Perjalanan Leon menuju Desa Rekka dilakukannya dengan berjalan kaki karena lokasinya cukup dekat. Saat Leon sampai di gerbang desa seketika dirinya dihentikan oleh para penjaga desa dan ditanyakan tujuannya.
"Saya mau berdagang." ucap Leon sambil senyum ramah
"Apa yang kamu jual?" tanya penjaga
Leon menyadari kesempatan untuk melakukan promosi produknya.
"Magic Fruit!" jawab Leon mengambil sampel buah yang sudah dipotong
Sampel buah sudah dikupas kulitnya agar penjaga tidak takut. Leon sengaja membuat itu sebagai jebakan untuk mengejutkan mereka. Leon mempersilahkan penjaga desa yang tengah lelah itu merasakan kandungan manfaat dari buahnya.
"Astaga kenapa tubuhku terasa bertenaga?" tanya penjaga dengan ekspresi kebingungan
"Jeng-jeng, itulah Magic Fruit yang mirip dengan potion pemulih. Jika boleh panggil penjaga lainnya untuk menikmati sampel buah ini!" minta Leon sambil tersenyum
"Ehhh, bolehkah? Kalau begitu saya akan segera memanggil mereka, tolong tunggu sebentar!" balas penjaga itu dengan ekspresi senang
Mereka berdatangan sambil memakan sampel buah seketika mengalami hal yang sama dengan penjaga sebelumnya.
"Kalau boleh tahu, Magic Fruit itu apa?" tanya penjaga tadi
"Sebelum saya menjelaskannya ada dua persyaratan yaitu diam dan simak!" jawab Leon sambil tersenyum
Mereka semua setuju lalu Leon mengeluarkan buah apel merah dari tas ruang seketika wajah mereka sangat terkejut. Salah satu penjaga mau protes tetapi ditahan rekannya, Leon menerangkannya secara rinci hingga memakan buahnya sendiri untuk meyakinkan mereka semua.
"Jadi, itulah Magic Fruit. Saya sungguh minta maaf jika memperlihatkan buahnya terlebih dahulu nanti kalian tidak akan mau mencobanya." ucap Leon sambil membungkuk
Mereka berniat balas budi karena diberikan Magic Fruit secara gratis. Leon sudah menunggu hal tersebut karena tidak perlu lagi memperkenalkan ataupun menjelaskannya berulang-ulang. Ia dengan senang hati menerima bantuan para penjaga desa.
Saat masuk desa ternyata pemukiman dan pemandangannya tidak jauh berbeda seperti di bumi. Leon mendadak terkejut di datangi oleh kapten penjaga desa. Ia kebingungan tetapi penjaga sebelumnya itu sudah menjelaskan perihal produk Magic Fruit.
"Buah ini merah tapi bisa menyegarkan stamina mirip seperti potion. Bagaimana anak seusiamu memiliki benda seperti ini?" tanya kapten penjaga dengan wajah bengis
"Tentu saja dengan menanam dan menumbuhkannya!" jawab Leon dengan ekspresi santai
"Begitu. Saya akan membeli buah tersebut jika boleh tahu berapa anda jual?" tanya kapten penjaga dengan senyuman
Leon bingung kalau orang di hadapannya itu adalah kapten penjaga seharusnya mereka lebih bersahabat. Namun, penjaga desa malah menjaga jarak dan berperilaku sopan seperti berdiri dihadapan orang penting. Leon memperhatikan secara detail dan berhasil mengetahui identitas kapten penjaga.
"Saya akan menjualnya lima tembaga untuk satu buah, bagaimana menurutmu Tuan?" tanya Leon langsung blak-blakan
"Bagaimana kamu bisa tahu!" teriaknya dengan ekspresi terkejut
"Penampilan Tuan tidak mencerminkan prajurit yang menjaga keamanan desa!" balas Leon
Semua penjaga tertawa terbahak-bahak ternyata di hadapannya Leon itu adalah Kepala Desa Rekka bernama Jenix. Ia juga beranggapan kalau Leon tidak cocok berada di tubuh anak berusia lima tahun. Namun, Leon membantahnya "Seorang pebisnis tidak dipengaruhi oleh usia!"
"Baiklah, saya menerima harganya tapi buah itu apa ada efek sampingnya?" tanya Jenix
"Efek sampingnya tidak boleh dikonsumsi terus-menerus karena bisa meledakkan perut pemakannya!" jawab Leon sambil akting meledak
"Serius?" tanya Jenix dengan ekspresi takut
"Iya, jadi sebaiknya konsumsi satu buah setiap hari!" jawab Leon berbohong demi menjaga kebenaran mengenai buahnya
Leon sadar jika buahnya bisa menjadi buah adiktif karena membuat pemakan yang lelah untuk mengembalikan stamina sehingga mengandalkan buah tersebut tanpa mau mengistirahatkan diri. Itu artinya buahnya memiliki kemiripan dengan minuman energi yang terus mempertahankan kesadaran.
"Saya mengerti!" ucap Jenix sambil berjabat tangan dengan Leon
Jenix membeli 20 buah apel merah dengan total dua koin emas. Leon untuk pertama kalinya memegang koin emas seketika berekspresi senang. Ia berniat membelikan oleh-oleh untuk ibu dan Fey tapi Jenix menghentikannya.
Sekilas melihat penjaganya, Jenix memahami kehebatan Magic Fruit. Ia ingin membeli apel merah ketika persediaannya sudah habis sontak Leon dengan senang hati mau mendistribusikan apel merah jika dibutuhkan. Jenix merasa senang dan lekas mencantumkan apel merah sebagai produk item konsumsi.
"Apa boleh saya buat tanda teleportasi di desa ini?" tanya Leon
"Ha?" tanya mereka semua dengan ekspresi bingung
"Begini, saya mau pergi ke desa lainnya untuk memperkenalkan Magic Fruit!" jawab Leon sambil senyum
"Leon apakah kamu adalah bangsawan?" tanya Jenix dengan ekspresi takut
"Bangsawan? Tentu saja tidak, saya lahir sebagai orang biasa!" bantah Leon
Di saat Jenix memperbolehkan tanda teleportasi di desanya seketika Leon menciptakan tanda tersebut dalam sekejap mata. Mereka semua terkejut sedangkan Leon masih belum sadar akan sihir yang digunakannya itu.
"Tuan Jenix, saya mohon pamit. Jika memerlukan produk saya lagi, tolong gunakan teleportasi itu dan beli langsung di rumah saya!" ucap Leon seketika menghilang
"Itu sungguh teleportasi mirip dengan yang ada di Kerajaan Estonia bahkan, dia menciptakannya dalam sekejap mata. Astaga, anak itu siapa sebenarnya?" tanya Jenix sangat penasaran
Leon tiba di depan rumahnya.
Ting! Selamat telah menjual 20 buah apel merah. 10 poin buah telah diberikan!
Leon memeriksa lahan pertanian. Ibu dan Fey berhasil mengusir burung pemakan buah apel merah yang masih muda. Saat Leon memeriksa biji buah mangga, dia terkejut karena sudah tumbuh tunas padahal baru satu hari ditabur ke tanah.
Ting! Misi baru yaitu menumbuhkan pohon mangga dan panen buah sebanyak 1000 mangga. Sebanyak 300 poin buah akan diberikan sebagai hadiah menyelesaikan misi.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kecepatan tumbuhnya. Namun, itu mempersingkat waktuku untuk menyediakan stok buah lainnya!" ucap Leon dengan ekspresi senang
"Kak Leon, apa nama buah itu?" tanya Fey sangat penasaran
Leon mengambil mangga yang sudah dipotong sebelumnya lalu membiarkan ibu dan Fey memakannya. Rasa manis tidak kalah dengan buah apel merah membuat mereka berdua menyukainya.
"Ibu mulai sekarang akan menjadi asisten keduaku nanti suatu saat pelanggan akan datang untuk membeli Magic Fruit. Jadi, Leon minta tolong sama ibu untuk menangani prosesnya!" ucap Leon
"Serahkan pada ibu!" balas ibu dengan penuh semangat
"Fey selanjutnya kakak akan menanam buah mangga itu. Jadi, persiapkan dirimu untuk menemani kakak menumbuhkan mereka!" ucap Leon
"Baik!" balas Fey merasa diandalkan
Bisnis Leon baru memulai tahap awal. Ia akan terus berjuang untuk meningkatkan bisnisnya sampai seluruh dunia mengenal produknya. Leon memberikan dua koin emas pada ibunya seketika ibu terkejut.
"Apa boleh?" tanya ibu merasa ragu menerimanya
"Kenapa? Leon melakukannya memang untuk keluarga!" jawab Leon sambil senyum
Ibu merasa bahagia karena memiliki Leon. Namun, saat kedatangan ayah ternyata buah apel merah ditolak mentah-mentah oleh Kerajaan Estonia. Bahkan, rekan petualang ayah sama sekali tidak ada yang mau membeli ataupun mencobanya.
Leon memahami betul sosok ayah yang tidak mungkin gagal melakukan promosi. Pada akhirnya, Leon meminta ayah untuk istirahat dari pekerjaannya sebagai petualang. Namun, ayah menolaknya tetapi Leon bersikeras untuk membiarkan mereka berdua menghabiskan waktu bersama.
"Ayah jangan buat ibu sedih lagi!" minta Leon
"Baiklah, Leon jangan memaksakan dirimu!" balas ayah sambil mengelus putranya
"Apaan, dah! Aku tidak akan melakukan hal yang sama seperti ayah!" sindir Leon sambil balik ke kamarnya
Ibu dan Fey tertawa sedangkan ayah merasa malu pada dirinya sendiri. Leon melirik belakang dengan mereka bertiga tersenyum ternyata itu membuatnya semakin bersemangat untuk terus membahagiakan keluarganya.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Krislin Meeilin
up lagi ceritanya mantap 🥰👍👍👍
2023-04-12
2