Leon umur 7 tahun.
Iklan produk Magic Fruit telah menyebar di dua desa yaitu Desa Nemma dan Desa Hanme. Jenix dan Retou membantu menyebarkannya melalui pertemuan empat kepala desa yang dilakukan setiap satu tahun sekali.
Namun, Kepala Desa Nemma dan Desa Hanme menolak jika penjual tidak langsung menemui mereka.
Leon dari proses pembuatannya memang tidak mengincar produknya akan langsung dibeli. Dia mengincar rasa penasaran penduduk yang ingin mengetahui Magic Fruit. Sebenarnya, hal yang paling Leon incar adalah buah stroberi.
Saat ini, Leon telah berhasil menumbuhkan tanaman stroberi memakai 5 petak lahan. Dia sudah menghasilkan 2000 buah stroberi karena tanamannya mudah untuk dibudidayakan.
Leon menggunakan sisa lahan pertaniannya untuk stok persediaan buah apel merah dan mangga. Dia sudah berhasil mengumpulkan 1500 apel merah dan 1200 mangga.
SELAMAT! Telah berhasil membuka persyaratan Evolusi Buah Stroberi.
Leon berhati-hati menukarkan poin buahnya karena kenaikan tiga kali lipat membuat buah semakin mahal. Setahun ini, Leon telah mempunyai 2200 poin buah yang dikumpulkannya dengan susah payah.
"Kenaikan tiga kali lipat sangat menyebalkan. Aku harus membayar 1500 agar buah stroberi ada kandungan manfaatnya," ucap Leon kesal.
Master harus terus berusaha lagi pula saya akan membantu seperti pemberian prestasi dan hadiah penjualan buah!
"Aku sangat terbantu jika tidak ada dua hal itu maka butuh waktu lama untuk membuka Evolusi Buah," ucap Leon dalam hati.
Jadi, apa Master akan langsung menukarkannya di Evolusi Buah?
"Sebelum itu, aku ingin mereka mencobanya," ucap Leon sambil membawa beberapa stroberi.
Saat ini, mereka lagi berkumpul di rumah barunya Leon. Sebelumnya, ayah sungguh terkejut dengan penghasilan jualan buah sehingga keluarganya bisa membangun rumah baru. Sekarang ini, mereka lagi mengadakan pesta ulang tahunnya Fey.
Leon mengajak kenalannya untuk memeriahkan suasana pesta. Pada pembukaan hadiah ulang tahun membuat Fey bersemangat karena hadiah untuknya sangat bagus.
Jenix menghadiahkan kalung permata, Retou menghadiahkan pakaian, Even dan Meylin menghadiahkan boneka. Akan tetapi, Fey sangat menunggu hadiah dari Kakaknya.
"Semuanya, coba stroberi yang baru aku petik ini!" teriak Leon.
Mereka semua mencoba, tetapi ada yang suka dan ada yang tidak suka. Karena, rasanya asam walaupun ada sedikit manisnya.
"Leon, apa kamu akan menjual buah ini?" tanya Jenix sangat menyukai buah stroberi.
"Hmm, aku kurang yakin. Selanjutnya, Leon menuju Desa Nemma dan di sana itu kebanyakan suka membenci satu hal yang tidak cocok di lidah mereka." Ungkap Jenix.
"Aku tidak merasakan apa pun selain asam dan manis bercampur di mulutku," ucap Meylin.
"Kalau begitu nanti besok kalian siapkan roti. Aku akan membuat sesuatu yang pasti kalian suka," ucap Leon sambil keluar rumah.
Fey sedari awal menunggu hadiah kakaknya, tetapi seperti diabaikan dan lebih mementingkan bisnis. Ayah dan ibunya mencoba menghibur, sedangkan yang lainnya menyakinkan Fey kalau Leon pasti tidak melupakannya.
Saat ini, Leon menuju rumah kincir angin di Desa Archi. Dia sudah mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat selai stroberi.
Ting! Prestasi baru yaitu berhasil membuat selai stroberi dengan hadiah berupa 100 poin buah!
"Aku pasti akan membuat mereka berkata enak," ucap Leon tegas.
Leon membuat selai stroberi seperti di Bumi karena dia masih mengingat walaupun kekurangan satu bahan tapi bisa diakali. Tahap demi tahap Leon lakukan tiba-tiba suara bising dari luar mengganggu konsentrasinya.
Leon pergi memeriksa. "Astaga, buah stroberiku habis!"
Tanaman stroberi yang sudah ditanamnya untuk persediaan malah habis di makan oleh sesuatu. Leon tidak melihat satu pun penduduk karena sudah menyentuh waktu tengah malam. Leon memutuskan mengikuti jejak kaki yang memakan stroberinya.
Saat Leon mencapai bukit tiba-tiba aura mencekam menutupi udara. Seekor serigala besar dengan bulu berwarna putih lagi menyantap stroberi. Leon menunduk sembari diam di hadapan serigala besar itu.
"Manusia, kau telah memasuki wilayahku. Sekarang juga pergi dari sini!" teriaknya sambil menunjukkan taring.
Leon sudah menanam stroberi dengan penuh kasih sayang. Dia berniat menjadikan selai dan menjualnya, tetapi serigala putih itu menikmati buahnya. Leon melangkah maju tidak peduli akan peringatan serigala putih itu.
Serigala putih menggeram. "Manusia, aku memperingatimu!"
Leon menatap tajam. "Berisik!"
Aura mencekam yang berasal dari serigala putih seketika di makan habis sama kemarahan Leon. Serigala itu mendadak merespons takut dan merinding, sedangkan Leon terus maju.
"Siapa kamu? Mundur!" ucapnya sambil ketakutan.
Saat Leon sudah di hadapan serigala putih seketika dia menunjukkan ekspresi seram. Serigala putih diam membeku tanpa melawan sedikit pun.
"Kau punya dua pilihan yaitu mati atau mati!" ucap Leon menatap tajam.
"Itu sama sekali bukan dua pilihan. Manusia tolong maafkan aku jika ada salah, tolong jangan membunuhku!" ucapnya memohon ampun.
"Sadar dengan kesalahan yang kau buat?" tanya Leon.
Serigala putih dengan sangat angkuh tidak menerima dirinya bersalah. Dia sekali lagi menunjukkan taring di hadapan Leon serta ekspresi marah.
Leon mengeluarkan sihir api. "Peringatan terakhir atau aku akan membuatmu menjadi daging panggang!"
Serigala putih memohon ampun lagi, tetapi dia sungguh tidak mengetahui kesalahannya. Akhirnya, Leon menjelaskan kalau buah yang di makan itu adalah tanaman buahnya. Serigala putih tiba-tiba menunjukkan rasa terima kasih pada Leon karena menanam buah itu.
"Buahnya sangat enak, aku sangat menyukainya," ucapnya tanpa mengaku salah.
"Oke, pencuri sudah mengaku!" Leon semakin menaiki suhu sihir apinya.
"Tunggu sebentar. Hamba mohon ampun padamu, Tuan! Saya mengaku salah dan akan menembus kesalahan ini!" balasnya sambil menunduk takut.
Leon mempunyai ide bagus karena adiknya menyukai sesuatu yang lembut dan lucu.
....
"Jeng-jeng, ini hadiah untuk Fey!" ucap Leon memperlihatkan serigala putih di rumahnya.
Semua terkejut kecuali Fey yang langsung mengelus bulu serigala putih itu.
"Fey, aku sekarang adalah peliharaanmu. Jadi, tolong rawat aku," ucapnya sambil menunduk.
Fey sangat senang dengan hadiahnya, sedangkan yang lainnya memasang ekspresi takut sekaligus terkejut. Mereka sangat tahu bahwa di hadapannya itu bukan serigala putih melainkan jenis Fenrir.
"Leon, itu monster mistik!" teriak ibu sambil memukul kepala putranya.
Leon selalu bisa menahan serangan fatal ibunya. "Benar kamu monster mistik?"
"Ehhh? Master baru tahu?" tanya Fenrir terkejut.
Ibu menggulung lengan baju seketika Leon dogeza di hadapannya. "Hamba mohon ampun yang mulia!"
"Master! Tenang saja Master dari segala Master! Saya sudah menjadi peliharaan Fey. Jadi, tidak perlu khawatir!" teriak Fenrir ketakutan.
Leon merasa lega karena ibu melepaskannya. Selanjutnya, Leon memperlihatkan selai stroberi. Mereka juga membawa roti dan Leon masing-masing memberikan selai di roti mereka. Saat mereka mencobanya seketika memberikan ekspresi bahagia.
"Enak sekali!" ucap Retou.
"Aku berniat menjual dalam bentuk buah dan selai stroberi di Desa Nemma. Jadi, bagaimana menurut kalian?" tanya Leon.
"Tentu saja setuju!" jawab Jenix dan Retou.
Ting! Selamat telah berhasil membuat selai stroberi. Poin buah sudah diberikan dan jumlah yang Master miliki adalah 2300 poin buah.
"Mantap. Mari kita lihat seperti apa Evolusi Buah Stroberi," ucap Leon membuka toko buah lalu menukarkan poin buahnya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments