Di pagi hari. Empat kepala desa, kenalan Leon seperti Even dan Meylin serta keluarganya Leon kecuali Fey yang sedang tidur akibat sihir. Nama Leon Jergee tidak disebarluaskan, tetapi sangat terkenal di empat desa luar Kerajaan Estonia. Mereka ingin melihat kepergian Leon menuju Kerajaan Estonia.
"Ibu dan ayah pasti akan sangat rindu padamu, Leon. Jangan lupa selalu berikan kabar!" ucap ibu dengan senyum lembutnya.
"Ayah sangat bangga padamu. Leon, apa tekadmu untuk menjadi petani buah tidak bisa diubah?" tanya ayah.
"Aku tidak akan menjadi petualang seperti ayah dan ibu! Sudah kubilang berkali-kali bahwa aku akan tetap bekerja sebagai petani buah!" Ungkap Leon.
Ayah menghela napas dan berkata, "Keras kepala seperti ayah ketika masih muda!"
Master yakin membawa 5.000 koin emas saja?
"Tabungan selama 10 tahun sekitar 50.000 koin emas. Hmm, Open Sistem!" ucap Leon ada sedikit perasaan ragu-ragu.
Ting! Status: 10.000 poin buah.
Jumlah Uang: 50.000 koin emas.
Buah Apel Merah: Bermanfaat untuk menyegarkan stamina (12.500 buah)
Buah Mangga: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka luar (11.900 buah)
Buah Stroberi: Bermanfaat untuk kesehatan kulit (10.000 buah)
Buah Jeruk: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka dalam (9.000 buah)
Buah Semangka: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka permanen (5.000 buah)
Buah Melon: Bermanfaat untuk menghilangkan kutukan (5.000 buah)
Leon memutuskan membawa 10.000 koin emas, sedangkan sisanya diberikan kepada orang tuanya. Leon juga memutuskan untuk menjual tiga buah terlebih dahulu karena manfaatnya terbilang aman. Leon bergegas mengendong tas ruang sebelum adiknya bangun, tetapi Meylin mendadak memeluknya.
"Aku akan selalu menunggumu, Leon!" ucap Meylin dengan senyum manisnya.
"Tolong jaga mereka untukku," ucap Leon.
Leon berangkat dengan jalan kaki karena ingin menikmati perjalanannya menuju Kerajaan Estonia seperti melihat pemandangan selain di sekitar rumahnya.
Hari pertama perjalanan Leon menuju Kerajaan Estonia. Dia melihat kawanan burung yang bulunya mirip sekali dengan anting buatan Fey. Leon sudah memakai anting tersebut sampai umur 15 tahun, bahkan merawatnya sehingga masih terlihat bagus dipandang.
Hari kedua perjalanan Leon menuju Kerajaan Estonia. Dia menemukan kawanan hewan berbagai jenis sedang kelaparan sehingga buah apel merah diberikan. Leon tidak ingin diserang seluruh kawanan hewan dan memilih untuk lanjut akan perjalanannya.
Hari ketiga perjalanan Leon menuju Kerajaan Estonia. Dia sudah menemukan jalan setapak yang pernah diceritakan ayah dan ibunya. Leon terus jalan, tetapi dari kejauhan dua ekor kuda lari ketakutan ke arahnya. Suara teriakan minta tolong dengan segera Leon langsung menahan kuda memakai sihirnya.
"Tolong siapa pun, tolong kami!"
Seorang pria terlihat melindungi kereta pengangkut barang dari lima ekor kadal hutan. Leon segera bersiul nyaring seketika lima ekor kadal hutan mengubah mangsanya.
"Sukses menarik perhatian monster dan sekarang membunuhnya!" ucap Leon membuat perisai api.
Lima ekor kadal hutan langsung menerjang Leon dengan membuka lebar rahangnya, tetapi perisai api menghanguskan tubuh lima kadal. Leon menuju lokasi pria yang tadi diserang dan menemukan beberapa petualang tewas, sedangkan lainnya terluka.
"Silakan makan buah ini," ucap Leon memberikan buah kepada pria dengan telinga Elf.
"Terima kasih banyak sudah datang membantu kalau boleh tahu, apa buah ini bisa di makan?" tanyanya ragu.
"Coba dan pastikan sendiri!" jawab Leon.
Dia langsung memakan buah mangga seketika lukanya sembuh. "Apa yang terjadi?"
"Namanya buah mangga dan mempunyai kandungan manfaat untuk menyembuhkan luka luar," jawab Leon.
"Terima kasih banyak! Boleh minta satu untuk istri saya?" tanyanya dengan sangat memohon.
Leon memberikannya dan ternyata istri pria itu juga Ras Elf, bahkan parasnya memang mencerminkan Ras unggulan dalam hal penampilan. Leon memanggil dua ekor kuda yang sebelumnya kabur dan mengikatkannya kembali di kereta kuda.
Sekeluarga Ras Elf tiba-tiba menunduk dan berkata, "Terima kasih banyak!"
"Sama-sama. Nama saya Leon Jergee, salam kenal!" balas Leon dengan senyuman.
"Serlun Lorste, istri saya bernama Uyne Lorste dan putri saya bernama Cerlin Lorste!" ucap Serlun.
"Bisa beritahu saya kenapa kalian diserang?" tanya Leon.
"Ini semua adalah salahku karena memilih petualang cabul. Awalnya perjalanan menuju Kerajaan Estonia baik-baik saja, tetapi petualang dari Kerajaan Estonia tiba-tiba melecehkan keluargaku. Aku melawan balik dan Cerlin memanggil lima kadal, tetapi lepas kendali sehingga monster melukainya." Jawab Serlun dengan nada marah.
"Saya lebih suka dengan ucapan Tuan Serlun tadi!" ucap Leon.
"Apa kamu ini suka melihat orang marah?" tanya Serlun dan mereka berdua mendadak tertawa.
Leon menjelaskan bahwa dirinya seorang pedagang yang mau menjual produknya bernama Magic Fruit. Serlun juga seorang pedagang yang mau menjual tanaman obat-obatan dari Hutan Elf.
"Astaga, ternyata ada Ras Manusia seramah dirimu jika saja kita cepat bertemu!" ucap Serlun sambil merangkul Leon.
Langit mulai gelap sehingga Leon memutuskan tidur di pinggiran jalan setapak karena perjalanan masih membutuhkan waktu untuk sampai di Kerajaan Estonia. Serlun mengambil tenda dan meminta kepada Leon untuk tidur bersama mereka. Namun, Leon melihat ekspresi putrinya Serlun enggan untuk tidur bersama sehingga memutuskan tidur sendirian.
"Tunggu...." Cerlin sadar telah menyinggung perasaan manusia yang menyelamatkan keluarganya, tetapi Leon duluan pergi mencari kayu.
"Cerlin jangan bersikap dingin seperti itu sama Leon yang sudah membantu kita," ucap Serlun.
"Kenapa ayah berbohong, padahal mereka adalah bandit!" ucap Cerlin.
"Maaf ayah tidak menyukai manusia karena kelicikannya. Namun, Leon berbeda dari setiap perkataannya tidak ada niat jahat. Dia tulus menyelamatkan kita, bahkan dia setiap kali pembicaraan terus menjaga pandangannya." Ucap Serlun.
"Cerlin nanti minta maaf sama Leon," ucap Uyne sambil mengelus putrinya.
Leon kembali dan membawa banyak kayu lalu membakarnya agar monster tidak mendekat serta menghangatkan tubuh.
Cerlin menghampiri Leon dan berkata, "Saya minta maaf sudah bersikap tidak sopan!"
"Kenapa?" tanya Leon bingung.
"Ayah mengajakmu untuk tidur bersama kami, tetapi aku memasang ekspresi enggan untuk tidur bareng!" jawab Cerlin sambil menunduk.
Leon mengeluarkan tenda dari dalam tasnya dan memutuskan tidur berdekatan dari pada tidur bareng di satu tenda.
"Ini keputusanku!" ucap Leon sambil tersenyum.
Malam berakhir karena pagi hari tiba. Leon ingin lanjut berjalan kaki, tetapi Serlun menawarkan untuk ikut bersamanya naik kereta kuda. Leon menerima tawaran tersebut dan mereka bergerak menuju Kerajaan Estonia. Sepanjang perjalanan Serlun mengajarkan Leon mengendarai kereta kuda, tetapi cukup sulit untuk dipelajari.
Leon perlahan mengikuti arahan Serlun dan berhasil memacu kuda tanpa menyakiti mereka. Alasan Leon ingin bisa mengendarai kereta kuda adalah impiannya untuk terlihat seperti pedagang. Tembok Kerajaan Estonia sudah terlihat yang mana membutuhkan beberapa jam, padahal Leon bisa sekejap sampai menggunakan sihirnya. Namun, dia memilih menikmati perjalanan bersama keluarganya Serlun.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments