15 anak perempuan dan laki-laki menempati rumah kosong yang ada di kota kumuh sambil makan-makanan yang belum mereka rasakan. Leon tersenyum lembut melihat mereka semua makan dengan sangat lahap. Di sisi lain, Luna yang melihat ekspresi Leon sangat menyesal sudah menusuknya.
"Tuan, mari ikut saya!" ucap Luna sopan sambil menunduk malu.
Leon mengikuti Luna sampai masuk kamar. Dia perlahan melepaskan pakaian sambil melihat depan dan membelakangi Leon sehingga hanya memperlihatkan punggungnya saja. Tubuhnya Luna perlahan berubah dari umur 10 tahun menjadi 15 tahun seusia dengan Leon.
"Saya memakai sihir pengubah umur tubuh dan ini adalah penampilan asli. Silakan digunakan sesuka hati untuk menemani malam ini," ucap Luna malu-malu.
Kulit putih mulus serta rambut pirang pendek halus seperti sutra, bahkan punggung rampingnya terlihat sangat indah. Leon mencoba mendekat, sedangkan Luna tidak berani menghadap ke belakang. Ujung jari telunjuknya Leon menyentuh punggung di antara belikat seketika Luna mengeluarkan suara aneh.
"Tuan tolong lakukan secara perlahan karena ini pertama kali saya melakukannya," ucap Luna dengan tubuh mulai memanas.
"Jadi, kutukannya tertanam di bagian punggung." Menatap sedih.
Kutukan budak dan ada kutukan lain.
Luna memberanikan diri, tetapi Leon memakai sihir pengekang tubuh sehingga Luna tidak bisa bergerak.
"Apa yang terjadi?" tanya Luna bingung.
"Kenapa Luna memakai sihir pengubah umur tubuh?" Leon tanya balik.
Luna menjawab, "Ini cerita satu tahun yang lalu. Gereja dikenal karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit memakai air suci, tetapi kebenaran air suci saya bongkar di hadapan petinggi. Saya melakukannya karena penduduk yang membeli mahal air suci sangat menginginkan kesembuhan, tetapi tewas dengan keinginannya belum terwujud. Pendeta yang seharusnya bertanggung jawab malah melimpahkan kesalahan kepada roh jahat, padahal air suci tidak efektif untuk menyembuhkan luka dalam.
"Saya yang mencoba memberitahu penduduk segera ditangkap lalu dijual sebagai budak agar perkataan seorang budak tidak bisa dipercaya. Saat penjualan budak, saya sangat takut karena budak perempuan pasti akan dipermainkan tanpa kehormatan. Saya memakai sihir pengubah umur tubuh agar tidak ada yang mau membeli anak kecil.
"Namun, hari itu ada yang membeli saya karena sudah tahu apa yang akan dilakukannya. Saya langsung membunuhnya sebelum melakukan layanan malam dan sebuah kutukan muncul yang akan menghancurkan jantung ini ketika hari esok tiba!"
"Terima kasih sudah menceritakannya. Dalam tubuhmu ada dua kutukan, yaitu kutukan budak dan kutukan kematian jika ada seseorang yang bisa menghapus dua kutukan itu. Apa yang akan kamu berikan?" Leon bertanya lagi.
"Kuserahkan semuanya, bahkan nyawa ini!" jawab Luna dengan ekspresi serius.
Leon mengupas dan memotong buah melon lalu menyuapkan potongan melon ke mulutnya Luna. "Makan dan telan."
"Rasanya manis dan juicy!" Luna terkejut akan cita rasa buah yang dimakannya.
Bukan hanya itu, Luna merasa ada yang menghilang dari tubuhnya. Saat mengetahui apa yang hilang seketika dia bertekuk lutut sambil menangis. Leon menyelimuti tubuhnya Luna memakai selimut yang diambilnya dari tas ruang.
Luna melirik ke belakang dengan wajah berlinang air mata. "Tuan Leon ...."
Warna mata biru seperti air laut, rambut hitam dan memakai anting tiga jenis warna bulu yang berbeda. Luna mengingat bahwa ada pendeta tinggi yang mendapatkan ramalan akan dihancurkan oleh pria dengan tiga ciri-ciri tersebut.
"Bagaimana dengan kondisi tubuhmu?" Leon bertanya sambil mengulurkan tangan.
"Tuan Leon, saya Luna Anastesia mempersembahkan jiwa dan raga ini kepada anda!" ucap Luna meraih telapak tangannya Leon dengan senyuman manis.
"Maaf aku menolaknya!" ucap Leon cepat.
"Tunggu dulu! Saya pasti bisa memberikan yang terbaik untuk anda!" teriak Luna langsung berdiri tanpa menahan selimut yang melindungi tubuhnya.
Leon hampir saja melihat pemandangan surga karena Luna dengan cepat beraksi untuk menahan selimut dan langsung menutup tubuhnya.
"Kenapa? Apa anda tidak menyukai tubuh saya?" tanya Luna menunduk malu.
"Cukup bicara formalnya! Aku ingin berbicara akrab karena sekarang kita adalah teman dan aku ingin Luna lebih menghargai diri sendiri!" ucap Leon sedikit mengalihkan pertanyaan.
"Terima kasih, tetapi kalau suatu hari Leon mau melakukannya maka aku tidak keberatan," ucap Luna sedikit menginginkannya.
"Luna, aku ingin bertanya tentang kota kumuh dan kenapa mereka ditelantarkan?" tanya Leon mengalihkan pembicaraan.
Master sungguh pria jantan!
Anak-anak dari tadi mendengar suara ribut dan tidak sengaja mengintip mereka berdua dalam kondisi yang bisa membuat orang lain salah paham. Leon bergegas menjelaskan semuanya sampai anak-anak tidak berpikiran yang aneh-aneh. Luna sudah terlihat memakai pakaiannya kembali dan mulai membicarakan pertanyaan Leon yang sebelumnya.
Luna berkata, "Awalnya kota kumuh ini tidak ada, bahkan kota ini sebelumnya merupakan salah satu kota terindah di Kerajaan Estonia. Raja Eldan adalah sosok pemimpin yang menyayangi rakyatnya, bahkan dalam 10 tahun terakhir tidak pernah rakyatnya merasa kekurangan. Namun, sejak beliau sakit parah dan tidak kunjung sembuh mengharuskan dua Pangeran untuk merunding penerus takhta.
"Pangeran Rostik dan Pangeran Kallen beradu argumen serta kekuasaan sehingga melantarkan rakyat. Hal tersebut dilihat Raja Eldan sehingga memutuskan untuk meneruskan takhta kepada putrinya, yaitu Putri Feronica. Sosoknya sangat mirip dengan Raja Eldan sehingga rakyat mendukung penuh sebagai pewaris takhta. Namun, suatu hari rakyat membatalkan dukungan dan perubahan besar-besaran seperti kota yang dilupakan, pembunuhan serta dominasi bangsawan."
"Dalam dua tahun. Perubahan besar tersebut mengakibatkan penurunan moral rakyat seperti memandang status. Kedua Pangeran masih berselisih dan belum memutuskan siapa yang berhak menjadi penerus, sedangkan Putri Feronica masih berjuang mencari pendukung demi mewujudkan keinginan beliau."
Semua pecahan teka-teki sudah ada hanya perlu digabungkan. Leon sudah menemukan langkah tepat untuk mencapai yang sangat diinginkannya. Leon memberikan buah melon kepada anak-anak dan menyuruhnya untuk memakan buah tersebut.
"Oke semuanya tolong dengarkan! Apa kalian ingin membungkam penduduk yang hidupnya nyaman?" tanya Leon.
"Apa maksudnya, Leon?" Luna bingung.
Leon tersenyum dan berkata, "Mari bersama-sama memulihkan kembali kota kumuh!"
Anak-anak bersemangat dan ingin tahu caranya, sedangkan Luna memahami perkataannya Leon. Memulihkan kota kumuh berarti memulihkan pendukungnya Putri Feronica. Luna, bahkan ingin tahu rencana apa yang Leon sembunyikan dibalik senyuman lembutnya.
"Buah ini selain dimakan juga bisa diolah menjadi makanan enak. Aku berniat memulai pertanian di kota kumuh dan penduduknya harus andil dalam kegiatan ini. Jadi, aku ingin kalian sebarkan lowongan kerja yang akan memberikan mereka makanan enak serta penghasilan. Mereka yang ingin mengubah hidupnya maka harus bekerja keras!" ucap Leon.
Kota kumuh sudah tidak dipedulikan walaupun Leon mengklaim seluruh tanah tidak akan ada yang mengetahuinya. Leon bisa seenaknya menggunakan lahan di kota kumuh untuk memulai bisnis olahan makanan dari buah-buahannya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Arim
mohon ditunggu yah kak
2023-05-31
2
Saptana 4One
Up Yg Banyak Dan Alur Ceritanya 👍
2023-05-31
1
Saptana 4One
Ditunggu Up Nya
2023-05-31
1