Di umur 5 tahun. Keluarganya Leon merayakan pesta ulang tahun sederhana. Dia sangat bahagia memiliki keluarga karena sebelum reinkarnasi dirinya hidup sebatang kara. Awal pemberian kado di mulai dari ibu yang sudah mempersiapkan sesuatu untuk putranya.
"Selamat ulang tahun Leon," ucap ibu sambil memeluk Leon.
Kado dari ibu berisi pisau pendek yang sering digunakan petualang. Leon menyimpannya di ikat pinggang dan sempat berpikir untuk menggunakannya sebagai pisau buah. Berikutnya, Fey memberikan kado berupa aksesoris anting menggunakan tiga jenis warna bulu dari burung yang berbeda.
"Wah, antingnya bagus." Ucap Leon, memakai anting tersebut di telinga kirinya. "Terima kasih, Fey!"
"Hum, sama-sama!" ucap Fey dengan senyum manis.
Saat ini, Fey sudah menginjak usia 3 tahun dan sudah mulai terlihat jelas wajah cantiknya. Leon memutuskan untuk tidak membiarkan pria mana pun mendekati adiknya. Berikutnya, ayah memberikan kado ulang tahun yang sangat Leon nantikan sejak usia 4 tahun.
"Leon, di belakang pintu rumah itu adalah hadiah ulang tahun yang ayah janjikan padamu," ucap ayah sambil menunjuk ke arah pintu.
Leon paham maksud ayahnya seketika memberikan pelukan pada ayahnya sebagai bentuk rasa terima kasih. Selesai itu, dia langsung pergi ke belakang rumah dan melihat lima petak lahan kosong yang ayahnya sudah beli.
“Akhirnya, lahan untuk memulai pertanian telah di dapatkan!” teriak Leon penuh semangat.
Misi mendapatkan lahan pertanian telah diselesaikan!
Sistem bersiap untuk memperbarui keseluruhan data. Sukses!
Sistem berganti nama sebagai Sistem Petani Buah!
Memulai ulang sistem dan menyimpan tujuan Master serta menyempurnakan seluruh data. Sukses!
Halo Master, perkenalkan saya adalah Sistem Petani Buah yang ditugaskan untuk membantu dan memandu. Untuk memulai menanam buah, saya perlu terlebih dahulu menjelaskan Sistem Petani Buah. Di mulai dengan memberikan sebuah misi menanam buah dari Bumi jika berhasil menumbuhkannya maka bisa dapat poin buah. Kegunaan poin buah dapat ditukar buah yang ada di Bumi, tetapi bukan hanya itu saja karena masih ada beberapa yang bisa ditukarkan memakai poin buah. Namun, untuk saat ini masih belum terbuka.
"Sederhananya kamu membantu dan memandu serta memberikan misi. Jika berhasil bisa ditukar dengan buah-buahan dari Bumi, begitu?" tanya Leon memahami Sistem Petani Buah.
Benar sekali Master. Jika berkenan, silakan dilihat toko buahnya!
Sistem menampilkan toko buah di hadapannya Leon dalam bentuk layer virtual belanja online seperti yang ada di Bumi. Di toko buah ada begitu banyak jenis, bahkan berasal dari berbagai negara. Leon memeriksa poin buah dan ternyata dari misi yang diselesaikannya hanya mendapatkan 5 poin buah. Leon menukarkan 3 poin buah untuk buah apel merah yang sangat familiar dengan jualannya sebelum reinkarnasi. Beberapa menit berlalu, Leon bingung karena buahnya tidak kunjung muncul.
“Di mana buahnya?” tanya Leon sambil duduk di permukaan tanah.
Saya telah memasukkannya ke ruang dimensi tanpa batas yang bisa Master gunakan sebagai penyimpanan sementara.
Sistem menjelaskan cara penggunaan ruang dimensi, yaitu tangan lurus ke depan sambil menutup mata lalu membayangkan sebuah pintu terbuka. Selanjutnya, Leon memasukkan tangan lalu mengeluarkannya ketika merasa memegang sesuatu yang diinginkannya. Saat berhasil seketika Leon dapat melihat kembali buah apel merah yang terlihat sangat segar.
“Apel merah!” teriak Leon.
Apel merah merupakan salah satu buah yang pernah Leon tanam sebelum reinkarnasi.
Buah-buahan di toko buah ini merupakan produk dengan kualitas terbaik dan siap dibudidayakan!
Bukannya mendengarkan, tetapi Leon ingin sekali menyantap apel merah untuk mengingat kembali rasa buahnya.
“Aku boleh mencobanya?” tanya Leon dari tadi menatap apel merah.
Silakan Master!
Leon menggigit apel merah lalu perlahan mengunyah untuk menikmati rasa manis buah. Dia menghabiskan apel merah dengan ekspresi puas dan menyisakan biji apel merah untuk ditanam.
Misi baru telah diberikan yaitu berhasil menumbuhkan pohon apel merah dengan hadiah 10 poin buah!
“Mari kita mulai menanam buah ini," ucap Leon dengan penuh semangat.
Saya akan memandu Master untuk bercocok tanam di dunia sihir. Jadi, dengarkan baik-baik!
Pertama, Leon disuruh memakai sihir tanah untuk mengubah permukaan tanah menjadi humus. Dia hanya perlu menyentuh permukaan tanah lalu memikirkan tanah humus yang diinginkannya.
“Sihir sungguh luar biasa," ucap Leon dengan menatap kagum telapak tangan yang barusan memakai sihir tanah.
Setelah reinkarnasi, Master diberkahi Mana berlimpah sehingga sihir apa pun bisa anda gunakan tanpa kendala.
“Akan kumanfaatkan berkah itu,” ucap Leon sambil menabur biji buah apel merah.
Kedua, Leon disuruh memakai sihir air untuk membuat hujan buatan agar biji apel merah basah di dalam tanah. Dia hanya perlu mengangkat satu tangan ke atas langit seketika awan terbentuk lalu mengeluarkan tetesan air.
Master perlu mengingat metode kedua karena penyebaran benih harus dilindungi memakai sihir air agar biji apel merah tidak dimakan oleh serangga tanah.
"Serangga tanah?" tanya Leon tidak mengetahui ada hama seperti itu di dalam tanah.
Serangga tanah adalah monster yang suka memakan apa pun yang ada di dalam tanah. Monster ini adalah hama jika tidak dicegah maka tanah akan beracun, bahkan gagal tumbuh. Maka dari itu, pemakaian sihir tanah dan sihir air yang tadi bisa mengatasi dan mencegah serangga tanah.
"Aku mengerti. Jadi, arah tadi bermaksud melindungi biji apel merahku." Ucap Leon, membungkus biji apel merah memakai sihir air.
Ketiga, Leon disuruh mengalirkan Mana dalam dirinya sebagai pengganti matahari. Dia hanya perlu mengalirkan sejumlah Mana dari tubuhnya lalu disalurkan ke biji apel merah. Di dunia sihir cara tersebut biasa digunakan petani untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
“Sihir benar-benar praktis sekali. Aku hanya perlu menyalurkan Mana dan memberikan air setiap dua kali dalam sehari yaitu pagi dan malam. Sisanya berharap biji apel merah tumbuh dengan baik dan sempurna,” ucap Leon.
Setiap harinya, Leon menyalurkan Mana dan memberikan air secara rutin sesuai jadwal. Biji apel merah sudah berbentuk kecambah lalu membentuk tunas dengan satu daun kecil berwarna hijau. Leon sangat bahagia melihat tanamannya berhasil tumbuh.
Di minggu berikutnya. Leon sangat terkejut yang awalnya tunas kini mempunyai batang, banyak daun dan akar. Di lahan ada tiga tanaman apel yang berhasil tumbuh. Dia kembali fokus dan rutin mengalirkan Mana serta menyiramnya.
Dua minggu atau tepatnya sudah satu bulan.
Pohon apel merah tumbuh sehat dengan batang kuat dan kokoh, daun banyak berwarna hijau serta buah muda mulai bermunculan. Leon masih sabar menunggu hasilnya sempurna lalu tiga minggu atau tepatnya sudah dua bulan.
Pohon apel merah telah tumbuh sempurna, bahkan tidak ada kerusakan dan jumlah buahnya yang terbilang cukup. Leon segera memetik apel merah di tiga pohon sekaligus. Buahnya memiliki warna merah yang sangat cantik, bahkan di Bumi bisa sangat mahal harganya karena tergolong buah prima.
“Manisnya,” ucap Leon menikmati apel merah.
Misi menumbuhkan pohon apel merah telah diselesaikan dan poin buah telah diberikan!
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments