Tiga bulan berlalu.
"Akhirnya, selesai juga!" teriak Leon sudah mengumpulkan 1060 buah apel merah
Ting! Misi menghasilkan 1000 buah apel merah telah diselesaikan dan hadiah berupa 300 poin buah telah diberikan! Selamat telah membuka persyaratan Evolusi Buah Apel Merah!
"Yosh, aku sudah bisa memulai jualan kecil-kecilan!" teriak Leon dengan penuh semangat
"Ehhh, Kakak mau jual apel merahnya?" tanya Fey sambil istirahat usai memetik buah
"Iya lagipula tujuan Kakak memang seperti itu!" jawab Leon sambil mempersiapkan buah yang akan dijualnya
Master sudah saatnya Evolusi Buah Apel Merah!
"Kamu benar! Mari kita lihat, poin buahku 300 cukup saja dan selanjutnya buah apa yang akan ku tanam?" tanya Leon dalam hati sambil bingung memilih buah
Leon mengingat kembali kehidupan sebelumnya di mana ada satu buah yang menjadi kesukaannya. Ia sudah memutuskan buah yang akan ditanamnya yaitu buah mangga. Namun, poin buah yang dibutuhkan untuk menukarkannya berbeda dari sebelumnya dan apel merah seketika hilang dari penjualan toko buah.
"Apa yang terjadi?" tanya Leon dengan ekspresi terkejut
Mari saya jelaskan. Saat menukarkan poin buah di toko buah lalu memilih salah buahnya maka secara otomatis buah tersebut menghilang dari penjualannya! Selanjutnya, poin buah yang dibutuhkan untuk menukar akan naik tiga kali lipat. Jadi, yang awalnya membutuhkan tiga poin buah telah menjadi sembilan poin buah!
"Buah mangga yang sebelumnya membutuhkan 10 poin buah langsung naik menjadi 30 poin buah!" ucap Leon dengan sangat terkejut
Leon memeriksa buah lainnya ternyata menjadi lebih mahal sehingga tidak memudahkannya untuk membudidayakan seluruh buah. Namun, Leon bukannya hilang semangat malah semakin bersemangat untuk mengincar buah yang ingin sekali ditanamnya.
"Produk buah yang dijual sama terus akan membuat pelanggan bosan. Jadi, aku akan menjual berbagai buah dengan kandungan manfaat luar biasanya!" teriak Leon di tengah lahan pertaniannya dengan semangat membara
Semangat yang luar biasa Master! Saya akan membantu memberikan prestasi penjualan buah agar poin buah yang dikumpulkan semakin banyak!
"Wah, aku sangat terbantu! Baiklah, hal pertama yang harus dilakukan adalah menanam buah mangga dulu tapi sebelum itu mari uji coba Evolusi Buah Apel Merah!" teriak Leon masih bersemangat
Leon membeli dua buah mangga dari sisa poin buahnya. Ia mengupas buah mangga dan buah apel lalu memotongnya menjadi beberapa bagian dengan bijinya dilempar ke lahan pertanian. Leon tidak lupa memberikan pelindung sihir air agar kedua biji itu tidak menjadi santapan serangga tanah.
"Fey mari ke sini! Coba terlebih dahulu buah apel merah yang sudah kakak potong agar langsung masuk mulut!" ucap Leon sambil menyimpan pisau kecilnya
"Oke. Tunggu sebentar, ada apa ini? Kakak barusan rasa letih usai memetik buah apel merah tadi seketika menghilang bahkan, staminaku kembali!" ucap Fey setelah memakan buah apel merah
"Nah, itulah kenapa Kakak mau menjualnya. Ingat item konsumsi yang pernah ayah beli?" tanya Leon
"Tentu saja ingat!" jawab Fey
"Bagus Fey! Jadi, buah apel merah kini sudah seperti item konsumsi yang mana memberikan efek berupa penyegar stamina!" ucap Leon dengan mengangkat apel merah ke atas
"Luar biasa!" ucap Fey dengan ekspresi kagum
Ting! Prestasi penjualan buah telah aktif! Menjual 10 buah apel merah bisa memberikan 5 poin buah dan prestasi ini bisa ditumpuk sebanyak apa pun!
Leon bergegas masuk rumah sambil mengadakan rapat keluarga. Fey menjadi Asisten Kakaknya untuk mengenalkan produknya. Di mulai dari Leon memotong buah apel merah memakai pisau kecil menjadi potongan yang bisa langsung masuk mulut.
"Leon, ada apa sampai mengadakan rapat?" tanya ayah dengan ekspresi bingung
"Begini ayah. Leon ingin ayah segera berhenti memaksakan diri!" ucap Leon dengan ekspresi serius dan nada tegas
Mereka dapat melihat rasa letih dan tubuh penuh bekas luka pada ayah. Leon sudah harus bertindak untuk menghentikan ayah yang seperti mau bunuh diri.
"Leon seharusnya kamu paham dengan kondisi keluarga kita!" balas ayah dengan senyuman
"Tentu saja aku paham tapi ayah terlalu egois!" bantah Leon
"Egois?" tanya ayah dengan ekspresi bingung
Tiga bulan, Leon sudah menahan diri ketika melihat ekspresi khawatir dan cemas yang ibunya perlihatkan setiap kali ayah pergi bekerja. Namun, yang harus mengutarakan isi hatinya agar ayah paham kesalahannya yaitu Fey.
"Aku ingin sekali main sama ayah seperti dulu tapi ayah selalu sibuk dan tidak pernah meluangkan waktu untukku!" ungkap Fey sambil menunduk
"Fey tolong dimengerti, nak! Ayah sibuk karena harus bekerja agar keluarga kita tetap stabil!" ucap ayah mendadak panik
"Itulah kenapa ayah egois! Ayah memikul semuanya sendirian hingga pulang ke rumah babak belur, tidak pernah tidur ataupun makan bersama lagi! Ayah pernahkah melihat ekspresi ibu yang selalu khawatir?" tanya Fey dengan nada tinggi sambil menangis
Ayah melirik ibu dan melihat kelopak mata membengkak seperti kurang tidur. Sebenarnya ayah berharap hanya dia saja yang merasa lelah di keluarganya tetapi dirinya mulai sadar. Ibu setiap hari tidak pernah tidur nyenyak karena perasaan khawatir melihat kondisi ayah.
"Enno, maafkan aku!" ucap ayah sambil memeluk ibu
Mereka berdua saling berpelukan. Ayah terlalu fokus akan tujuan dan melupakan keluarganya. Dia tidak akan mengulangi hal yang sama tetapi Leon kembali membantahnya.
"Leon, ayah harus tetap bekerja demi kalian!" ucap ayah
"Ayah, ayah, ayah masih saja egois! Tolong biarkan putramu ini berjuang bersamamu!" minta Leon
"Astaga Leon. Lama-kelamaan kamu mirip sama ayah! Apa yang bisa kamu lakukan?" tanya ayah dengan senyuman
Awal-awal Leon memperkenalkan buah apel merah untuk kedua kalinya dengan bantuan Fey membuat semuanya berjalan mudah. Leon harus membuat ayah paham agar produknya tidak di cap sebagai buah beracun. Oleh karena itu, Fey sebagai asisten melakukan uji coba dan ayah terkejut karena buah apel merah ternyata tidak beracun.
Leon melanjutkannya dengan memberikan hasil potongan buah tadi. Ayah dan ibu disuruh untuk memakannya seketika semua rasa lelah langsung menghilang bahkan, stamina mereka berdua kembali pulih. Di saat itu, Leon membicarakan tujuan utamanya yaitu menjual produknya yang bernama Magic Fruit.
"Magic Fruit adalah item konsumsi yang mempunyai kemiripan dengan potion bukan hanya rasanya yang enak tapi memberikan manfaat luar biasa. Contohnya, buah apel merah ini dan aku berniat menambah stok buah lainnya! Oleh karena itu, aku ingin ayah melakukan promosi ke sesama rekan petualang di Kerajaan Estonia! Sedangkan, aku akan menjualnya di desa terdekat!" ucap Leon dengan keahlian Salesman di kehidupan sebelumnya
"Luar biasa Leon. Ayah tidak menyangka buah yang kamu tanam ini sekelas item konsumsi. Jadi, ayah akan berjuang untuk mempromosikannya!" balas ayah dengan semangat staminanya pulih
"Leon bagaimana dengan ibu dan Fey?" tanya ibu mau ikut dalam kegiatan bisnisnya Leon
"Ibu dan Fey tetap di rumah dan pantau lahan pertanianku! Pernah itu, aku melihat sekelompok burung mencuri buah apel merah. Jadi, tugas kalian berdua adalah melindungi anak-anakku!" jawab Leon dengan ekspresi serius
Masing-masing keluarga mendapatkan tugas penting. Bisnis jualan buah di dunia sihir kini telah di mulai!
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments