Sebelumnya Leon telah berhasil berbisnis dengan Desa Rekka tapi masih ada tiga desa yang harus mengetahui Magic Fruit. Buah apel merah sudah menjadi langganan Desa Rekka sehingga tidak mungkin untuk menjual produk sama di desa lain.
Leon harus menjadikan buah mangga sebagai produk kedua dari Magic Fruit oleh sebab itu, dia melakukan peluasan lahan pertanian. Namun, peluasan lahan pertanian hanya sanggup dua petak saja.
Leon sudah mempunyai tujuh lahan pertanian dengan dua di antaranya masih kosong. Untuk menyelesaikan misi dibutuhkan 1000 buah mangga dan harus mengumpulkannya agar bisa membuka persyaratan Evolusi Buah.
Hadiah 20 poin buah telah diberikan karena berhasil menambah dua petak lahan pertanian. Master memiliki 70 poin buah!
Jika diperiksa lahan pertaniannya ternyata Leon telah membuat kesalahan karena lupa kalau lahan pertaniannya sudah dipenuhi pohon apel merah. Dua tunas buah mangga ternyata akarnya sudah menempel di dalam tanah. Satu-satunya cara agar tunas tumbuh dengan baik adalah menebang dua pohon apel merah.
Selanjutnya, Leon menukarkan poin buahnya untuk dua buah mangga. Ia menanam dua biji buah mangga di dua petak lahan kosong. Saat ini, Leon sudah mempunyai empat tunas buah mangga lalu dilanjutkan dengan memulai perawatan berfokus menumbuhkan tunas buah mangga.
Tumbuhnya tunas menjadi pohon mangga serta ada buahnya tidak membuang banyak waktu hanya satu bulan saja. Satu pohon mangga menghasilkan 60 buah karena ada empat pohon maka sudah menghasilkan 240 buah. Pohon mangga di saat berbuah mirip seperti pohon apel merah sehingga total tiga minggu dapat menghasilkan 720 buah.
"Perjalananku masih panjang!" ucap Leon sambil menebang pohon mangga yang sudah mati
Leon mengulangi hal yang sama tetapi hanya menanam dua pohon mangga agar ada sisa lahan kosong untuk buah lain. Dibutuhkan dua bulan untuk mencapai persyaratan Evolusi Buah Mangga.
"Akhirnya, selesai juga!" ucap Leon sambil memasang wajah gembira
Ting! Misi menghasilkan 1000 buah mangga telah diselesaikan dan hadiah berupa 300 poin buah telah diberikan! Selamat telah membuka persyaratan Evolusi Buah Mangga!
Kandungan manfaat buah mangga dapat menyembuhkan luka luar. Leon tidak mengira manfaat buah mangga bisa sehebat itu. Ia memutuskan akan menjual buah mangga di atas nilai jual buah apel merah. Di saat keluarga Leon mencobanya, mereka hanya bisa terkejut.
"Leon, kamu lagi-lagi menanam buah ajaib lainnya!" ucap ayah dengan sangat terkejut
"Buah ini, aku memutuskan untuk menjualnya di Desa Archi!" ucap Leon
Ibu memasang ekspresi sedih karena mendapatkan kabar mengenai Desa Archi yang telah diserang gerombolan monster. Penduduk kebanyakan mengalami luka luar, bahkan pengobatan di desa itu belum cukup mengatasi korban. Ibu mempunyai permintaan untuk Leon yaitu menolong terlebih dahulu para penduduk desa lalu melakukan bisnis.
"Mau menerima permintaan ibu?" tanya ibu sambil memegang telapak tangannya Leon
"Tentu saja. Ibu tidak perlu khawatir, aku akan melakukannya!" ucap Leon dengan senang hati mewujudkan permintaan ibunya
Ibunya dahulu adalah petualang dengan kemampuan sihir penyembuh. Jadi, tidak heran ada rasa simpati yang begitu besar ketika mengetahui ada yang terluka ataupun membutuhkan pertolongannya. Leon kagum memiliki ibu yang peduli terhadap sesama.
"Baiklah, aku akan segera berangkat mungkin membutuhkan dua hari untuk sampai Desa Archi!" ucap Leon mulai mempersiapkan perbekalannya
Di saat Leon mau berangkat tiba-tiba Kepala Desa Rekka yaitu Jenix datang ke rumah memakai teleportasi. Jenix datang untuk membeli buah apel merah dan segera Ibunya Leon mengatasi pembelian tersebut. Ayah ikut membantu dengan mengambil persediaan stok apel merah yang sudah Leon simpan di tas ruang. Tas ruang tersebut hanya bisa digunakan oleh Keluarganya Leon.
Jenix sangat penasaran dengan Leon yang hendak pergi ke suatu tempat ketika tahu akan pergi ke Desa Archi. Ia menghentikan Leon untuk tidak pergi karena di sana masih ada monster yang belum dibunuh. Jadi, akan sangat berbahaya untuk menuju Desa Archi.
Daripada memikirkan bahaya, Leon lebih memikirkan permintaan ibunya. Jenix tidak habis pikir ada pedagang yang mau berjualan di tempat berbahaya. Fey memberitahu pada Jenix kalau Kakaknya itu sanggup melawan monster. Ia pernah melihat Kakaknya membasmi babi hutan yang hendak merusak pertaniannya. Ayah dan ibu berpikir putranya itu lebih kuat dari petualang yang ada di Kerajaan Estonia.
"Aku juga berpikir hal yang sama. Coba lihat teleportasi ini memang orang mana yang bisa membuat tanda sihir hanya dalam hitungan detik?" tanya Jenix
Leon sudah berangkat dan dua hari berikutnya, dia telah sampai di depan gerbang Desa Archi. Terlihat ekspresi penjaga tidak terlalu bersemangat menjalankan tugasnya. Mereka memberikan peringatan pada Leon untuk tidak memasuki Desa Archi sebab masih ada beberapa monster yang bersembunyi dalam tanah.
"Mungkinkah monster itu adalah Cacing Gemma?" tanya Leon mengetahui jenis hama itu
"Benar sekali. Wujudnya ada yang besar, sedang dan kecil. Mereka menyerang karena salah satu penduduk tidak sengaja merusak habitatnya memakai racun tanah yang bertujuan membunuh serangga tanah." jawab penjaga desa
"Saat ini, aku adalah orang yang kalian butuhkan agar Desa Archi kembali ke sedia kala. Jadi, pertemukan aku dengan Kepala Desa Archi!" minta Leon dengan ekspresi serius
Leon sudah mencapai umur 6 tahun. Ia terlihat masih kecil di mata penjaga desa sehingga mendengar perkataan itu membuatnya tertawa. Namun, salah satu penjaga desa menganggap keseriusannya Leon yang ingin membantu. Di saat ijin masuk desa tidak diperbolehkan tiba-tiba penjaga itu menarik Leon menuju ruangannya.
"Kasarnya kalian ini!" ucap Leon memasang ekspresi kesal
"Maaf sudah bersikap kasar. Perkenalkan saya adalah Even!" ucap Even dengan nada sopan
"Lalu apa tujuanmu membawaku ke sini?" tanya Leon
"Tolong selamatkan putriku!" jawab Even sambil memohon
Leon akan melakukannya tapi Even harus mempertemukan dirinya dengan Kepala Desa Archi. Even sangat ingin putrinya sembuh sehingga melakukan kejahatan dengan membawa pengunjung luar masuk kantor kepala desa. Saat itu juga, Even langsung ditahan sedangkan Leon dihunuskan pedang tepat lehernya tapi pedang itu mendadak hancur.
"Baiklah cukup waspadanya! Aku hanya ingin berbicara denganmu, Tuan!" minta Leon dengan ekspresi serius
"Saya adalah Retou, Kepala Desa Archi. Apa yang bocah sepertimu ingin bicarakan?" tanya Retou dengan ekspresi marah
"Segera kumpulkan korban yang terluka! Aku akan segera menyembuhkan mereka semua!" jawab Leon membuat Retou semakin marah
"Jangan bercanda bocah! Kemampuan penyembuh dengan jumlah korban sebanyak ini dibutuhkan pendeta dari Kerajaan Estonia!" bantah Retou
"Untuk seorang yang menjabat Kepala Desa Archi segera pertimbangkan permintaanku!" ucap Leon dengan sangat serius
Retou masih menolak sambil mengeluarkan Leon dari kantor kepala desa. Even meminta Leon untuk menepati janji dan segera mereka berdua menuju rumah yaitu tempat putrinya Even sedang terluka di bagian perut. Leon mengeluarkan sampel buah mangga lalu meminta pada Even untuk memasukkan buah itu ke dalam mulut putrinya.
Alhasil kandungan manfaat buah mangga langsung menyembuhkan luka luar di bagian perut putrinya Even. Ia sangat bahagia melihat kondisi putrinya sudah stabil dan mengucapkan terima kasih pada Leon. Namun, Leon memeriksa luar pemukiman dari jendela rumahnya Even ternyata ekspresi penduduk sudah kehilangan harapan.
"Tuan Even tolong bantu aku!" ucap Leon harus segera menyelamatkan penduduk Desa Archi sebelum terlambat
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Krislin Meeilin
Sya suka ceritanya mantap 🥰👍👍👍👍
2023-04-14
2