu hasil di 30% untuk Leon dan produk olahan selai stroberi hanya Leon yang memproduksinya. Genya akan membelinya dengan harga 20 tembaga untuk satu botol selai stroberi dan Leon menerima tawarannya. Namun, pemilik toko paling diuntungkan karena pendapatannya lebih besar daripada penjualan selai stroberi.

"Aku ada lima botol selai stroberi dengan total 2 koin emas," ucap Leon.

"Baik, saya membelinya!" teriak Genya pemilik toko roti.

Leon berpamitan setelah menjual selai stroberi dan selanjutnya, dia menuju toko kue merupakan mitra kerja yang kedua. Dia menjual produk olahan apple pie dan juga laris manis. Pemilik toko kue adalah perempuan status janda dan sangat kesepian, tetapi dia diam-diam menyukai Genya.

"Leon sayang apa kabar?" teriaknya dengan penampilan status janda.

"Kalau di Bumi mungkin aku yang akan membuang rasa kesepiannya!" pikir Leon dengan tatapan serius.

Master jangan lupakan Nona Meylin!

"Leon tadi habis dari toko rotinya Genya?" Jarak antar toko roti dan toko kue tidak terlalu jauh hanya seberang.

"Nyonya Lupi masih belum berani melihatnya?" Leon tanya balik.

"Saya masih ingin menunggunya untuk inisiatif," Malu-malu.

"Terkadang perempuan juga bisa inisiatif, bahkan aku yakin Genya tidak kuasa menahan diri di hadapan perempuan cantik!" ucap Leon memberikan dorongan semangat.

Dia mengikuti perkataan Leon dengan menemui Genya. Mereka berdua terlihat serasi dan saling menyukai sehingga Leon tidak mempunyai kesempatan untuk bertanya mengenai bisnis. Namun, setidaknya apple pie dalam dua minggu ini merupakan penghasilan terbesarnya Leon atau mungkin pelanggan hanya ingin melihat pesona perempuan janda?

"Baik, hari ini harus menjual satu buah!" Leon bersemangat, tetapi saat menjual di tempat dagangnya tidak ada satu pun yang terjual.

Master pasti ada yang aneh!

"Itu sudah! Aku sudah menawarkannya, tetapi mereka acuh seakan-akan disuruh seseorang!" ucap Leon sangat kesal.

Master sudah saatnya untuk bertanya pada mereka!

"Pendeta kurang ajar. Aku yakin mereka penyebabnya," ucap Leon.

Salah satu pendeta menghampiri Leon setelah mendengar keluh kesahnya. "Sudah paham? Kalau begitu pergi dari sini sekarang juga!"

Leon sebenarnya sudah menyadari bahwa pendeta selalu mengawasinya, bahkan di saat memasuki Kerajaan Estonia. Ternyata pendeta yang mengusir Leon adalah orang yang Retou sewa sejak serangan Cacing Gemma. Dia mengadu kepada pendeta tinggi dan diberikan perintah untuk mengusir serta menghentikan peredaran barang yang dianggap jahat.

Mereka menyangkutpautkan Magic Fruit dengan kejahatan sehingga Leon sulit mendapatkan pelanggan. Suasana mulai ramai dengan pendeta terus melontarkan kebohongannya. Leon tidak ingin mencari keributan sehingga memilih untuk melepaskan pemberian Serlun. Namun, Leon tidak pergi dari Kerajaan Estonia melainkan mencari tempat baru.

Mereka sungguh iri!

"Biarkan saja, aku tidak mau berurusan dengan gereja yang membuat air suci sebagai minuman penyembuh. Saat serangan Cacing Gemma saja tidak bisa menyembuhkan korban dan orang masih mempercayainya?" tanya Leon kesal.

Kebanyakan penduduk secara turun-temurun sudah meyakini gereja sebagai Rahmat Dewa, padahal saya ciptaan dewa itu sendiri!

"Ehh? Jadi, statusku seharusnya utusan dewa!" Leon terkejut.

Jika Master mau.

Leon berhenti di tempat dagang dengan anak kecil sebagai pemilik yang mau menjual tempat tersebut. Dia anak laki-laki berpakaian kumuh dan kotor, tetapi tidak ada borgol leher. Anak itu mencoba menjualnya pada Leon dan cara dia menjualnya sangat menarik serta persuasif.

Leon membeli tempat dagang yang anak itu tawarkan walaupun harus membayar 50 koin emas. Namun, saat anak itu pergi membawa uang dari belakang sudah Leon ikuti. Ternyata anak itu membeli berbagai macam makanan dalam jumlah banyak lalu pergi lagi menuju tempat di mana Leon baru tahu ada kota kumuh.

Anak itu memberikan makanan kepada kawan-kawannya yang mempunyai kondisi serupa. Leon tidak menyangka akan menemukan tempat yang satu pun penduduk Kerajaan Estonia tidak mau melihat atau pun memasukinya.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!