Bab 10: Hubungan Bisnis Dengan Desa Nemma

Evolusi Buah Stroberi telah berhasil!

"Open Status!" ucap Leon.

Ting! Status: 800 poin buah.

Buah Apel Merah: Bermanfaat untuk menyegarkan stamina (1500 buah)

Buah Mangga: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka luar (1200 buah)

Buah Stroberi: Bermanfaat untuk kesehatan kulit (2000 buah)

"Kesehatan kulit ..." ucap Leon pelan.

Leon membawa beberapa stroberi untuk ibu dan adiknya karena kesehatan kulit merupakan salah satu manfaat yang paling diinginkan perempuan. Ibu mencoba dan menyukai rasa asam bercampur manis lalu dia merasakan sebuah perubahan.

Ibu terpukau melihat wajahnya di cermin. "Apa ini ibu?"

Leon tidak menyangka kulit keriput ibunya kembali kencang sehingga penampilan ibu mirip sewaktu masih muda.

"Apa itu kamu, sayang?" tanya ayah terpesona melihat kecantikan ibu.

Ayah dan ibu malah saling gombal, sedangkan Leon merinding akan manfaat buah stroberi yang bisa memberikan awet muda. Merindingnya bukan karena takut tapi merinding memikirkan harga buah stroberi yang bisa saja di atas buah mangga. Leon tertawa seram karena bisa menghasilkan banyak uang jika menjualnya di kalangan perempuan.

"Kakak kenapa?" tanya Fey khawatir mendengar tawa kakaknya.

Ternyata bukan hanya ibunya tapi Fey juga merasa perubahan pada kulitnya, yaitu lebih halus dan lembut. Leon menyesal membiarkan Fey memakan buah stroberi.

Leon memanggil Fenrir sambil berkata, "Ingat kataku, bunuh pria mana pun yang menggodanya!"

"Baik, Master!" ucap Fenrir menanggapinya dengan serius.

"Membunuh itu tindak kejahatan!" bantah Meylin.

Meylin sekarang lebih sering berkunjung ke rumah karena Fey selalu ingin bermain bersamanya. Leon merasa tenang jika ada Meylin di samping adiknya. Sudah saatnya Leon menuju Desa Nemma karena produk ketiga siap di jual. Leon berpamitan lalu pergi ke Desa Nemma menaiki kereta kuda yang membutuhkan tiga hari.

Tiga hari berlalu.

Leon sudah sampai di jalan satu arah menuju Desa Nemma dan dari kejauhan ada banyak sekali pelancong masuk desa tanpa pemeriksaan.

Leon bertanya kepada penjaga lalu di jawab, "Sebagian besar pelancong adalah wanita. Jadi, kamu pasti tahu bukan?" Leon memahami maksudnya penjaga.

Akhirnya, Leon tiba di Desa Nemma. Pada waktu malam, Desa Nemma akan sangat ramai karena jumlah pelancong melebihi penduduknya. Di saat Leon ingin keliling desa tiba-tiba penjaga tadi datang menghentikannya.

"Ikuti aku!" ucapnya tegas.

Leon mengikutinya dan tiba di rumah kepala desa. Pintu rumah sudah terbuka dengan seorang perempuan menyambut kedatangannya. "Selamat datang di Desa Nemma!"

"Terima kasih," balas Leon dengan sopan.

Leon dari awal masuk desa terus-terusan melihat perempuan cantik, bahkan perempuan yang menyambutnya terlihat manis. Leon dipersilakan masuk lalu perempuan dewasa menghampirinya dengan senyum menawan.

Dia menyilangkan tangan untuk menahan dua gunung kembar yang hampir tumpah dan berkata, "Leon Jergee. Akhirnya, kamu datang juga!"

Leon cukup terkejut sambil bertanya, "Nona mengenal saya?"

"Manis sekali perkataanmu. Tentu saja, aku sangat mengenalmu karena mereka berdua di sepanjang rapat empat desa terus bicara tentangmu." Jawab Loufi, dia adalah Kepala Desa Nemma.

Leon dan Loufi saling berbincang. Sebagian besar adalah Leon mengutarakan pertanyaan dan ada satu pertanyaan yang sangat membuatnya penasaran. Pertanyaan itu mengusik banyaknya pelancong karena ingin menikmati suatu hiburan yang hanya ada di Desa Nemma.

Loufi menjawab pertanyaan Leon, "Desa Nemma memiliki satu tempat yang sangat terkenal akan khasiatnya, yaitu pemandian air panas!"

"Boleh saya bertanya hal pribadi? Contohnya, berapa umur nona?" tanya Leon.

"Astaga, kamu seharusnya malu karena bertanya umur perempuan. Umurku 30 tahun dan lain kali hati-hati untuk bertanya hal sensitif seperti tadi!" jawab Loufi.

"Maaf, ini pertanyaan terakhir mengenai khasiat pemandian air panas?" tanya Leon.

"Khasiatnya dapat membantu mengurangi rasa sakit pada beberapa bagian tubuh. Ada juga yang mengira untuk perawatan kulit dan masih banyak lagi manfaatnya. Pemandian air panas telah menjadi favorit para pelancong terutama perempuan." jawab Loufi.

Entah, kebetulan atau memang sudah direncanakan Sistem Petani Buah. Manfaat buah yang ditanamnya selalu berhubungan dengan kondisi desa. Leon tidak menyangkal kalau dia mendapatkan dukungan hebat dari sebuah sistem.

Leon bertanya, "Nona Loufi sudah tahu Magic Fruit?"

"Magic Fruit sebuah item konsumsi berupa buah-buahan dengan kandungan manfaat melebihi potion." Jawab Loufi dengan ekspresi serius

Leon memperkenalkan buah stroberi. Akan tetapi, saat mendengar kandungan manfaatnya adalah kesehatan kulit seketika Loufi menolaknya dengan tegas.

Leon masih tenang sambil bertanya, "Boleh saya tahu alasannya?"

"Buahmu itu bisa merusak penghasilan utama Desa Nemma, bahkan kami akan kalah saing jika buahmu masuk pasaran. Leon, apa kedatanganmu ing—"

"Saya hanya ingin berbisnis dengan mengincar kesepakatan antar kedua pihak," ucap Leon menyergah ucapannya Loufi.

"Jadi, kasarnya adalah kamu ingin Magic Fruit diterima?" tanya Loufi.

"Benar!" jawab Leon sambil senyum.

Loufi meminta satu buah untuk sampel lalu mencobanya seketika kandungan manfaat buah stroberi langsung muncul. Kulitnya kembali kencang, halus dan lembut sehingga membuatnya merinding dengan produk Magic Fruit.

"Leon, aku ingin menol—"

"Tidak perlu khawatir. Saya punya solusinya," ucap Leon menyergah ucapannya Loufi lagi.

Loufi bernapas lega. Dia tidak menyangka perbincangan menjadi berat untuknya, padahal menghadapi anak usia 7 tahun. Leon memperlihatkan solusinya, yaitu selai stroberi.

"Nona Loufi gunakan selai stroberi ini sebagai tambahan di pemandian air panas," ucap Leon.

"Ini selai dari buah stroberi tadi?" tanya Loufi sambil mencicipi.

"Benar. Saya akan memberikan cara pembuatannya dan untuk produk selai stroberi ini akan menjadi milik Desa Nemma," ucap Leon sambil memberikan resep selai stroberi.

Loufi bisa menjadikan selai stroberi sebagai tambahan di pemandian air panas ketika pelancong memakan selai tersebut. Maka khasiat pemandian air panas terbukti bisa merawat kulit dan dia tidak perlu khawatir akan kalah saing.

"Saya setuju," ucap Loufi sambil bernapas tenang.

"Terima kasih atas kerja samanya. Mulai sekarang kita ada hubungan bisnis dan saya sudah selesai membuat tanda teleportasi di rumah ini. Jadi, gunakan kalau mau membeli buah stroberi di rumah saya." Ucap Leon dengan ekspresi senang.

"Leon tampang wajah lucumu seketika menyeramkan di mataku." Ungkap Loufi.

Sekarang Desa Nemma telah resmi berhubungan bisnis. Loufi mengizinkan Leon untuk menginap di rumahnya karena sudah terlalu malam.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!