"Jelaskan semua tentang wabah besar yang kalian maksud," ucap Leon.
Kaela berkata, "Wabah berasal dari monster yang sudah lama mati dan membusuk. Penyebarannya terjadi di sumber aliran sungai yang menjadi pasokan air untuk empat desa. Leon mungkin ini perbuatan kesatria yang pernah datang ke sini. Mereka dengan sengaja meletakkan mayat monster di sungai, bahkan ada beberapa saksi yang melihatnya."
"Leon, kami sudah mendengar ceritanya dan tidak menyalahkan dirimu. Seharusnya, saya memberitahu lebih awal tentang Kesatria Kerajaan Estonia. Saya yakin jika Leon mengetahuinya maka tindakan yang tepat pasti dilakukan untuk mengatasi masalah itu!" ucap Retou menunduk malu.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Leon dengan ekspresi marah.
"Kesa—" (perkataan Retou terpotong karena Jenix menyergah perkataannya dengan ekspresi marah)
"Kesatria Kerajaan Estonia tidak peduli dengan keselamatan penduduk di luar kerajaan. Mereka bertingkah seperti kesatria, tetapi jauh di lubuk hatinya hanya kebusukan. Leon sudah mempermalukan pemimpin kesatria sehingga dia membalas dendam dengan membuang mayat monster ke sungai. Setiap penduduk memakai air sungai sehingga terjangkit bakteri monster yang sangat mematikan," ucap Jenix cepat.
Leon diam sejenak dan kembali mengingat perkataan ayahnya mengenai penyakit dalam. Sesaat melirik Kaela seperti menyembunyikan sesuatu yang sangat penting. Kaela tidak lagi bisa menyembunyikan rahasia dengan ayahnya Leon.
"Sudah berapa lama?" tanya Leon.
"Sekitar tiga hari yang lalu. Maaf Leon, Ayahmu meminta untuk merahasiakannya agar kamu tidak khawatir," jawab Kaela.
"Jelaskan secara rinci mengenai bakteri monster!" ucap Leon dengan nada menekan.
"Bakteri monster sulit untuk dibunuh ketika masuk tubuh. Gejala awal seperti ruam-ruam, gejala di hari kedua panas tinggi lalu gejala ketiga sesak napas dan terakhir adalah kematian. Ayahmu bersikeras untuk menutupinya dan aku menerimanya, padahal berkaitan dengan nyawa orang tuamu. Maaf Leon!" ucap Kaela dengan sangat menyesal.
Keluarganya Leon juga memakai air sungai sehingga sudah terjangkit, tetapi beruntungnya buah jeruk telah mencapai Evolusi Buah. Jika saja terlambat maka Leon bisa kehilangan keluarganya dan itu membuat Leon sangat marah.
Aliran mana dalam tubuhnya seketika bocor.
"Seharusnya, aku membunuh mereka!" ucap Leon menatap marah.
Merinding!
Meylin memeluk Leon dan berusaha menenangkannya. Pelukan lembut dari Meylin membuat Leon menyadari kesalahannya dan berusaha tenang.
Keluarga Master baik-baik saja!
Leon menutup matanya lalu mengaktifkan mata sihir yang dapat melihat status buruk sehingga mudah melihat yang sudah terjangkit bakteri Monster. Leon terkejut karena semuanya terjangkit wabah, bahkan Meylin sudah memasuki tahap ketiga sehingga Leon bergegas memberikannya buah jeruk.
"Cepat makan Meylin! Kalian semua juga cepat makan!" teriak Leon dengan ekspresi panik.
Sesaat memakannya seketika semua langsung sembuh, tetapi buah jeruk tidak mencukupi untuk penduduk di empat desa yang sudah terjangkit. Leon kesal karena menanam sedikit buah dan bingung untuk menyelesaikan masalah tersebut. Empat desa berpikir keras untuk mencari cara menyembuhkan penduduk yang sudah terjangkit.
Leon kesal bercampur marah karena Kerajaan Estonia tidak peduli dengan desa di luarnya, bahkan menganggap nyawa penduduk seperti mainan. Leon memberitahu kalau buah jeruknya tersisa 112 buah sehingga sangat terbatas untuk menyelamatkan penduduk.
"Buah jeruk ini sekelas Elixir yang hanya diproduksi Kerajaan Estonia. Jika kita mengolahnya menjadi tetesan Elixir maka jumlah buah yang tersisa tidak menjadi masalah," ucap Kaela dengan pikiran cerdasnya.
Namun, pembuatan Elixir tidak mudah untuk dilakukan karena membutuhkan sihir suci. Kaela mengetahui cara pembuatan Elixir seketika Leon melihat sebuah cahaya harapan.
Master bisa melakukannya jika mengetahui metode pembuatan Elixir!
"Aku akan membuatnya. Jadi, beritahu aku cara membuat Elixir!" teriak Leon.
"Baik, tetapi rahasia pembuatan Elixir secara ilegal tolong dirahasiakan dan buah jeruk juga harus dirahasiakan. Kerajaan Estonia bisa menganggap buah jeruk sebagai ancaman dan mengklaim milik mereka dengan cara licik," ucap Kaela.
Leon mulai bekerja keras dari pagi sampai tembus pagi. Pembuatan Elixir sangat sulit karena dibutuhkan konsentrasi dan kebiasaan. Leon terus mencobanya dengan fokus sehingga tidak membuang waktu. Percobaan pertama langsung berhasil tiba-tiba Leon semakin fokus. Dia menciptakan banyak tetesan Elixir dari buah jeruk untuk diberikan kepada penduduk di empat desa.
Pada akhirnya, Leon berhasil menyelamatkan seluruh penduduk di empat desa dan memusnahkan bakteri monster di aliran sungai. Leon juga meminta kepada Fenrir untuk mencari monster yang bisa menjaga sungai dari pencemaran. Fenrir dengan senang hati menerima tugas tersebut lalu mencari anak buah yang kuat untuk menjaga sungai.
Leon dianggap sebagai penyelamat oleh seluruh penduduk di empat desa dan mereka sangat berterima kasih padanya. Bisnis Magic Fruit kembali berjalan lancar, tetapi Leon masih penasaran mengenai Kerajaan Estonia. Dia ingin mengetahui pemerintahan yang kerajaan pegang dan menilainya secara langsung.
Mohon bersabar Master!
"Aku akan mengetahui semuanya jika sudah umur 15 tahun!" ucap Leon sambil menatap Kerajaan Estonia dari rumahnya.
Tujuan membahagiakan keluarganya masih dipikirkan antara tinggal di Kerajaan Estonia atau kerajaan lain. Leon tidak ingin keluarganya sengsara ketika dirinya menyebarkan bisnis Magic Fruit. Dia memikirkan secara hati-hati, bahkan meminta kepada empat kepala desa untuk menutupi identitasnya.
Leon ingin berjualan dari nol di Kerajaan Estonia sembari menguak sifat asli Kerajaan Estonia. Hal pertama yang harus Leon lakukan adalah menunggu dengan sabar. Bulan demi bulan berganti dengan perkembangan Magic Fruit bertambah mulai dari stok buah yang sangat banyak serta penghasilannya.
Empat kepala desa memberikan Leon sebuah lahan pertanian sehingga buah-buahan bisa panen lebih banyak. Leon mulai menanam buah semangka yang memiliki kandungan manfaat untuk memulihkan luka permanen. Dibutuhkan poin buah sebanyak 20.000, tetapi Leon bisa mencapainya dalam kurung waktu 1 tahun saja.
Berikutnya, Leon menanam buah Melon yang memiliki kandungan manfaat untuk menghapus kutukan. Dibutuhkan poin buah sebanyak 40.000, tetapi Leon bisa mencapainya dalam kurung waktu 2 tahun saja. Sejak berhasil menanam dua buah dengan manfaat luar biasa kini Leon mulai paham akan takdir yang menantinya.
Leon meyakini bahwa Sistem tidak sembarangan memberikan kandungan manfaat buah karena ada tujuan tertentu. Apa pun itu, Leon akan menjalaninya sesuai keinginan dan tujuan untuk membahagiakan seluruh keluarganya.
3 tahun berlalu. Umur 15 tahun, Leon sudah mencapai remaja. Sebuah perayaan besar-besaran untuk perpisahan karena Leon mau berdagang di Kerajaan Estonia.
"Fey mau ikut sama kakak!" minta Fey sambil menangis.
"Fey di sini saja jaga ibu dan ayah!" balas Leon sambil mengelus adiknya.
Meylin umur 15 tahun sama dengan Leon memutuskan untuk tidak ikut malahan tetap menjaga lahan pertanian. Leon senang karena Meylin pengertian kini masalah bisnis Magic Fruit berada di tangan adiknya dan Meylin.
Namun, Fey masih bersikeras untuk tetap ikut sehingga Leon tidak mempunyai pilihan untuk memakai sihir ketika berangkat. Fenrir diberikan perintah untuk melindungi keluarganya Leon jika terjadi sesuatu maka Fenrir akan di goreng.
Perayaan perpisahan dilakukan dengan meriah, padahal aslinya mereka semua sedih karena tidak akan melihat Leon untuk beberapa tahun.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
hm...
kasihan Fenrir diancam akan digoreng
2023-04-28
3
Miku
lanjut Thor the bast lah😁😁😁
2023-04-27
2